Season 1
Saat hati ini sedang pilu
Setiap hari terasa seperti memakan empedu
Aku bertemu denganmu
Perjodohan Eliana untuk melunasi hutang ayahnya, membawa gadis itu bertemu dengan seorang Raja dan membuat Eliana dipersunting oleh seorang Raja dari kerajaan Raisilian.
Akankah Eliana menemukan kebahagiaan dalam pernikahannya?
Season 2:
Jangan jadikan lagi aku sebagai ganti dari semua perjanjian yang kau lakukan, ayah!
Putri Estelle dijodohkan oleh ayahnya pada pangeran Arshlan dari Yorksland. Namun ayahnya ingkar janji dan ingin menjodohkan putri Estelle pada pria lain.
Pangeran Arshlan dan putri Estelle memang tidak saling mencintai. Tapi sang pangeran membutuhkan sang putri untuk menjadi ratunya.
Akankah pangeran Arshlan berhasil memboyong sang putri ke istana Yorksland?
Ketika mereka diangkat menjadi seorang raja dan ratu, apakah cinta akan mengisi kehidupan istana Yorksland?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Ulsyah Musyarofah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pijatan Sang Raja
"Syukurlah, jika kamu mau melakukannya untuk Eli," ujar Paula sebelum beranjak pergi lagi. "Aku harus keluar, ada beberapa hal yang harus ku urus," pamitnya.
Paula sang ibu suri tersenyum penuh arti. Semoga dengan kedekatan Gerald dengan Eli, membuat anak itu luluh pada seorang wanita. Dan akhirnya ia mau menikah.
Setelah itu, konselor Ammy menjelaskan pada Raja Gerald, bagaimana cara memijat oksitosin untuk Eli.
Eliana benar-benar gugup, bagaimana mungkin ia yang seorang rakyat biasa dan bukan lagi seorang bangsawan, mendapat perlakuan seperti ini dari seorang Raja. Sungguh semua ini karena bayi Kevin semata. Sebenarnya siapa dirimu, Nak?
Ketika dalam benak Eliana bertanya-tanya tentang identitas, siapa bayi Kevin ini? Ia merasakan sentuhan konselor Ammy yang sedang memijatnya berubah, pijatannya menjadi lebih kokoh, jari-jarinya terasa lebih besar, dan menyentuh punggungnya dengan penuh kekuatan.
"Apa ini sudah benar?" Suara bas itu terdengar begitu dekat dengan telinga Eli.
"Ya, seperti itu. Tapi jangan terlalu kencang, Yang Mulia. Ditakutkan Nona Eli merasa kesakitan," jelas konselor Ammy dengan suara yang agak lebih jauh dari posisi sebelumnya.
Glek glek
Eliana menelan ludahnya. Apa saat ini, Yang Mulia Raja sedang memijatku?
"Apakah Nona Eli merasa nyaman?" tanya sang dokter.
Eliana diam saja, ia bingung harus menjawab apa.
"Nah, untuk memijat pa yu da ranya, lakukan seperti ini." Konselor Ammy mengambil sebuah manekin untuk percobaan dan mencontohkan cara memijar pa yu da ra pada sang Raja.
"Berbalik!" Suara itu terdengar mengintimidasi Eli dari belakang. Mau tidak mau, Eliana berbalik mengikuti arahan dari sang Raja.
"Awas!" Raja Gerald menyingkirkan tangan Eli yang menutupi dadanya.
Raja benar-benar serius memperhatikan instruksi dari konselor Ammy.
Eliana melihat alis yang bertaut dan dahi yang berkerut dari milik sang Raja. Yang Mulia sangat serius, kalau begitu aku juga harus serius menjalani semua ini. Demi bayi Kevin!
Gadis itu berusaha untuk biasa saja dan mengontrol raut wajahnya yang sedang malu sampai ke ubun-ubun. Aku harus serius, aku harus serius, aku harus serius. Berulang kali Eliana merapalkan mantra tersebut.
Bagaimana tidak malu, ia harus membiarkan dadanya menggantung di depan sang Raja. Meski sepertinya wajah sang Raja terlihat sangat biasa saja bahkan terkesan sangat serius.
Raja Gerald mulai mendekatkan tangannya, ia mengurut pa yu da ranya Eli dari luar ke dalam, berputar searah jarum jam.
Eliana merasa aneh ketika seorang pria menyentuh aset berharga miliknya. Ada rasa deburan yang tak biasa dalam hatinya. Ia juga merasakan ada sesuatu yang menggelitik di dalam sana setiap sang Raja menggerakkan tangannya.
Gadis itu menahan sesuatu, yang tidak seharusnya keluar dari mulutnya. Setiap sentuhan yang diberikan di area sensitifnya, mendorong suatu hasrat yang membuat Eliana ingin bersuara. Namun ia yakin jika itu terjadi akan sangat memalukan.
"Nah, sepertinya Yang Mulia sudah hapal bagaimana cara memijatnya. Kalau begitu cukup sekian untuk hari ini, semoga ada perkembangan yang lebih baik esok hari," ujar dokter Arabella.
"Kami mohon pamit Yang Mulia dan Nona Eli. Jangan lupa diminum pil yang diberikan oleh dokter Arabella tadi, dan rutin untuk melakukan pijat oksitosin dan pijat pa yu da ra juga," pesan dari konselor.
"Hamba mohon undur diri Yang Mulia."
aku lebih terkesan yg episode tuan putri Estelle Thor kayak gimana gimana gitu .
pokoknya keren lah .