Di semesta tanpa akhir, tempat miliaran ras tak berujung hidup berdampingan, berdiri banyak kekuatan tertinggi yang menguasai aliran reinkarnasi, berbicara langsung dengan Dao Agung, dan menekan seluruh era tanpa batas. Di antara semua kekuatan itu, hanya beberapa yang benar-benar mengguncang seluruh multisemesta.
Rumah Ilahi Ungu, sebuah kekuatan misterius dengan aura tak terbandingkan, hanya dengan sedikit gerakan saja mampu membuat tak terhitung banyaknya semesta bergetar ketakutan.
Keluarga Gu, keluarga kuno yang menyimpan rahasia tabu paling menakutkan. Mereka mengendalikan rahasia yang menekan seluruh era, dari masa lalu hingga masa depan.
Sekte Pedang Wuji, penguasa Dao Pedang tertinggi. Sekali pedang mereka terhunus, surga dan neraka tak terhitung jumlahnya gemetar dan bertekuk lutut.
dan anak muda bernama lu feng memiliki peradaban yang mengguncang seluruh multisemesta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wusan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rencana membangun kekuatan
Di keluarga Gu, di dalam aula kuno yang luas, berdiri tujuh sosok dengan aura mengerikan yang menutupi langit dan bumi.
Dua di antaranya memancarkan aura yang bahkan mampu membuat Dao Surgawi berlutut. Tiga ribu hukum Dao Agung berkilau di tubuh mereka. Lima sosok lainnya memiliki aura yang cukup untuk membuat seluruh semesta bergetar hanya dengan satu napas.
“Huh… nona muda pergi lagi.”
Guru kedua berbicara pelan.
“Pasti untuk menemui anak bermarga Lu itu.”
“Aneh.”
Guru ketiga mengerutkan kening.
“Kenapa nona muda menyukai anak itu? Dari luar dia terlihat biasa saja.”
“Tidak.”
Guru pertama tersenyum tipis, tatapannya dalam dan sulit ditebak.
“Anak itu tidak sederhana.”
Ucapan itu membuat empat guru lainnya dan dua kaisar menoleh bersamaan.
“Maksudmu?”
Guru kedua bertanya.
“Ada kekuatan misterius yang diam-diam melindunginya.”
Mata Guru pertama berputar perlahan. Di hadapannya seakan terbentang sungai waktu yang tak berujung.
Salah satu kaisar mengangguk pelan.
“Barusan aku merasakan aura hantu tua dari Sekte Pedang Wuji. Dia sedang menatap ke membran semesta ini.”
Ucapan itu membuat kelima guru terdiam.
“Siapa sebenarnya yang berada di belakang anak itu?”
Salah satu guru bergumam.
“Sekte Pedang Wuji dan keluarga Gu sebenarnya kenalan lama.”
Kaisar pertama berbicara dengan nada dingin.
“Apa pun latar belakangnya, selama tidak menyentuh batas keluarga Gu, kita biarkan saja. Jika melampaui, mereka akan merasakan tabu kuno.”
“Heh.”
Tetua pertama tersenyum samar.
“Belum lama ini, nona muda Sekte Pedang Wuji membangkitkan Tubuh Pedang Segala Zaman.”
Ucapan itu membuat empat guru dan dua kaisar terkejut.
“T-Tubuh Pedang Segala Zaman?”
Salah satu guru menarik napas dingin.
“Bahkan Tubuh Pedang Kekacauan atau tubuh pedang tertinggi pun tidak layak dibandingkan.”
“Segala Zaman berarti masa awal, masa kini, dan masa depan yang tak terbatas.”
Guru ketiga menambahkan dengan suara berat.
“Dao pedangnya… bahkan Dao Agung Pedang pun tak bisa disandingkan. Niat pedangnya akan dipahami semudah makan dan minum. Setiap ayunan pedang mengandung kebenaran Dao yang tak terbatas.”
“Heh.”
Salah satu kaisar tertawa kecil.
“Sekte Pedang Wuji memang menakutkan. Bahkan di luar semesta, kekuatan mereka tak kalah dari keluarga Gu kita.”
“Siapa bilang?”
Guru pertama tersenyum.
“Sejak zaman tanpa akhir, delapan kekuatan kuno telah ada. Sekte Pedang Wuji konon berdiri bersama leluhur tabu pertama keluarga Gu kita.”
“Hm.”
Kaisar pertama mengangguk pelan.
“Tapi nona muda kita juga tidak kalah.”
“Hehehe, benar.”
Guru kedua tertawa.
“Dengan kemurnian garis keturunan nona muda, dia bisa bersaing dengan Tubuh Pedang Segala Zaman.”
“Tidak apa-apa.”
Kaisar kedua berbicara santai.
“Sepertinya nona muda pergi ke Sekte Pedang Wuji. Kudengar nona muda sekte itu dan anak Lu itu sudah bertunangan.”
“Pantas saja nona muda cemburu.”
Salah satu guru menghela napas.
“Tapi tetap saja… anak Lu itu, apa yang sebenarnya istimewa darinya?”
Guru keempat menggerakkan alisnya, tampak kesal.
“Sudahlah.”
Kaisar kedua tersenyum ringan.
“Nanti aku dan guru kedua akan pergi ke Sekte Pedang Wuji. Sekalian menyapa teman lama.”
Aula kuno kembali sunyi, namun gelombang aura tabu yang tersisa membuat ruang dan waktu masih bergetar perlahan.
Di gubuk Sekte Dalam Wuji, sebuah lubang hitam terbuka di udara dengan diameter dua meter. Sesosok manusia melangkah keluar darinya.
Lu Feng telah tiba di gubuknya. Tubuhnya melayang turun dengan tenang, dan matanya memancarkan kepuasan setelah mencoba kekuatannya sendiri.
“Fiuh… begini rasanya jika tubuh mampu menampung energi spiritual sebesar ini.”
Lu Feng menghela napas panjang. Dalam benaknya, pikiran mulai berputar. Ia ingin mengembangkan kekuatannya sendiri di benua ini, membuat semua orang tahu bahwa dia bukan lagi menantu tak berguna tanpa latar belakang, selain Sekte Pedang Wuji.
“Zero,”
kata Lu Feng sambil menatap jam tangan di pergelangan tangannya.
“Bagaimana kalau kita membangun sebuah wilayah di sini? Buat saja namanya Rumah Dagang Pastoral. Bagaimana?”
Suara mekanis segera terdengar.
“Baik, Tuan. Saya telah menemukan lokasi yang strategis.”
“Oh?”
Lu Feng tertarik.
“Di mana?”
“Di wilayah utara benua ini,”
jawab Zero.
“Di sana kita bisa mengembangkannya. Kita dapat menjual kapal luar angkasa dan senjata sebagai komoditas utama, ditukar dengan batu roh.”
“Batu roh?”
Lu Feng mengangguk pelan.
“Di dunia ini, batu roh terbagi menjadi tingkat rendah, menengah, dan tinggi,”
lanjut Zero.
“Saya juga akan mengerahkan dua pengawal tingkat Kaisar Cosmos puncak dan lima Raja Cosmos tingkat puncak.”
Lu Feng sedikit terkejut.
“Apakah mereka bisa turun ke benua ini?”
“Mereka akan direduksi kekuatannya ke alam Kaisar Agung atau Sistem Bintang,”
jawab Zero datar.
“Dao Surgawi di benua ini tidak sanggup menahan tekanan kekuatan asli mereka.”
“Baiklah, baiklah.”
Lu Feng tertawa puas.
“Kamu atur saja semuanya.”
“Hahaha…”
Matanya menyipit dingin.
“Sekarang aku bisa membangun kekuatanku sendiri. Biarkan mereka yang dulu mengejekku… akan kubungkam satu per satu.”
Di Benua Timur, Lu Feng dikenal sebagai menantu tak berguna. Namun kini, dengan berdirinya Rumah Dagang Pastoral, namanya perlahan akan berubah menjadi sosok yang tak bisa diremehkan.
“Baik, Tuan. Pembangunan akan segera dimulai.”
Zero langsung bergerak.
Sebuah detektor yang berada sejauh dua puluh tahun cahaya dari Benua Xuan Long mulai aktif. Sinyal tachyon dipancarkan menembus kehampaan kosmos, dan di membran semesta, armada besar menerima pesan itu.
Tak lama kemudian, armada raksasa mulai bergerak.
Kapal perang modern dengan bentuk futuristik dan bulat keluar dari kehampaan. Ukurannya sangat luas, sebesar sebuah galaksi. Armada itu melintasi banyak kosmos kecil dan triliunan galaksi, menuju satu titik tujuan.
Saat mendekati Benua Xuan Long, ukuran kapal mulai mengecil, radiusnya menyusut menjadi beberapa juta mil. Perlahan, armada itu menuruni wilayah Benua Utara.
Weng—
Di atas atmosfer Benua Utara, cahaya api menyala di langit malam, tampak seperti hujan meteor yang jatuh ke arah pegunungan.
“Siapa itu?!”
Di wilayah pegunungan yang membentang miliaran mil, sebuah suara menggelegar dengan keganasan.
Ledakan aura suci yang dahsyat menyapu ratusan juta mil wilayah sekitarnya.
Sebuah tangan raksasa berwarna emas muncul dari kehampaan, mencoba menangkap meteor itu. Tangan tersebut mengandung hukum suci yang mengerikan, membentang hingga jutaan mil.
Namun tiba-tiba, meteor itu memancarkan sinar biru yang aneh.
Siuu—
Cahaya biru menerangi seluruh hutan, lalu menembak lurus ke arah tangan emas tersebut.
“Ahhh—!”
Suara menggelegar mengguncang langit dan bumi. Kekuatan suci itu langsung menghilang, dan seluruh pegunungan bergetar hebat, nyaris runtuh.
Getaran itu terasa hingga ke wilayah kekaisaran dan sekte-sekte besar di sekitarnya.
“Siapa itu barusan?”
“Barusan… seorang ahli Alam Raja Suci mati?”
“Apa yang sebenarnya terjadi?”
“Lihat ke langit!”
Seseorang menunjuk ke udara.
Di kejauhan, sebuah benda raksasa yang terbakar api terlihat jatuh ke dalam hutan di wilayah pegunungan itu, meninggalkan jejak cahaya panjang di langit malam.