NovelToon NovelToon
Married With Ex-Boyfriend

Married With Ex-Boyfriend

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: leni septiani

Menikah memang impian setiap insan, entah itu muda atau tua. Harapannya adalah menikah dengan sosok yang dicinta, sosok yang di damba dan sosok yang sempurna dari segi manapun.

Tapi bagaimana jadinya jika menikah dengan mantan? Sosok yang pernah membahagiakan sekaligus menjadi sosok yang berakhir menggores luka.

Laura tidak pernah mengharapkan itu, bahkan untuk bertemu saja ia enggan. Namun takdir seolah mempermainkan, kenyataan yang tak diinginkan malah berbalik menjadi jalan menuju pernikahan.

Akankah pernikahan Laura dan Kai berjalan lancar atau justru bebatuan terjal menjadi cobaan yang harus diluruskan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leni septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Terancam

“Papi, Ela mulai nakal nih, Pi. Pulang-pulang bawa tiga cowok sekaligus,” teriak Rapa heboh dari teras depan saat melihat Laura yang melangkah masuk menuju rumah bersama tiga pria yang Rapa akui cukup tampan meskipun tetap dirinya yang paling tampan.

Laura yang mendengar teriakan itu langsung melayangkan delikannya pada sang abang. Rapa memang kadang senorak itu. Nyinyirnya jangan di tanya, Rapa sudah senior. Dan tak lama sosok Leo datang ulah teriakan menantu kesayangannya, di susul oleh Queen dan putri kecilnya, Arabella.

“Temannya Kai, Pi,” Laura lebih cepat berucap sebelum papinya itu bertanya. Leo hanya mengangguk. Kai yang lebih dulu menyalami tangan Leo, di susul dua temannya sambil memperkenalkan diri masing-masing pada Leo, Rapa dan terakhir pada Queen.

“Cantik,” puji Rasya terang-terangan mengedipkan sebelah mata genitnya ke arah kakak dari Laura yang langsung saja pawangnya menyerobot dan berdiri menghalangi sang istri dari tatapan buaya lapar.

“Istri gue nih, jangan macam-macam!” peringat Rapa dengan tatapan tajam siap menebas siapa saja yang berani mengganggu miliknya. Berhasil menciutkan Rasya yang tidak menyangka bahwa perempuan secantik Queen sudah menikah.

“Tapi kayaknya udah saatnya deh Queen dapat suami baru, Bang,” kata Leo dengan postur tubuh seperti tengah berpikir. “Rasya ganteng, keliatannya juga baik. Gak durhaka kayak lo!” tambah Leo mendelik kesal diakhir kalimatnya.

“Papi!!” protes Rapa. “Sampai kapan pun Queen cuma istrinya Abang. Papi jangan coba-coba pengaruhin Queen untuk nikah lagi. Awas aja kalau berani, Abang gak akan segan-segan bawa Queen jauh dari papi.”

“Tuh, liat sendiri ‘kan? Mantu mana yang berani ngancam mertuanya coba, dia doang! Udah Queen cari suami lain aja yang bisa lebih menyayangi Papi. Si Rapa buang ke semak-semak. Udah gak sopan, durhaka, nyebelin lagi!” ujar Leo semakin membuat Rapa cemberut. Sementara tiga laki-laki lainnya hanya menyaksikan dengan wajah melongo. Berbeda dengan Queen serta Laura yang sejak tadi menatap malas dan sesekali memutar bola matanya jengah. Drama menantu dan mertua ini sudah sering sekali mereka saksikan, jadi bukan lagi hal yang mencengangkan.

“Papi suka gak sadar diri, sendirinya juga nyebelin!” cibir Rapa.

“Udah stop!” lerai Laura begitu Leo hendak kembali membalas kaliamat menantunya. “Papi sama Abang gak malu berantem kayak bocah depan tamu gini? Ingat umur Pi, Bang.” Laura memijat keningnya, pusing.

“Dek—”

“Udah, mending pada duduk deh, ya, ngobrol yang anteng. Ela mau ke atas dulu, ganti baju.” Tanpa menunggu jawaban Laura menarik kakak dan ponakannya dari ruang tamu agar ikut dengannya. Bukan hal yang bagus meninggalkan Queen di sana, karena Rapa akan semakin menyebalkan dan mengundang keributan kalau-kalau ada salah satu dari tiga pria itu yang mencuri-curi pandang ke arah istri cantiknya. Rapa memang tidak jauh berbeda dengan ayahnya, sama-sama posesif. Apa mungkin nanti Kai juga akan seperti itu? batin Laura bertanya pada dirinya sendiri.

“Kak minta tolong dong, telponin Bunda, bilang kalau kita mau makan malam disini. Kasian bunda sama bibi kalau harus masak lebih banyak dengan tambahan tiga cowok di bawah,” pesan Laura sebelum masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh lengketnya.

“Terus disini siapa yang mau masak? Emang bahan buat masak ada?” tanya Queen tak yakin karena seingatnya sang papi tidak banyak belanja untuk kebutuhan dapur mengingat mereka selalu sarapan dan makan malam di rumah sebelah.

“Ela sama Kai yang masak, tadi kita udah belanja kok,” jawab Laura yang kemudian benar-benar masuk ke kamar mandi, tidak ingin terlalu banyak membuang waktu karena masih harus memasak untuk makan malam yang pastinya tidak akan cukup dengan waktu sedikit. Apalagi mengingat menu apa saja yang dua sahabat Kai inginkan.

Hanya menghabsikan waktu tiga puluh menit untuk Laura mandi dan berpakaian, setelah itu kembali turun dari kamarnya, melangkah menuju dapur, namun saat tidak mendapati kantung belanjaan di sana, Laura menepuk jidatnya sendiri seraya merutuki tunangannya.

Dengan langkah lebar Laura masuk ke ruang tamu dan meminta Kai untuk membawa kantung belanjaan mereka, tidak lupa sedikit mengomeli dua sahabat sang tunangan yang bisa-bisanya melupakan semua bahan yang akan mereka masak malam ini.

Tidak lagi membuang waktu, Laura dan Kai mulai mengolah semua bahan yang beli. Hanya berdua mereka di dapur, sedangkan yang lainnya masih asyik di depan, entah sedang melakukan apa, karena Andra dan Rasya menolak di ajak ke dapur, apalagi Rapa dan Leo yang memang memilih menghampiri ketika makan saja. Benar-benar manusia pemalas jaman sekarang. Ingin kenyang tapi tidak mau lelah memasak. Padahal makanan yang paling enak adalah hasil tangan sendiri. Tapi ya sudahlah, tidak akan aman juga jika salah satu dari mereka membantu. Paling-paling juga hanya mengacaukan.

“Tante Lyra sama Om Pandu gak di ajak ke sini, Yank. Makan bareng kita,” kata Kai membuka suara di tengah aktivitas masaknya yang lagi-lagi menyenangkan karena dilakukan bersama orang tercinta.

“Bunda genit, aku gak mau Ayah panas dingin karena cemburu.” Kai tertawa mendengar jawaban Laura. Sedikit banyak Kai sudah tahu bagaimana posesifnya Pandu, dan genitnya Lyra. Maka tidak heran jika Laura memilih tidak mengajak keluarga keduanya di saat ada Andra dan Rasya yang kekurangan belaian. Bisa-bisa drama baru akan mereka saksikan.

“Kamu jangan genit, ya, Yank aku gak yakin gak rese soalnya,” kekeh Kai geli memikirkan dirinya yang pasti akan sama posesifnya dengan Pandu dan Rapa. Laura jutek saja Kai sudah uring-uringan, bisa mati berdiri kalau melihat Laura yang genit. Dulu saja Kai hampir membunuh teman lelaki Laura yang dirinya salahpahami.

“Aku gak berbakat jadi perempuan genit,” kata Laura tanpa ekspresi. Terbiasa menjadi sosok yang pendiam membuat Laura geli hanya membayangkan dirinya berubah seperti sang bunda. Lagi pula Laura memang tidak berniat seperti itu meskipun hanya untuk becanda menggoda pria yang menjadi suaminya nanti.

****

Laura menggelengkan kepala melihat dua sahabat dari tunangannya yang tidak sama sekali merasa sungkan makan bersama keluarga Laura yang baru pertama kali ini mereka temui. Dan Laura pun tidak menyangka bahwa keduanya bisa secepat itu akrab dengan Leo dan Rapa meskipun sebelumnya Laura sudah bisa menebak ini. Tapi tetap saja Laura takjub. Mereka berempat sudah seperti teman yang lama mengenal padahal hanya bersama kurang dari tiga jam. Kai saja calon menantu di rumah ini masih sedikit sungkan dalam bersikap dan mengobrol dengan Leo.

“Yank, ini gak akan jadi ancaman buat aku ‘kan?” bisik Kai ketika mereka masih berada di meja makan. Laura yang tidak paham dengan pertanyaan yang dilontarkan tunangannya melirik, menatap Kai dengan kening menerut.

“Aku takut, Papi kamu berubah haluan buat nikahin kamu sama salah satu dari dua curut itu,” Kai menunjuk dua sahabatnya yang mengobrol akrab dengan Leo yang sesekali Rapa ikut timpali. Mereka terlihat seru, dan Kai merasa posisinya tidak aman. Karena jujur saja selama beberapa bulan ini Kai belum berhasil mengambil hati Leo sepenuhnya. Mengobrol saja ia masih sedikit canggung, belum bisa sesantai yang dilakukan Rasya dan Andra sekarang.

“Kamu minder?” dengan lesu Kai mengangguk. “Jangan mau kalah sama mereka dong, lagi pula kamu tahu sendiri Papi itu senang becanda, gak kaku kayak Ayah Pandu. Kamu bebas ngobrolin apa pun sama Papi,” Laura tersenyum menenangkan, tapi Kai belum juga bisa lega.

Mungkin apa yang Laura katakan benar, Leo bukan sosok orang tua yang kaku dan jadul. Leo bisa mengimbangi Rapa yang lebih muda, sekarang pun bersama Rasya dan Andra terlihat nyambung dan obrolan mereka tidak membosankan. Tapi rasanya berbeda untuk Kai, alasannya mungkin karena Kai adalah calon menantu.

Leo pun selalu lebih menatap tajam pada Kai, tapi dapat Kai pastikan bahwa tatapan itu bukan sarat ketidak sukaan melainkan tatapan yang seolah meminta Kai menunjukkan keseriusannya, juga tatapan perlindungan untuk putrinya. Itu alasan kenapa selama ini Kai belum bisa begitu santai mengobrol dengan Leo, meski pria paruh baya itu tidak pernah mengintimidasinya.

Entahlah, tapi ada iri yang berselimut saat melihat dua sahabatnya bisa bebas mengobrol dengan calon mertuanya. Kai takut Leo mendepaknya sebagai calon menantu untuk Laura dan menggantinya dengan salah satu dari dua sahabatnya, walau ia yakin Andra dan Rasya tidak mungkin mengkhianatinya. Tapi siapa yang tahu hati seseorang. Bisa saja ‘kan itu berubah? Kai menggeleng cepat mengenyahkan berbagai pikiran buruknya. Bagaimanapun Kai tidak akan membiarkan apa yang ada dalam kepalanya terjadi. Laura hanya miliknya, dulu, sekarang dan selamanya.

“Ikut kumpul sama mereka gih,” ucap Laura meminta Kai ke teras depan, berkumpul dengan empat pria lainnya yang sedang seru bermain kartu, sedangkan Kai baru selesai membersekan dapur, membantu sang tunangan.

“Kamu ikut juga,” kata Kai yang tidak ingin jauh dari tunangannya. Benar-benar Kai sudah menjadi bucin sejati.

“Aku di dalam nemenin Kak Queen sama Ara, kamu bukannya pengen dekat sama Papi? Sana gabung, buat diri kamu nyaman sama orang tua aku biar gak deg-degan lagi,” kekeh Laura geli, sedangkan wajah Kai sudah memerah karena sang tunangan tahu bahwa jantung Kai selalu berpacu cepat saat bersama Leo. Bukan karena memiliki perasaan lebih, hanya saja Kai gugup. Ia masih bingung harus bagaimana bersikap, Kai masih kesulitan mengolah kata agar terdengar sopan di telinga calon mertuanya.

“Ya udah deh,” putus Kai setelah beberapa saat mempertimbangkan. Setelah di pikir-pikir sepertinya memang Kai harus mulai lebih mengakrabkan diri dengan orang tua tunggal dari gadis tercintanya, karena setahu Kai ayah adalah cinta pertama anak perempuannya. Jadi sebisa mungkin Kai harus bisa mendekati Leo dan mencari sesuatu yang bisa ia tiru untuk membuat Laura mencintainya juga.

“Kamu kalau ngantuk tidur aja, besok aku pasti ke sini lagi jemput kamu,” Kai mengecup kening sang tunangan dengan penuh perasaan.

“Iya, mainnya jangan sampai larut malam ya, jangan biarin Papi begadang. Dia udah tua, kesehatannya mudah menurun,” pesan Laura pada Kai, yang langsung pria itu angguki.

“Tapi sebelumnya, boleh minta buatin kopi gak buat teman para cowok main?” Laura tertawa dan mengangguk tanda setuju, lalu usakan gemas Laura dapatkan dari Kai setelah itu barulah Kai membiarkan Laura pergi, kembali menuju dapur untuk membuatkan apa yang tunangannya inginkan sekaligus membuatkan untuk empat pria lainnya.

Tidak butuh waktu lama untuk Laura menyiapkan semua itu, bukan hanya minuman, tapi juga camilan tidak lupa Laura sediakan dan menyimpan semua itu di meja yang ada di teras depan.

“Papi jangan lama-lama mainnya,” kata Laura seraya menyampirkan jaket tebal di punggung sang Papi yang sebelumnya Laura ambil dari kamar pria tua itu.

“Terima kasih, sayang,” ucap tulus Leo mengecup pipi putrinya yang sedikit membungkuk demi membalutkan pakaian hangat itu.

“Aku gak di kasih juga, Yank? Dingin loh ini,” Laura mengalihkan tatapan teduhnya dari sang papi, berubah menatap Kai dengan tajam dan datar.

“Noh, Mbak kunti siap ngangetin lo,” tunjuk Laura ke arah air mancur buatan yang menghiasi taman rumahnya.

“Eh, ipar sialan jangan mulai lo!” kesal Rapa yang tiba-tiba merinding, menatap ke arah air mancur yang selalu menjadi tempat favoritnya bersama istri dan putri kecilnya untuk berfoto.

“Dasar penakut,” cibir Laura lalu masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan lagi para pria di luar sana.

1
Zahfira Khairani
ya tegas kan ja ke org tua² klu nolak perjodohan..gt ja ribet...
Modish Line
sadis bgt Laura 😁😁😁😁
Modish Line
😁😁😁😁
Anisa Rahmani
suka sama ceritanya🤗
Rynnn
aaaah sungguh Amazing sekali ceritanya ini author😍🤩😍🤩 ..
speechless!! THE BEST POKOKNYA!!
ngk rela banget kisah ini tamat☹️☹️..
bakalan kangen dengan kai❤️Laura..triplets juga..
apalagi sahabat" rusuhnya somplak nyaa kai🤣
(rasya, andra, miko)
rapa n papi leo jgaa.. tdak ketinggalan pasangan t'sweet t'bucin pandu m bunda lira😍..
aahh bakalan kangen dengan smua nyaa..

Big 👏👏 ntuk author..
tetap semangat n truss lh berkaryaa💖
keyla
terbalik,kesempatan dlm kesempitan🤣🤣
Rahmawaty❣️
udh donk laura jangan judes² sma kai
Rahmawaty❣️
lagi seneng² nya eh tau² nya mlah dijatuhin kejurang🤣🤣
Dwi Tyass PasukanArmada Sllusyangibu
😩😩😩😩😩😩😩😩nangis diriku menangis😭😭😭😭😭
Dwi Tyass PasukanArmada Sllusyangibu
😭😭😭😭 ini kisahku bngt, ya ampun laura dirimu sama aku juga gitu, keguguran janin ga berkembang dan berujung dikuret 😭
Dwi Tyass PasukanArmada Sllusyangibu
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Rini Astuti
kayak kisahnya lyra pandu ... 🤭 orang ke 3 nya sahabat sendiri 🤦‍♀️
Fa Rel
istri leo meninggal kah
Fa Rel
laura adek quenn apa rapa sih thor kok kebanyakan pandu lira bkn leo
🥀Leni Septiani 🥀 HIATUS: adik queen.
kalau bingung bisa di baca berurutan kak. dri kisah pandu lyra (menikah muda) terus kisahnya luna leo (sahabat yang kunikahi) setelah itu kisah rapa dan queen (menjaga hati) baru baca yg ini
total 1 replies
Didin Bherzhel
😃😃😃
Didin Bherzhel
kyak nya seru nih klow d bkin certa s kembar 🙏🙏
masih blom move on q sma keluarga ini trluuu🥰🥰🥰🥰
chaeunwoo
ngebayangin rapa jitak Kai sambil lewat aq ko ngakak ya
chaeunwoo
ga selamanua cobaan rumah tangga tentang pelakor atau pebinor.. tapi cobaan dr keluarga sendiri yg menuntut kesabaran kita.. tinggal sampe dimana, ada ambang batas atau engga ...
chaeunwoo
yank..yank..yank.. palalu peyank
SIlfiana Hidayanti
nangis q dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!