Di sarankan membaca "SANG PENGANTIN BAYARAN" lebih dulu, karena semua tokoh berkaitan erat dalam novel tersebut.
Alexavier Bancroft, menjadi duda di usianya yang masih muda. Istrinya, Melanie Rendra, meninggal satu hari setelah melahirkan bayi perempuan cantik secara prematur yang di beri nama, Sunny Chalondra Bancrof.
Berbagai tekanan dari keluarga mertuanya membuat Alex berusaha move on dari masa lalunya, namun sulit bagi dia untuk kembali membuka hati pada wanita manapun yang ia temui.
Keluarga Rendra, menjodohkan Alex dengan keponakan mereka bernama Felicia, namun hati Alex berkata lain, ia tertarik pada wanita yang menjadi pengasuh putrinya, Nora Arabella.
Akankah Alex bisa bertahan dengan hatinya untuk memilih Nora, atau memilih untuk mundur dan menerima perjodohan itu dengan rela?
---
WARNING 21+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Surat untuk Sunny
Semua orang di buat bingung dengan kedatangan Felicia, termasuk juga Nora. Tidak ada satupun orang yang tau tentang Felicia kecuali Alex dan keluarga Rendra.
"Ayo, ganti bajumu," pinta Alex.
"Iya, Felicia. Nanti kamu demam," bujuk nyonya Gio.
Dengan berat hati, Felicia setuju. Alex menawarkan pada Felicia untuk masuk ke kamarnya, karena di kamar itu, gaun-gaun dan semua pakaian Melanie masih tersimpan rapi di sana.
"Pilih saja pakaian yang kamu mau. Ini semua milik Melanie," ucap Alex.
"Tapi, Alex ...."
"Tenang saja. Kamu bisa mengembalikannya kapanpun kamu mau."
"Baik, terimakasih."
Setelah Alex menunjukkan di mana letak kamar mandinya, ia meninggalkan Felicia yang masih bingung memilik pakaian ganti.
Di dalam lemari, semua pakaian yang terdiri dari gaun pesta, gaun malam, piyama, setelan blouse, hingga kaos santai, masih tersimpan rapi.
Tidak ada satupun debu yang menempel pada pakaian, begitupun dengan gaun-gaun itu, masih tergantung rapi dan di susun sesuai warna.
Meraba tekstur kain yang lembut, hati Felicia berdesir, ia begitu merindukan sosok sepupu sekaligus sahabatnya. Ada penyesalan yang tidak pernah bisa ia lupakan, yaitu bertemu Melanie untuk yang terakhir kalinya.
Menyalahkan diri sendiri pun tidak seharusnya, karena memang orang tua Melanie menyembunyikan kehamilan Melanie dan memberitahukan kematiannya secara mendadak.
Mematung cukup lama di depan cermin, Felicia merasa berat untuk meminjam milik Melanie. Namun ia tidak bisa menolak saat nyonya Gio menyuruhnya. Akhirnya, ia memilih satu kaos sederhana berwarna putih dengan logo channel di bagian dadanya. Ini adalah kaos yang mereka beli saat berlibur bersama beberapa tahun lalu di negara tetangga.
Di ruang tamu tempat menyelenggarakan pesta, Hayley dan Aaron saling berbisik. Hayley menebak, jika wanita cantik yang baru saja datang adalah wanita istimewa.
"Apa menurutmu dia pacar Alex, Sayang?" tanya Hayley pada Aaron.
"Memang tipe Alex, tapi aku belum yakin, Sweetheart," jawab Aaron. "Melihat perhatian Alex, sepertinya wanita itu juga bukan sembarang orang," lanjutnya.
Mendengar jawaban suaminya, Hayley mengangguk setuju, ia sependapat dengan Aaron. Hayley menyimpan rasa ingin taunya untuk diri sendiri, karena ini bukan waktu yang tepat untuk menanyakannya pada Alex.
Hayley kembali sibuk mengawasi anak-anaknya yang sedang bermain kejar-kejaran dengan Sunny, ia juga memperhatikan Nora yang sedari tadi tidak sedetikpun mengalihkan pandangannya dari Sunny. Hayley menilai, Nora terlihat sangat bertanggung jawab.
Meninggalkan Aaron yang sibuk berbincang dengan orang lain, Hayley menghampiri Nora.
"Hallo, Nora," sapa Hayley.
"Oh, Hallo. Emm ... siapa, ya?" tanya Nora, ia seoerti mengingat wajah Hayley, namun tidak bisa menebak siapa namanya.
"Hayley, kamu lupa? kita pernah bertemu," ujar Hayley.
"Eh, Iya. Nona Hayley. Maaf, saya lupa." Nora tersenyum malu.
"Jangan terlalu mengkhawatirkan Sunny, dia sudah biasa bermain dengan anak-anakku. Dia bukan anak yang susah di atur, kok," ungkap Hayley.
"Saya hanya melaksanakan tanggung jawab, Nona."
"Ya, aku tau itu. Oh, ya, jadi mulai hari ini, kamu akan tinggal di rumah ini?" tanya Hayley.
"Ya, tuan Alex memintanya," jawan Nora.
Sejenak, Hayley begitu penasaran dengan siapa sebenarnya Nora, kenapa Alex terlihat begitu yakin dan percaya pada wanita muda di depannya ini.
Tidak ada yang istimewa menurut Hayley, wanita itu tampak sangat sederhana, sama sekali tidak memakai make up, hanya lipstik berwarna ringan yang menghiasi bibir tipisnya.
Penampilan yang apa adanya dengan gaya rambut yang tidak di buat macam-macam, Hayley yakin jika Nora berasal dari kalangan sederhana, tentu saja sama seperti dirinya dulu, sebelum keberuntungan menjadi istri dari Aaron Conan Drax.
Saat Sunny mengejar Nick masuk ke dalam kamar dan keluar berlarian ke sana kemari, Nora ingin mengejar, namun Hayley mencegahnya.
"Nggak papa, biarkan mereka bermain, Nora," ucap Hayley.
"Tapi, Nona ...."
"Sunny dan anak-anakku jarang bertemu, mereka biasa seperti itu. Kalau semuanya sudah lelah, mereka akan berhenti sendiri dan duduk meminta camilan," jelas Hayley.
Dua wanita itu menoleh serentak saat Felicia keluar dari kamar Alex. Hayley ingin menyapa, namun takut salah. Tapi, Felicia dengan ramah menyapa.
"Oh, Hai. Felicia," seru Hayley. "Aku Hayley." Hayley mengulurkan tangan.
"Hayley Marshall?" tanya Felicia.
"Kamu mengenalku?"
"Ya, tentu saja, Nona Hayley. Tuan Aaron pengusaha hebat, aku jelas mengenalmu," jawab Nora.
"Wah, jangan berlebihan. Panggil saja aku Hayley."
"Baiklah, Hayley. Senang berkenalan denganmu." Felicia mengangguk sopan, kemudian pandangannya beralih pada gadis di sebelah Hayley.
"Hallo, aku Felicia," sapa Felicia mngulurkan tangan.
"Hai, Nona Felicia. Saya Nora, saya pengasuh baru nona Sunny," jawab Nora sopan.
"Oh, salam kenal, Nora."
Felicia, wanita itu memang terkenal ramah pada siapa saja, meskipun karirnya melejit dengan bayaran tinggi saat menjadi model, tidak membuatnya tinggi hati dan bersikap angkuh.
Felicia pamit pada Hayley dan Nora saat nyonya Gio memanggilnya. Nyonya Gio memperkenalkan keponakannya itu pada besannya, Friska.
"Ini keponakan saya, Friska. Dia juga bekerjasama dengan Alex," ujar nyonya Gio.
"Wah, Cantik sekali. Saya Friska, mamanya Alex." Felicia dengan sopan mencium punggung tangan Friska.
Saat ini, yang tersisa di rumah ini hanya orang-orang dari keluarga Rendra dan Alex, semuanya berkumpul dan berbincang di ruangan tengah, sambil menunggu Sunny yang sedang asik membuka setiap hadiah.
Nyonya Gio, ia mendekati Sunny dan duduk di samping cucu kesayangannya itu.
"Sayang, ini surat untukmu," ujar nyonya Gio, sambil mengulurkan surat dalam amplop berwarna merah hati.
Sunny meloncat kegirangan sambil memeluk neneknya, ia tau, surat ini pasti dari Melanie.
"Terimakasih, Grandma," ucap Sunny, mencium pipi kanan neneknya, kemudian gadis kecil itu berlari menghampiri Alex.
"Daddy, ini surat dari mommy," ungkap Sunny senang.
"Benarkah? mau berbagi bersama daddy?" tanya Alex, kemudian Sunny mengangguk dan duduk di pangkuan ayahnya.
Setiap tahun, Sunny akan menerima surat khusus yang Melanie tulis untuk mengucapkan selamat ulang tahun padanya, meski hal itu tampak sederhana, namun Sunny selalu menantikan setiap tulisan dari orang yang telah berjuang membawanya ke dunia ini.
Dengan hati-hati, Sunny membuka isi surat.
🖤🖤🖤
Hallo, malaikat mommy.
Ini adalah hari ulang tahunmu yang ke empat. Selamat ulang tahun, kesayangan mommy.
Segala doa terbaik untukmu, semoga angan dan cita-citamu bisa terkabulkan.
Mommy tidak pernah menyesal jika harus pergi sebelum menemanimu merayakan ulang tahun ke empat ini, yang kamu harus tau, mommy sangat menyayangimu, bidadari kecilku.
Jaga daddy, ya, Princess. Daddy pasti selalu membutuhkan kehadiranmu. Tolong kuatkan daddy jika dia sudah mulai lelah, Nak.
Segala kekuatan hidup kami ada pada dirimu.
Dear, malaikat kecil mommy.
Jangan bersedih karena mommy tidak ada di sampingmu. mommy selalu ada, hanya saja kamu tidak menyadarinya. Cinta dan kasih sayang mommy, segalanya hanya untukmu.
Jangan takut, dunia ini memang tidak akan pernah selalu indah. Tapi mommy yakin, selama ada daddy, kamu akan bahagia, mommy percaya itu.
Mommy mencintaimu, Nak. Jadilah anak yang baik, jadilah penyemangat untuk daddy, jadilah matahari yang mencerahkan dunia ini.
Kamu tangguh, kamu kuat. Kamu adalah bukti bahwa Tuhan menyayangi mommy dan daddy.
Terimakasih telah berjuang bersama mommy untuk memberikan kebahagiaan untuk daddy.
Yang mencintaimu.
Mommy.
🖤🖤🖤