Misya Alexandra, polisi wanita yang ditugaskan mencari seorang artis populer yang menghilang dari rumah setelah asisten pribadinya gantung diri.
Dalam masa pencarian Misya menemukan sebuah catatan kematian dari seorang yang bernama Jara. Pesan itu memberitahukan bahwa jara mampu membunuh sesuka hati menggunakan catatan yang didapatkannya dari iblis.
Tidak ada yang percaya akan hal itu. Akan tetapi…
Sejak pesan tersebut diterimanya. Pembunuhan berantai terus terjadi, semua terjadi di sekitarnya.
Menariknya setiap mayat-mayat yang terbunuh meninggalkan catatan bagaimana mereka semua mati.
Sebuah kriminal yang sangat sulit dimengerti.
NAMAKU MISYA BANTU AKU MENEMUKAN NYA.
Hai pembaca...
Kalau suka jangan lupa suport ya...
Saran dan kritik juga boleh...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QUSAIRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERTEMUAN ANDI
Orang-orang bijaksana selalu berkata, kita akan mengetahui makna dari kehidupan setelah kematian, tapi aku justru tidak mengerti sama sekali apa maksud dari kematian itu.
Seseorang terus menerus lahir setiap hari, mereka semua datang entah dari mana. Di waktu yang sama, setiap jam yang melambaikan jarumnya juga, orang-orang pergi entah kemana. Orang-orang di sekitar ku menyebutnya mati. Entah lah...
Aku selalu bertanya-tanya, kemana mereka semua pergi.
Entah sudah berapa lama dunia ini tercipta. Entah berapa banyak manusia yang sudah mati, aku mungkin tidak sanggup menghitung nya. Yang pasti... Mereka semua, Aku tak tahu sekarang dimana.
Siklus jam tak mampu untuk menjawabnya.
Hari ini pertanyaan itu kembali menumbuk kepala. Hari ini teman seperjuangan ku menjadi korban dari sebuah catatan neraka. Mereka semua menyebutnya telah mati. Entahlah... Hari ini aku ingin tahu, Andi yang sebenarnya berada dimana.
Radar kepalaku kembali mengingat saat pertama kali bertemu dengan Andi.
Masa itu komandan meminta kepada ku secara langsung, untuk menjemput seseorang yang memiliki kejeniusan di atas rata-rata.
Komandan meminta ku untuk membawa Andi dari Pekanbaru untuk bergabung dengan divisi khusus miliknya.
***
Aku bersama dengan Riko pergi menjemputnya.
" Apa kau mengenal nya?" Tanya Riko dengan penasaran.
"Andi Mallarangeng, entahlah, karena Komandan yang memintanya..., pasti dia adalah orang spesial." Jelas ku.
Menurut komandan Andi adalah informan yang sangat jenius, dia mampu mencari sekaligus menganalisis informasi yang dicarinya hanya dalam jangka waktu singkat.
"Kapan kita pergi kesana?"
" Hari ini!" Teriak ku.
"Pekanbaru? Sekarang? Bukankah komandan menyuruh untuk membawanya Lusa?"
"Apa salahnya, aku ingin jalan-jalan melihat Pekanbaru." Ketus ku.
Setelah perbincangan dengan Riko, aku kembali ke rumah mempersiapkan barang-barang yang diperlukan.
Riko sudah menyiapkan tiket dan kebutuhan perjalanan kami semuanya.
Sat di kantor, Aku melihat wajah komandan begitu serius menginginkan orang yang bernama Andi ini, lalu mengapa dia tidak memanggilnya saja. Entahlah…
Kami meraup tas dan barang-barang yang dibutuhkan, lalu bergegas meninggalkan Jakarta.
Seratus menit kemudian, kami sudah berada di Pekanbaru, kota Lancang Kuning.
“Oi! Omong-omong, apa yang akan kita lakukan di Pekanbaru ini sekarang?’’ Riko bertanya.
“Menikmati kota ini!” Aku menatap nya dengan senyuman.
“Lalu dimana kita tinggal?’’
“Kita akan tinggal dengan seorang temanku yang bernama Kana. Dia orang yang baik. Aku harap kau tidak jatuh cinta padanya. Dia masih berusia muda baru dua puluh lima tahun, tapi sudah menjadi juru masak yang sangat terlatih,’’
“Bagaimana kau bisa mengenalnya?’’
“Aku pernah tinggal di Pekanbaru beberapa tahun yang lalu. Pekanbaru ini adalah kota yang hebat. Setiap kali mengunjunginya aku merasa terinspirasi. Kota ini punya semacam energi istimewa, dan, tentu saja, merupakan kota dengan tingkat pertumbuhan, migrasi, dan urbanisasi yang tinggi di Pulau Sumatera. Kota ini memiliki sejarah yang menarik, kerajaan melayu yang sangat besar, sungguh seperti kembali ke masa lalu.”
Riko hanya termenung mendengarkan ocehan ku yang tidak ada gunanya.
“Hei, Kana!” Aku berseru saat melihat teman lamaku itu menunggu kami duduk di bangku Bandara Sultan Kasim Riau.
“Sudah lama sekali, Bukan?” Kana berkata seraya menyambut kami, memelukku. Senyum yang indah terpampang di wajahnya.
“Bagaimana kabarmu?’’
“Sayangnya,” Aku menyeringai. “Aku baik-baik saja’’ Kekeh ku tersenyum pada Kana.
Aku memperkenalkan Riko pada Kana.
“Wah, Hanya ini barang bawaan kalian, sedikit sekali!’’ Komentar Kana ketika membantuku mengangkat tas-tas bawaan kami.
Kana bertubuh tinggi cukup langsing, dengan rambut pendek sampai bahu yang dipotong rapi, Kana adalah wanita yang memiliki sifat menyenangkan dan santai.
Kami langsung pergi menaiki mobilnya. Setiap jalan mengarah selatan-utara atau timur-barat. Seperti Jakarta.
Kana tinggal tepat berada di pusat kota Pekanbaru. Saat dia membawa kami ke rumahnya Riko hanya diam tidak ikut pembicaraan yang kami lakukan, dia hanya menatap dan melihat-lihat pemandangan kota.
Banyak papan neon dan bangunan-bangunan kantor, walaupun tidak menjulang tinggi seperti Jakarta, tetapi kota ini sangat sejuk dipandang.
Kana memiliki apartemen dengan dua kamar. Aku dan Kana berbagi satu kamar, sedangkan Riko tidur di kamar satunya lagi. Untuk pertama kalinya seumur hidup, melihat Riko yang lugu tidak barbar seperti biasa. Pikiran-pikiran anehnya hari ini hilang atau tinggal di Jakarta. Entahlah..
“Karena besok, kita cukup sibuk, sepertinya aku tidur saja di kamar!’’ Cetus Riko dengan nada santai.
“Apa kau tidak ikut dengan ku melihat-lihat kota ini?’’
Dia menunjukkan paras yang hilang semangat. “Tidak terima kasih” Balasnya pergi melangkah ke kamar meninggalkan aku dan Kana.
Keesokan paginya, sekitar jam Sembilan kami beranjak pergi naik mobil Kana yang ku pinjam.
Kami pergi ke kantor polda menemui Andi lalu pergi membawanya pulang ke Jakarta. Akan tetapi orang kantor mengatakan Andi ikut menginvestigasi kasus pembunuhan di dekat sini. Mendengar itu jiwa detektif ku berkobar kencang seperti badai.
“Oi,oi.oi…, jangan bilang kau ingin kita pergi kesana!’’ Bentak Riko setelah melihat wajahku yang tersenyum.
“Hahhh… jelas saja kita akan kesana!” Bentak ku.
“Lebih baik kita menunggu di sini saja, tidak usah ikut campur urusan mereka!"
“Oi, kau tahu! hal yang paling membosankan di dunia ini!’’ Ketus ku tajam padanya.
Riko hanya mendengus terpaksa menerima.
“Benar, Menunggu. Itulah pekerjaan yang paling membosankan.” Jelas ku menyeringai padanya.
Kami berdua beranjak cepat melompat ke mobil, melaju secepat kilat setelah menerima alamat yang diberikan polisi yang bekerja di kantor polda. Dilihat dari map lokasi nya tidak terlalu jauh.
Dengan semangat tinggi akhirnya kami sampai.
Aku memarkirkan mobil dan cepat bergegas turun meninggalkan Riko di belakang. Aku melihat mobil pengangkut beserta jaring-jaring terlihat di pinggir sungai. Terlihat beberapa polisi juga berada di pinggir sungai.
Aku menatap ke arah barat mobil-mobil berlalu lalang di atas jembatan sana. Sepertinya kejadian kasus ini berada di bawah jembatan. Pelan-pelan aku menuruni tangga, menemui seseorang yang memimpin kasus ini.
“Selamat pagi pak!” Sapa ku padanya dengan sopan.
Pria ini terlihat berumur Empat puluh tahun. Dilihat dari pangkat yang menempel di pakaiannya. Pria ini hanya satu pangkat di atas ku.
“Pagi, kau siapa?’’ Tanyanya dengan sorot wajah kebingungan.
“Misya, Misya Alexandra.’’ Sebut ku memperkenalkan.
“Aku Fatah, Aku pernah mendengar namamu itu, mereka menyebutmu anak yang tidak punya sopan santun dan tata krama. Selalu membantah atasan. Setinggi apapun prestasimu itu, aku tidak peduli!, Aku yang bertugas menangani kasus ini.” Paparnya dengan jengkel.
Oi, apa maksud pria aneh ini, gumam ku dalam hati.
“Pak!, aku belum menjelaskan tujuan kemari. Mengapa anda mengatakan hal yang membuat ku jengkel.”
“Aku tidak peduli akan penjelasan mu itu!’’ Ketus nya.
“Baik aku akan menonton bagaimana Anda memecahkan kasus pembunuhan Wanita yang kalian temukan di dalam sungai itu!” Ketus ku jengkel.
mungkin amelia mengetahui sesuatu tentang nayla,makanya amelia tidak mengizinkan nayla keluar dari panti,kayanya nayla itu memiliki semacam ilmu sihir yang membahayakan orang lain.
lanjottt bang 💪🌹
makasih udah update bang
semangat menulis
lanjut bang 💪💪💪