NovelToon NovelToon
TERBUNGKUS Waktu RAHASIA Suamiku Season 2

TERBUNGKUS Waktu RAHASIA Suamiku Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berondong / Balas Dendam / Berbaikan / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:661
Nilai: 5
Nama Author: Dina Sen

Mandala, pemuda tampan berusia 24 tahun dari kampung di seberang kota, bekerja sebagai sopir pribadi di sebuah perumahan elit. Tanpa diketahui siapa pun, pekerjaannya bukan sekadar mencari nafkah melainkan jalan untuk menemukan jati dirinya.
Mandala menyimpan kebencian mendalam pada ayah kandung yang tak pernah ia kenal, pria yang ia yakini telah menghancurkan hidup ibunya hingga mengalami gangguan jiwa. Ketika ia ditugaskan mengantar Keyla, putri cantik seorang konglomerat, Mandala yakin takdir sedang memihak dendamnya. Keyla adalah anak dari pria yang ia sebut Ayah.
Cinta pun ia jadikan senjata. Mandala berniat membalas luka masa lalu dengan membuat Keyla jatuh cinta padanya. Namun seiring waktu, perasaan yang tumbuh tak lagi bisa dikendalikan, dan rencana balas dendam perlahan runtuh.
Saat Mandala hampir menuntut pertanggungjawaban, Kenyataan mengejutkan terungkap.

Bagaimana kebenaran tentang Mandala dan bagaimana kisah cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tanpa kejujuran

Angka itu berputar singkat di kepala Mandala, seperti duri kecil yang tak terlihat tapi terasa. Beda tiga tahun usia yang, menurut cerita ibunya di RSJ empat bulan lalu, seharusnya membuat pria di ingatannya pantas ia panggil ayah. Tapi Mandala sendiri tak tahu cerita mana yang benar, mana yang hanya serpihan ingatan sakit yang bercampur luka lama.

Ia menepis pikirannya sendiri.

Pak Arifal melangkah mendekat. “Mandala, ya?”

“Iya, Pak,” jawab Mandala sambil membalas senyum sopan.

“Alhamdulillah kamu kelihatan lebih baik hari ini,” kata Pak Arifal tulus. “Motor kamu di mana?”

Mandala mengangguk kecil, memberi arah dengan dagu.

“Masih di dalam bengkel, Pak.”

Pak Arifal menepuk pundak Mandala ringan entah sekadar ramah, atau memang terlalu akrab untuk ukuran orang yang baru saling mengenal.

“Ya sudah. Ayo kita lihat,” ajaknya.

Mereka berjalan masuk berdampingan. Suara besi dipukul, mesin dinyalakan, dan obrolan mekanik menjadi latar.

“Kamu sekarang… kerja atau kuliah, Mandala?” tanya Pak Arifal sambil melangkah santai.

“Saya masih kuliah, Pak,” jawab Mandala jujur. “Niatnya sambil kerja. Mulai besok magang jadi sopir di tempat Pak Bayu Pratama. Pemilik Pratama Group.”

Langkah Pak Arifal sedikit melambat. Ia menoleh sekilas, alisnya terangkat tipis.

“Oh?” katanya ringan. “Bayu Pratama? Itu tetangga saya.”

Mandala berhenti sejenak. “Tetangga?”

“Iya,” jawab Pak Arifal sambil tersenyum. “Rumah saya nggak jauh dari sana. Cuma beda komplek perumahan.”

Mandala mengangguk pelan, perasaan ganjil kembali menyusup.

“Iya, Pak… bisa kebetulan begini, ya.”

Pak Arifal terkekeh pendek. “iya, entah mungkin nasib.”

Mereka sampai di dekat motor Mandala. Lecet di bodi terlihat jelas, sepion pecah sudah di ganti, tapi rangka masih utuh.

Pak Arifal menunduk sedikit, memperhatikan. Lalu pandangannya naik ke tangan Mandala yang masih dibalut perban.

“Luka kamu gimana?” tanyanya, nadanya berubah lebih pelan. “Ada yang parah?”

Mandala refleks menarik tangannya sedikit, lalu tersenyum kecil.

“Nggak, Pak. Cuma lecet. Sudah diobati.”

“Syukurlah,” ucap Pak Arifal lega. “Anak muda jatuh motor itu biasa, tapi kalau sampai ninggalin bekas panjang, sayang.”

Mandala mengangguk. Ia tak tahu kenapa, tapi perhatian sederhana itu terasa hangat asing, namun menenangkan.

Pak Arifal berdiri tegak kembali. “Soal biaya bengkel, biar saya yang urus, ya. Kamu jangan mikir aneh-aneh.”

Mandala menatapnya beberapa detik, lalu menunduk sopan.

“Terima kasih banyak, Pak. Saya menghargai kebaikan bapak.

Pak Arifal tersenyum lagi. “Sama-sama. Anggap saja… rezeki jangan ditolak.”

Mandala membalas senyum itu,

...

Usai semua urusan bengkel selesai, Mandala dan Pak Arifal berdiri sejenak di depan motor. Mesin menyala halus, lebih jinak dari sebelumnya.

“Kalau ada apa-apa lagi, kabari saya,” ujar Pak Arifal sambil merapikan kancing kemejanya. “Jangan sungkan.”

“Iya, Pak,” jawab Mandala. “Sekali lagi terima kasih.”

Pak Arifal mengangguk, lalu melangkah menuju mobilnya.

Mandala menatap mobil itu sampai menghilang di ujung jalan.

Ada rasa lega, tapi juga sesuatu yang belum selesai. Seperti percakapan yang terputus sebelum sempat benar-benar dimulai.

Ia menggeleng pelan, lalu mengenakan helm.

Motor melaju meninggalkan bengkel, membawa Mandala kembali ke kampung seberang kota.

Sore menjelang ketika Mandala sampai di rumah.

Heni sedang melipat pakaian di ruang tengah. Ringgo duduk di kursi kayu, membersihkan kacamata sambil menonton televisi tanpa benar-benar memperhatikan.

“baru balik kamu?” tanya Heni sambil menoleh.

Mandala melepas helm, menaruhnya di gantungan. “iya, motor baru selesai, Mah. ini aku pulang mau beres-beres.”

“Motornya gimana?” Ringgo bertanya tanpa menoleh.

“Sudah aman, Yah.”

Ringgo mengangguk singkat.

Mandala masuk ke kamarnya. Ia membuka lemari, menarik tas ransel lama, lalu mulai memilih pakaian. Tidak banyak. Kaos, kemeja, celana, beberapa pakaian dalam. Hidupnya memang tak pernah membutuhkan terlalu banyak ruang.

Di luar, Heni berdiri di ambang pintu kamar.

“Kamu mau ke mana lagi, Man?” tanyanya hati-hati.

Mandala berhenti sebentar, lalu menjawab dengan nada setenang mungkin.

“Aku dapat kerjaan, Mah. Sambil kuliah.”

Heni terdiam. “Kerja di mana?”

“Tempat orang,” jawab Mandala singkat. “Nggak jauh dari kampus.”

Ia tidak menyebut nama. Tidak menyebut Pratama. Tidak menyebut rumah besar, pagar tinggi, atau dunia yang terlalu asing bagi mereka.

Bukan karena ingin berbohong lebih karena ia tahu, ada kebenaran yang jika diucapkan terlalu cepat hanya akan melahirkan ketakutan.

Ringgo berdiri di belakang Heni. “Kerja apa?”

“Jadi sopir,” jawab Mandala jujur. “Magang dulu.”

Ringgo menatapnya beberapa detik, menimbang. “Kamu yakin bisa bagi waktu?”

Mandala mengangguk. “Aku sudah mikir, Yah.”

Heni menghela napas panjang. “Kalau itu pilihan kamu, Mamah cuma minta satu. Jaga diri. Jangan maksain badan.”

“Iya, Mah,” jawab Mandala pelan.

Ia melanjutkan berkemas. Saat tas ransel ditutup, Mandala duduk di tepi kasur sebentar.

...

Ia berdiri, menggendong tas.

Di luar, Heni menyelipkan bekal sederhana ke dalam plastik. “Buat kamu,” katanya. “Biar nggak jajan terus.”

Mandala menerimanya dengan senyum kecil. “Makasih, Mah.”

Ringgo menepuk pundaknya pelan. “Jangan lupa pulang.”

Mandala mengangguk.

Ia keluar rumah, menyalakan motor, dan melaju perlahan meninggalkan kampung.

...

Sore mulai turun ketika Mandala memasuki kembali kawasan perumahan elit itu. Gerbang besar menjulang, satpam mengenalinya, dan portal terbuka tanpa banyak tanya. Dunia yang beberapa hari lalu terasa asing, kini perlahan menjadi lintasan hidup barunya.

Motor Mandala melaju pelan menyusuri jalan kompleks yang rapi dan sunyi. Rumah-rumah berdiri anggun, tertutup pagar tinggi dan pepohonan tertata. Ia melewati rumah utama keluarga Pratama tanpa menoleh terlalu lama. Ada batas tak kasatmata yang ia pahami batas yang harus ia jaga sejak awal.

Beberapa puluh meter dari sana, ia berhenti di depan rumah bercat krem yang tadi siang ia datangi bersama Keyla. Rumah itu lebih kecil, sederhana, tapi terasa hangat. Lampu teras sudah menyala, menandakan ada kehidupan di dalamnya.

Mandala turun dari motor, membuka helm, lalu menghela napas pelan.

“Mulai dari sini,” gumamnya lirih.

Ia mendorong pagar kecil yang tak terkunci, lalu melangkah masuk. Suara televisi terdengar samar dari dalam rumah. Mandala mengetuk pintu dengan sopan.

Tak lama, pintu terbuka.

“Oh, Mas Mandala,” sapa Pak Hermawan dengan senyum ramah. “Sudah sampai.”

“Iya, Pak,” jawab Mandala. “Maaf kalau sore-sore ganggu.”

“Ah, nggak ganggu,” ujar Pak Hermawan sambil membuka pintu lebih lebar. “Masuk, masuk.”

Mandala melangkah ke dalam. Rumah itu sederhana ruang tamu kecil, sofa tua yang bersih, meja kayu dengan taplak polos. Bau kopi hitam masih menggantung di udara.

“Ini kamar kosong di belakang,” kata Pak Hermawan sambil berjalan lebih dulu. “Nggak besar, tapi cukup. Lemarinya ada, kamar mandi luar.”

Mandala mengangguk. “Sudah lebih dari cukup, Pak. Terima kasih.”

Ia meletakkan tas ranselnya di sudut kamar. Dindingnya polos, jendela kecil menghadap halaman belakang.

Pak Hermawan berdiri di ambang pintu. “Besok kamu mulai kerja, ya?”

“Iya, Pak. Pagi,” jawab Mandala.

“Tenang aja,” ucap Pak Hermawan. “Ayahnya Nona Keyla itu orangnya tegas, tapi adil. Kalau kamu kerja benar, kamu aman.”

Mandala tersenyum tipis. “Saya akan berusaha.”

Pak Hermawan mengangguk puas, lalu melangkah pergi, meninggalkan Mandala sendirian.

Mandala duduk di tepi ranjang, menatap langit-langit kamar.

1
Wanita Aries
akhirnya lepas jg dr erga si egois
Wanita Aries
keyla jg jd cewe bodoh
Wanita Aries
sbnenarnya mandala ini tahu gak sih kl reno bukan ibunya. aku agak puyeng bacanya. dan hubungan ma bayu sbnrnya apa
Dina Sen: siap kak aku perbaiki dah 😉
total 3 replies
Wanita Aries
apa sih erga gaje
Wanita Aries
lucu erga cemburu sama mandala lah dia ma nara
Wanita Aries
penasaran
Wanita Aries
mampir thor
Sharah ArpenLovers Khan
Duhh kira² apa yang akan terjadi yaa jika Keyla lihat foto nya Erga dengan cewek lain? semoga secepatnya Mandala cerita dahh greget sama Erga 😡😡

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu🥰🤗💪
Dina Sen: siap say, terimakasih untuk hadirnya selalu 🤗
total 1 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh knp Mandala blm tunjukkan foto ke Keyla yaa biar kapok si Erga 😡😡
Sharah ArpenLovers Khan: Betul banget Sayyy biar greget juga 😆😆
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Erga jahat banget pukul Mandala dari belakang sama teman²nya 😡😡
rasain tuh Keyla bela Mandala 😡😡
Erga stresss tuhh dia yg selingkuh dia yg gk Terima Keyla dg Mandala 😡😡

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetp semangat sayyy quuu🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy 🤗
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh kira² apa yg akan di lakukan Mandala 🥲 jgn sakitin Keyla 🥲🥲
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu🥰🤗 tetap semangat Sayyy 💪💪
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh gmn Reaksi Mandala jika tau yg sebenarnya🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Berani nya Erga ancam Mandala😡😡
padahal dia yg salah selingkuh dg sahabat Keyla 😡😡
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhhh Mandala... knp nama Bayu selalu muncul di kepala mu yaaa 😌
Bayu bukan ayah mu Mandala 😌😌
duhh Erga yg pura-pura siapa coba? qm yg pura-pura bukan Mandala pakai suruh Mandala jaga jarak dg Keyla, lalu perselingkuhan mu dg sahabat nya Keyla??
greget sama Erga 😌😌😄😄

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪🐱
Sharah ArpenLovers Khan: Ntar tak bawain getok tuh si Erga biar kapok tahu rasa 😄😄
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Mandala.... Bayu Pratama bukan Ayah mu 😌😌
kau harus cari tau kebenarannya Mandala 😌😌
waduhhhh Erga cemburu gk tuh Keyla jalan dg Mandala 😆😆
Erga gk tau malu dia yg selingkuh dg Sahabat nya Keyla, dia pula cemburu Keyla dg Mandala 😌😌
penasaran...
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyy quu 🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan: Habis nya Erga bikin greget tuh org mka nya tak palu 😆😆
total 5 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Ciieeee Diam² Mandala lihat Keyla di balik tirai sampai berdebar-debar 😁😁
duhhh jangan² Mandala jatuh cinta dg Keyla tapi blm sadar 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Mandala...
qm bukan anak nya Bayu Pratama gk pantas qm panggil Ayah 😁😁
seandainya Mandala tau yg sebenarnya pst kecewa sama Alira. tapi jgn dulu tau yaa, nnt cepat tamat pula 😄😄
duhh ternyata Pak Arifal itu tetangga rumah nya sama Bayu Pratama.. ?? kebetulan sekali.
Mandala pun bertemu dg Pak Arifal di bengkel....
duhh akhirnya Mandala tinggal dg Pak Hermawan...
gmn yaa selanjutnya..
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu🥰🤗 tetap semangat Sayyy quuu🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan: Mandala yg gk tau sebenarnya pun percaya perkataan Emak nya 😥
emaknya pengen tak palu biar sadar tuh biar gk makin stress dan msh ngira Mandala anaknya Bayu 😆😆😆
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Mandala jadi tinggal dg Pak Hermawan, deket ma Keyla dong 😁😁
gmn yaa reaksi Bayu nnnt jika tau siapa Mandala 🤔🤔
duhhh jgn² Bengkel yg Pak Arifal maksud sama dg bengkel nya Keyla dongg...
gmn yaa reaksi Pak Arifal jika tau siapa Mandala 🤔🤔
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan
Akhirnya Bayu dan Sekar ketemu dg Mandala. ekspresi Mandala sangat bingung kelihatan nya
akhirnya Mandala di Terima kerja jadi sopir nya Keyla...
duhhh Keyla ada² saja Mandala tinggal sama Pak Hermawan dekat rumah nya.
gmn klo Bayu dan Sekar tau siapa Mandala?

penasaran....
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyy quuu🐱🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy sayyy🤗
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh perhatian banget Keyla sampai antar Mandala pulang. 🤗
duhh dalam perjalanan, Keyla curhat ke Mandala dong 🤗
waduhhh Mandala mau jadi sopir nya Keyla?? duhh gmn nnt jika Mandala ketemu Bayu Pratama🤔🤔
Keyla chat Mandala dan blg Ayahnya mau ketemu dg Mandala dong...
penasaran gmn nnt nya Mandala ketemu dg Bayu 🤔🤔
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu🤗 tetap semangat sayyy quuu🐱🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy sama² 🤗🐱
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!