Nadia adalah gadis pintar, penurut dan ceria, tetapi sejak mama nya meninggal dunia, ketika nadia ditinggal papanya sebentar kejadian demi kejadian membuat nadia frustasi dan membuat kesalahan besar. sehingga ia harus menikah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terlambat
adzan subuh sudah berkumandang, semua sudah berkumpul di masjid untuk sholat subuh berjamaah.
papa abi dan rio menunggu alif yang belum juga datang. badrun dan zaka bilang kepada gus ilyas bahwa rumah mereka masih gelap tidak ada tanda-tanda kehidupan. mereka semua tertawa karena perkataan badrun.
papa terlihat senang mereka menyangka bahwa alif dan nadia masih capek dan akan sholat di rumah.
santriwati pun saling berbisik karena pengantin baru itu tidak keluar. tasya yang mendengarkan semua hal ini menjadi sangat kesal dan marah.
__
jam 6 nadia terbangun
nadia "mas kita kesiangan"
alif "astaghfirullah.. seharusnya aku tidak tidur tadi malam"
nadia beranjak dari tempat tidur dan berteriak "aahhh.."
alifpun panik karena ekspresi nadia terlihat sangat kesakitan
alif "duduk dulu sayang, jangan terlalu banyak gerak, sini biar mas lihat"
nadia langsung menutupi daerah sensitif nya dengan selimut "enggak"
alif "terus bagaimana sayang, mas gendong ke kamar mandi mau?"
nadia menganggukan kepala nya. alifpun langsung menggendong nadia dan menurunkan di bawah shower "sudah sana pergi, adek dulu yang mandi" usir nadia
Alif pun keluar kamar dan berbaring di atas ranjang. alif melihat banyak darah di sprei putih.
aku akan mencintai mu, menyayangi mu dengan sepenuh hatiku. aku akan menjagamu. Terima kasih sudah menjaga dirimu. sehingga aku suamimu yang merenggut nya darimu. hmm.. apa aku kemarin melakukan nya dengan sangat kasar ya, sehingga nadia sangat kesakitan.
nadia memanggil alif "Massss"
alif kaget dan menghampiri nadia "ada apa sayang"
nadia "gendong" dengan suara manja
alif "baiklah istri manjanya mas"
nadia tersenyum
alif "maafin mas ya jika kemarin mas sangat kasar"
nadia hanya mengangguk
alif "di sprei ada banyak darah, kamu ganti ya sprei nya. dan jangan di cuci. kamu lipat dan masukkan kedalam plastik. biar noda darah itu menjadi kenangan malam terindah kita"
nadia "baik mas, sudah turunkan aku dan kita harus cepat cepat pergi sarapan"
setelah semua nya siap nadia takut mau berjalan keluar karena saat dipakai berjalan masih terasa perih.
nadia "mas kalau dibuat jalan rasanya masih perih"
alif "apa kamu tunggu disini saja, biar mas yang ambilkan sarapan untukmu?"
nadia "ahh tidak, ini sangat memalukan. ayo kita pergi sarapan tapi jalan nya pelan-pelan ya"
alif "baik tuan putri"
saat alif dan nadia keluar rumah. semua santriwati sudah banyak yang beraktivitas pergi kesekolah. semua santriwati membicarakan rambut basah alif dan jalan nya nadia yang sedikit aneh. tasya yang mendengar hal itu sangat kesal dan marah.
____
dirumah abi
alif dan nadia "assalamu'alaikum"
abi, umi, papa, aisyah menjawab "waalaikumsalam"
papa "sini kalian sudah sangat terlambat. sarapan sudah di mulai, cepat makan"
nadia dan alif duduk. ketika nadia ingin mengambil nasi untuk alif, alif mencegahnya karena alif tau nadia sedang sakit.
nadia "rio kemana pa?" tanya nadia
papa "rio sudah balik ke Amerika karena waktu liburnya sudah selesai. tadi habis subuh dia berangkat" jawab papa
nadia "kenapa gak pamit sama nadia sih pa" nadia kesal
abi "kata badrun sama jaka rumah kalian masih gelap seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan. jadi rio langsung pergi kebandara"
semua orang tertawa kecil, nadia dan alif tertunduk malu. wajah mereka merah merona.
abi memegang rambut alif, alifpun kaget.
abi "apa rambut kamu basah? apa kamu baru bangun lif? memalukan sekali seorang ustadz yang ceramahnya sudah keluar pulau jam segini baru bangun tidur" abi dan papa nadia saling memandang dan tersenyum. nadia dan alif pun sangat malu.
umi "sudah sudah, jangan terus menggoda anak dan menantuku" umi membela
setelah sarapan, nadia membantu membereskan piring.
alif "sudah nadia, kamu diam saja. biar umi dan aisya yang membereskan"
aisyah "kenapa mbak nadia gak boleh membantu mas" aisyah protes
alif "nadia sakit"
semua kaget
papa "kamu sakit nak? " papa panik
abi "biar abi telpon dokter nya"
alif "enggak usah abi, sebenarnya anu apa itu nadia hanya capek saja, gak perlu kedokter" alif panik
abi dan papa pun mengerti, lalu tersenyum.
papa "baiklah, oh iya nadia sebentar lagi papa juga kembali ke Jakarta. kamu tetap disini dulu temani alif. katanya badrun dan zaka alif besok ada tausyiah di malang, kamu bisa ikut sekalian jalan-jalan"
nadia "kenapa buru-buru balik pa"
papa "papa banyak pekerjaan tertunda sayang. papa tidak akan khawatir jika kamu bersama alif disini. nanti papa akan kabari kalian lagi. papa juga akan mengadakan pesta di jakarta. biar teman-teman nadia dan teman-teman bisnis papa tau"
nadia memluk papa "baiklah pa, sini nadia bantu bersiap"
alif "mas keluar dulu ya dek. mas mau menemui badrun dan zaka"
nadia "baiklah"
_____
ko lama up nya...🙃🙃