NovelToon NovelToon
Pewaris Dalam Sangkar Emas

Pewaris Dalam Sangkar Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan Alana Adhijaya (23 tahun ) dan Kenzo Elard ( 30 tahun ) hanya berlandaskan transaksi bisnis dan ancaman kebangkrutan. Di rumah megah bagai sangkar emas, mereka hidup sebagai dua orang asing yang dipaksa melahirkan putra pewaris tunggal dalam waktu satu tahun.

​Berulang kali diuji dengan tekanan mertua, tes kehamilan bulanan, dan fitnah mantan kekasih Kenzo, Alana menelan semua air mata sendirian. Hingga pada akhirnya, ia memilih berhenti berharap.

​Alana tetap bertahan di rumah itu hanya demi janinnya, tetapi hatinya telah mati. Saat Kenzo akhirnya menyadari kesalahannya, segalanya sudah terlambat—wanita yang dulu mendambakan perhatiannya kini menatapnya tanpa rasa sedikit pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 25

****

Cahaya dari layar televisi berukuran lima puluh inci berpendar terang di ruang tengah kediaman Adhijaya. Rumah yang dulunya hampir disita bank itu kini tampak kembali megah, dipenuhi perabot baru bernilai puluhan juta hasil kucuran dana awal dari kontrak penjualan Alana beberapa bulan lalu.

​Di layar televisi, tayangan siaran langsung dari grand ballroom hotel bintang lima masih menyiarkan perayaan eksklusif Elard Group. Sosok Alana berdiri anggun dalam balutan gaun sutra navy blue di samping Kenzo Elard. Wajah cantiknya tersenyum simetris—sebuah topeng kesempurnaan yang menutupi kebisuan hatinya saat membacakan pernyataan formal terkait kehamilannya di hadapan puluhan kamera wartawan.

​Pak Surya duduk di sofa kulit impor, memegang cangkir kopi dengan jemari yang bergetar penuh kegembiraan. Di sampingnya, Ibu Rahma menangkupkan kedua tangan di dada, matanya berbinar-binar menatap layar televisi seolah sedang menyaksikan keajaiban terbesar dalam hidup mereka.

​"Lihat itu, Bu! Lihat!" seru Pak Surya dengan nada suara setengah berbisik, matanya berkilat penuh ketamakan yang tak lagi tertutup. "Alana benar-benar hamil! Anak itu terbukti bisa memberikan calon pewaris untuk Keluarga Elard!"

​Ibu Rahma mengangguk cepat, menyunggingkan senyum lebar yang memamerkan deretan giginya. "Puji Tuhan, Pak! Kalau anak itu melahirkan cucu laki-laki untuk Kakek Hendra, sesuai klausa tambahan di draft kontrak dulu, kita pasti bakal dapat bonus kucuran dana segar minimal lima puluh miliar lagi! Utang-utang bisnismu yang tersisa bisa lunas seketika!"

​"Bukan cuma lima puluh miliar, Bu," sahut Pak Surya seraya terkekeh puas, menyesap kopinya dengan nikmat. "Aku bakal minta saham minoritas di anak perusahaan Elard Corp! Mereka tak punya pilihan selain menuruti kita demi menjaga nama baik calon pewaris itu!"

​Tepat pada saat itu, langkah kaki Mutiara terdengar turun dari tangga lantai dua. Gadis berseragam SMA itu berjalan pelan membawa segelas air putih, berniat menuju dapur. Namun, mendengar suara riuh siaran pers di televisi, langkahnya terhenti kaku di ambang pintu ruang tengah.

​Membaca situasi bahwa adiknya berada di sana, raut wajah Pak Surya dan Ibu Rahma seketika berubah drastis dalam hitungan detik. Senyum rakus dan perbincangan uang puluhan miliar tadi langsung menguap, berganti dengan akting manis dan raut wajah terharu yang dibuat-buat.

​Ibu Rahma menyapu sudut matanya dengan tisu, seolah-olah sedang mengusap air mata kebahagiaan seorang ibu yang merindukan anaknya.

​"Aduh, Pak... Mama terharu banget melihat Alana sekarang..." ratap Ibu Rahma dengan suara mendayu-dayu yang dipaksakan. Ia melirik tipis ke arah Mutiara yang mematung. "Lihat kakakmu itu, Mutiara... Mbak Alana-mu akhirnya hidup bahagia. Dia diperlakukan seperti ratu di Mansion Elard, diperhatikan oleh Tuan Kenzo, dan sekarang sedang mengandung calon pewaris kaya raya..."

​Pak Surya ikut menghela napas panjang, memasang wajah penuh keharuan seorang ayah yang bijak. "Iya, Bu... Ayah tidak pernah menyangka pengorbanan Alana dulu membawa keberkahan sebesar ini untuk keluarga kita. Ayah bangga sekali punya anak sebaik dan seberbakti Alana. Hati Ayah rasanya tenang melihat dia begitu dicintai oleh Keluarga Elard..."

​Mutiara berdiri mematung di dekat pintu. Mendengar sandiwara manis dari kedua orang tuanya yang begitu kaku dan berpura-pura, perut Mutiara mendadak terasa mual hebat.

​Bukannya merasa tersentuh atau terharu, Mutiara justru menatap layar televisi dan kedua orang tuanya dengan pandangan yang sarat akan rasa jijik dan kemuakan yang membakar sampai ke ubun-ubun.

​Cih.

​Sebuah kekehan sinis dan tajam keluar dari bibir Mutiara. Suaranya memotong keheningan drama palsu di ruang tengah tersebut.

​Pak Surya dan Ibu Rahma tersentak, menoleh kaget ke arah putri bungsu mereka.

​"Mutiara? Kamu kenapa tertawa seperti itu pada orang tuamu?" tegur Pak Surya dengan kening berkerut, mencoba mempertahankan kewibawaannya.

​Mutiara melangkah maju dengan helaan napas kasar. Ia menaruh gelas air putihnya di atas meja dengan hentakan keras.

​Prak!

​Air di dalam gelas itu memercik keluar, membasahi permukaan meja kayu yang mengilap.

​"Hebat banget ya..." ujar Mutiara dengan nada suara menuduh yang teramat dingin, matanya menyipit tajam menatap wajah ibu dan ayahnya bergantian. "Ayah sama Ibu nggak capek apa akting terharu begitu di depanku? Nggak geli apa ngedenger omongan sendiri?!"

​Ibu Rahma membelalakkan matanya, berdiri dari sofa dengan raut tersinggung. "Mutiara! Jaga mulutmu! Kenapa kamu bicara begitu sama Ibu?! Kami ini terharu karena kakakmu akhirnya hamil dan hidup enak di rumah mewah itu!"

​"Hidup enak?! Dicintai?!" potong Mutiara dengan teriakan yang melengking mendominasi ruangan. Gadis muda itu menyunggingkan senyum jijik seraya menunjuk layar televisi yang masih menampilkan sosok Alana dan Kenzo. "Kalian pikir aku buta?! Kalian pikir aku bodoh, hah?!"

​Mutiara menyambar remote control televisi yang tergeletak di atas meja. Dengan emosi yang meledak-ledak, ia melemparkan benda hitam itu ke arah layar televisi.

​PRANG!

​Remote itu menghantam sudut televisi hingga layar datar itu retak dan mati seketika, meninggalkan keheningan yang mencekam di dalam rumah.

​"Mutiara! Kamu gila ya?!" amuk Pak Surya, berdiri dari duduknya dengan wajah merah padam. "Televisi mahal itu baru Ayah beli minggu lalu!"

​"Beli pakai uang siapa, Yah?! Pakai uang jualan rahimnya Mbak Alana, kan?!" bentak Mutiara tanpa rasa takut sedikit pun. Air mata kemarahan dan kemuakan menetes di pipinya yang memerah. "Aku muak! Aku benar-benar mual dan jijik melihat acara pembodohan ini!"

​Mutiara menunjuk layar televisi yang sudah gelap. "Kalian dengar nggak apa yang dia katakan di TV tadi?! 'Penyelesaian tugas utama', 'memenuhi poin perjanjian', 'sampai masa kontrak selesai'! Cewek itu sendiri yang ngaku di depan ratusan wartawan kalau dia hamil cuma demi menuntaskan kontrak jual-beli itu!"

​Ibu Rahma menelan ludah secara kasar, tergagap oleh kecerdasan dan emosi putrinya. "M-Mutiara... itu cuma bahasa diplomasi anak kaya—"

​"Jangan bohongi aku lagi, Bu!" raung Mutiara histeris, menyapu air matanya kasar. "Mbak Alana yang kalian agung-agungkan itu ternyata nggak lebih dari cewek murahan tanpa harga diri! Dia rela menyerahkan tubuhnya, menyerahkan rahimnya, bahkan rela hamil demi mempertahankan posisi sebagai Nyonya Muda dan menikmati uang ratusan miliar dari Keluarga Elard!"

​Mutiara mengepalkan kedua tangannya rapat-rapat di samping tubuh, dadanya naik turun tak teratur oleh kemurkaan yang mengakar dari kebohongan yang ditanamkan padanya selama ini.

​"Dulu waktu di rumah sakit, dia sok lemah! Sok jadi korban! Sok tersiksa!" caci Mutiara dengan kalimat yang teramat kejam. "Tapi begitu di depan kamera, dia pamer kehamilannya dengan senyum dingin seolah-olah dia ratu paling hebat! Dia itu licik! Dia memperdaya Keluarga Elard yang kaya raya itu demi melunasi utang keluarga kita dan mengamankan hidup mewahnya sendiri!"

​Pak Surya mencoba melangkah mendekat, hendak merangkul pundak Mutiara. "Mutiara, dengarkan Ayah dulu, Nak..."

​"Jangan sentuh aku, Yah!" tepis Mutiara kasar, melangkah mundur menatap ayahnya dengan pandangan penuh kekecewaan mendalam. "Ayah sama Ibu juga sama saja menjijikkannya! Kalian pura-pura nangis di depanku, padahal pikiran kalian cuma uang, uang, dan uang dari Keluarga Elard!"

​Mutiara menatap ke arah tangga lantai dua, lalu menoleh kembali menatap kedua orang tuanya dengan raut wajah yang membeku dalam rasa benci yang mutlak.

​"Dengar baik-baik ya, Ayah, Ibu..." bisik Mutiara dengan suara parau yang menekan. "Mulai detik ini, aku nggak punya kakak yang namanya Alana Adhijaya. Cewek materialistis dan tidak punya harga diri seperti dia bukan Mbak-ku lagi! Aku jijik punya pertalian darah sama cewek yang memperjualbelikan rahimnya demi kemewahan!"

​Tanpa menunggu balasan dari kedua orang tuanya yang membeku kaku, Mutiara berbalik dan berlari cepat menaiki tangga, memanjat menuju kamarnya.

​Brak!

​Suara pintu kamar lantai atas dibanting amat keras, bergema di seantero rumah Adhijaya yang mendadak sepi bagaikan makam.

​Di ruang tengah, Pak Surya dan Ibu Rahma berdiri kaku. Mereka saling memandang dalam keheningan yang menyesakkan—terjebak di antara ketamakan uang yang hampir di genggaman, dan kebencian mendalam putri bungsu mereka yang kini hancur akibat jaringan kebohongan yang mereka ciptakan sendiri.

​Bersambung...

1
aku
good!!! jangan ada yg simpati sama alana. jd alana gk berat hati nnti saat dy pergi jauh 😁😁
merry
hbs ini ramai dech mngkin kluarga elrand di cap kluarga kejam x ya🤔🤔🤔
Pelangi Jingga
double up tor 😂😂
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
saling support ka
merry
bisa jdi raga Alana nolak bayi mu zo,, krn bnci kmu fan kluarga mu yg ud kyk iblis yg kluar dari kerak bumi 🤭🤭🤭ap lg kakekmu dh aki aki itu nuntut hrs cwo lgg siapa yg gk tertekan cbb,,, yg blm hamil dtynin kpn hmil ajj bisa stress ap lg itu di tuntu hrs cwo lg
Mia Camelia
alana pasti lelah banget jiwa dan raga nya, tapi ngliat kenzo yg tulus pingin berubah , semoga aja alana mulai membuka diri😂
Mia Camelia
semoga kenzo beneran tulus mencintai alana, 😔
merry
cwe cwo mn bisa klian tentu knn,, ank kn dr Tuhan diksh alhamdulillah klo ngk y hrs sabar kan,, cwe cwo jg tergantung dr yg ksh emng bkin donat 🍩🍩🍩🍩😆😆😆😆bisa jdi cwe cwo
merry
Tuhan bukn dgrin doa manusia jht klian tp ank itu dtg untuk membela ibu y yg klian tindas 🤭🤭🤭🤭moga Alana hamil nyushin org yg ud bkin dia jiwa hbs tak tersisa 🤭🤭🤭
Siskasuryaningsih
buat mati aja thor alananya, kasian di buat gitu, habis cerita, 🤣🤣,, 🙏🙏🙏
guest1053527528
jangan dong thor semoga Alana bisa membuat Kenzo bangkit lagi dan bisa memimpin perusahaan dan sukses
merry
buktiin jg al klo mmpu beresin mslh perusahaan biasa kyk di novel cwe bangkit setelah hncur menjdi tangguh bisa segala y selain bkin ank biar kluarga bangke itu mingkep al
merry
klo cinta knp bgtu sm Alana zo skrg nyesel syurin biar kapok kmu,,, moga ank y kmbe cwo semuanya nakal pula🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭
merry
in lg adik latnat zo ksh tau mutiara tp hati y gk sebagus nm y mutiaray dr biaya sekolah bju bju dan mkn sehari-hari ya,, biar tau biar jaga mulutnya wlpun gk bs kembalikan jiwa msa depn alana
merry
klo perlu Alana hamil kembar cwo semuanya kek tres nakal y minta ampun buat ngerjai para manusia tengik itu Thor tp nurut sm mm ya 🤭🤭🤭kan ngebet minta ank demi harta kn ywd ksh kembar genius biar hancurin saham dan hrga diri mrkk,, dikira buat ank kyk buat donat x ya
merry
moga ada yg dgr y klo dr maya melakukan malapraktik hampir buat nyawa org lain melayang biar di pecat trs mertua y Alana jdi mertua plg kejam krn memaksakan mantu y hamil demi saham,, moga ad yg dgr dr bocorin ke media biar kapok,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!