NovelToon NovelToon
Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Romansa pedesaan / Cewek Gendut / Cerai / Tamat
Popularitas:169.6k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Mireya Ananta diceraikan suaminya karena tubuhnya yang gemuk.

Terusir tanpa harta, ia hanya memiliki uang dua puluh ribu rupiah dan terpaksa mencari pekerjaan.

Sebuah lowongan membawanya ke kediaman Arven Zarreti, tuan tanah bengis yang memiliki perkebunan luas di sebuah desa.

Arven membutuhkan seseorang untuk mengasuh Elden, putranya yang berusia lima tahun dan menolak sekolah karena takut bertemu orang lain.

Awalnya, Arven menguji Mireya terlebih dahulu, apakah benar di bisa membuat Elden makan tanpa harus dipaksa. Ternyata, berbekal pengalaman mengasuh anak kakak iparnya, Mireya dengan mudah membuat Elden menikmati makannya.

Keesokan hari, Penghulu datang ke rumah itu.

"Kita menikah!"

Jadi lah, beberapa hari usai cerai, Mireya langsung menjadi istri pria bernama Arven.

Mireya menjadi ibu sambung bagi Elden, dan mengurus lahan pertanian milik Arven. Bagaimana kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Itu Benar-Benar Mireya?

Mireya tidak pernah bosan menjawab. “Iya, Ibu lihat.”

Sekarang, Mireya sudah berada di tahap penggemburkan tanah. Ia kembali melanjutkan aktivitas mencangkul.

Menancapkannya ke tanah.

Duk!

Mireya mengangkatnya kembali.

Duk!

Sekali lagi.

Duk!

Beberapa waktu lalu, dua kali saja telah membuatnya lelah. Namun, sekarang ia bisa melakukannya berkali-kali baru lah membuat napasnya memburu. Keringat kembali membasahi wajahnya.

Namun Mireya justru tersenyum. Tubuhnya terasa jauh lebih ringan. Pakaian yang ada dalam lemari yang awalnya tak muat, kini sudah pas di badannya.

Meski tubuhnya lelah, tangan kotor, pakaiannya penuh debu, tetapi hatinya terasa ringan.

Ia terus menikmati pekerjaan ini. Setiap hari, bergerak lebih banyak, makan secukupnya, tidur dengan nyenyak. Dan bangun kembali keesokan paginya untuk melakukan hal yang sama. Kulitnya pun sudah cukup gelap karena sering berada di bawah matahari. Namun Mireya tidak peduli.

Baginya, setiap tetes keringat adalah bukti bahwa hari itu tidak ia lewati dengan sia-sia. Malam hari, ia biasanya langsung membersihkan diri.

Kemudian makan bersama Elden. Setelah itu, keduanya tidur dengan sangat lelap. Mireya pun bahkan tidak pernah memikirkan Arven.

Begitu pula sebaliknya. Mereka bisa tinggal di bawah satu atap selama berhari-hari tanpa benar-benar bertemu.

Hubungan mereka memang seperti itu semenjak awal. Mereka sudah sepakat untuk tidak saling mencampuri urusan masing-masing.

Bahkan, ketika Arven harus pergi ke luar kota untuk mengurus masalah tanah di provinsi lain, Mireya sama sekali tidak mengetahuinya. Arven juga tidak merasa perlu memberitahunya.

Bagi mereka, itu bukan sesuatu yang harus dijelaskan. Satu bulan kemudian, Arven akhirnya kembali. Mobilnya memasuki halaman utama menjelang sore.

Pria itu turun dengan pakaian yang masih rapi meskipun perjalanan yang dilewati cukup panjang.

Ia melangkahkan kaki. Namun baru beberapa langkah berjalan, pandangannya berhenti pada sesuatu di kejauhan. Seorang perempuan sedang mencangkul tanah.

"Siapa itu? Sejak kapan ada perempuan masuk sembarangan di wilayahku?"

Ia mencoba memperhatikan kembali. Rambutnya diikat sederhana. Bajunya penuh debu. Wajahnya memerah terkena matahari. Di dekatnya, seorang anak laki-laki sedang bermain sambil sesekali menunjukkan sesuatu yang ditemukannya.

Arven mengernyit. Ia mengenal anak itu. Elden.

Tetapi perempuan di sampingnya... Arven memiringkan kepala. Ia memperhatikan lebih lama.

Entah mengapa, wajah itu terasa familiar.

"Ibu ..." Teriakan Elden terdengar sampai ke telinganya.

"Ibu?" gumam Arven terlihat sedikit mengernyitkan wajah. "Mireya? Itu Mireya?" Namun, tak ada yang menjawab pertanyaannya.

“Rasanya dulu dia tidak seperti itu. Bukan ... Dia bukan Mireya.”

Arven melepas kacamata hitamnya sepenuhnya. Tatapannya semakin tajam. Perempuan itu kembali mencangkul.

Duk!

Arven mengernyit.

Duk!

Ia masih berdiri di tempat.

Tak lama kemudian Pak Can yang baru keluar dari rumah melihat kedatangannya. “Tuan sudah pulang?”

Arven mengangguk. Pandangan pria itu tetap tertuju ke arah kebun.

“Pak Can.”

“Ya, Tuan?”

Arven menunjuk ke kejauhan. “Itu siapa?” tanyanya memastikan. Ia takut dugaannya salah.

Pak Can mengikuti arah pandangannya. Kemudian menjawab dengan santai, “Nyonya Mireya, Tuan.”

Arven terdiam. “Jadi, benar-benar Mireya?”

“Iya, Tuan.”

Arven kembali menatap perempuan yang sedang mencangkul. Ia mencoba mengingat kapan terakhir kali mereka benar-benar bertatap muka.

Sudah cukup lama. Selama beberapa minggu terakhir, ia sibuk dengan urusan di luar kota. Sementara Mireya... Tampaknya sibuk dengan dunianya sendiri.

Arven memasukkan satu tangan ke saku celana. “Apa anakku tidak pernah menanyakan aku?”

Pak Can terdiam sesaat. “Maaf, Tuan.”

“Apa?”

“Elden sepertinya terlalu sibuk.”

Arven mengangkat alis. “Dengan apa?”

Pak Can menunjuk ke arah kebun. “Seharian di luar bersama Nyonya Mireya.”

Arven kembali melihat ke arah putranya. Elden sedang berlari sambil membawa sesuatu di tangannya. Kemudian ia berhenti di depan Mireya.

Perempuan itu meletakkan cangkul dan membungkuk mendengarkan sesuatu yang dikatakan anak tersebut.

Beberapa detik kemudian, Mireya tertawa. Elden ikut tertawa.

Arven terdiam. Satu tangannya bertolak di pinggang. Tangan lainnya mengusap dagu.

“Jadi…” Tatapannya menyipit. “Dia benar-benar Mireya?”

Pak Can menahan senyum. “Sejak awal memang Nyonya Mireya, Tuan.”

Arven tidak menjawab. Tatapannya kembali tertuju kepada perempuan yang sekarang sudah mengambil cangkulnya lagi.

Duk!

Duk!

Duk!

Arven menghela napas. “Perempuan itu…”

Untuk pertama kalinya sejak pulang, ia merasa ada sesuatu yang berubah di rumahnya.

Dan yang paling aneh, ia sama sekali tidak tahu kapan perubahan itu terjadi.

*bersambung*

1
Erna Masliana
tamat... bagus ceritanya
Erna Masliana
ya tujuanmu apa .. awalnya kan anak.. kenapa tiba-tiba serakah.. balik lagi cuman anak aja jangan ganggu rumah tangga orang gak baik
Erna Masliana
Pendem terus sampe bisulan
Erna Masliana
kamu pernah menikah juga bedanya kamu beneran putus hubungan dg mantan.. yang ini mantan serakah ingin merebut posisimu.. jadi kamu harus lebih pintar
Erna Masliana
baguslah Mireya mulai pinter
Erna Masliana
s serakahnya
Erna Masliana
Nindy pengangguran apa lagi cuti
Erna Masliana
kamu jebak Arven biar sampe hamil punya anak berharap jadi nyonya tapi hasilnya tak sesuai ekspektasi mu gitu... kenapa tidak move on..
Erna Masliana
dari sekian banyak murid..aneh banget bisa semuanya terpengaruh.. padahal anak anak tuh biasanya ngeyel loh
Erna Masliana
mamvus... kalo mau bertemu anak ..ya baik baik bertamu dg benar.. ini mah niatnya udah bukan anak lagi tapi keserakahan
Erna Masliana
maksa.. inti na mah..teu bogoh..teu hayang..bogohna ka Mireya
Erna Masliana
ganggu bae s Mireya
Erna Masliana
heh..jauh y
Erna Masliana
Pak Can bijak 👍
Erna Masliana
salahkan dirimu sendiri tidak mau jujur
Erna Masliana
tinggal bilang apa susahnya.. palingan jadi majikan lagi.. jangan buat orang yang menampung dan membela mu kelihatan bego di mata mantan keluarga bejatmu
Erna Masliana
jujur aku gak ngerti..masa Iddah itu di hitung setelah ketok palu atau kata talak?? terus yang namanya sidang perceraian setauku tidak ada yang sehari beres..sepupuku aja perlu 6bulan 3 kali sidang sampe ketok palu..kalo dalam Islam ya dihitung dari kata talaknya suami bukan dari ketok palu deh kayaknya
SoVay: boleh dbaca sampai selesai y kak, ceritanya udah tamat 🙏🍅
total 1 replies
Erna Masliana
ih hayang nga geplak s Mireya.. bertele tele..aku orangnya gak sabaran 😛
Erna Masliana
ya banyak.. karena kamu gak cari tau..gak nanya dg benar..kamu juga punya rahasia... jangan marah
Erna Masliana
greget ih...Mireya terlalu lemah.. sampe harus di bela anak kecil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!