NovelToon NovelToon
MERTUA CEREWET, TETANGGA JULID, SUAMI PELIT

MERTUA CEREWET, TETANGGA JULID, SUAMI PELIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Anyara menikahi Juned, pria dari keluarga berkecukupan, tapi hidupnya jauh dari nyaman — suami pelit karena terlalu penurut pada ibunya, mertua cerewet tak henti mencela, tetangga sibuk menggosip. Di balik itu, Juned diam-diam membiayai wanita lain.
Takdir mempertemukan Anyara dengan Hans, pria kaya yang ia selamatkan dari preman dengan cara kocak yang justru membuat Hans jatuh hati diam-diam. Ketika Hans kelak balas menyelamatkan Anyara dari bahaya, kedekatan mereka tumbuh perlahan — hingga kebohongan Juned akhirnya terbongkar, dan Anyara harus memilih jalan hidupnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

STRUK

Seperti biasa, Anyara mengumpulkan cucian kotor setiap pagi sebelum menyalakan mesin cuci. Ia sudah hafal kebiasaan itu—memeriksa saku celana Juned dulu, kadang ada struk parkir atau uang receh yang tertinggal.

Pagi itu, dari saku celana kerja Juned, tangannya menyentuh selembar kertas kecil yang terlipat. Ia membukanya tanpa curiga apa pun, sekadar kebiasaan.

Struk hotel. Nama hotel berbintang di daerah Kemang, tanggal tiga hari lalu—hari yang sama ketika Juned bilang ada "meeting luar kota". Check-in pukul dua siang, check-out pukul sepuluh malam. Untuk satu kamar, dua orang.

Tangan Anyara gemetar memegang kertas itu. Ia membacanya berulang kali, seolah berharap tulisan itu akan berubah jika dibaca lebih teliti. Tapi angka dan huruf itu tetap sama—jelas, dan tidak bisa disangkal.

Ia berdiri lama di depan mesin cuci, struk itu masih dalam genggaman, pikirannya berkecamuk. Haruskah ia konfrontasi langsung? Atau diam dulu, mencari bukti lebih banyak?

Dari kamar sebelah, terdengar suara Ratih memanggil. "Anyara! Tolong ambilin obat di laci meja, cepetan, kepala Ibu pusing."

Anyara buru-buru menyimpan struk itu ke saku bajunya sendiri, menyeka wajah yang tanpa sadar sudah basah oleh air mata yang mengalir diam-diam, lalu bergegas ke kamar Ratih dengan wajah yang dipaksakan tenang.

Sepanjang hari itu, Anyara menjalani rutinitasnya seperti biasa—memasak, membersihkan rumah, melayani segala permintaan Ratih—tapi pikirannya terus melayang ke struk hotel yang kini tersimpan rapi di dompetnya sendiri.

Sore harinya, ponselnya berbunyi. Hans.

"Mbak Anyara, apa kabar? Kok dari tadi nggak bales chat saya yang kemarin?"

Anyara menatap layar itu lama sebelum akhirnya membalas.

"Maaf, Pak, lagi banyak pikiran."

"Ada apa, Mbak? Kalau boleh cerita, saya siap dengerin."

Anyara ragu sejenak, jarinya melayang di atas layar. Ia tidak ingin menceritakan hal seintim itu ke orang yang baru dikenalnya, tapi entah kenapa, dorongan untuk bercerita begitu kuat—mungkin karena selama ini tidak ada satu pun orang di sekitarnya yang benar-benar mau mendengarkan.

"Nggak apa-apa, Pak. Cuma capek aja rasanya."

"Capek fisik atau capek hati, Mbak?"

Pertanyaan itu menohok tepat sasaran. Anyara menatap layar ponselnya, air matanya kembali menggenang.

"Dua-duanya kayaknya, Pak."

"Kalau Mbak butuh temen ngobrol, saya di sini. Kapan aja."

Anyara tidak membalas lagi. Ia mengunci ponselnya, menahan diri untuk tidak menangis di tengah dapur, takut kepergok Ratih.

Malam harinya, Juned pulang seperti biasa, langsung menuju kamar mandi tanpa banyak bicara. Anyara duduk di tepi ranjang, menunggu, struk hotel masih tersimpan di dompetnya, belum ia putuskan mau diapakan.

Ketika Juned keluar dari kamar mandi, Anyara memberanikan diri bertanya, suaranya berusaha setenang mungkin.

"Mas, tiga hari lalu katanya meeting luar kota ya?"

Juned yang sedang mengeringkan rambut dengan handuk, menjawab tanpa menoleh. "Iya, kenapa?"

"Ke mana emangnya, Mas? Kok nggak pernah cerita detailnya."

"Ke Bandung, ada klien di sana. Kenapa sih tiba-tiba nanya-nanya gitu?"

Anyara menatap punggung suaminya, mencoba mencari keberanian untuk mengeluarkan struk itu dari dompetnya, tapi tangannya terasa berat, seperti tertahan oleh rasa takut yang tidak bisa ia jelaskan—takut kenyataan itu benar-benar terkonfirmasi, takut dunia yang selama ini ia pertahankan, sesulit apa pun itu, akan runtuh seketika.

"Nggak, cuma nanya aja," jawabnya akhirnya, memilih menyimpan struk itu untuk waktu yang lain.

Juned tidak curiga apa pun, langsung merebahkan diri di kasur, matanya terpejam tanpa basa-basi lagi.

Anyara menatap langit-langit kamar dalam gelap, pikirannya dipenuhi pertanyaan yang belum berani ia jawab sendiri. Bandung, katanya. Padahal struk itu jelas-jelas menyebutkan nama hotel di Kemang, bukan Bandung.

Kebohongan itu semakin nyata, semakin sulit disangkal.

Keesokan paginya, sambil menyiapkan sarapan, Anyara mendengar suara ponsel Juned bergetar di meja ruang tamu—pesan masuk, layarnya menyala sekilas sebelum kembali gelap. Anyara tidak sengaja melihat notifikasi itu, meski hanya sepintas: nama kontak "Sayang ❤️" dengan potongan pesan yang tidak sempat terbaca jelas.

Tangannya yang sedang memegang spatula terhenti sesaat. Ia menghela napas panjang, mencoba menahan gejolak di dadanya, lalu melanjutkan menggoreng telur seperti biasa—meski kali ini, tanpa sadar, air matanya menetes satu-satu ke dalam wajan panas, menguap seketika seperti perasaannya sendiri yang ia coba sembunyikan rapat-rapat dari siapa pun di rumah itu.

Ratih yang lewat sebentar, sempat melirik. "Kamu kenapa? Kemasukan asap ya matanya?"

"Iya, Bu, kena asap," jawab Anyara cepat, menyeka wajahnya dengan lengan baju.

Ia tahu, cepat atau lambat, kebenaran ini harus ia hadapi. Tapi untuk saat ini, ia memilih diam dulu, menyimpan semuanya rapat-rapat—struk hotel, notifikasi "Sayang", dan semua kecurigaan yang perlahan semakin sulit ia bantah sendiri—sambil menunggu waktu yang tepat, atau mungkin, menunggu keberanian yang belum sepenuhnya ia miliki.

1
Heny
Apa anyana gk punya tlp orang kantor bisa di tanya kan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!