NovelToon NovelToon
Cinta Dibalik Perceraian

Cinta Dibalik Perceraian

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: fania Mikaila AzZahrah

Menjadi istri pengganti tidaklah mudah, apalagi ketika kamu hanyalah wanita yang menggantikan posisi kakakmu sendiri.

Alih-alih mendapatkan kasih sayang dan cinta dari suaminya, Kinanti justru harus menerima perlakuan kasar yang terus-menerus menyakitinya.

Kinanti tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan menggantikan posisi sang kakak yang kabur bersama kekasihnya sehari sebelum akad nikah dengan pria bernama Yudha.

Demi keselamatan ayahnya dan masa depan kedua adik kembarnya, Kinanti terpaksa mengikhlaskan dan merelakan impiannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Pernikahan yang telah berlangsung selama delapan tahun tidak pernah memberinya kebahagiaan. Namun, Kinanti memilih untuk tetap bertahan, bersabar, dan ikhlas menjalani kehidupan rumah tangganya.

Hingga sebuah kecelakaan tak terduga menimpa suaminya, Yudha Manggala.

Sejak saat itu, kehidupan pernikahan mereka berubah seratus delapan puluh derajat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 32

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, Yudha sudah terlihat rapi. Senyum tipis menghiasi wajahnya, sesuatu yang sudah cukup lama tidak terlihat dari seorang Yudha Manggala.

Pagi itu, suasana rumah terasa sedikit berbeda.

Sinar matahari baru saja menerobos masuk melalui jendela-jendela besar, membiaskan cahaya keemasan di lantai marmer. Udara pagi masih terasa sejuk, sementara aroma kopi dan sarapan memenuhi area dapur.

Mang Dede dan Bi Mina yang kebetulan sedang berada di sana saling pandang ketika melihat Yudha berjalan melewati mereka dengan langkah ringan.

“Apa yang terjadi kepada Tuan Yudha, Bi?” tanya Mang Dede dengan suara pelan.

Bi Mina memperhatikan raut wajah majikannya dengan saksama. Ada sesuatu yang berbeda dari pria itu pagi ini. Wajahnya tidak lagi terlihat kusut seperti beberapa hari terakhir.

“Mungkin dapat proyek gede,” jawab Bi Mina santai.

Mang Dede mengernyitkan dahi.

“Atau jangan-jangan Tuan Yudha akan bertemu dengan Nyonya Kinanti?” tebaknya. “Soalnya, setiap hari wajah Tuan Yudha terlihat kusut. Selalu saja nggak enak dipandang mata.”

Bi Mina terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk pelan.

“Iya sih, bisa juga. Tapi saya kasihan melihat kondisi Tuan Yudha akhir-akhir ini. Semenjak Nyonya Kinanti pergi dari rumah, tubuhnya semakin kurus dan kelihatannya nggak terawat.”

Keduanya menghela napas pelan.

Mereka sebenarnya tahu betul apa yang menjadi penyebab perubahan drastis majikannya.

“Ini terjadi karena kesalahan Tuan Yudha sendiri,” ujar Bi Mina lirih. “Dulu dia nggak pernah memperlakukan Nyonya Kinanti dengan layak. Istri mana yang akan bertahan kalau fisik dan hatinya setiap hari disakiti? Mungkin ini memang karma untuk Tuan Yudha.”

“Benar, Bi Mina,” sahut Mang Dede. “Ini pelajaran sekaligus hukuman yang setimpal untuk Tuan Yudha. Tapi selama kurang lebih sebulan ini, Tuan Yudha benar-benar sudah berubah, ya. Sudah rajin salat, nggak pernah lagi marah-marah, bahkan sekarang lebih sering diam.”

Mang Dede menghela napas.

“Sayangnya, Nyonya Kinanti sudah pergi.”

Sementara itu, Yudha sama sekali tidak memedulikan pembicaraan kedua asisten rumah tangganya. Ia justru sibuk menikmati sarapannya dengan perasaan yang jauh lebih ringan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Aku harus bertemu dengan Kinanti. Pasti hari ini dia masuk kerja,” gumamnya dalam hati.

Setelah selesai sarapan, Yudha segera bangkit dari kursinya dan berjalan menuju carport.

Di sana, berjejer beberapa mobil mewah miliknya.

Yudha sempat kebingungan menentukan mobil mana yang akan dipakainya. Namun, ketika ekor matanya menangkap sebuah mobil yang sudah sangat dikenalnya, langkahnya terhenti.

Mobil milik Kinanti.

Mobil yang selama ini paling sering digunakan Kinanti untuk bepergian.

Di antara semua kendaraan mewah yang memenuhi carport tersebut, justru mobil itu yang akhirnya dipilih Yudha.

“Pakai mobil ini saja,” gumamnya.

Tidak lama kemudian, mobil tersebut melaju meninggalkan kediamannya dan memasuki jalan protokol ibu kota yang mulai dipadati kendaraan.

Pagi hari di ibu kota terasa begitu sibuk.

Deretan kendaraan memenuhi ruas jalan. Gedung-gedung pencakar langit memantulkan cahaya matahari pagi, sementara para pekerja bergegas menuju kantor masing-masing. Di tengah kesibukan itu, mobil Yudha terus melaju menuju salah satu kawasan bisnis paling bergengsi di kota tersebut.

Tujuannya adalah K-Tech Industry.

Perusahaan yang dalam waktu sekitar enam tahun berhasil berkembang menjadi salah satu perusahaan besar, bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga mulai dikenal dalam jaringan bisnis internasional.

Gedung utama K-Tech Industry berdiri megah dengan desain modern dan elegan. Dinding kaca menjulang tinggi, memantulkan langit pagi yang cerah. Di bagian depan, taman tertata rapi dengan pepohonan dan tanaman hias yang memberikan kesan sejuk di tengah kawasan bisnis yang padat.

Para karyawan mulai berdatangan. Sebagian berjalan cepat menuju pintu utama, sementara beberapa lainnya berhenti sejenak untuk menyapa rekan kerja.

Kesibukan pagi itu membuat lobi perusahaan tampak hidup.

Beberapa menit kemudian, mobil Yudha tiba di depan gedung K-Tech Industry.

Di tempat lain, Omar dan Savina juga sudah dalam perjalanan menuju perusahaan tersebut.

Berselang beberapa menit, Yudha, Omar, dan Savina akhirnya tiba di lobi utama K-Tech Industry.

Begitu memasuki gedung, ketiganya sempat memperhatikan sekeliling.

Interior lobi terlihat begitu luas dan mewah. Lantai marmer mengilap, lampu-lampu modern menggantung di langit-langit tinggi, sementara dinding kaca memberikan kesan terbuka dan elegan.

Di salah satu sisi terdapat layar besar yang menampilkan berbagai informasi mengenai perusahaan dan proyek-proyek yang sedang berjalan.

Yudha mengedarkan pandangan. Namun, bukan kemegahan perusahaan itu yang menarik perhatiannya.

“Kinanti, Mas kangen ingin banget melihatmu. apa kamu sesibuk itu?” batinnya Yudha.

Matanya terus mencari satu sosok yang sejak tadi memenuhi pikirannya yaitu sang istri tercinta Kinanti Azzahra.

Namun, perempuan yang dicarinya tidak terlihat di antara para karyawan yang berlalu-lalang.

“Mungkin dia sudah bekerja,” batinnya. “Namanya juga karyawan biasa. Nggak boleh terlambat, apalagi bermalas-malasan.”

Ada sedikit rasa kecewa yang muncul di wajahnya.

Sementara itu, Omar berbicara dengan resepsionis untuk menyampaikan tujuan kedatangan mereka.

Tidak lama kemudian, mereka diminta langsung menuju lantai paling atas, tempat ruangan Presdir berada.

Ketiganya kemudian memasuki lift.

Pintu lift tertutup perlahan. Angka pada panel digital mulai berubah seiring lift bergerak naik.

Dari balik dinding kaca lift, mereka dapat melihat sebagian besar area perusahaan yang luas dan tertata dengan sangat profesional.

“Perusahaan ini benar-benar besar,” gumam Omar yang mengagumi bangunan besar yang modern.

Savina mengangguk.

“Padahal baru sekitar enam tahun berdiri, tapi perkembangannya luar biasa. Nggak heran banyak perusahaan besar ingin bekerja sama dengan mereka.”

Beberapa saat kemudian, Savina teringat sesuatu.

“Katanya Presdir mereka itu perempuan, Pak,” katanya kepada Yudha. “Dan kabarnya dia cantik. Sayangnya, dia sudah menikah.”

Yudha hanya melirik Savina sekilas.

“Secantik apa pun dia, istriku, Kinanti Azzahra, lebih cantik dari semua perempuan yang pernah aku temui.” ucapnya penuh keyakinan.

Savina langsung terdiam,” aku nggak ngomong Pak.” gumam sambil menundukkan kepalanya karena melakukan kesalahan.

Sementara Omar diam-diam tersenyum.

“Bucin akut yang terlambat sayang Nyonya Kinanti akan menceraikan Anda,” gumamnya dalam hati.

Tak lama kemudian, lift berhenti di lantai paling atas.

Pintu terbuka.

Ketiganya keluar dan mendapati suasana di lantai tersebut jauh lebih tenang. Tidak ada keramaian seperti di lantai bawah. Beberapa ruangan eksekutif berjajar dengan desain elegan, sementara para staf bekerja dengan suasana yang sangat profesional.

Tidak lama kemudian, mereka bertemu dengan Reva, sekretaris Presdir.

“Selamat pagi. Silakan ikut saya,” ujar Reva dengan sopan.

Mereka mengikuti Reva hingga akhirnya berhenti di depan sebuah pintu besar.

Di balik pintu itulah ruangan Presdir berada.

Reva sempat melirik ke arah Yudha. Tatapannya hanya berlangsung beberapa detik, tetapi seolah menyimpan sesuatu.

“Siapkan mentalnya, Pak Yudha, sebelum bertemu dengan Presdir kami, takutnya psikisnya Anda terguncang melihat siapa di dalam sana.” batinnya.

Kemudian, Reva memegang gagang pintu.

Klik.

Bunyi suara pintu terbuka dari arah luar.

Pintu perlahan terbuka. “Silakan masuk,” ujar Reva.

Yudha melangkah lebih dahulu, disusul Omar dan Savina.

Namun, baru beberapa langkah memasuki ruangan, langkah Yudha mendadak terhenti.

Senyum yang sejak pagi menghiasi wajahnya lenyap seketika.

Matanya membesar dan tubuhnya seolah membeku di tempat.

Omar yang berada di belakangnya ikut terdiam. Wajahnya yang semula santai berubah menjadi penuh keterkejutan.

Savina pun membeku. Tangannya bahkan refleks mencengkeram ujung tas yang dibawanya.

Ketiganya saling pandang selama beberapa detik, seolah sama-sama tidak yakin dengan apa yang baru saja mereka lihat.

Yudha kesulitan menelan ludahnya. Dadanya berdegup semakin kencang.

Tidak ada satupun dari mereka yang mampu mengucapkan sepatah kata.

Sebab, sosok yang berada di hadapan mereka benar-benar berada di luar dugaan. Dan untuk beberapa saat, ruangan itu hanya dipenuhi keheningan.

1
Eva Karmita
Kinanti aku tau sakitmu sudah terlalu dalam ..tapi tidak seperti itu juga Kinanti lihatlah kedua anakmu yg begitu ingin melihat kedua orang tua nya bersatu kembali.... teruntuk Yudha tetap semangat benar kata anakmu jgn mudah menyerah tunjukkan bahwa kamu bisa berubah jgn buat anak"mu kecewa , perlahan namun pasti rebut kembali hari Kinanti selalu berusaha dan tidak lupa dengan doa" di sepertiga malam mu rayulah tuhanmu untuk membuka kan pintu hati Kinanti
Eva Karmita: betul sih pemikiran orang beda beda ..ada yg ingin bertahan karena anak"nya dan ada juga yg memilih pergi demi ketenangan dan mencari kebahagiaan ...
total 2 replies
araaself
lanjutt kakk
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: insha Allah besok lagi kak
total 1 replies
Eva Karmita
semoga masih bisa rujuk lagi ...
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: kayaknya hehehe
total 1 replies
Eva Karmita
semangat Yudha semoga Mak otor merestuimu
Eva Karmita
Kinan kasih kesempatan untuk Yudha untuk membuktikan Yudha sudah berubah dan ingin memulai dgn lembaran baru
Eva Karmita
ayo jujur Yudha katakan kalau kamu sudah ingat semuanya dan kamu ingin berubah
Eva Karmita
si pelakor sudah datang....
Eva Karmita
semoga masih bisa di perbaiki.... semangat Yudha perjuangkan rumah tangga mu
Eva Karmita
membaca kisah mereka membuat perasaan mengharu biru sedih dan bahagia nano" 🔥😭💔❤️
Eva Karmita
semoga saja Kinan masih bisa mempercayai mu
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: semoga yah karena kayaknya....😄🤭
total 1 replies
Eva Karmita
❤️❤️❤️
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: Alhamdulillah makasih banyak 😍
total 1 replies
Eva Karmita
peluk Kinan 🤗😭
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: Alhamdulillah makasih banyak sudah mampir kakak 😍🙏
total 1 replies
Inha Khaerunnisa
wajarlah
Inha Khaerunnisa
terlambat pak wkwk
Inha Khaerunnisa
apa Yudha hilang ingatan??
Inha Khaerunnisa
knp anaknya jadi ditukar dengan hutang??
Inha Khaerunnisa
tega mulutnya ember
Naila
knp harus minta cerai klo masih cinta
Naila
kayaknya
F3 Tehnik
apa yang terjadi???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!