NovelToon NovelToon
Janji Cerai Di Malam Pertama

Janji Cerai Di Malam Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

"Satu tahun lagi kita cerai. Hati aku cuma buat Rosa"
Di malam pertama, Fitri dibuang demi wanita lain. Ia pergi membawa luka... dan rahasia besar di rahimnya. Tiga tahun kemudian, pernikahan Adam hancur oleh pilihan hatinya sendiri. Saat penyesalan datang, ia justru bertemu kembali dengan Fitri yang kini menjadi 'Dokter Cantik' sukses bersama seorang anak yang sangat mirip dengannya.
"Fitri... anak siapa yang kamu pangku itu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25. Kesinggungan

Keesokan malam nya, Adam seperti biasa datang ke rumah sakit untuk melihat fitri dan anaknya ketika pulang.

Lampu-lampu sorot di area parkir khusus dokter Rumah Sakit Medika Utama baru saja menyala ketika malam mulai merayap turun. Dokter Danu melangkah santai menuju mobil SUV hitamnya sembari merapikan jas yang terlipat di lengannya. Wajahnya tampak sedikit lelah usai menyelesaikan rangkaian operasi marathon sepanjang hari.

Adam melihat nya dan mendekati dokter danu. Lalu dia panggil dokter itu untuk mengatakan sesuatu.

"Dokter Danu," panggil suara parau Adam yang sarat akan tekanan emosi.

Danu menghentikan gerakannya, memutar badan dengan tenang. Matanya menatap sosok pria kemeja lusuh berwajah kusam yang berdiri di hadapannya. Sebagai tenaga medis yang berpengalaman, Danu langsung mengenali raut wajah Adam dari foto-foto masa lalu yang pernah diceritakan Fitri secara jujur padanya.

"Eh emmm ini Pak Adam Wijaya, betul?" sapa Danu dengan nada suara yang amat tenang, tidak ada raut panik atau terkejut di wajahnya. "Ada yang bisa saya bantu malam-malam begini?"

Adam mengepalkan kedua tangannya di samping paha, matanya memerah menahan gelombang cemburu yang membakar dada. "Jauhi Fitri dan Aiden! Kamu tidak berhak masuk ke dalam kehidupan mereka!"

Danu mengulas senyum tipis, sebuah senyuman santun namun memancarkan wibawa yang begitu dominan. Ia membetulkan posisi jam tangannya sebelum kembali menatap Adam lurus-lurus.

"Hak?" ulang Danu dengan nada mengalun rendah. "Seingat saya, orang yang tidak punya hak apa pun di sini adalah Anda, Pak Adam. Bukankah status Anda dengan Fitri sudah selesai secara hukum dan agama tiga tahun yang lalu?"

"Tapi Aiden itu anak kandungku!" bentak Adam nekat, langkahnya maju satu tapak, menunjuk dada Danu dengan jemari gemetar. "Aku punya bukti tes DNA! Darah dagingku mengalir di tubuh anak itu! Kamu cuma pria asing yang coba-coba mengambil posisiku!"

Danu tidak bergeming sedikit pun. Ia menatap telunjuk Adam tanpa kedipan, lalu menghela napas panjang bernada prihatin.

"Darah daging tidak ada artinya jika Anda meninggalkannya saat ia masih berupa benih di dalam rahim ibunya, Pak Adam," pangkas Danu tegas, setiap katanya menancap tajam bagaikan jarum bedah. "Di mana Anda saat Aiden lahir? Di mana Anda saat Fitri berjuang sendirian membesarkannya? Anda sibuk dengan kehidupan mewah Anda sendiri, kan?"

Lidah Adam mendadak kaku. Kata-kata Danu menghantam sisa-sisa harga dirinya hingga remuk seketika.

"Jujur saja, Saya mencintai Fitri dan menyayangi Aiden dengan tulus," lanjut Danu dengan pendar mata yang amat mantap. "Saya ada di sana untuk menjaga mereka, memberikan rasa aman yang gagal Anda berikan dulu. Jika Anda memang mencintai Aiden seperti yang Anda klaim, bisakah Anda berhenti mengganggu ketenangan hidupnya?"

"Aku... aku cuma ingin jadi ayahnya..." bisik Adam serak, suaranya runtuh menjadi rintihan penuh penyesalan.

"Ayah adalah soal kehadiran dan tanggung jawab, bukan cuma soal penanda genetik di atas lembaran kertas tes medis saja pak," pangkas Danu dingin namun santun. "Tolong hormati kebahagiaan yang baru saja Fitri dan Aiden bangun. Selamat malam, Pak Adam."

Dokter Danu berjalan menuju ke parkiran depan, Adam mengikuti nya untuk berbicara kembali namun dia melihat doter Danu berbincang dengan fitri yang menggandeng Aiden juga. Adam terhenti dan memegang dadanya yang terasa sakit melihat mereka. Seketika Hujan gerimis menyiram aspal jalanan kota Bandung yang mulai meredup diselimuti malam. Dokter danu membuka mobil nya lalu fitri dan Aiden masuk kedalam mobil nya.

"Fitrii..."Panggil Adam dengan suara lirih seakan tidak ingin fitri dekat dengan dokter danu.

Melihat mobil itu melaju, Adam berlari masuk kedalam mobilnya lalu ikut melajukan mobil nya itu juga searah dengan mobil dokter danu.

***

Di dalam kabin mobil SUV mewahnya, Dokter Danu fokus mengemudi dengan tenang, sesekali melirik melalui cermin tengah ke arah Aiden yang tertidur pulas di kursi belakang dengan selimut kain kesayangannya.

Fitri yang duduk di samping kemudi mengulas senyum tipis, menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi. "Terima kasih banyak ya, Mas Danu. Hari ini Mas benar-benar sibuk di ruang operasi, tapi masih sempat mengantar kami pulang."

Danu tertawa halus, suaranya terdengar begitu hangat dan menenangkan. "Sama-sama, Fitri. Buat kamu dan Aiden, aku selalu punya waktu. Melihat Aiden senyum saja rasanya seluruh lelahku menguap."

Fitri menatap samping wajah Danu yang tegas dan penuh kehangatan. Di dalam hatinya, ada rasa syukur yang membuncah. Pria di sampingnya ini hadir tanpa menuntut, memberikan perlindungan dan ketulusan yang tak pernah ia dapatkan di masa lalunya bersama Adam.

Namun, saat mobil SUV itu hendak berbelok di persimpangan jalan menuju perumahan Fitri, sebuah mobil tua berwarna hitam mendadak memotong jalur secara berbahaya dan berhenti melintang tepat di depan mereka!

CITTT!

Danu menginjak pedal rem dengan sigap. Mobil berhenti hanya beberapa sentimeter dari badan mobil tua tersebut. Fitri tersentak kaget, secara refleks menoleh ke belakang memastikan posisi tidur Aiden tetap aman.

"Siapa yang mengemudi sembarangan begini?!" cetus Danu dengan nada khawatir, namun tetap mengontrol emosinya.

Pintu mobil tua itu terdorong kasar. Sosok Adam keluar dengan pakaian yang basah kuyup terkena gerimis, wajahnya pucat dengan mata memerah yang menyiratkan keputusasaan gila. Pria itu melangkah nekat mendekati kaca mobil samping tempat Fitri duduk, memukul-mukul kacanya dengan telapak tangan yang gemetar.

"Fitri! Keluar, Fitri! Aku mohon keluar sebentar!" teriak Adam histeris dari luar, suaranya tenggelam di antara deru mesin mobil.

Mata Fitri menyipit, raut cantiknya berubah sangat dingin dan kecewa. "Mas Adam... kenapa dia makin nekat begini?"

Danu memegang lengan Fitri dengan lembut, memberikan pendar kekuatan. "Kamu tetap di dalam bersama Aiden, Fitri. Biar aku yang bicara dengannya."

"Jangan, Mas Danu. Dia sedang emosi," pangkas Fitri tegas. "Biar saya sendiri yang selesaikan ini. Mas jaga Aiden di dalam."

Fitri membuka pintu mobil, melangkah keluar berdiri di bawah gerimis tipis dengan keanggunan yang tak tergoyahkan. Ia menatap mantan suaminya dengan pandangan yang teramat lelah.

"Pak Adam! Apakah Anda sudah kehilangan akal sehat?!" bentak Fitri dengan suara mengalun rendah namun tajam menembus dada. "Tindakan Anda memotong jalan tadi sangat berbahaya! Kalau terjadi apa-apa pada anak saya, saya tidak akan pernah mengampuni Anda!"

Adam menghentikan pukulannya di kaca, menatap Fitri dengan air mata yang bercampur dengan bulir gerimis di pipinya. "Fitri... maafkan aku... aku cuma cemburu melihatmu bersama pria itu! Aku tidak tahan melihat anakku dipeluk oleh pria lain!"

"Aiden bukan milik Anda lagi!" pangkas Fitri tanpa ragu sedikit pun. "Dokter Danu hadir saat Aiden membutuhkan sosok pelindung. Beliau memberikan kasih sayang tulus tanpa pernah meminta balasan, sangat berbeda dengan Anda yang dulu membuang kami!"

"Aku sudah berubah, Fitri! Aku sudah ceraikan Rosa! Aku cuma mau kamu dan Aiden kembali!" jerit Adam histeris, hendak meraih jemari Fitri.

1
sunaryati jarum
Rasain Adam,kau kan sudah diberi kenikmatan selangkah Rosa jadi nikmati 😂😂
sunaryati jarum
Makin tidak tahu malu, Adam.Lihat dulu kelakuan kamu gimana pada Fitri, Adam,? Sekarang kau mengemis padanya.Segera resmikan kalian dr Danu dan dr Fitri agar dr Danu punya hak dan kewajiban melindungi kamu dan Aiden dengan penuh.Sepertinya Adam mulai tidak waras, kalian harus waspada, jangan sampai Adam berbuat nekat.
sunaryati jarum
Tidak sadar diri Adam,itu hanya akan menggali kuburan kamu sendiri.Kamu lihat dari jauh saja.Apa yang kau rasakan itu dulu juga dirasakan oleh Fitri.Ingat saat kamu selalu memberikan perhatian pada Rosa.Bagaimana kabar Rosa,ya.
Jika Adam berharap pada Fitri ,itu berarti Adam sudah putus urat malunya.
sunaryati jarum
Tidak akan menang, sampai uangmu habis Adam.Selembar tes DNA yang kau gunakan sebagai senjata tidak akan mempan.Anak di bawah umur akan ada di bawah hak asuhnya apalagi riwayat Aiden dari kandungan sampai dua tahun ini tidak ada andil dari kamu, apalagi pekerjaan kami yang tidak akan mungkin bisa merawat Aiden.Sadar diri Adam!!
sunaryati jarum
Silahkan tes DNA toh tidak merubah apapun, seharusnya kamu terima kenyataan itu akibat kesombongan dan pengabaian,serta pengkhianatan kamu pada Fitri dan mendiang ibumu
sunaryati jarum
Adam tingkahmu menunjukkan rasa tidak bersalah, malah merasa jadi korban,lebih dewasa' dari dr Fitri tapi malah labil dan plin-plan
sunaryati jarum
Sekali , Fitri kamu jangan mau diajak balikan / rujuk sama Adam.Dia ingat kamu karena ekspektasinya pada Roda tidak sesuai harapan.Jika dia bahagia sama tidak akan ingat kamu.Kamu wanita berharga bukan barang,jika mau dipakai dicari sudah tidak dipakai dibuang.Emak suka cerita ini,tapi jika kamu rujuk sama Adam,emak berhenti mengikuti kisahmu
sunaryati jarum
Jangan sampai balikan ke Adam, berikan jodoh lain, jika Adam tahu ada anaknya jangan sampai ada perebutan hak asuh anak yang dimenangkan Adam
sunaryati jarum
Makan tuh Penyedalan, itulah jika mengabaikan amanah ALMH ibumu
sunaryati jarum
Ternyata banyak yang melindunginya ,Adam
sunaryati jarum
syukurin tuh makan sampah
sunaryati jarum
Baru mampir
Lee Mba Young
aku suka Fitri teges banget. 👍. keren
Lee Mba Young
bagus Fitri. jng smp kalah.
jng mau balikan nnti apa lagi demi anak. jijik banget.
sekarang ngemis ngemis dulu sombong.
aku
aq salah baca ato apa. ahr bab sbelumnya bukane udh diusir, rosa bw koper gt ya 🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!