NovelToon NovelToon
Terlambat, Mas! Aku Sudah Mati Rasa

Terlambat, Mas! Aku Sudah Mati Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Yoselin berharap jika Edward akan mencintainya setelah pernikahan mereka berjalan selama dua tahun, tetapi sore itu Yoselin sadar sesuatu jika sampai kapanpun Edward tidak akan pernah meliriknya sedikitpun.

Sebuah pemandangan menyakitkan tertangkap mata Yoselin, Yoselin melihat Edward dan mantan kekasihnya Angela tengah berciuman diparkiran restoran, sejak saat itu juga hati Yoselin hancur, rasa percaya dirinya runtuh, saat itu juga Yoselin melepaskan Edward. Yoselin menyerah, disaat Yoselin mulai sibuk dengan dunianya, Edward merasa kehilangan, Edward mencoba memperbaiki tetapi dia sudah telat.

Di lain sisi seorang CEO bernama Javier Vernand Romero sangat tertarik dengan Yoselin, dia mengagumi Yoselin dari setiap sisi, Javier bertekad dalam hati jika dia akan memiliki Yoselin seutuhnya, tidak peduli Yoselin sudah menikah atau tidak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Atasan dan Bawahan Menyebalkan

Yoselin berdiri di samping tempat tidur king size, menatap tajam ke arah sosok CEO angkuh yang kini tertidur pulas dalam balutan selimut tebal. Setelah bersusah payah menyuapinya bubur hangat serta meminumkan obat penurun panas yang dibawakan oleh Sergio, suhu tubuh Javier perlahan mulai stabil. Napas pria raksasa itu kini terdengar teratur, meski wajah pucatnya masih menyisakan jejak kelelahan.

​Yoselin menghela napas panjang, mengusap pelipisnya yang berdenyut. Tatapannya kemudian beralih pada Sergio yang berdiri tegap di sudut kamar seraya merapikan mangkuk bekas makan Javier.

​Sejujurnya, beberapa saat lalu Sergio sempat terkejut setengah mati. Pria yang menjabat sebagai asisten pribadi itu kaget ketika ponsel tuannya mendadak menghubungi nomornya, namun yang terdengar di seberang sana bukanlah suara berat sang bos, melainkan suara lembut seorang wanita. Pada awalnya, Sergio sempat berpikiran liar bahwa bosnya telah bermalam dengan seorang wanita di penthouse elit ini. Namun, setelah mendengar penjelasan langsung bahwa wanita itu adalah Yoselin dan mengetahui cerita bahwa Javier-lah yang lebih dulu menelepon serta memohon agar Yoselin datang, Sergio akhirnya mengerti segalanya.

​Dalam hatinya, Sergio membenarkan bahwa tuannya ini memang pria gila. Bahkan wanita yang masih berstatus memiliki suami pun nekat berniat dia rebut tanpa memedulikan batas norma.

​"Pak Sergio," panggil Yoselin pelan seraya membetulkan letak tas kerjanya di bahu.

"Karena Pak Javier sudah makan, minum obat, dan sekarang tertidur lelap, saya rasa tugas saya di sini sudah selesai. Saya mau pamit pulang."

​Sergio menghentikan gerakannya, memutar tubuh dan menatap Yoselin dengan raut wajah tenang yang sulit ditebak.

​"Maafkan saya, Nona Yoselin. Tapi Anda tidak bisa pulang sekarang," sahut Sergio datar.

​Yoselin mengerutkan keningnya, tidak memahami maksud ucapan pria di hadapannya.

"Maksud Pak Sergio bagaimana? Pak Javier kan sudah tidur. Lagipula, sekarang ada Pak Sergio di sini yang bisa menemani dan menjaga Pak Javier sampai beliau sembuh."

​Sergio mengulas senyum tipis, sebuah senyuman formal khas asisten profesional yang justru terlihat penuh intrik.

​"Saya tidak bisa menetap di sini, Nona," jawab Sergio tenang.

"Sebagai asisten pribadi, saya harus menggantikan Tuan Javier untuk memimpin tiga rapat penting dengan investor asing siang ini. Rapat-rapat tersebut tidak bisa ditunda atau dibatalkan begitu saja."

​"Kalau begitu, panggilkan perawat pribadi atau asisten rumah tangga untuk menjaga beliau," usul Yoselin wajar.

"Saya juga butuh istirahat, Pak Sergio. Hari ini saya sengaja mengambil cuti kerja karena sangat lelah."

​Sergio menggelengkan kepalanya perlahan, melangkah mendekati Yoselin dengan gestur yang amat tenang namun mengintimidasi.

​"Tuan Javier tidak menyukai orang asing berada di dalam penthouse-nya," pukas Sergio tajam.

"Beliau hanya mempercayai Anda, Nona Yoselin. Jadi, saya minta Anda tetap di sini untuk merawat Tuan Javier sampai beliau benar-benar pulih."

​Yoselin membelalakkan matanya, merasa permintaan itu sungguh tidak masuk akal. Rasa kesal yang sempat tertahan kembali mencuat ke permukaan.

​"Pak Sergio, tolong bersikap rasional!" tegur Yoselin dengan nada menuntut.

"Saya ini cuma mitra bisnis V. Corp! Saya bukan pengasuh, bukan dokter, dan bukan pelayan Pak Javier! Saya sudah cukup baik hati mau datang ke sini saat beliau menelepon. Saya berniat menolong, bukan untuk dijadikan perawat gratisan!"

​"Saya paham posisi Anda, Nona Yoselin," balas Sergio santai tanpa mengubah raut wajahnya.

"Tapi situasi saat ini membutuhkan kehadiran Anda."

​"Saya menolak," pukas Yoselin tegas. Ia membalikkan badan hendak melangkah menuju pintu keluar.

"Silakan Pak Sergio cari solusi lain. Saya mau pulang."

​"Jika Nona melangkah keluar dari pintu itu sekarang..." suara Sergio memotong langkah Yoselin, terdengar begitu dingin dan mengancam.

"Maka detik ini juga saya akan menghubungi pihak kepolisian dan melaporkan Anda atas tuduhan pembobolan properti pribadi milik Tuan Javier Vernand Romero."

​Langkah Yoselin seketika terhenti kaku. Wanita itu berbalik dengan raut wajah tidak percaya, matanya menatap Sergio dengan cengkeraman emosi yang membakar.

​"Apa kata Pak Sergio?!" seru Yoselin histeris, suaranya tertahan agar tidak membangunkan Javier.

"Melaporkan saya membobol rumah?! Pak Sergio gila, ya?! Tuan Anda sendiri yang menelepon saya berkali-kali dan mengirimkan lokasinya! Saya punya bukti panggilan dan pesan itu!"

​Sergio mengangkat kedua bahunya santai, merapikan lengan kemejanya. "Bukti itu tidak berarti banyak di mata hukum jika Tuan Javier sendiri tidak memberikan pernyataan resmi, Nona Yoselin. Pintu depan penthouse ini tidak terkunci saat Anda masuk. Secara hukum, seorang warga sipil yang memasuki hunian pribadi tanpa didampingi pemilik rumah atau izin tertulis dapat dikategorikan sebagai tindakan penyusupan."

​Darah Yoselin seketika mendidih mendengarnya. Pipinya memerah akibat menahan amarah yang luar biasa. Ia sungguh tidak menyangka, niat tulusnya untuk menolong orang sakit justru dibalas dengan ancaman sesadis ini.

​"Anda sungguh keterlaluan, Pak Sergio!" maki Yoselin dengan napas memburu, jemarinya mengepal erat.

"Saya datang ke sini karena rasa kemanusiaan! Kenapa Anda malah mengancam saya seperti ini?!"

​"Saya hanya menjalankan tugas saya untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan Tuan Javier, Nona," balas Sergio tanpa rasa bersalah sedikit pun.

"Ancaman saya akan batal secara otomatis jika Anda bersedia menetap di sini, memasakkan makanan, dan memastikan Tuan Javier meminum obatnya tepat waktu sampai besok pagi."

​Yoselin tertawa kecil, sebuah tawa penuh kepahitan dan rasa tak percaya atas kegilaan dua pria di depannya.

​"Luar biasa..." desis Yoselin tajam seraya menunjuk Sergio.

"Tuan dan asistennya sama saja! Sama-sama tidak punya hati, gila, dan suka seenaknya sendiri! Kalian benar-benar memanfaatkan kebaikan orang lain dengan cara yang sangat picik!"

​Sergio menundukkan kepalanya sedikit, menerima makian itu dengan wajah datar tanpa beban.

"Terima kasih atas pujiannya, Nona Yoselin. Saya menganggap itu sebagai bentuk kesepakatan di antara kita."

​Sergio merogoh saku jasnya, mengeluarkan sebuah kartu akses cadangan berwarna hitam elegan, lalu meletakkannya di atas meja nakas di sebelah tempat tidur Javier.

​"Ini kartu akses penthouse. Semua bahan makanan segar sudah tersedia di kulkas dapur," terang Sergio profesional.

"Saya akan pergi sekarang untuk menghadiri rapat. Jika ada darurat medis, Anda bisa menghubungi nomor saya."

​Yoselin hanya berdiri mematung, menatap Sergio dengan tatapan membunuh.

​"Saya percayakan Tuan Javier kepada Anda, Nona Yoselin. Selamat bertugas," tutup Sergio mengulas senyum tipis sebelum melangkah lebar keluar dari kamar dan menghilang di balik pintu utama.

​Brak!

​Suara pintu utama yang tertutup rapat menandakan Yoselin kini benar-benar terjebak sendirian di dalam penthouse mewah ini bersama sang CEO yang sedang sakit.

​"Arghhh! Dasar pria-pria brengsek!" umpat Yoselin meluapkan kekesalannya seraya melempar tas kerjanya ke atas sofa kamar.

​Ia memijat pelipisnya yang makin terasa pening. Niat awalnya untuk menikmati hari libur dengan tidur tenang di rumah barunya kini resmi musnah berkat ulah Javier dan asistennya yang licik.

​Yoselin memutar tubuhnya, kembali menatap sosok Javier yang masih terlelap tenang di atas ranjang. Di balik rasa kesalnya yang membumbung tinggi, Yoselin tidak bisa memungkiri bahwa ia tidak mungkin benar-benar menelantarkan pria ini dalam kondisi lemah.

​Dengan helaan napas pasrah, Yoselin menarik kursi di dekat ranjang, merosotkan tubuhnya di sana seraya menatap wajah tampan Javier yang kini tampak polos tanpa keangkuhan.

​"Awas saja kalau sudah sembuh nanti..." bisik Yoselin gusar namun tetap membetulkan posisi selimut Javier yang sedikit melorot.

"Akan kubuat kamu dan asistenmu itu membayar mahal untuk semua kejengkelan hari ini!"

Bersambung...

1
falea sezi
mampus lu daniel
falea sezi
Daniel Daniel oon🤣
Sribundanya Gifran
lanjut
Luna
ingat jika ada orang yg belum selesai dengan masa lalu nya jangan coba coba jadi pahlawan yg ada kamu cuma dianggap sekedar ada,,, apalagi kalo keduanya masih sama sama cinta ,jadi GK usah seperti korban drama,GK perlu nunggu 2 tahun ,5 bulan menikah kalo masih tak Sudi melihat mending pergi,
Luna
kenapa kamu mau yg menjadi pahlawan padahal sudah jelas dari awal,,,kamu berharap bisa dicintai,disini kamu bukan korban kamu sendiri yg cari penyakit, untuk apa mengobati luka orang lain tapi kamu sendiri tak ada yg ngobatin ,,,
Halimatun Saadiah
lanjut
Ruryn Amanda
ayo lanjut Thor,,😄
Ruryn Amanda
🤣🤣🤣dasar laki2 manipulatif,,licik,,penuh akal bulus tp q suka,,,,🤭
Ruryn Amanda
🤣🤣javierrr gue bius yaaaa,,,,
Ruryn Amanda
ayo Javier,,hancurkan si ed itu,,pebinor yg kudukung,,🤭
It's me Ri🥕: No no yaa🤣
total 1 replies
falea sezi
lanjut🤭
Sribundanya Gifran
lanjutthor
merry yuliana
crazy up yq kak💪💪💪🙏🙏🙏😍😍😍
Potatoes 🥔
Cerai ajalah🥺
Potatoes 🥔
Kurangajar emang Edward!
Sribundanya Gifran
lanjut
Mia Camelia
makin membara nih javier🤭
Gustinur Arofah
ceraikan Thor, terus kasih liat Edward klo angela tidak sebaik yg dia kira. biar menyesalnya double😁
hayasna
next
It's me Ri🥕
Hmm... ntahlah ya? Tunggu aja🤭🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!