NovelToon NovelToon
Ratu Mafia Istri Dokter Dingin

Ratu Mafia Istri Dokter Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Dokter
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Naelong

Siapa sangka, Sindi Permata gadis cantik anak miliarder yang penampilannya selalu anggun dan kelihatan lemah lembut ternyata punya sisi gelap yang bikin bulu kuduk merinding. Sindi adalah Ratu Mafia yang memimpin dunia hitam dengan tangan besi. Nggak ada yang berani macam-macam sama dia.
​Tapi, sehebat-hebatnya Sindi menaklukan dunia luar, dia akhirnya takluk juga pasrah waktu disuruh nikah paksa sama papanya.
​Suaminya adalah Mike Sanjaya, dokter muda jenius yang terkenal dingin, kaku, dan judesnya minta ampun. Masalahnya bukan cuma sifat Mike yang kayak es batu, tapi cowok itu udah punya pacar kesayangan: Putri Adisti, seorang perawat manis yang selama ini jadi ratu di hati Mike, begitu resmi jadi suami-istri, Mike langsung pasang tembok tinggi. Dia terang-terangan nunjukkin kalau pernikahan mereka cuma formalitas dan nggak ada tempat buat Sindi di hatinya. Mike bahkan masih sering nemenin dan merhatiin Putri adisti.
akankah pernikahan mereka bertahan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naelong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13 Ratu mafia istri dokter dingin

​Suasana di dalam ruang tamu mansion yang luas dan mewah itu mendadak mengendap.

Keheningan yang tercipta bukan lagi sekadar sepi, melainkan seperti udara dingin yang menusuk hingga ke tulang sumsum.

​Sindi tidak langsung menjawab tuduhan Mike. Ia melepas pegangan tangannya dari gelas jus jeruk, melipat kedua tangannya di depan dada, lalu memutar tubuhnya perlahan.

​Dua detik kemudian, senyum ramah dan wajah manis nan polos yang selama ini selalu menghiasi paras cantiknya menguap tanpa bekas.

Wajah Sindi berubah menjadi benar-benar kaku, dingin, dan datar. Tatapan matanya yang tadi bening berubah menjadi sangat tajam—sebuah tatapan pemangsa yang siap mencabik-cabik mangsanya tanpa rasa ampun.

​Aura intimidasi seorang Ratu Mafia yang menguasai dunia bawah tanah, mendadak meledak dan memenuhi seluruh sudut ruangan.

​Mike yang sejak tadi berdiri menunjuk-nunjuk wajah Sindi dengan penuh emosi tiba-tiba menghentikan kalimatnya.

Tenggorokannya mendadak kering. Langkah kaki Mike refleks tertahan, dan untuk pertama kalinya sejak ia mengenal Sindi, bulu kuduk di sekujur tubuh sang dokter berdiri tegak.

Ada rasa takut yang sangat asing dan aneh menusuk ulu hatinya, membuat lidahnya mendadak terasa kelat untuk melanjutkan caci makinya.

​"Kamu..." Sindi akhirnya membuka suara.

Suaranya tidak keras, tidak juga melengking marah. Namun, nada bicaranya begitu dingin dan penuh penekanan hingga sanggup membekukan darah siapa pun yang mendengarnya.

​Sindi melangkah satu tindak mendekati Mike. sendal rumahan yang ia kenakan tidak bersuara, tapi gerakannya yang begitu tenang justru membuat Mike merasa makin tertekan.

​"Kamu baru saja menuduh aku menyebarkan gosip dan menyewa preman untuk menculik perawatmu itu, Mas Mike?" tanya Sindi, matanya menyipit tajam menatap lurus tepat ke dalam iris mata Mike.

​Mike berusaha keras menelan ludahnya yang terasa pahit. Ia mencoba mempertahankan raut wajah galak dan angkuhnya, namun tatapan mata Sindi yang begitu pekat memaksanya untuk tidak berani melangkah maju.

​"K-kenapa? Kamu mau membantah?" jawab Mike, suaranya sedikit bergetar meski ia sudah berusaha keras menahannya.

"Siapa lagi di kota ini yang punya alasan buat mencelakai Putri kalau bukan kamu?! Kamu benci sama dia karena saya lebih memilih dia dibanding kamu!"

​Sindi terkekeh pelan. Suara kekehannya sama sekali tidak terdengar ramah, melainkan sebuah tawa dingin yang sarat akan nada ejekan yang sangat menyakitkan.

​"Benci?" bisik Sindi, merapatkan jarak hingga ia berdiri hanya setengah jengkal di depan dada Mike.

Sindi mendongak, tatapan matanya makin menusuk. "Mas Mike yang terhormat... tolong gunakan otak jenius doktermu itu buat berpikir sejenak."

​Sindi memiringkan kepalanya sedikit, menatap Mike dari atas ke bawah dengan pandangan penuh penghinaan.

​"Kalau seorang Sindi Permata benar-benar berniat menghancurkan perawat kelas bawah seperti Putri Adisti..." kata Sindi dengan suara yang luar biasa halus namun penuh racun, "...aku tidak akan membuang waktu menyewa preman ecek-ecek untuk sekadar menyekapnya di gedung tua dan meminta tebusan uang."

​Mike membeku. Napasnya tertahan di tenggorokan.

​"Kalau aku yang turun tangan," lanjut Sindi dengan senyum tipis yang sangat mengerikan, "perawatmu itu sudah hilang dari muka bumi ini tanpa tersisa sehelai rambut pun. Dan tidak ada satu pun polisi, atau bahkan kamu sekalipun, yang bakal pernah menemukan jasadnya."

​Deg!

​Jantung Mike berdetak gila-gilaan. Tatapan mata Sindi saat mengucapkan kalimat itu begitu lugas, begitu jujur, dan begitu dingin hingga Mike tahu pasti—wanita di depannya ini tidak sedang menggertak atau berpura-pura. Ada kegelapan yang luar biasa pekat yang tersembunyi di balik mata indah istrinya itu.

​"K-kamu... apa-apaan bicara seperti itu?!" bentak Mike berusaha menutupi rasa gentar yang makin menguasai dadanya.

"Kamu pikir kamu siapa, bisa bicara soal menghilangkan nyawa orang seakan itu hal sepele?!"

​Sindi menatap Mike tanpa berkedip sedikit pun. "Aku adalah wanita yang punya harga diri, Mas Jadi tolong ingat ini baik-baik..."

​Sindi mengulurkan telunjuknya, menempelkan ujung jarinya tepat di dada kiri Mike—tepat di mana jantung sang dokter berdegup kencang.

​"Aku paling benci dituduh atas tindakan bodoh yang tidak pernah aku lakukan," tegas Sindi, nadanya begitu kaku dan menekan.

"Kalau orang-orang di rumah sakitmu bergosip tentang kelakuan murahan kalian, itu karena kalian sendiri yang bertindak bodoh berduaan di jam kerja. Dan soal preman yang menculik pacarmu... kalau otakmu masih jalan, harusnya kamu sadar kalau musuh keluarga Sanjaya atau musuh bisnis papamu ada di mana-mana!"

​Mike tertegun. Kata-kata Sindi seperti tamparan keras yang mendadak membuka celah di pikirannya yang sejak tadi tertutup oleh rasa panik dan emosi buta.

​"Kamu... kamu asal menuduhku hanya untuk menutupi kebodohanmu sendiri yang dengan gampang menyerahkan uang satu miliar pada preman pasar," lanjut Sindi sambil menarik kembali tangannya, menyunggingkan senyum sinis.

"Dokter spesialis bedah yang katanya jenius... ternyata sedangkal itu ya cara berpikirnya kalau sudah menyangkut wanita"

​Wajah Mike mendadak memerah padam. Campuran antara rasa malu yang luar biasa, gengsi yang terkoyak, dan rasa takut yang belum sepenuhnya hilang dari tatapan tajam Sindi.

​"Cukup, Sindi!" potong Mike dengan nada rendah, berusaha merebut kembali kendali dirinya.

"Jangan merasa paling benar! Apapun alasan kamu, fakta kalau kehadiran kamu di hidup saya cuma membawa bencana buat Putri itu tidak berubah!"

​Sindi tidak terpancing amarah. Ia justru kembali melipat tangannya, mengamati raut wajah Mike yang tampak kebingungan dan frustrasi dengan pandangan puas.

Aktingnya sebagai istri yang teraniaya telah usai untuk hari ini, dan membiarkan Mike dibayang-bayangi rasa curiga serta ketakutan pada sosok aslinya adalah hiburan tersendiri bagi Sindi.

​"Bencana?" jawab Sindi ringan, kembali ke nada suaranya yang santai.

"Mungkin saja. Tapi ingat aturan yang kamu buat sendiri di malam pertama, Mas... Jangan pernah campuri urusan pribadi masing-masing. Aku tidak pernah mengganggu pacarmu, jadi jangan pernah berani menumpahkan kekesalanmu padaku setiap kali pacarmu terkena masalah."

​Sindi berbalik, melangkah anggun menuju tangga untuk kembali ke kamarnya di lantai atas. Namun, setelah menaiki tiga anak tangga, Sindi menghentikan langkahnya dan menoleh sedikit ke arah Mike yang masih berdiri kaku di tengah ruang tamu.

​"Oh iya, Mas..." ucap Sindi dengan senyum tipis yang sarat akan rahasia.

"Besok malam ada makan malam keluarga besar Sanjaya di rumah utama papamu, kan? Tolong siapkan wajah tampanmu itu dan jangan bikin malu di depan mertua. Kasihan kan kalau papamu sampai tahu anak kesayangannya ini habis diperas preman gara-gara perawat."

​Setelah melontarkan kalimat menohok itu, Sindi melanjutkan langkahnya naik ke lantai atas tanpa memedulikan Mike yang mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

​Di ruang tamu yang sepi, Mike berdiri mematung sendirian. Napasnya masih terasa agak sesak.

Bayangan tatapan mata Sindi yang sangat dingin, tajam, dan mematikan tadi terus berputar-putar di kepalanya bagaikan mimpi buruk.

​Siapa sebenarnya Sindi Permata? Kenapa tatapan matanya bisa membuat seorang dokter yang terbiasa menghadapi situasi hidup dan mati di meja operasi merasa merinding ketakutan?

​Saat Mike masih terpaku merenungi hal itu, ponsel di saku celananya mendadak bergetar pelan.

​Mike merogoh ponselnya dengan gerakan kaku. Sebuah notifikasi pesan singkat masuk dari nomor yang terenkripsi rahasia.

​[Dokter Mike, kartu kredit satu miliar yang Anda berikan pada preman tadi sore... baru saja digunakan untuk transaksi besar di sebuah klub malam milik jaringan sindikat Black Viper.]

​Mata Mike membelalak lebar membaca pesan misterius tersebut.

​Bersambung.....

1
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
makin seruu cerita ny ,,
Muft Smoker: sama2 kak ,,
total 2 replies
Muft Smoker
kalo begini trus cepat atau lambat Mike bakal tau siapa sindii sbnernya ,,
Muft Smoker
wah siapa nih yg cium sindii ,,
bibir ny minta di kepang dua ,, 😒😒😒
Muft Smoker: oooaalaaaa salah sangka saya🤭🤭🤭🤭🤭🫣🫣🫣
total 2 replies
Muft Smoker
aduuuuh ini ulet bulu. ad dmn2 yx ,,
Muft Smoker
eeeh Dy lupa diri kayaknya ,, tu Mike yg nempel kayak bekantan siapa Mike ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
hati2 km putri mungkin saat ini km msh bisa lolos ,, tp nnti gx tau deh ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
nah looo🤭🤭🤭
Naelong: makasi kak sudah mau baca ceritaku😍🙏🙏, sehat sehat slalu
total 1 replies
Naelong
makasi kaka, sudah mampir.🙏
Muft Smoker
ad yg main2 ma sindii ,,
gx Mike gx musuh ny ,, ad aj yg cari gara2 ,,
duuuh sindii ,, segera berantas semua musuh mu ,,
yumi chan: pusing aku thor ..kpn mike sdr karna di bdhi..dn kpn sindi pergi mninglkn mike agr dia sdr..
total 3 replies
YuWie
malah bingung sendiri sama strategi sindi yg katanya mafia..nyingkirin kroco puyri dan ngasih pelajaran mike aja..jalannya muter2 gak jelas.
niaww: mampir cerita aku kak🥰🙏
total 1 replies
Muft Smoker
situ main2 trus ma Sindi sih mike ,, bela trus wanita mu tu ,, kalo udh tau kebenaran ny ,, jgn menyesal km ,,
Muft Smoker
si putrii dg gx tau maluu ny ,, dtg k tempat tinggal mike dn sindii ,, berasa Kya Dy yg jd nyonya ,, pas ke pergok sang nyonya asli ,, lngsung ciut nyali ny🤭🤭🤭😏😏😏
Muft Smoker
wah teka teki ap lgi ini ,,
Muft Smoker
sypa lgii ni ,, ap suruhan si putri tidur lgi????
Muft Smoker: ok kak ,, makin penasaran tiap bab ny kak
total 2 replies
Muft Smoker
km berharap Sindi bakal ke distrak liat km pulang ,, boleh aj berharap tp dlm mimpi aj yx mike ,, kalo di dunia nyata mh jgn deeh ,, tkut nanti makin maluu Krn gx dapet respon ap2 dr Sindi ,, 😏😏😏🤭🤭🤭
Muft Smoker: 🤭🤭🤭😁😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
anda terus2an mencari masalah mike ,, nanti kalo udh kena batu ny ,, baru tau rasa km ,, greget banget ma mike ,,
Muft Smoker
mulai cari perhatian niih tanpa anda sadari mike ,, /Shy//Shy//Shy//Shy/
Muft Smoker
lanjuuut kak
Renjana
benarkah Mike bakal nepatin janjinya?
Naelong: 🤭🤭🤭.. dan makasi udah mampir kak, semoga suka ceritanya😍. jangan lupa likenya🙏
total 1 replies
Muft Smoker
good Sindi ,, biar laa Dy hadapi semua sndrii ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!