fadli hanyalah seorang penyihir rank E yang di anggap beban. puncak nya ia di hianati oleh rekan sendiri. ia di tinggalkan begitu saja di dalam sebuah dungeon rank A. namun terjadi keajaiban di mana fadli justru mendapatkan status. ia di berikan kekuatan oleh entitas misterius dan harus mencapai nya sendiri. bagaimana kisah fadli mencapai kekuatan baru itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hilman padli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dungeon rank D yang panjang #3
Setelah melompat dan masuk ke dalam hutan. Fadli dan kelompok nya langsung berbaris. Mereka membuat posisi segitiga dengan yang paling depan adalah helmi.
Helmi, "kalian semua sudah siap kan?"
"siap..." jawab semua nya.
Helmi, "perjalanan ini akan sangat melelahkan, mungkin kita akan bertemu banyak moster, rencana setiap ada moster langsung habisi dan lanjut sampai lelah,"
Gembi, "kalian kenapa tidak menuruti aku, aku pengawas dari asosiasi hunter indonesia loh,"
Fadli, "hahaha maaf ya gembi tapi kami tidak ingin membuang- buang waktu. Kalu juga lebih baik segera ikut berbaris,"
Gembi yang tidak punya pilihan lain ia hanya bisa ikut saja. Helmi pun mulai berjalan sementara yang lain waspada dengan senjata masing - masing begitu juga dengan fadli yang bersiap menyerang moster kapan saja.
Rapael, "tuan 100 meter kiri,"
Fadli terseyum ia keluar dari barisan dan mengarahkan tongkat nya ke kiri.
"ada apa fadli?" tanya dila bingung.
Tiba- tiba seekor serigala merah menyerang, namun fadli, "sihir air: jet air," sihir jet fadli menembus jantung serigala itu sampai tumbang.
Helmi, "fadli ambil batu sihir nya, yang lain tetap waspada hutan ini sangat lebat,"
Fadli, "okay akan aku ambil,"
Fadli segera mengambil batu sihir dari moster serigala merah itu. Setelah selesai mereka pun malanjutkan perjalanan ke depan.
Lisa, "tapi ya kenapa ada jalan setapak?"
Gea, " aku yakin karena ini dungeon mungkin di sengaja, jalan ini pasti mengarahkan kita ke bos dungeon,"
Gembi, "bisa jadi tapi belum tentu juga. Soal nya ini bisa jadi jebakan,"
lilia, "jebakan juga bukan masalah sih kita bisa menghadapi nya bersama,"
Helmi, "semangat yang bagus, ayo lanjutkan,"
"ya..."
Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan semangat mebara. Barisan yang di buat tidak mampu di tembus oleh moster yang mengerak, semua kelompok bekerja sama langsung menghabisi setiap moster yang muncul. Hingga setelah 10 jam perjalanan mereka pun istirahat karena hari sudah gelap.
Helmi dan fadli berjaga sementara yang lain memasak sambil mendirikan tenda.
"hei.. helmi aku sudah memakai banyak batu sihir untuk membuat sebuah alat," kata fadli tiba- tiba.
"apa katamu? Kamu bukan nya sudah aku peringati untuk ijin dulu? Kenapa kamu masih melakukan hal yang sama?" tanya helmi dengan nada kesal.
"itu karena alat ini sangat di butuhkan, ini adalah pelindung area. Jadi kita semua bisa tidur tanpa perlu khawatir ada serangan moster," jelas fadli.
"keluarkan alat nya,"perintah helmi.
Fadli mengangguk dan memberikan sebuah obor benbentuk lampu?.
"ini pelindung nya?" tanya helmi memastikan.
"iya cukup di tekan yang ini dan bum.."
Setelah menekan sebuah tombol lingkaran transparan menyelimuti 50 meter lingkaran, tenda dan sebagian area terselimuti pelindung.
"Citra kemari," teriak helmi.
Citra mendekat ia bertanya, "ada apa,"
"coba tembakan sihir air sekuat tenaga ke atas sana," perintah helmi.
Citra hanya nurut saja dan menembakan sihir air milik nya. Helmi terkejut melihat sihir citra menembus pelindung.
Fadli lalu berkata, "dari luar ngak akan tembus,"
Helmi," hah.. Baiklah kami keluar dan serang pelindung ini,"
Fadli mengangguk ia keluar dan menyerang pelindung nya berkali- kali. Helmi dan citra kagum melihat itu, begitu juga dengan yang lain nya. Helmi pun menjelaskan pada semua nya kalau fadli menggunakan beberapa batu sihir untuk membuat nya. Mereka terseyum dan ikut senang juga. Mereka tidak mempermasalahkan batu sihir nya. Itu karena fadli menggunakan nya untuk tim.
Mereka pun istirahat bersama di dalam sebuah tenda besar. Baik fadli, helmi dan yang lain tertidur pulas.
Ke esokan hari nya tiba. Di pagi hari fadli dan yang lain nya sudah bangun, mereka terkejut melihat ada ratusan moster goblin yang sedang mengawasi.
"ini gawat," kaya helmi.
"tenang saja bos kita kan punya katapel itu," jelas clara
Semua nya terseyum dan mengeluarkan katapel yang dulu di berikan oleh fadli. Mereka pun mulai menyerang ratusan goblin itu dengan katapel. Para goblin hanya bisa bersembunyi dan menunggu ajal nya saja. Sementara fadli, "mana zone..." gelembung air terbuat banyak sekali, mereka terbang keluar sari pelindung dan mengapung di atas ketinggian 100 meter. "jet air bertubi- tubi," kata nya. Seketika hujan jet air langsung meluluh lantahkan area itu, semua goblin mati dengan cepat. Melihat hal itu gembi sangat heran dengan kekyatan fadli, ia berbisik dalam hati nya, "untuk mengeluarkan serangan sedasyat itu, seharus nya mana fadli sudah terkuras habis. Tapi dia masih saja bisa melakukan beberapa sihir, sebenar nya siapa dia?"
Helmi, "sialan kamu... Padahal kita semua ingin bersenang- senang juga,"
Fadli, "maaf biar cepat soal nya. Ayo kita lanjutkan perjalanan,"
Meski agak kesal semua nya segera membereskan tenda dan melanjutkan perjalanan.
Sementara itu di kantor asosiasi hunter jakarta. Kaila sedang berhadapan dengan joko untuk melapor.
Joko, "jadi laporan nya apa?"
Kaila, "sudah lebih dari 3 hari lama nya gembi dan kelompok penyerang dungeon rank d belum kembali, saya meminta untuk mengirim tim bantuan, saya khawatir terjadi sesuatu,"
joko, "tunggu dulu. Unit penyerang itu, jangan- jangan kelompok hunter fadli?"
Kaila, "itu benar, tapi itu adalah kelompok hunter helmi, dia rank d ada 10 anggota termasuk fadli"
Joko segera bediri dan berkata, "aku akan pergi, kamu ikut aku,"
Kaila mengangguk, namun saat mereka akan pergi pintu terbuk, "aku juga ikut," kaya hanhan ketua serikat hunter kota jakarta.
"baiklah jika ada rank s aku rasa bukan masalah, 1 jam lago kita akan pergi," jelas joko.
Hanhan mengangguk dan pergi, sementara itu kaila membuat laporan dan bersiap.
Sementara itu di dalam dungeon kelompok helmi sedang asik menghabisi para goblin kecil, mereka menghajar satu demi satu para goblin itu. Gembi hanya diam dan melihat saja, sementara fadli berusaha membunuh sebanyak mungkin ia ingin mengumpulkan banyak poin untuk memperkuat diri nya.
"oh iya katana uang kamu buat belum aku coba rapael," kata fadli sambil menembakan sihir panah air.
"bukan masalah, lagian tidak bagus di gunakan sekarang. Lebih baik tuan gubakan sihir raksasa, sihir yang bisa langsung menghabisi semua nya," jelas rapael.
"memang benar iyu bisa di lakukan, tapi ada pengawas itu. meski pun aku butuh poin aku tidak akan terlalu menunjukan seluruh kekuatan ku," jelas fadli.
"baiklah itu terserah tuan," jawan rapael.
Setelah 1 jam kemudian mereka akhir nya selesai juga.
"ini akan sangat lama sekali," kata helmi.
Dila menanggapi, "aku setuju, ini hah.. Merepotkan sekali, meski pun batu sihir nya sudah pasti rank E tapi kalau sebanyak ini kan lumayan, bagi tugas aja,"
Kelompok helmi mulai mengambil batu sihir yang ada di tubuh para goblin itu.