NovelToon NovelToon
ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Action
Popularitas:260.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Jeremy Aslan, kepala mafia paling ditakuti, mengira menikahi Claire, putri wakil presiden akan memberikan keuntungan besar pada bisnis senjata yang sedang dia jalankan. Ternyata, yang ia dapatkan adalah ... menghadapi perempuan paling bikin sakit kepala sepanjang dia hidup.

Alih-alih fokus dengan bisnis dunia gelapnya, ia malah fokus dengan segala tingkah laku random Claire seperti, diam-diam menciptakan bom dan meledakkan kantor polisi hanya karena ia punya dendam dengan polisi, merusak rumah pribadi politisi yang dia anggap sering merendahkan ayahnya, dan bekerja di perusahaan Farmasi hanya untuk membuktikan mantan pacarnya adalah gay.

Bagi Jeremy, mengendalikan ratusan anak buah bersenjata jauh lebih mudah daripada menghadapi satu istrinya yang nakal dan sama sekali tidak mengenal kata takut. Jeremy hampir menyerah pada semua kenakalan perempuan itu, sampai Claire tiba-tiba di culik, saat itulah dunia Jeremy hancur. Karena akhirnya ia menyadari, Claire adalah dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rakitan

"Heh? Yang bener ini, aku di tinggalin begitu saja setelah di jilat gak di celupin?"

Claire masih menatap setengah kesal ke arah pintu tempat suaminya menghilang. Dia lebih kesal karena Jeremy langsung pergi tanpa pamit.

"Ya ampun, untung aku ini istri yang sabar. Hufftt, mending tidur saja deh. Besok masih ada pekerjaan penting yang menanti." katanya. Bicara sendiri, ngomel sendiri, lalu menarik selimut hingga menutupi pundaknya. Ia memejamkan mata. Hanya dalam hitungan detik, gadis itu sudah masuk ke alam mimpinya.

Paginya, saat Claire terbangun, Jeremy belum ada. Dia kembali mengomel tapi karena memikirkan dia masih ada pekerjaan penting yang harus di lakukan, Jeremy terlupakan untuk sementara. Habis mandi, sarapan, Claire pergi ke markasnya dan teman-temannya yang baru jadi itu.

Ia masuk ke ruangan khusus yang memakai pintu di gital. Seperti kemarin, awal masuk, orang-orang akan melihat itu hanya ruangan biasa. Tapi saat Claire masuk pagi ini dan memastikan pintu ruangan itu terkunci, dia membuka pintu lain yang berada dalam ruangan itu, yang dia rancang sendiri, hanya diketahui oleh para sahabatnya.

Begitu pintu tersembunyi itu terbuka lebar, ruangan itu kini memperlihatkan seluruh isinya. Dinding-dinding berjejer rapi dengan rak tahan api, lemari besi bertingkat, dan meja kerja lebar yang penuh dengan peralatan canggih. Di sana tersusun rapi tabung bahan kimia berlabel khusus, kabel-kabel peledak yang terlindung selubung tahan panas, alat ukur tekanan dan waktu, hingga bahan peledak dasar yang disimpan dengan standar keamanan paling ketat. Semuanya tertata teratur, tak ada satu pun yang berantakan, membuktikan betapa teliti dan seriusnya Claire menyiapkan tempat ini.

Claire tersenyum puas, matanya berbinar antusias seolah sedang melihat mainan terindah di dunia. Ia melangkah masuk perlahan, menutup kembali pintu rahasia itu hingga terkunci rapat, lalu menyambar jas laboratorium pelindung, sarung tangan tebal, dan kacamata pengaman yang tergantung di sudut ruangan.

Ia memakainya dengan cekatan, setiap gerakannya tenang dan penuh perhitungan, sangat berbeda dengan tingkah laku cerianya sehari-hari yang random. Di sini, di ruangannya sendiri, Claire berubah menjadi peneliti yang cerdas dan penuh fokus.

"Baiklah, teman-teman," bisiknya pelan pada ruangan kosong itu sambil menepuk meja kerja.

"Hari ini kita mulai langkah pertama. Ingat, tujuan kita adalah kantor polisi." katanya pada alat dan bahan yang sudah siap di depannya.

Ia membuka buku catatan tebal yang sudah berisi deretan rumus dan sketsa rancangannya, lalu menyusun bahan-bahan yang akan dipakai satu per satu di sisi meja.

Jari-jarinya yang lincah mulai bekerja menyambungkan kabel dengan presisi milimeter, mengukur takaran bahan dengan alat timbang paling teliti, menyusun sirkuit waktu yang harus berjalan sempurna tanpa kesalahan sedikit pun. Keringat dingin menetes di pelipisnya, tapi ia tak berhenti, tak terganggu oleh apa pun. Ia ingat pesan Jeremy agar tak berbuat kacau, tapi dia tidak peduli. Toh Jeremy gak akan tahu tempat apa ini. Kecuali suaminya itu sangat jago menemukan titik masuk ke ruangan ini.

Belum lama ia bekerja, terdengar ketukan pelan dari pintu ruangan depan. Claire berhenti sejenak, mendengarkan, lalu tersenyum saat mendengar kode ketukan yang hanya dimengerti oleh dia, Kiara, Lordan, dan Kean. Ia segera menyelesaikan langkah yang sedang dikerjakan, menutup rapat wadah bahan kimia, dan berjalan keluar menuju ruangan depan untuk membukakan pintu bagi sahabat-sahabatnya.

"Cepet masuk-masuk, gue udah mulai rakit bom-nya." ucapnya riang saat ketiga temannya masuk.

"Rancangan utamanya sudah hampir setengah selesai."

Mereka pun berkumpul di meja strategi, memeriksa sketsa dan data yang sudah disiapkan Claire, Lordan yang paling serius mengamati karena dia ngerti. Kalau Kean dan Kiara sih lihat-lihat saja tanpa ngerti mereka juga lagi liat apa.

"Nggak usah serius gitu mukanya, gue tahu lo nggak ngerti." Kiara menoyor kepala Kean sang sepupu yang tampak serius sekali menatap rakitan yang sudah setengah jadi itu. Lordan dan Claire tertawa kecil.

"Lah, emang salah kalo gue liat?" Kean balas menatap Kiara kesal.

"Lo lihat aja muka bingung lo itu kayak mau nangis gitu," cibir Kiara sambil tertawa renyah, lalu menarik kursi duduk di samping Claire.

"Biarin Lordan yang cek teknisnya, kita tugasnya jaga-jaga dan bantu siapin bahan aja."

Kean mendengus kesal tapi akhirnya ikut duduk, matanya tetap melirik rakitan rumit itu dengan rasa ingin tahu.

"Awas aja nanti gue bisa lebih paham dari lo berdua," gumamnya pelan, membuat Claire makin geli melihat tingkah sahabatnya itu.

Lordan mengangkat wajah dari papan sirkuit, menatap mereka dengan senyum tipis namun serius.

"Rancangannya aman, Claire. Mekanisme pemicunya juga sudah lo buat nggak bisa diaktifkan sembarangan, jadi nggak akan meledak sebelum waktunya."

Claire mengangguk-angguk. Pada saat dia hendak meneruskan pekerjaannya, tiba-tiba bunyi ledakan kecil di ruangan itu mengagetkan mereka semua. Saat Claire dan Lordan menatap ke arah Kiara dan Kean duduk, keduanya sudah di penuhi asap tebal. Mereka berdiri batuk-batuk.

"Ya ampun, ya ampun. Lo berdua pasti nyentuh rakitan bom kecil gue. Cepet-cepet, hilangin asapnya, nanti kalo suami gue lihat ada asap dari tempat ini, dia bisa curiga. Astagaa ..."

Claire dan Lordan segera berlari kecil ke Kean dan Kiara yang masih batuk-batuk karena asap.

Claire buru-buru menyambar kipas angin besar di sudut ruangan, menyalakannya kencang lalu mengarahkannya ke asap yang masih mengepul.

"Sini, sini minggir! Kalau mister Jem lewat dan lihat asap, habislah gue! Dia pasti langsung merobohkan tembok ini!" serunya panik tapi suaranya tetap cempreng khas.

Kean dan Kiara baru bisa berdiri tegak setelah asap menipis, wajah mereka hitam legam seperti habis bersih-bersih cerobong. Kiara menyeka hidungnya, lalu menatap tangan sendiri yang penuh jelaga.

"G-gue cuma mau lihat tombol merah kecil itu kok, kirain lampu hiasan!" elaknya polos.

"Tombol merah tulisannya 'BAHAYA' kok dibilang lampu hiasan?!" Claire melotot, tapi langsung tertawa ngakak melihat penampilan sahabatnya itu.

"Kalian berdua kayak kerangka hidup! Hahahaha!"

Lordan ikut tertawa sambil menyodorkan tisu basah.

"Tadi siapa yang bilang bakal lebih paham dari kita?" godanya pada Kean.

Kean menggaruk kepalanya yang juga hitam, wajahnya memerah malu.

"Ya mana gue tahu kalau tombol hiasan itu nyembur asap! Claire, otak lo bener-bener ya. Kalo banyak perangkap di sini ya bilang. Haishh!" Kean menatap Claire dongkol. Kemaren dia di setrum. Sekarang hampir kena bom. Untung si Claire ini rakitnya gak kayak langsung bikin mati orang. Tapi tetep aja muka item semua.

1
Atik Marwati
senjata makan tuan rupanya tapi ga kapok🙄
Miss Typo
sekalu bikin ngakak, apalagi ada Talia 🤣
call mi
😛😛😛😛
Ririn Danayanti
Thor kok up nya cuma 1 1 aja
Yuliana Purnomo
ngakak 😄😄😄 aku mbayangin aksi mereka 😄
Rahmat
astaga nambah lg 1anggota geng claire,laki talia gak ngamuk gak y apalg mr jim istrix bikin masalah🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍 q aja yg cuma baca bisa ngebayangin
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 sakit perut.... kram broooo
ririen handayani
adu dududududu gk kuat ngakak 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣... asli penghilang stress nih crita
ririen handayani
astaga.... gini nih klo amatir 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 somplak
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 suami kok djelek2in
Nandi Ni
boleh ga sih aku tertawa bahagia walau mereka telah berhasil ngebom kantor polisi🤣🤣🤣 episode paling lucu dan gong bgt sih ini
Septi Lahat
astoge,, sempat 2 salah lempar bom😅😅😅
🍃🌺WINA🌺🍃
Mommy thalia merasa senang ada lebih gila darinya🤣🤭bisa mengenal geng somplak dan setengah gila...

kirain bom rakitan claire berbahaya hanya bikin gosong, mom thalia dan claire dan sahabat-sahabatnya aja🤣

claire nanti ketahuan mister jem dihukum kamu nakal banget, diam-diam keluar dari rumah sama sahabat2 kamu tanpa ijin mister jem😄

mommy thalia bergabung aja geng mafia mommy thalia jadi ketuanya, claire dan teman2nya anak buahnya pasti sangat seru dan menarik🤣🤭
Tiyas Dimas
bener-bener nakal ini anak😄😄🤦🤦
Qorey
misi terkocak🤣🤣🤣
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Apa jangan" boom yg di didapatkan genk Claire punya Jeremy yg hilang itu ya 🤔🤔🤔🤔
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: ganjel dong🤣🤣
total 10 replies
LANY SUSANA
🤣🤣🤣🤣🤣 Claire Claire suami mu kepala mafia lo tp km random sekali🤣🤣🤣
Thalia cocok ni ketemu Claire yg nakal dan unik 🤣🤣🤣🤣bisa bikin group mafia cewe ni🤣🤣🤣🤣
Cristella Tella
makin seru ni... lnjut lgi donk thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!