NovelToon NovelToon
Pewaris Rahasia

Pewaris Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

Kecelakaan itu telah membuat Ayuna harus kehilangan ingatannya. Mirisnya dia harus hidup terpisah dari orang tua kandungnya. Dia dibesarkan oleh orang tua angkat dengan penuh tekanan. Suatu hari dia terlibat skandal dengan pria asing hingga membuatnya melahirkan dua bocah kembar.

Perseteruannya dengan orang tua angkat membuatnya tak betah dan memutuskan untuk pergi dan hidup bertiga dengan anaknya.

Mampukah Ayuna hidup dalam kekurangan dengan menafkahi kedua anaknya?

Siapa kira-kira pria yang seharusnya bertanggung jawab atas kelahiran dua bocah kembar tersebut?

Yuk, ikuti kisahnya ekslusif di Noveltoon.

Follow Instagram me: Ika Novelis
Facebook:Ika Dwi Indrawati, Ika Dw (Author)

Tiktok: ikaindrawati73, penulis.novel76

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Tamu tak Diundang

"Nyonya, saya sudah mendapatkan alamat bocah kembar itu."

Setelah tiga hari semenjak insiden di mana ia dijambret dan diselamatkan oleh bocah kecil, Hana terus meminta sopir untuk melakukan pencarian, dan kini sang sopir berhasil menemukan alamat bocah tersebut. Dengan semangatnya Hana memintanya untuk segera menemuinya.

"Ayo pak Usman, tunggu apa lagi? Kita harus segera menemuinya. Aku merasa tak nyaman sebelum memberikan hadiah sebagai ucapan terimakasihku padanya."

"Baik nyonya, mari saya antar."

Tanpa sepengetahuan keluarganya Hana berangkat bersama sopirnya, sedangkan sang suami dibiarkan begitu saja.

"Mama mau ke mana?" tanya Aditya Kusuma, yang tak lain suami dari Hana atau ayah dari Erlangga.

"Aku ada keperluan sebentar, Pa! Sebaiknya Papa tunggu saja di rumah. Nanti kalau waktunya makan Papa makan sendiri aja, nggak usah nungguin mama."

"Loh ma! Kok buru-buru amat sih? Sebenarnya Mama itu mau ke mana? Masa tiap hari keluar rumah? Jangan bilang Mama alasan arisan lagi?"

Hampir tiap hari Hana keluar rumah. Aditya sampai geleng-geleng kepala. Di saat ia butuh istirahat dan ingin ditemani oleh istrinya, dengan banyak alasan istrinya menolak, mau pergi arisan ataupun ada acara lain bersama teman-temannya. Untung ia memiliki kesabaran lebih, jika tidak mungkin hampir tiap hari ia termakan emosi.

"Enggak pa, kali ini Mama nggak pergi arisan, tapi Mama mau menemui seseorang yang sudah menolong Mama kemarin. Mama ingin mengucapkan terima kasih karena sudah dibantu, kalau tidak ada dia entahlah..., surat-surat penting dan kartu kredit sudah hilang pastinya."

Setelah mengetahui alasan istrinya Aditya tak lagi protes. "Oh..., ya sudah kalau gitu. Tapi ingat, pulangnya jangan sampai malam."

"Hm..., iya pa."

****

Di rumahnya Ayuna tengah menyirami tanaman di halaman. Baru pulang dari kerja ia menyempatkan waktunya untuk menyirami tanaman yang hampir layu. Dia terkejut saat ada sebuah mobil yang memasuki halaman tidak seberapa besar itu.

"Siapa itu? Apa jangan-jangan pak Erlangga datang lagi? Mau apa dia?"

Sejak kedatangan Erlangga, Ayuna tak bisa tenang. Ia takut dan khawatir pria itu bakalan mengganggunya bersama si kembar.

Alisnya mengerut saat mendapati seorang wanita paruh baya keluar dari dalam mobilnya. "Loh, bukannya itu wanita yang ada di kantor? Ngapain dia datang ke sini?"

Ayuna terlihat begitu gelisah. Haruskah ia berlari masuk ke dalam rumah dan mengunci pintunya. Ia tidak tahu apa maksud kedatangan wanita itu, tapi seingatnya ia tak pernah membuat keributan dengannya.

"Kamu yakin ini rumahnya pak Usman?" tanya Hana saat keluar dari dalam mobil.

"Iya nyonya, saya tadi sempat bertemu dengan bocah itu, dan mereka masuk ke rumah ini," jawab Usman.

Hana melihat ke sekelilingnya dan sangat terlihat sederhana kehidupan bocah kecil yang sudah menolongnya.

"Ya udah, ayo kita temui mereka."

Hana mengayunkan langkahnya menemui Ayuna. Dia nampak terkejut mendapati wanita yang begitu familiar di matanya.

'loh, bukannya itu wanita yang memiliki kemiripan dengan Luna Wijaya? Kok dia ada di sini?'

Hana melihat ke sekelilingnya dan tak mendapati keberadaan bocah kembar yang tengah dicarinya.

"Permisi," ucapnya sopan menyapa Ayuna.

"Iya..., ada yang bisa saya bantu nyonya?" tanya Ayuna dengan mengulas senyuman tipis. Dia tidak berani bilang kalau sebelumnya pernah bertemu di kantor.

"Ini, saya datang ke sini mau nyari dua bocah kecil."

"Bocah kecil?"

Ayuna tidak tahu siapa yang dimaksud oleh wanita itu karena di lingkungannya juga banyak anak kecil seumuran dengan kedua putranya.

"Maaf nyonya, di sini banyak sekali bocah kecil. Kalau boleh tahu siapa namanya, barangkali saya mengenalinya."

Tidak ingin salah sasaran, Ayuna ingin memastikan anak siapa yang dimaksud oleh wanita tersebut.

"Saya nggak tahu namanya, tapi sepertinya mereka kembar," cicit Hana. "Em..., bukannya anda wanita yang bekerja di perusahaan Kusuma Group?"

Ayuna mengangguk. "Oh..., iya nyonya, saya bekerja di perusahaan Kusuma Group, dan kalau nggak salah saya sempat bertemu dengan anda di ruangan CEO."

"Tepat sekali. Berarti saya tidak salah dalam mengenali orang," cicit Hana. Wanita itu mengulurkan tangannya. "Oh ya..., perkenalkan, nama saya Hana. Saya ibu kandung Erlangga."

Bola mata Ayuna terbelalak. "Oh..., jadi anda ibunya Bapak Erlangga? Maaf nyonya..., Saya tidak tahu kalau anda pimpinan saya."

"Sudah..., santai saja. Tapi kalau dilihat-lihat kamu juga memiliki kemiripan dengan seseorang."

Ayuna mengatupkan bibirnya dengan membatin. 'pasti dia berpikir kalau aku memiliki kemiripan dengan Luna Wijaya. Aku jadi penasaran sama itu cewek, bahkan pak Erlangga juga mengatakan hal serupa. Sebenarnya ada hubungan apa antara keluarga Kusuma dengan Luna Wijaya?'

"Maaf nyonya, muka saya terlalu pasaran, tapi kalaupun saya memiliki kemiripan dengan seseorang yang anda maksud rasanya terlalu berlebihan. Saya nggak pantas disamakan dengan orang yang memiliki kedudukan tinggi. Saya hanya rakyat jelata yang hidupnya serba kekurangan."

Hana terkekeh. "Jangan terlalu merendahkan diri nona," cicitnya dengan menepuk pundaknya. "Mungkin derajat yang membedakan, tapi yang penting hatinya tulus."

"Oh..., ya! Sudah berapa lama kamu bergabung di perusahaan Kusuma Group?"

Entah kenapa Hana merasa nyaman mengobrol dengan Ayuna. Padahal sebelumnya ia sempat jengkel dan mengira gara-gara wanita itu putranya tak mau dijodohkan dengan Laras Wijaya.

"Saya cukup lama bekerja di perusahaan itu nyonya, sekitar tiga tahun yang lalu," jawab Ayuna. "Sebelumnya perusahaan itu milik Wijaya Group, dan diakuisisi oleh Kusuma Group."

"Iya benar sekali," cicit Hana. "Dulu perusahaan itu rencananya akan dihadiahkan untuk pernikahan anak kami, tapi setelah Luna Wijaya hilang dan tidak kembali sampai saat ini, akhirnya perusahaan ini dipercayakan kepada kami." Hana menarik nafasnya. Ia membayangkan, jika saja wanita di depannya itu orang yang dicarinya mungkin akan lebih cepat anaknya menikah dan tentunya akan memberinya cucu.

"Oh ya, aku sampai lupa dengan tujuanku kemari. Ngomong-ngomong di daerah ini siapa yang memiliki anak laki-laki kembali. Usianya masih dini, dan mereka mengenakan seragam TK."

Ayuna langsung kepikiran pada si kembar. Siapa lagi yang memiliki anak kembar di lingkungannya, apalagi mereka mengenakan seragam TK.

"Maaf nyonya, kalau boleh tahu apa alasan nyonya ingin bertransaksi dengan bocah kembar itu?"

Sebelum mengetahui tujuan wanita itu ia tak akan memberitahu keberadaan bocah kembar yang dimaksudnya, dan ia berharap bocah itu tak keluar untuk mencarinya.

"Sebenarnya saya ingin berterimakasih karena mereka  sudah menolong saya dari penjahat. Kemarin salah satu dari anak itu berhasil merebut tas saya dari penjahat, dan saya bersyukur karena tas dengan banyak barang berharga itu terselamatkan. Rencananya saya ingin kasih sedikit hadiah buat mereka, tapi mereka keburu pergi."

Cerita Kenzie ternyata benar. Kenzo telah menyelamatkan orang yang tengah dijambret, namun dia menolak saat orang tersebut ingin memberinya sejumlah uang. Ia tak menyangka, ternyata hidup tak seluas daun kelor.

'rupanya mereka sudah pernah bertemu?' Ayuna membatin dengan meremas jemarinya. 'tidak!' Ayuna menggeleng perlahan. 'jangan sampai mereka bertemu kembali, atau aku bakalan kehilangan putraku!'

1
Rohmi Yatun
sukaaa cerita nya. sat set.. tdk bertele2 👍.. lanjut thor
Rohmi Yatun
cerita yang menarik 👍
Rohmi Yatun
masih teka teki ni.. 🤔sebenarnya apa yg terjadi di masa lalu
Rohmi Yatun
mampir Thor.. sepertinya cerita nya menarik ni.. 👍
Ika Dw: terimakasih kak... 🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!