NovelToon NovelToon
Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Baguslah kamu ada di sini. Tolong urus makan malam mas Ardy juga ibu mertuaku! Aku mau belanja dan bersenang-senang pakai kartu kreditnya."

Selama tiga tahun pernikahan, Kirana dikenal sebagai istri yang penurut, pendiam dan selalu mengalah.

Bahkan ketika tahu suaminya, Ardy, memelihara wanita lain. Kirana hanya bisa menangis di pojok kamar, menerima semua makian dari mertua dan manipulasi dari keluarga suaminya sendiri.

​Sampai sebuah kecelakaan tragis mengubah segalanya.

​Saat Kirana membuka mata, ketakutan di jiwanya lenyap tanpa bekas.

​Ardy mengira dia masih memegang kendali atas hidup Kirana, sampai akhirnya pria itu sadar, Kirana yang sekarang bukanlah Kirana yang dulu.

Dan saat Ardy mulai berlutut memohon cintanya kembali, Kirana sudah menutup pintu hatinya untuk pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 21 Diikuti Seseorang

"Sedang apa kamu di sini, Siska? Udaranya masih cukup dingin."

Suara teguran itu terdengar tiba-tiba. Siska yang sejak tadi berdiri mematung di teras rumah, menatap garasi yang kini kosong, langsung tersentak kaget saat sebuah tangan menepuk pelan pundaknya.

"Eh, Tante Sarah..."

Siska segera membalikkan badan. Ia buru-buru mengubah raut wajahnya yang tadinya mengeras, menjadi tersenyum manis dan polos andalannya, seolah tak terjadi apa-apa.

"Kamu melihat Ardy berangkat kerja?" selidik Sarah dengan tatapan lembut pada wanita yang sangat diidamkannya menjadi menantu itu.

"Iya, Tante," jawab Siska lirih. "Aku cuma ingin melihat kepergian mas Ardy dari jauh. Tadi pagi di meja makan, mas Ardy bahkan tidak menatapku sama sekali."

Siska menundukkan kepalanya dalam-dalam, menutupi wajahnya dengan rambut panjangnya, sengaja memasang raut sendu bagaikan pihak yang paling tersakiti.

"Kadang aku sedih, Tan. Entah sampai kapan aku harus menunggu dalam ketidakpastian seperti ini. Aku masih diperlakukan seperti orang asing. Aku cuma ingin bisa melayani mas Ardy sebagai istrinya yang sah, bukan sekadar wanita yang disembunyikan."

Mendengar rintihan itu, naluri keibuan Sarah langsung terpancing. Ia menarik Siska ke dalam pelukannya dan mengusap bahu wanita muda itu penuh kasih sayang.

"Jangan bicara begitu. Jangan berpikir macam-macam, Sayang. Tante kan sudah berkali-kali bilang, cepat atau lambat Ardy pasti akan menceraikan benalu miskin itu. Surat cerainya sudah ada, tinggal menunggu waktu yang tepat saja."

Siska mendongak dengan mata yang sengaja dibuat sendu.

"Tapi mbak Kirana semakin berani, Tante. Dia mengancam pelayan, dia melawan Tante, dan mas Ardy cuma diam saja!"

"Itu karena Ardy sedang pusing dengan urusan kantor!" elak Sarah cepat berusaha membela putranya. "Kamu tinggal pintar-pintar mengambil hati Ardy seperti dulu. Buat dia nyaman. Masa kamu yang cantik ini kalah sama perempuan seperti Kirana?"

Siska mengangguk pelan, menghapus air mata buayanya.

"Iya, Tante. Aku akan berusaha lebih keras."

Saat ia membenamkan wajahnya kembali ke bahu Sarah, di balik senyum manisnya, bibir Siska nyaris berdarah karena tergigit kuat menahan kesal.

"Dasar wanita tua banyak omong. Kalau hanya mengandalkan mu, sampai rambutku ubanan pun Kirana belum tentu keluar dari rumah ini!" batin Siska sinis.

Sudah berkali-kali Sarah berjanji akan memisahkan Ardy dan Kirana. Nyatanya? Kirana masih tetap tinggal di rumah itu dengan angkuh. Dan yang paling membuat Siska gila, Ardy mulai berubah.

Siska tidak buta. Ia melihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Pria itu memang belum mengakui perasaannya, tetapi sorot mata Ardy saat memandang Kirana belakangan ini sudah jauh berbeda. Ada kecemburuan, ada rasa penasaran, dan ada gairah yang berusaha ditutupi. Hal itulah yang membuat Siska benar-benar gelisah setengah mati.

"Ayo kita masuk," ajak Sarah seraya mengurai pelukan mereka. "Atau kamu mau jalan-jalan ke mall? Biar Tante temani kamu refreshing."

Siska menggeleng cepat. "Nggak usah, Tante. Aku kebetulan ada janji mau ketemu sama teman lamaku."

"Baiklah kalau begitu." Sarah mengangguk sambil tersenyum. Ia merogoh saku nya dan mengulurkan sebuah kartu eksklusif berwarna hitam. "Kalau mau belanja, pakai saja black card tambahan milik Ardy ini. Limitnya memang nggak sebanyak yang dipegang Kirana. Tapi cukup buat kamu senang-senang. Nanti biar Tante yang bicara dan cari alasan pada Ardy. Beli apa pun yang membuatmu senang."

"Makasih banyak, Tante yang paling baik."

Siska memeluk Sarah sebentar sebelum melangkah anggun menuju mobilnya yang terparkir di halaman. Begitu pintu mobil tertutup rapat dan memisahkan dirinya dari pandangan Sarah, senyum manis di wajah Siska langsung lenyap tanpa sisa.

"Kirana, kamu pikir kau bisa menang dariku?" ucapnya sembari menatap pantulan dirinya di kaca spion. "Aku tidak akan pernah membiarkanmu merebut perhatian mas Ardy kembali. Dia milikku. Harta ini milikku."

*

*

Ponsel di pangkuan Kirana bergetar. Nama yang muncul di layar seketika membuat sudut bibir merahnya terangkat membentuk senyum tipis.

"Katakan."

"Anda sedang diikuti, Nona."

Kirana sama sekali tidak tampak terkejut. Ia justru menyandarkan punggungnya ke jok mobil dengan santai.

"Oh ya?"

"Seorang pria mengendarai motor sport hitam, memakai jaket kulit dan helm full face. Dia sudah mengikuti target sejak anda keluar dari gerbang rumah utama. Jaraknya stabil, sekitar tiga puluh meter di belakang kendaraan anda. Dia cukup amatir."

Kirana melirik kaca spion tengah yang ada di depan. Matanya memicing di balik kacamata hitam. Benar saja. Di sela-sela kepadatan lalu lintas, sebuah motor hitam terus menempel di belakang taksinya tanpa ada usaha untuk menyalip.

Senyum miring kembali terbit di wajah Kirana.

"Secepat itu ya reaksimu, Mas Ardy," gumamnya pelan.

"Apa perlu saya turun tangan dan menyuruh anak buah membereskannya di persimpangan depan, Nona? Kita bisa membuatnya seolah-olah kecelakaan tunggal."

"Jangan bertindak bodoh, Tristan. Itu tidak perlu. Biarkan saja dia mengikuti. Malah, ini akan mempermudah rencanaku."

Tristan terdiam beberapa detik, seolah sedang menganalisis perintah bosnya.

"Apa maksud anda, Nona? Membiarkan mata-mata berkeliaran adalah sebuah kecerobohan."

Kirana memutar bola matanya malas. Bawahannya yang satu ini memang terkadang terlalu kaku.

"Tristan, kamu mau membantuku bersenang-senang sebentar hari ini?"

"Tentu. Nyawa saya milik anda. Apa pun perintah anda akan saya laksanakan. Anda ingin saya membakar motornya?"

Kirana terkekeh pelan. "Bukan itu. Ini tugas yang jauh lebih mudah, sekaligus jauh lebih menyebalkan. Berpura-pura lah menjadi lelaki simpananku."

"Maaf, Nona. Sinyalnya mungkin buruk. Bisakah anda katakan sekali lagi perintah anda?"

"Kamu tidak salah dengar, Tristan." Kirana tersenyum penuh arti sambil melepas kacamata hitamnya.

"Orang amatir yang mengikuti kita di belakang sana pasti ditugaskan untuk melapor pada mas Ardy. Nah, aku ingin mata-mata itu melihat sesuatu yang sangat menarik, memfotonya dan melaporkannya agar mas Ardy tidak bisa tidur nyenyak malam ini."

Tristan menghela napas kecil. Terdengar suara gerutuan halus dari seberang telepon.

"Nona, saya ditugaskan untuk mengawasi anda. Bukan berakting menjadi aktor opera sabun untuk memancing kecemburuan seorang suami."

"Ayolah, Tristan. Anggap saja ini misi penyamaran tingkat tinggi. Kamu menyamar sebagai sugar baby-ku," goda Kirana.

"Anda benar-benar berubah drastis, Nona. Kemana perginya Nona Kirana yang pemalu dan penurut itu?"

"Bukankah itu yang mereka inginkan? Mereka yang memaksaku berubah. Mereka ingin Kirana yang bodoh dan penurut itu mati. Maka, aku sudah membunuhnya. Sekarang, biarkan mereka berhadapan dengan monster yang mereka ciptakan sendiri."

"Saya mengerti, Nona. Saya akan ikut dalam permainan anda."

"Bagus."

"Dimana saya harus menemui anda untuk kencan ini?"

Kirana menyebutkan nama sebuah kafe dan lounge paling mewah di pusat kota, tempat yang sangat terekspos namun eksklusif.

"Datang ke sana lima belas menit lagi. Langsung pesan meja di area outdoor yang mudah terlihat dari jalanan. Dan satu lagi, Tristan...,"

"Ya, Nona?"

"Pakai jas yang paling bagus. Sisir rambutmu dengan rapi. Semakin tampan, semakin mahal dan semakin mempesona penampilanmu hari ini, maka akan semakin hancur ego dan harga diri mas Ardy saat melihat fotonya nanti."

Untuk pertama kalinya sejak Kirana mengenal pria dingin itu, terdengar suara tawa kecil yang rendah dari Tristan.

"Baik, Nona. Saya akan memastikan suami anda mengutuk wajah saya di cermin. Saya akan menjalankan peran saya sebagai simpanan paling tampan dengan sebaik mungkin."

Panggilan pun berakhir. Kirana menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas. Ia menoleh ke belakang, memandang kembali ke arah kaca spion. Motor hitam itu masih setia mengikuti dari kejauhan.

Kirana menyilangkan kedua tangan di dada, menyandarkan tubuhnya dengan perasaan sangat puas.

"Ikuti terus aku, anjing kecil, ambil foto yang banyak. Karena sebentar lagi, tuanmu yang sombong itu akan mendapat kejutan yang tidak pernah dia bayangkan. Biar dia rasakan, bagaimana sakitnya diduakan."

1
Ragil Saputri
moga aja BKN bibitnya Ardy, Siska bermain di belakang Ardy
Ragil Saputri
biar Ardy semakin terbakar cemburu m 🤣🤣🤣🤣
Ragil Saputri
ooooo ternyata Siska to pelaku yg nabrak Kirana smpe kehilangan bayinya....Kinara hrs kao usut kecelakaan itu
Ragil Saputri
apa kamu dulu peduli ma istrimu Ardy, kamu cuma terlalu sibuk sama selingkuhanmu
Ragil Saputri
🤣🤣🤣🤣 mang enak dikerjain ISTRImu
Ragil Saputri
yati kamu tu cuma pembantu, jgn bertingkah layaknya nyonya dirmh tuan mu sendiri
Ragil Saputri
j4l4ng mulai berakting... bagus Kirana, jgn beri hati bt laki macam Ardy, hrs lebih ekstrim lgi hukumannya
Ragil Saputri
AKOH suka karakter tokohnya wanita kuat, wanita tangguh
Ragil Saputri
good Kirana hajar mental mereka, biar semua orang tau siapa yg salah n benar
Ragil Saputri
good Kirana hajar mental mereka, biar semua orang tau siapa yg salah
mooociii
kakeknya kaya lo, gitu mertunya ngatain kirana perempuan miskin kampungan
Ragil Saputri
Siska cuma mau ngincer jadi nyonya di rmh Ardy to, mau nguasai harta kluarga Ardy
Ragil Saputri
pulanglah Kirana, sebelum Ardy menikahi Siska, kamu hrs bisa menggagalkan pernikahan itu, dan balas dendam k kluarga Ardy
Ragil Saputri
bagus Kirana, kamu hrs bangkit, balas kan sakit hati n kehilangan calon bayi kamu, Ardy hrs merasakan apa yg kamu rasakan Kirana
Manis
aaaaaaaa
gilaaaa
belum ada 12 jam aku udah baca dari bab 1-48.
ceritanya amat sangat bagus dan menarik kakm.
aku sangat sukaa dg karakter wanita nya
yg kuat dan cerdasass😍
𝓢𝓮𝓷𝓲 𝓢𝓮𝓿𝓲𝔂𝓸𝓻𝓾𝓶: makasih kakak😘
total 1 replies
Manis
sedih dan senang menjadi satuu😭
Manis
ketika nyesek dan senang menjadi satu
Manis
aku sangat suka dengan karakter wanita nyaa
kuat dan Ndak bisa tertindass😍
Manis
🤭🤣🤣🤣🤣
Manis
I like Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!