NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kau Siakan

Wanita Yang Kau Siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Demi menepati janji masa lalu, Mahira memilih hidup sederhana dan menjadi istri yang berbakti bagi Ziko, seorang pengusaha sukses di Bandung.

Namun, ketulusan Hira justru dibalas dengan dinginnya sikap Ziko dan hinaan bertubi-tubi dari ibu mertuanya.

Hira kerap dianggap wanita tak berpendidikan yang hanya menjadi beban keluarga. Padahal, di balik layar, koneksi rahasia Hiralah yang membuat bisnis Ziko terus meroket.

​Penderitaan Hira mencapai puncaknya ketika sebuah kesalahpahaman sengaja diciptakan untuk menjebaknya. Saat Ziko terang-terangan melukai harga dirinya demi wanita lain, kesabaran Hira akhirnya habis. Ia memutuskan melangkah pergi dan menyetujui perceraian tanpa meminta harta sepeser pun.

​Kepergian Hira menjadi awal kehancuran dunia Ziko. Rumah yang tadinya hangat berubah menjadi asing, dan rahasia besar di balik sukses bisnisnya perlahan terbongkar. Di sisi lain, Hira bangkit menunjukkan identitas aslinya sebagai wanita berkelas dan berpengaruh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Noda Merah di Gaun Mewah

   ​Suasana pesta di ruang tamu makin hangat seiring malam yang kian larut. Denting gelas dan tawa para tamu berbaur dengan alunan musik instrumental. Bu Rani berkali-kali menyunggingkan senyum lebar, memamerkan gaun ungu mewahnya serta menyapa para kolega bisnis Ziko yang hadir.

   ​Di sudut ruang depan, Clarissa memperhatikan jam tangannya. Senyum tipis terukir di bibirnya saat melihat momen yang ia tunggu-tunggu akhirnya tiba.

   Sementara Ziko sibuk ngobrol serius dengan seorang investor di dekat teras, sementara Bu Rani berdiri agak terpisah di dekat meja prasmanan bersama beberapa kawan wanitanya.

   ​Clarissa melangkah anggun menuju area dapur. Begitu melewati pintu pembatas, senyum ramahnya berganti menjadi tatapan dingin dan penuh intrik.

   ​Di dalam dapur, Mahira sedang merapikan cangkir-cangkir kopi bekas. Daster hijau tipis yang terbalut celemek kusam masih melekat di tubuhnya. Wajahnya datar, tidak memperlihatkan sedikit pun rasa lelah atau berkecil hati.

   ​"Mbak Mahira," panggil Clarissa dengan suara yang sengaja dibuat lembut namun penuh penekanan.

   ​Mahira menghentikan kegiatannya, lalu menoleh pelan. "Ada apa, Clarissa?"

   ​"Itu, sirup kuah buah di meja prasmanan depan sudah mau habis," kata Clarissa seraya menunjuk ke arah ruang tamu. "Tante Rani minta tolong diisi ulang sekarang juga. Kasihan para tamu kalau mau mengambil pencuci mulut tapi mangkuknya kosong."

   ​Mahira memandangi Clarissa lekat. Ia ingat betul instruksi Bu Rani sebelumnya yang melarangnya ke ruang tamu. Namun, Mahira tidak berniat berdebat. Ia mengangguk pelan, lalu mengambil mangkuk kaca berisi sirup buah berwarna merah pekat yang sudah disiapkan di meja dapur.

   ​"Biar aku bantu bukakan pintunya, Mbak," ucap Clarissa penuh perhatian palsu, berjalan mendahului Mahira ke arah pintu penghubung.

   ​Mahira berjalan di belakang Clarissa, membawa mangkuk kaca besar itu dengan kedua tangannya secara hati-hati.

   ​Begitu pintu pembatas dibuka, Clarissa sengaja memperlambat langkahnya di lorong kecil menuju ruang tamu. Saat posisi Bu Rani yang sedang membelakangi mereka berjarak hanya dua langkah, Clarissa mendadak menghentikan jalannya dan sedikit mundur dengan sengaja, memancing benturan kecil dengan Mahira.

   ​Praaaang!

   ​Benturan sengaja itu membuat gerakan Mahira terdorong ke depan. Sirup buah berwarna merah pekat dari mangkuk kaca itu tumpah sepenuhnya, menyiram bagian belakang gaun ungu mahal milik Bu Rani dari pinggang hingga ke bawah. Tidak hanya itu, mangkuk kaca jatuh ke lantai keramik dan pecah berkeping-keping.

   ​"Ya ampun! Mbak Mahira!" teriak Clarissa dengan suara sangat nyaring yang seketika menghentikan seluruh percakapan di ruang tamu.

   ​Bu Rani menjerit kaget saat merasakan cairan dingin dan lengket menjalar di punggung hingga gaun bagian bawahnya. Ketika ia menoleh dan melihat noda merah pekat merusak gaun ungu mewahnya, wajah wanita tua itu seketika merah padam karena murka.

   ​"Gaun saya!" jerit Bu Rani histeris, menatap kain sutranya yang kini kotor berantakan.

   ​Semua mata tamu undangan mendadak tertuju ke arah lorong dapur. Ziko yang mendengar kegaduhan itu langsung bergegas membelah kerumunan tamu dan mendekat dengan wajah tegang.

   ​"Ada apa ini?" bentak Ziko saat melihat ibunya basah kuyup oleh cairan merah dan pecahan kaca berserakan di lantai.

   ​Clarissa langsung menutup mulutnya dengan tangan, memasang raut wajah sangat cemas dan bersalah. "Ziko... maafkan aku. Tadi aku cuma mau bantu Mbak Mahira jalan... Tapi Mbak Mahira sepertinya buru-buru sekali membawa sirupnya, jadi dia menabrak Bu Rani dari belakang...."

   ​"Saya tidak menabrak," sahut Mahira pendek. Suaranya terdengar sangat datar dan tenang di tengah kekacauan itu. "Clarissa yang mendadak mundur di depan pintu."

   ​"Mbak Mahira! Kok malah tuduh aku?" potong Clarissa dengan mata berkaca-kaca, memainkan peran korban dengan sangat sempurna. "Aku kan berdiri di depan Mbak. Mana mungkin aku sengaja mundur kalau tahu Tante Rani ada di dekat situ? Lagipula, dari tadi Mbak Mahira kan memang kelihatan tidak suka karena disuruh-suruh di dapur...."

   ​Tuduhan Clarissa bagaikan minyak yang disiramkan ke atas kobaran api. Bu Rani yang sudah sangat emosional langsung menunjuk-nunjuk wajah Mahira dengan jari gemetar.

   ​"Kurang ajar kamu, Mahira!" teriak Bu Rani tanpa peduli lagi ada puluhan tamu yang menyaksikan. "Kamu sengaja, kan? Kamu iri karena gaun ini dibelikan oleh Clarissa, makanya kamu sengaja menyiramkan sirup ini untuk merusaknya. Kamu mau mempermalukan Saya di depan tamu-tamu?"

   ​Ziko merasa mukanya seperti ditampar di hadapan para kolega bisnisnya. Melihat istrinya berdiri di sana mengenakan daster murah yang kusam dengan celemek kotor, membuat rasa gengsinya terbakar hebat.

   ​"Mahira! Cukup!" bentak Ziko dengan suara keras dan tajam. "Sudah bikin salah, masih mau lempar batu sembunyi tangan dan tuduh Clarissa? Kamu benar-benar tidak punya rasa malu!"

   ​Mahira berdiri diam di tengah kepungan tatapan menghakimi dari para tamu. Bisik-bisik dari para undangan mulai terdengar, menilai betapa tidak pantasnya sosok Mahira berada di rumah mewah itu.

   Namun, di dalam mata Mahira yang jernih, tidak ada riak kepanikan atau ketakutan sedikit pun. Ia memandangi Ziko, Bu Rani, dan Clarissa secara bergantian dengan raut wajah yang datar.

   ​"Aku bicara apa adanya, Mas," ucap Mahira datar, tanpa ada sedikit pun getaran dalam suaranya.

   ​"Diam!" potong Ziko, matanya memerah menahan marah. "Aku sudah muak dengan semua alasanmu! Hari ini kamu benar-benar keterlaluan. Bukan cuma merusak acara Ibu, kamu juga sudah mempermalukan aku di depan semua kolega!"

   ​Bu Rani menangis sesenggukan secara dramatis di samping Clarissa. "Ziko... Ibu tidak mau lihat muka perempuan ini lagi malam ini. Usir dia ke kamar. Dia hanya merusak acara saja!"

   ​Clarissa mengelus bahu Bu Rani seraya menatap Mahira dengan senyuman tipis kemenangan yang sangat samar, senyuman yang hanya bisa ditangkap oleh mata Mahira.

   ​Ziko menunjuk ke arah koridor belakang. "Masuk ke kamarmu sekarang, Mahira! Dan jangan berani keluar sampai semua tamu pulang. Nanti setelah acara selesai, kita selesaikan masalah ini!"

   ​Mahira tidak membalas. Ia tidak berniat memunguti pecahan kaca atau menyapu tumpahan sirup di lantai. Dengan langkah yang tenang, teratur, dan kepala tegak, Mahira membalikkan badannya. Ia melangkah menuju kamar belakang tanpa memperdulikan bisikan-bisikan miring di sekitarnya.

   ​Begitu masuk kamar, pintu itu langsung dikunci.

   ​Mahira berjalan mendekati lemarinya. Ia membuka tumpukan baju, lalu mengeluarkan kotak kayu tempat ia menyimpan handphone lamanya. Ia menyalakan layar ponsel tersebut, lalu menekan nama "Jessi".

   ​Panggilan disambungkan hanya dalam dua kali nada dering.

   ​"Halo, Mahira?" Suara Jessi terdengar di seberang sana.

   ​Mahira menatap lurus ke arah cermin di depannya. Wajahnya yang tenang memantulkan ketetapan hati yang sudah bulat seratus persen. Kesabaran dan toleransinya sebagai seorang istri telah resmi berakhir malam ini.

   ​"Jessi," ucap Mahira dengan nada suara yang sangat datar dan dingin. "Soal proposal investasi Adhi Jaya Perkasa milik Ziko..."

   ​"Iya, Ra? Masih ditahan seperti perintahmu kemarin?" tanya Jessi cepat.

   ​"Tidak usah ditahan lagi," jawab Mahira pelan namun tajam. "Tolak proposalnya sekarang juga. Dan pastikan seluruh anak perusahaan Grand Wijaya Group menutup semua akses kerja sama dengan perusahaan Ziko mulai besok pagi."

   ​Di seberang telepon, Jessi tersenyum puas. "Siap, Ra. Surat penolakan resminya akan terbit besok pagi pukul delapan tepat."

   ​Mahira mematikan sambungan telepon. Ia meletakkan ponselnya kembali ke dalam kotak kayu, lalu duduk santai di tepian kasurnya.

   Di luar sana, Ziko, Bu Rani, dan Clarissa mungkin sedang merasa menang karena berhasil memojokkan dan mengusirnya ke kamar. Namun mereka tidak pernah tahu, saat matahari terbit besok pagi, kehancuran total perusahan yang mereka banggakan akan dimulai dari surat keputusan yang baru saja ia perintahkan.

Mohon dukungannya teman-teman. Mohon doanya juga semoga karya ini lolos bab terbaik... Aamiin....

1
Sri Rahayu
Ziko...Ziko....ini buah dari keserakahan, keegoisan dan ketololan mu Ziko 🤪🤪🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: Oke....
total 1 replies
Sri Rahayu
suka dgn tokoh Mahira...tegas tdk ada ampun utk Ziko /Good//Good//Good/ lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: Mksh byk Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Sri Rahayu
Mahira sdh mulai mengeluarkan taringnya siap mengoyak Ziko, bu Rani dan Clarissa... lanjut Thorr😘😘😘😘😘
Sri Rahayu
berpestalah kalian bertiga Ziko, bu Rani dan Clarissa...merayakan kebangkrutan Ziko 😇😇😇🤪🤪🤪...lanjut Thorf😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘😘😘
Sri Rahayu
lope lope utk Mahira /Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/.... dan vote utk Authorr...ditunggu lanjutan nya😘😘😘😘😘
Nasir: Makasih Kak...
total 1 replies
Sri Rahayu
suka ceritanya Thorr, lanjutin donk kepo ma si Ziko, mama nya n Clarisa setelah proposalnya ditolak....tetap optimis Thorr dan semangat selalu 😘😘😘😘😘
Nasir: Besok ya...
total 1 replies
Ika
luar biasa
Sri Rahayu
kehancuran menunggu mu Ziko 🤪🤪🤪... lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: Besok ya.. m
total 1 replies
EVA OKTASARI
padahal ceritanya bagus lho thor,semangat thor sampai cerita tamat
Nasir: Entahlah Kak... tapi kenyataannya tdk banyak yg tertarik. Sedih sih. Bisa saja saya tamatkan di sini, tapi gak kontrak. Sebab klo dikontrakpun gak dpt apa2 selain dr pembaca. Pdhl udah sy usahakan boom bab, tp msh blm tercapai retensi. Semoga di bab 40 retensi tercapai...
total 1 replies
ㅏㅁㄱㅐㅣㅑㅜ
Lanjut kak Author ceritanya bagus kok sat set juga penyelesaiannya cepat, Tetap Semangat Jangan Pindah ke Tempat lainnya 🙏
Nasir: Makasih ya Kak... 🙏🙏🙏
total 1 replies
ㅏㅁㄱㅐㅣㅑㅜ
Tetap Semangat Melanjutkan ceritanya bagus tidak bertele2 kakak AUTHOR , ditunggu kelanjutannya ya 🙏
Nasir: Makasih Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Sri Rahayu
asyikkk...Mahira uda nyuruh Jessi menolak proposal prshn Ziko...kebangkrutan akan Ziko rasakan bgt jg dgn nenek lampir yg sombong 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: 😄😄😄😄😄😄😄
total 1 replies
Ma Em
lama Thor Mahira keluar dari rumah Ziko , entah maunya Mahira apa msh tinggal dirumah Ziko meskipun selalu dihina dan dijadikan babu tiap hari
Nasir: Sabar ya Bun....
total 1 replies
Ma Em
kenapa sih Mahira msh mau bertahan dirumah Ziko dan rela dihina dan diinjak harga dirinya .
Sri Rahayu
Mahira keren...uda dihina, direndahkan tp tetap tenang...nunggu bom waktu yg akan diledakkan nya 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu: eh salah bukan Ardi tp Ziko...maaf salah sebut nama /Silent/
total 4 replies
Sri Rahayu
jgn tanda tangan proposal dr pershn Ardi...mereka bertiga jahat pd mu Mahira...biarkan saja prshn Ardi kolaps... lanjut Thorr😘😘😘
Ma Em
Mahira sdh terlalu lama kamu menyia nyiakan hdp mu msh juga mau bertahan dgn suami dan mertua yg selalu menghina dan merendahkan mu Mahira untuk apa Mahira bertahan tinggal bersama Ziko , lbh baik segera keluar dari rumah Ziko dan balas semua perbuatan Ziko , Bu Rani juga Clarisa .
Sri Rahayu
Ziko...Ziko dasar lk2 bodoh....bentar.lg kamu akan menikmati kebodohan mu 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
jgn diem aja Mahira...lawan dan hancurkan mereka bertiga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!