NovelToon NovelToon
Dewa Abadi Season 2

Dewa Abadi Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Iblis / Romansa / Fantasi Timur
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Kemenangan gemilang dan gunungan harta yang dibawa pulang oleh Zeng Niu dan "Kelompok Perampok Tersenyum" ke Sekte Angin Merah harus dibayar dengan harga yang menentang surga. Kematian tragis Pangeran Pertama, Di Tian, di Lautan Bintang telah menghancurkan kedamaian Alam Abadi.

Kaisar Langit Di Shitian, penguasa Benua Tengah, terbangun dari meditasinya dengan amarah kosmik. Mesin perang terbesar dan paling menakutkan di Alam Abadi pasukan dewa dari Istana Pusat kini digerakkan dengan satu tujuan pasti: meratakan Sekte Angin Merah dan menghapus seluruh Benua Utara dari peta keberadaan.

Saat kebahagiaan sekte berubah menjadi kengerian massal, Zeng Niu tidak memiliki pilihan selain bersiap menghadapi badai kehancuran yang ia tarik sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: Terobosan Berdarah

Di dunia kultivasi, para manusia fana sering kali memiliki pemahaman yang keliru. Mereka mengira bahwa menelan sebuah pil dewa atau menemukan warisan surgawi akan langsung mengubah seseorang menjadi naga yang membumbung ke langit dalam waktu semalam.

Kenyataannya, jalan menentang surga adalah jalan yang direndam dalam darah dan penderitaan.

Setiap penyerapan energi tingkat tinggi, setiap terobosan ranah, selalu memakan waktu yang tidak sebentar dan membawa risiko kematian yang absolut. Jika seorang kultivator tidak memiliki persiapan yang matang, mental baja, dan wadah yang cukup kuat, energi yang diserap justru akan menjadi racun yang meledakkan Dantian dan menghancurkan jiwa mereka menjadi debu.

Zeng Niu sangat memahami hukum ini.

Di bawah bayang-bayang Jantung Naga Primal yang memfosil, Zeng Niu menatap tetesan cairan keemasan yang menggantung di udara. Itu adalah Sumsum Emas Naga Primal. Sebuah harta yang menyimpan esensi kaisar naga purba. Jika ia langsung menelannya mentah-mentah, jangankan Tulang Perak Asura-nya, bahkan ruang di dalam Lautan Ketiadaan-nya pun akan hancur lebur oleh keliaran Niat Primordial tersebut.

Oleh karena itu, ia membutuhkan sebuah katalis.

Zeng Niu menunduk, menatap Tuan Muda Ao Kuang yang kini tergeletak lemas di lantai tulang. Pemuda dari Klan Naga Banjir itu gemetar hebat, air mata dan keringat dingin bercampur di wajahnya.

"S-Senior... jangan bunuh aku... kumohon..." isak Ao Kuang, harga dirinya telah hancur sepenuhnya.

"Aku tidak akan membunuhmu seketika. Aku hanya butuh sedikit bantuanmu," ucap Zeng Niu dengan senyum algojonya yang khas.

SRAAAT!

Zeng Niu menjentikkan jarinya, menciptakan bilah udara yang menyayat kedua pergelangan tangan dan dada Ao Kuang. Darah naga banjir berwarna biru pekat menyembur keluar, namun sebelum darah itu jatuh ke tanah, Zeng Niu menggunakan Qi-nya untuk mengendalikannya.

Darah Ao Kuang melayang di udara, membentuk sebuah formasi penyaring purba di atas lantai fosil. Formasi ini adalah Array Peleburan Darah, sebuah teknik terlarang yang Zeng Niu dapatkan dari cincin pembunuh Klan Pil Emas.

Setelah formasi darah biru itu terbentuk, Zeng Niu mengulurkan tangannya ke atas.

WUUUUUNG!

Sebuah gaya hisap dari Niat Ketiadaannya menarik satu tetes Sumsum Emas Naga Primal dari celah jantung raksasa tersebut. Tetesan emas itu sangat kecil, hanya sebesar kuku jari, namun saat ia jatuh, ruang di sekitarnya berderak seolah sebuah gunung emas sedang runtuh!

Tetesan sumsum itu jatuh tepat ke tengah formasi darah biru Ao Kuang.

CSSSSSHHHHH!

Seketika, darah naga banjir milik Ao Kuang mendidih dan menguap hebat! Esensi naga yang lebih rendah itu bertindak sebagai penyerap, menyerap keliaran murni dari sumsum tersebut, mengorbankan vitalitasnya sendiri untuk mencairkan kekuatan purba sang Kaisar Naga. Dalam beberapa tarikan napas, darah biru itu berubah warna menjadi cairan merah keemasan yang memancarkan aroma kehidupan kuat.

Ao Kuang yang kehabisan darah esensi hanya bisa menggelepar lemah, tubuhnya dengan cepat mengering layaknya mumi sebelum akhirnya mati dengan mata melotot, menjadi tumbal sempurna bagi jalan kultivasi Sang Algojo.

"Sempurna," bisik Zeng Niu.

Ia duduk bersila di tengah formasi. Tanpa ragu, Zeng Niu membuka mulutnya dan menghirup seluruh cairan sumsum yang telah dilarutkan itu langsung ke dalam tenggorokannya!

BOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOM!

Begitu sumsum itu memasuki tubuhnya, Zeng Niu merasa seolah-olah ia baru saja menelan sebuah matahari hidup!

Kulitnya yang berwarna perak seketika berubah menjadi merah membara. Suhu tubuhnya melonjak hingga jutaan derajat, menguapkan sisa-sisa darah di pelataran tulang.

Di dalam Lautan Kesadarannya, raungan naga primordial meledak! Niat Kaisar Naga yang tersisa di dalam sumsum itu mencoba untuk mengambil alih kesadaran Zeng Niu. Ia mencoba menghapus jiwa manusia yang berani menelan esensinya!

"BERANINYA SEEKOR SEMUT FANA MENODAI DARAHKU?!" suara kuno dan arogan menggema di benak Zeng Niu.

Rasa sakit yang tak terlukiskan melanda setiap jengkal meridiannya. Tulang-tulang peraknya mulai retak. Jika Zeng Niu tidak menggunakan darah Ao Kuang sebagai pelarut sebelumnya, tubuhnya pasti sudah meledak pada detik pertama.

"Tutup mulutmu, kadal mati!" raung Zeng Niu di dalam Lautan Kesadarannya.

Di dalam Dantiannya, Benih Dunia berputar dengan kecepatan gila-gilaan, menggiling kekuatan sumsum itu. Tiga Jiwa Zeng Niu Iblis, Dewa, dan Manusia membuka mata mereka serentak, melepaskan Niat Penindasan kuat untuk melawan kehendak naga tersebut.

Pertarungan internal yang mengerikan ini tidak berlangsung dalam hitungan menit atau jam.

Waktu berlalu tanpa terasa di dalam Bilik Jantung Naga.

Satu minggu. Dua minggu. Satu bulan.

Di pintu masuk bilik raksasa itu, Zhao Ying duduk bersila di atas pilar es yang ia ciptakan. Ia menjaga pintu masuk dengan kesetiaan yang sunyi. Selama sebulan penuh, beberapa kelompok kultivator dan binatang buas purba mencoba masuk karena tertarik oleh fluktuasi Sumsum Emas.

Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang berhasil melewati batas pintu. Puluhan patung es dengan ekspresi ketakutan yang membeku kini menghiasi pintu masuk, menjadi peringatan bisu tentang betapa mematikannya Dewi Es yang sedang menjaga.

Zhao Ying sesekali menoleh ke belakang, menatap Zeng Niu dengan sorot mata khawatir yang disembunyikan rapat-rapat.

Proses terobosan itu luar biasa brutal. Kadang-kadang, pori-pori Zeng Niu memancarkan kabut darah karena meridiannya meledak, sebelum akhirnya dipaksa pulih kembali oleh vitalitas sumsum tersebut. Tulang-tulangnya terdengar patah dan menyambung berulang kali, menciptakan bunyi krak krak yang ngilu setiap harinya.

Inilah rintangan yang harus dibayar untuk sebuah evolusi yang melampaui surga. Penderitaan menguliti diri sendiri dan membangunnya kembali!

Memasuki Bulan Ketiga.

Kehendak naga purba di dalam benak Zeng Niu akhirnya mulai kehabisan tenaga, terkikis habis oleh kesabaran dan kebrutalan Tiga Jiwa Asura. Benih Dunia di Dantiannya telah menyerap esensi terakhir dari sumsum tersebut.

Tiba-tiba, fluktuasi panas dari tubuh Zeng Niu lenyap sepenuhnya.

Suasana di dalam Bilik Jantung Naga menjadi sunyi senyap. Kulit Zeng Niu, yang selama tiga bulan retak dan berdarah, kini mulai mengelupas layaknya kulit ular yang berganti wujud.

KRAAAAK... TING!

Sebuah bunyi dentingan ringan terdengar, sangat jernih, mirip seperti logam dewa yang baru saja dikeluarkan dari tungku tempa surgawi.

Kulit mati Zeng Niu terkelupas sepenuhnya.

Sebuah aura yang membuat ruang di sekitar Bilik Jantung Naga melengkung parah meledak keluar dari tubuhnya!

Zeng Niu perlahan membuka matanya. Petir ungu tidak lagi menari-nari di matanya, melainkan tergantikan oleh kilau emas kegelapan yang kuat.

Ia berdiri. Tidak ada ledakan Qi yang menyilaukan, namun setiap kali ia menarik napas, seluruh energi primordial di dalam bilik itu tersedot ke dalam dadanya.

Otot-otot dan tulangnya tidak lagi memancarkan warna perak. Kini, setiap inci tulang di dalam tubuhnya telah berubah warna menjadi Emas Gelap.

Tulang Emas Asura! Evolusi fisik yang secara teori hanya bisa dicapai oleh ahli tingkat Nirvana, kini berhasil dikondensasi oleh seorang kultivator Soul Transformation Akhir!

Zeng Niu melihat telapak tangannya. Ia tidak menggunakan sedikit pun Qi atau sihir. Ia hanya mengepalkan tangan kanannya dengan kuat.

KRAAAAAAK!

Ruang hampa di udara tempat ia mengepalkan tangan langsung retak seperti cermin yang dipukul palu! Kekuatan fisik murni untuk menghancurkan ruang dimensi!

"Sulit dipercaya," gumam Zeng Niu, suaranya kini terdengar sedikit lebih dalam dan menggema, membawa wibawa yang menekan jiwa. "Penderitaan selama tiga bulan... rasanya seperti berada di dasar Neraka Sembilan Mata Air. Tapi hasil panennya... sungguh membuatku ingin menampar wajah kaisar langit itu sekarang juga."

Zhao Ying melayang turun dari pilar esnya, melangkah mendekat. Ia mengamati perubahan pada diri Zeng Niu. Meski tubuh pemuda itu tidak membesar menjadi raksasa, kepadatan massanya terasa seperti sebuah bintang padat yang berjalan.

"Kau berhasil menelannya," ucap Zhao Ying, senyum tipis lega akhirnya mekar di wajahnya. "Fisikmu saat ini... jika kau kembali beradu pukulan dengan Jenderal Ascendant seperti Xue Yang, kau mungkin hanya butuh satu tamparan untuk meledakkannya."

Zeng Niu tertawa pelan. Ia melingkarkan lengannya yang kokoh ke pinggang Zhao Ying, menarik dewi es itu mendekat.

"Kau menjagaku selama tiga bulan di depan sana. Tanganmu pasti lelah membekukan lalat-lalat yang mencoba masuk," bisik Zeng Niu, mencium kening Zhao Ying dengan lembut.

Zhao Ying sedikit merona, namun tidak menolak pelukan pria itu. "Ini belum seberapa. Ingat, Istana Naga ini hanyalah sebagian dari masalah kita. Para monster tua di luar sana pasti menyadari penipisan energi di bilik ini."

Zeng Niu melepaskan pelukannya, lalu menoleh menatap sisa-sisa Jantung Naga Primal yang kini telah kehilangan cahayanya, berubah menjadi batu kusam seutuhnya.

"Sumsumnya telah habis," ucap Zeng Niu santai. Ia menatap ke arah pintu keluar bilik fosil tersebut, matanya menyala dengan antisipasi pertempuran.

"Selama tiga bulan aku dipukuli dari dalam oleh kehendak naga gila. Sekarang giliranku untuk memukuli orang-orang di luar sana. Ayo, Ying'er. Mari kita lihat, harta apa lagi yang disembunyikan oleh mayat naga raksasa ini sebelum para tetua dari Klan Pil Emas dan Klan Naga Banjir datang mencariku."

1
Abidin Ariawan
kalo dari Utara semut ,, lha putra mu apa🤣,, mosok gajah. udah pikun
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
saniscara_Patriawuha
hancurrrrkannnn sudahhhhhhh...
saniscara_Patriawuha
serapppppppp semuaaaaa.....
saniscara_Patriawuha
gassssdddd keunnnnnnn deuiiiiii...
Rhaka Kelana
harusnya sungkem atau cium tangan sama bapak mertua bukan malah ngajak gelut...ajak ngopi bareng...kena sentil kan..🤣🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
Rinaldi Sigar
lanjut
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
saniscara_Patriawuha
lumayannnnm lahhhh...
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!