Sekuel SUAMIKU BERWAJAH CACAT
Novel ini, menceritakan kisah cinta segitiga. Jadi bijaklah, dalam membaca.
Haris Wilson, anak pertama dari pasangan Henri Wilson, dan Rania Cullen, tidak menyangkah hidupnya akan berakhir menikahi anak dari pelayannya sendiri Bibi Ana.
Apalagi saat itu, Haris Wilson mempunyai seorang kekasih yang begitu dicintainya, yaitu seorang supermodel, bernama Kenny.
Haris menentang keras perjodohan ini, karena
dia sudah mempunyai kekasih, dan yang membuat dia sangat menolak perjodohan ini adalah, anak dari pelayannya itu, adalah seorang gadis cacat.
Tapi Haris tak dapat menolak, karena ayahnya Henri Wilson mengancam, kalau dia tidak menikahi Vivian, maka jabatannya sebagai seorang CEO diperusahaan, akan dicabut.
Karena tidak ingin kehilangan jabatannya, dia menyetujui pernikahan ini, tapi dengan membuat kesepakatan pernikahan kontrak, yang dia buat bersama Vivian.
Tapi itulah cinta bisa tumbuh kapan saja, Harispun tak dapat menolak pesona Vivian, saat mendapati gadis itu sudah bisa berjalan, ditambah lagi dengan kelembutan, dan perhatian dari wanita itu, membuat ia terjebak dengan permainan yang dia ciptakan sendiri, hingga membuat ia harus memilih Vivian, sigadis cacat, atau Kenny wanita yang begitu dicintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 25.Menggoda Haris.
Saat dalam perjalan menuju kediaman Henri Wilson, keheningan terjadi didalam mobil. James melajukan mobilnya, dan sesekali sekretaris tampan itu, menatap pasangan Haris, dan Vivian dari kaca spion mobil.
"Kenapa mereka tidak bermesraan, apakah sekarang Tuan Haris sudah punya malu?!" Bathin James, yang begitu diliputi tanda tanya.
Vivian terus menatap keindahan kota London dimalam hari, melihat gemerlap lampu kota membuatnya senyum-senyum sendiri, dan hal itu membuat Haris tidak suka.
"Pasti dia sebahagia itu, karena akan segera bertemu dengan pangeran Koreanya itu." Bathinya, yang terlihat begitu kesal.
"Apakah lehermu tidak sakit?! menoleh kesamping terus?! dan kenapa kau senyum-senyum sendiri?!" Tanyanya, penasaran.
"Tentu saja aku sangat bahagia Sayang! karena akan bertemu dengan Bibi Ana. Kau tau Sayang, aku begitu merindukannya." Jawabnya, tersenyum.
Langsung tertawa saat mendengar ucapan istrinya, yang mengejutkan James, dan juga Vivian. Hingga membuat mereka berdua menatap heran, lelaki tampan itu.
"Alah..! itu paling juga hanya alasanmu saja?! aku tau, pasti kau sedang merindukan pangeranmu dari Korea itukan?! bukankah kalian tadi baru bertemu?!" Serunya kesal.
"Apakah anda sedang cemburu Tuan?!" Tanya James, sembari tersenyum.
Raut wajahnya berubah pucat, saat mendengar ucapan sekretarisnya itu.
"Cemburu..! buat apa aku cemburu." Jawabnya kesal.
Mendengar ucapan Haris, Vivian hanya tersenyum kecil, dan memutuskan untuk kembali menatap keluar jendela menikmati keindahan malam.
Tiba-tiba saja, terdengar suara telepone yang mengalihkan perhatian mereka.
Haris meraih phonselnya ,dari dalam saku jasnya.
Dan saat menatap layar phonsel, tertera nama kenny disana. Dan diapun memutuskan untuk mengabaikan, hingga suara telepone mati sendiri.
Terdengar suara telepone lagi, dan orang yang sama yang menelponenya, yaitu Kenny.
Dan Haris memutuskan untuk mengangkatnya, karena ia tahu Kenny, pasti akan menghubunginya terus.
Haris: Hallo..!
Kenny: Sayang? kenapa kau tidak mengangkat teleponeku tadi?! apakah kau begitu sibuk hingga telepone kupun kau tidak mengangkatnya, dan pesanku pun kau tidak membalasnya.
Haris: Maafkan aku Kenny?!
Mendengar nama Kenny, Vivian hanya menyunggingkan senyuman kecilnya, yang mewakili suasana hatinya saat ini.
James sedikit kaget, saat mendengar nama Kenny hingga tatapan matanya, sempat sekilas menatap Vivian.
"Kasian Nona Vivian dengan posisi yang dia jalani saat ini, seperti selingkuhan Tuanmuda Haris saja, padahal dia berstatus istri sah dari Tuanmuda." Bathin James, yang begitu iba dengan keadaan Vivian.
Kenny: Bahkan kau memamggilku Kenny, padahal biasanya kau memamggilku dengan sebutan Sayang. Dengan suara, yang terdengar kesal disana.
Haris: Maafkan aku, maksudku Sayang. Jawabnya, berat.
Raut wajahnya semakin terlihat sendu, tapi sebisa mungkin dia tetap tersenyum, dibalik kegundahan hatinya.
James yang melihat itu, sengaja memutar musik dalam mobil dengan sangat keras, agar suara teleponenya tidak terdengar oleh Vivian.
"Hei...James! kenapa kau memutar musiknya dengan sangat keras! apakah kau tidak melihat kalau aku sedang menelpone?!" Seru Hari kesal.
James pura-pura tidak mendengar, hingga membuatnya memutuskan untuk menakhiri teleponenya.
Haris: Kenny! maafkan aku, nanti baru aku menghubungimu lagi. Seru Haris, dengan lang mengakhiri teleponenya.
"Hei James...! apa kau sudah gila?! membuka musiknya keras-keras, dan apakah kau lupa?!kalau kita sedang dijalan."
"Maafkan saya Tuan, saya hanya sedang senang saja." Jawabnya, berbohong.
Vivian yang sudah mengerti kenapa James melakukan itu, hanya tersenyum.
"Ternyata dia tidak seburuk yang aku kira."
Mobil terus melaju, ditengah keramaian lalulintas dimalam hari.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh menit, tibalah mereka dikediaman Henri Wilson.
Dari jauh Herry menangkap sosok Vivian, yang baru saja datang.
Senyuman langsung terukir diwajah tampan itu, saat melihat kedatangan Vivian, wanita yang sudah dianggap adiknya itu.
"Vivian." Gumamnya, dengan langsung berjalan menghampiri Vivian yang datang bersama Haris, dan juga James.
Hai Vivian, bagaimana kabarmu?! Sapanya, dengan ingin memeluk Vivian, tapi Haris menghadangnya, dengan badannya.
"Hei..! siapa yang mengijinkanmu untuk memeluknya?! apakah kau lupa?! kalau sekarang dia adalah istriku, berarti dia adalah Kakak iparmu."
Herry hanya tersenyum kecil, saat mendengar ucapan kakak laki-lakinya.
"Ayolah Kak! kaupun tau, bagaimana kedekatan aku dan Vivian, aku menganggapnya sudah seperti saudariku sendiri."
"Tapi aku tidak mengijinkan kau memeluknya." Jawabnya, dengan raut wajah yang terlihat kesal.
"Apakah Tuan sedang cemburu?!" Celah James tiba-tiba.
"Hei siapa yang mengijinkanmu bicara hah...!! dan buat apa a..aku cemburu." Jawabnya, gugup.
"Kalau kau tidak cemburu, ijinkan aku untuk memeluknya." Jawab Haris, dengan langsung memeluk Vivian, tanpa minta persetujuan kakaknya.
"Heii...siapa yang mengijinkanmu untuk memeluknya?!" Serunya, kesal.
"Bukankah kau tidak cemburu? jadi kau tidak perlu marah." Jawab Herry dengan melepaskan pelukannya.
"Bagaimana kabarmu? kau tau, aku sangat merindukanmu."
"Aku juga rindu padamu Tuan Herri."
Tersenyum, menatap gadis itu.
"Selamanya, kau akan jadi adikku."
"Mereka semua membuatku muak." Bathinya, kesal.
Saat sedang sibuk dengan perbincangan mereka, mereka dikejutkan dengan kedatangan Riana.
"Hallo Kakak, haloo Kakak ipar." Sapa Riana, tersenyum.
"Hallo." Jawab Haris ketus.
"Hallo..!" Sapa Vivian, ramah.
Menatap kesal saudara laki-lakinya itu.
"Kakak, kenapa wajahmu selalu jutek begitu? sebenarnya kau harus bahagia.
Oh iya kakak iparku? bagaimana malam pertama kalian? pasti sangat seru bukan?! pasti kakakku ini, membuat kau tidak berdaya, karena kaupun tau Kakaku ini sudah sangat hebat diatas ranjang, dan kau pun tau itu, kalau dia sudah sangat berpengalaman." Seru Riana tersenyum.
"Riana, apa yang kau bicarakan?! kenapa kau tegah membongkar aib dari kakak kita." Timpal Herry, dengan tersenyum.
Mereka semua yang berada disitu, hanya tersenyum saat mendengar ucapan Herry, dan juga Riana yang sedang mengejek Kakaknya.
"Kalian semua, sangat menyebalkan." Serunya, dengan berlalu begitu saja meninggalkan mereka.
aasyeiikk ... bakal makin posesif aja bos nya si james 😁👍🏻
bisaan ni author pilih visual nya
posesif tanda cinta .. ouw ouw oooo
sudah jelas vivian berstatus kan istri "sah"
kenny dasaarrr
gemesss gau thor aaaaa mantaff👍🏻🤣