Cerita ini Menceritakan tentang Perjalanan Hidup dan cinta gadis muda.
Dahulu dia adalah Seorang Gadis yang Ceria, Manja dan Dia juga Terlahir dari Keluarga Pengusaha.
Semenjak Ayahnya pergi Kehidupannya mulai tersiksa, Hari-harinya penuh Siksaan dan Cacian.
Awal mula kehidupan baru terjadi, Dia Di pertemukan dengan Seorang Pengusaha, di pertemukan di tempat dan waktu yang salah.
Pertemuan mereka begitu pahit, Namun akan kah berbuah manis pada akhirnya?
Ikuti Cerita ini ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GIRL MEY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKU BUKAN PACARMU LAGI
Arjuna turun terlebih dahulu, kemudian berjalan mengitari mobil, Dia membukakan pintu untuk Alika.
"Silahkan tuan putriku!" seulas senyuman mengembang di wajah Arjuna.
"Terimaksih pangeranku!" ucap Alika sambil terkekeh.
"Kamu begitu pandai membuatku tertawa." ucap Arjuna, berjalan sambil menggandeng tangang Alika.
"Apa yang ingin kamu cari di tempat ini Sayang?" tanya Arjuna sambil berkedip.
"Entah lah," jawab Alika, mengebakan bahu, berjalan sambil melihat Arjuna.
"Kalau tidak ada tujuan, Mengapa harus kesini sayang?" tanya Arjuna sambil menatap Alika kembali.
Mendengus " Menyebalkan!"
"Mau apa lagi? kalau bukan mau berbelanja sayang!" berdecak kesal.
Melihat tingkah Alika yang mulai kesal Arjuna malah tersenyum tidak jelas, Baru kali ini dia mulai melihat tingkah cerewet Alika yang super duper.
"Kenapa kamu tersenyum terus?"
"Jangan tebarkan senyum mu di tempat ini, di sini banyak wanita." nada yang penuh penekanan.
"Aku tidak suka itu." gerutunnya ringan.
"Kamu cemburu?" tanya Arjuna
Arjuna terkekeh, Karena ini baru pertama kali Alika cemburu tidak jelas kepada diri nya.
"Kamu tenang saja Sayang,"
"Aku tidak akan macam-macam."
"Menurutku satu macam saja sudah ribet apa lagi banyak?" ucap Arjuna melirik Alika.
"Kamu lagi meledek aku?" tanya Alika.
Dia berjalan sendiri setelah melepaskan pegangan tangannya.
"Tidak Sayang." Jawab Arjuna.
Dia melihat kalau Alika sudah mulai marah.
"Kamu itu adalah hal yang paling berharga dalam hidup ku,"
"Jadi mana mungkin aku berani melirik yang lain." tutur Arjuna sambil berjalan cepat, agar bisa menyeimbangkan langkah nya kembali dengan Alika.
Di dalam Mini market, Alika tampak Asik sedang memilih beberapa cemilan ringan, Alika di ikuti Arjuna dari samping.
Banyak sekali para wanita yang melirik Arjuna rasa kagum yang begitu menyenangkan hati.
Arjuna yang melihat mereka cepat-cepat merangkul pinggang Alika agar mereka tau kalau dia sudah menjadi milik orang lain.
"Wah.. Tampan sekali dia."
"Laki-laki idaman bangat itu!"
"Ingin sekali aku mendekati dia, tapi dia sudah menjadi milik orang lain."
"Pakaian formal di tambah tubuh yang tinggi membuat dia begitu terlihat sempurna."
"Aku penasaran dengan dada bidangnya,"
"Apa kah dada nya ada kotak-kota?"
"Kalian semua sangat aneh!" cletus kesal seseorang yang melewati kerumunan mereka.
Seperti itu lah pertanyaan dan rasa kagum para pembeli di mini market.
Alika terkejut, kelakuan Arjuna di tempat umum membuat diri nya malu.
"Sayang apa yang kamu lakukan?" tanya Alika.
"Tenang lah,"
"Kamu tidak dengar apa kata mereka?" bertanya balik, Alika malah tersenyum, dia mendengar dengan jelas yang di bicarakan para wanita itu.
"Pasti kamu sangat bangga bukan?" goda Alika.
"Tentu saja! Apa kata mereka itu semua benar." jawab Arjuna dengan bangga sambil mengelus kepala Alika, mendengar jawaban Arjuna, Alika mencubit perut Arjuna.
"Aww... Sakit sayang." ucap Arjuna sambil mengelus perut yang di cubit Alika.
"Bodoh." cletus Alika.
Mereka membuat pertengkaran manja di tempat umum. Selesai memilih beberapa cemilan Arjuna lansung berjalan ke arah meja kasir untuk membayar makanan yang sudah di pilih Alika.
"Sayang aku mau ke toilet." bisik Alika di depan meja kasir yang lagi sedang mengantri.
"Pergi lah," ucap Arjuna.
"Apa perlu aku temanin?" tanya Arjuna menawarkan diri, dengan cepat Alika menggeleng kepala.
"Aku akan mengantri disini,"
"Kamu pergi saja, tapi jaga diri baik-baik jangan sampai terjadi apa-apa." perintah Arjuna.
"Setelah siap, kamu tunggu aku di dalam mobil saja." lanjut Arjuna.
"Iya kak." ucap Alika kemudian meninggalkan Arjuna di depan meja kasir. Dia berjalan menuju ke toilet.
Berapa menit kemudian Alika keluar dari dalam toilet, Alika berjalan menuju parkiran di mana mobil mereka berada, seperti yang di suruh Arjuna dia menunggu nya di dalam mobil.
Ketika berjalan menuju ke arah mobil, tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan Alika, Alika sempat kaget.
"Faris." ucap Alika kaget.
"Mau apa kamu?" tanya Alika kesal.
"Lepasan tangan gue sekarang juga!" perintah Alika.
"Aku tidak suka tangan kotor mu menyentuk kulit ku." lanjut Alika.
"Kenapa kamu begitu kasar sayang?" tanya Faris sembil memperlihatkan senyuman nya.
"Apa kamu tidak merindukan ku lagi?"
"Aku ini pacar mu,"
"Orang yang paling kamu sayang,"
"Apa kamu ingat kalau kamu sangat menyayangi aku lebih dari apapun?" mengangkat alis nya ke atas.
Mendengar ucapan Faris, Alika melamun dia tidak menghiraukan perkataan Faris.
"Hy Fasya," sapa Faris karna Alika cuma diam saja, dia berjalan mendekati Alika, dia berniat ingin mencium Alika dengan cepat Alika mendorong tubuh Faris agar menjauh dari nya.
"Apaan lo? berdecak kesal.
"Gue bukan Fasya dan gue juga bukan pacar lo lagi,"
"Apa kau ingat apa yang telah kau lakukan?" tanya Alika dengan mata membelotok.
"Jadi berhentilah mengganggu hidup ku lagi." ucap Alika dengan mata mulai berkaca-kaca namun dia berusaha menahan tangis nya agar tidak pecah.
"Kamu cuma salah paham,"
"Aku tidak ada hubungan lagi dengan kakak mu itu." ucap Faris yang mulai ke pancing dengan perkataan Alika.
"Aku ini mencintai mu," ucap Faris berusaha meyakinkan Alika.
"Omong kosong apa lagi yang ingin kau buat?"
"Sudah jelas di mata ku kamu sedang melakukan itu, Jadi mulai sekarang berhentilah berharap agar aku menerima mu lagi." teriak Alika.
"Sudah berapa banyak wanita yang kau bodohi dengan kata-kata murahan mu itu?"
"Aku sudah menyesal mengenal laki-laki bodoh dan bajingan seperti kamu."
"Kau sama saja dengan mereka,"
"Cuma sama-sama mengincar harta papa ku, sekarang aku tidak punya itu lagi, kenapa kau masih mengganggu hidupku?"
"Lebih baik kau pergi sekarang juga atau aku akan menteriaki mu." ancam Alika, namun Faris tidak merasa takut.
Dia semakin gram mendengar kata-kata kasar yang terucap dari mulut Alika, Dia menarik paksa tangan Alika agar mau mengikuti nya.
"Lepasin tangan gue!" teriak Alika, Semua orang yang ada di parkiran melihat ke arah mereka.
"Kenapa kalian semua melihat kita? jangan ikut campur urusanku dengan dia." ucap Faris dengan nada meninggi.
Kini air mata Alika tidak bisa di tahan lagi, Rasa sakit hati dan rasa sakit di tanggan membuat dia untuk mengingat hal itu kembali.
"Mau apa kamu? Lepasing tangang ku,"
"kau menyakiti aku." ucap Alika dengan suara isak tangis.
"Kalau kau tidak mau aku menyakitimu,"
"Sekarang juga ikut dengan ku!" perintah Faris sambil menarik Alika agar mau masuk ke dalam mobil bersama dia.
"TIDAK!"
"SAMPAI KAPAN PUN AKU TIDAK AKAN MAU MENGIKUTI KAMU." teriak Alika.
Dari arah jauh ada seseorang yang melihat Alika di seret paksa oleh orang yang tidak dikenal.
Dia berlari cepat mendekati orang itu, dengan cepat ia menendang bagian samping pinggang laki-laki.
Sehingga kuat nya tendangan yang dia berikan, dia berhasil membuat laki-laki itu melepaskan tangan Alika dan dia jatuh tersungkur ke tanah.
deg2an jg bc y selamat dr kucing garong mlh masuk kandang buaya, mudah2an si buaya mau bertanggungjawab kpdmu