Sebelah tangan Inara yang hendak membuka pintu tiba - tiba saja langsung terhenti dan melayang di udara. Ketika ia tak sengaja mendengar pembicaraan Brian dengan Melisa - mertuanya.
" Aku akan menikahi Anita ma.."
" Apa maksud kamu Brian? Kamu itu sudah menikah dengan Inara. Kenapa kamu malah ingin menikah dengan wanita tak tahu diri itu."
" Maaf ma. Aku harus segera menikahi Anita. Saat ini dia telah mengandung anaku. Yang berarti penerus dari keluarga Atmaja."
Kedua mata Melisa langsung terbelalak lebar.
Begitu pula dengan kedua mata Inara yang sedari tadi tak sengaja menguping pembicaraan rahasia dari kedua orang yang ada di dalam ruangan sana.
Perih , sakit , dan sesak langsung menyelimuti hati Inara.
Wanita berkulit putih itu tak menyangka. Jika selama ini pria yang selalu ia cintai dan sayangi sepenuh hati . Malah menorehkan luka sebesar ini pada hatinya yang rapuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Plak.
Suara tamparan keras menggema di seluruh ruangan. Hingga wajah Brian kini jadi tertoleh ke belakang.
" Kurang ajar. Berani sekali kau mengkhianati cucuku " teriak Yohan dengan amarah memuncak di dalam jiwa.
Sebagai orang yang sangat menyayangi Inara. Sangat wajar pria tua itu marah.
Ia benar - benar tak menyangka. Jika sosok lelaki muda berkelas seperti Brian akan mampu melakukan perilaku rendahan seperti berselingkuh di belakang Inara.
Bahkan lebih gilanya lagi, selingkuhannya itu saat ini dalam keadaan hamil.
Dan peristiwa ini tentu saja berhasil mencoreng nama baik keluarga besar Revelton dan Atalaric yang tengah terjaga dengan dengan baik selama ini , hingga jadj tercoreng secara bersamaan hanya karena cinta bodoh yang Brian miliki kepada Anita.
Sementara di sisi lain . Melisa dan Zadith hanya terlihat diam saja. Ketika menyaksikan dengan kedua mata kepala mereka sendiri jika Brian di tampar sekeras itu oleh Yohan.
Bagaimana pun ini murni adalah kesalahan putra mereka. Dan menurut mereka, Brian memang pantas mendapatkan tamparan keras itu.
Bahkan bila perlu. Mereka ingin kakek Yohan menampar Brian berulang kali.
Dengan harapan agar pria itu lekas sadar. Bahwa apa yang ia lakukan selama ini merupakan tindakan yang bodoh bahkan bisa menyebabkan kehancuran bagi Brian sendiri nanti.
" Maafkan aku kakek Yohan. Aku tahu aku salah."
" Maaf kau bilang. Mudah sekali kau mengatakan maaf setelah kau melakukan perbuatan keji seperti itu kepada cucuku. Apa sebenarnya yang kurang dari Inara hah!? Sampai kau tega mengkhianatinya seperti ini." Yohan berteriak kencang.
Rasanya ingin sekali ia melayangkan seratus tamparan di wajah tampan milik pria itu. Bahkan bila perlu, Yohan ingin menampar wajah Brian hingga wajah tampan pria itu menjadi rusak . Sampai tak ada yang mau mendekati Brian lagi.
Namun hal gila itu tentu saja tak akan mungkin Yohan lakukan. Mengingat ia masih memiliki sedikit hati nurani dan pikiran waras , untuk tak membuat orang berakhir cacat atau membunuh orang dengan menggunakan kedua tangannya sendiri.
" Katakan padaku Brian. Kenapa kau hanya diam saja hah!? Apa yang kurang dari Inara hingga kau mengkhianati cucuku seperti ini? "
Kembali Brian termenung.
Tenggorokan pria itu tercekat dengan rasa bingung yang juga turut tercampur aduk di dalam jiwa.
Jika semakin di pikir ulang. Inara benar - benar terlihat hampir tak ⁴memiliki kekurangan sama sekali.
Ia wanita yang cantik, baik, pengertian, pintar dan bahkan banyak kelebihan lainnya yang pasti akan membuat para pria yang berhasil menjadikan Inara pendamping hidup merasa sangat bersyukur karena memilikinya.
Tapi apa?
Kenapa ia bisa menduakan Inara, padahal Inara begitu banyak memiliki kelebihan?
Hati Brian bertanya - tanya.
Jujur saja, Brian juga tak bisa mengerti. Kenapa ia bisa menduakan Inara. Padahal wanita itu sudah melepaskannya dari rasa malu karena telah berbaik hati menjadi pengantin pengganti di acara pernikahannya dulu dengan Anita.
Satu kata yang tak sengaja terbersit di dalam benak Brian.
Bodoh..
Ya.. satu kata itulah yang saat ini tengah ia berikan pada dirinya sendiri.
Karena telah mengkhianati Inara dan malah memilih kembali pada Anita yang dulu pernah meninggalkannya hanya demi mengejar cita - cita.
Namun sebagai pria egois dan memiliki harga diri tinggi. Tentu saja ia menampik semua pemikirannya itu.
Dan tetap memihak pada Anita, yang saat ini tengah dalam kondisi mengandung anaknya.
" Aku tak pernah bisa mencintainya kakek Yohan."
" A..apa yang kau katakan barusan? " tanya Yohan dengan tatapan tak percaya ke arah Brian.
Padahal ia melihat dengan mata kepalanya sendiri jika Inara bersusah payah belajar semua hal yang tak pernah gadis itu lakukan hanya untuk menyenangkan hati Brian.
Namun sial, dengan entengnya. Pria yang telah berhasil menjadi suami dari cucunya itu , malah dengan enteng berkata jika ia tak pernah mencintai Inara.
Apakah pria itu sudah bosan hidup?
" Maafkan aku kakek Yohan. Mungkin ucapanku akan banyak membuatmu kecewa. Selama aku menikah dengan Inara. Aku tak pernah sekali pun bisa mencintainya. Mungkin semua orang melihat Inara sebagai sosok istri sempurna. Tapi tidak denganku. Aku hanya melihatnya sebagai wanita biasa yang melayaniku. Tidak lebih dari itu. Jadi aku mohon, jangan paksa aku untuk mencintai Inara. Karena hal itu benar - benar mustahil untuk terjadi. Tapi jika dia mau di madu dengan Anita. Aku tidak masalah. Anggap saja ini sebagai bentuk penghormatanku kepadanya, karena telah berjasa melayaniku selama ini dengan sangat baik."
Yang bener Naura atau Inara Thoor
ok kita lihat sebadast apa kau Ra