NovelToon NovelToon
BASTIAN

BASTIAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: karmela

Bastian, gak sebaik dan gak sesempurna yang kalian kira guys. Lihat kisahnya disini, dimana dia hanya menyewa seorang wanita, hanya untuk memenuhi keinginan sang mama, untuk memberikannya cucu.

Tara, terpaksa mau untuk menolong keluarganya, hal yang makin membuat bastian benci sekaligus mulai sayang padanya, tapi bastian terlalu bodoh dan gensi untuk mengakuinya.

Bagamana kisah bastian.
Masih pada inget sosok bastian gak?
udah pernah saya post, satu part, mau dilanjutkan di buku baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25 - PAGI DI RUMAH IBU

"Bas, dari sore belum bangun Tara?"

Hari ini adalah pagi pertama bagi bastian di rumah ibu mertuanya. Sejak Tara tertidur dia belum juga bangun. Bastian bahkan sudah selesai mandi.

"Iya bu, belum bangun. Capek banget apa ya." Bastian pikir seperti itu.

"Bangun bas, coba. Kebo banget itu anak kalau udah ketemu kasurnya." Kata ibu memerintah bastian. "Ibu sama bapak tunggu ya buat sarapan."

"Iya bu."

Ibu kembali dengan kesibukannya menyiapkan sarapan sementara Bastian kembali ke kamar, kamar mandi di rumah mereka tak seperti di rumah bastian, satu kamar mandi, untuk bergantian dan diluar kamar. Bastian masuk ke kamarnya tara. Tara masih tidur disana, dengan selimut yang masih menutupi tubuhnya.

"Sayang gak mau bangun?" bisik bastian duduk disamping tara. Tara hanya bergerak sedikit, tapi matanya masih juga terpenjam.

"bentar..." kata tara dengan mata yang masih tertutup. Tara malah memeluk pinggang bastian yang duduk disampingnya.

"Ta, bangun. Gak mau makan, dari kemaren belum makan, tidur mulu. Gak kasian sama adeknya."

"Gak jadi bangun, panggilnta tara lagi."

Bastian tertawa mendengarnya, "iya sayang, ayo bangun. Mandi, sarapan dulu, udah ditunggu ibu sama bapak buat sarapan."

Tara bergegas bangun, sudah sampai, di rumahnya, makannya kasurnya gak asing sampai males bangun. Tara langsung ke kamar mandi untuk mandi. Bastian membangu bapak buka warung.

"Bas, gak sarapan dulu aja? ini kerjaan bapak, udah sana sarapan dulu." kata bapak dengan bastian yang membantu buka warung.

"Nanti biar sama-sama, biar lebih enak pak."

Bapak mertua bastian pun menyerah berdebat dengan menantunya itu. Bahkan bastian membantu bapak untuk melayani beberapa pelanggan.

"Pak, siapa? pelayan baru?" tanya seorang pembeli wanita pada bapak, janda muda di kampung, yang jadi rebutan mata bapak-bapak kampung itu.

"Ganteng, boleh kenalan gak?" centilnya mbak janda keluar. Dia mengulurkan tangan pada bastian.

***

"Ta, baru bangun. Ya ampun kamu tidur kebo banget sih kalau di rumah, kalau di rumah mertua kamu kebo juga gak? malu-maluin kalau gitu."

Tara baru keluar kamar mandi, sudah mengganti bajunya dengan baju rumahan, yang masih utuh, bersih dan ada di lemari kamarnya.

"ibu, gitu banget. Badan tara capek bu, enak aja rebahan, dikasur tara lagi, kangen kasur tara tau."

Tara membantu ibu menyiapkan sarapan, hanya membawa beberapa menu manakan yang sudah ibu masak, yang sudah ibu tata dipiring, tinggal ditata dimeja makan, meja makan berpesi yang ukurannya gak seperapa dibandingkan dengan meja makan di rumah bastian.

"Ta, bahagia ya sama bastian." Kata ibu mengusap kepala tiba-tiba.

"Ibu kenapa? tara bahagia lah sama mas tian, tara baghkan lagi.."

"Mengandung anaknya kan." sambung ibu memotong ucapan tara, tara mengangguk. Pasti Bastian yang sudah memberitahu semuanya.

"Bahagia aja, hidup bahagia ya selamanya." Kata ibu lagi, tara merasa ada yang beda sama ibu, mungkin sedikit sedih, karena baru melihat tara, tara langsung memeluknya.

"Panggil suami kamu sana buat sarapan." Kata ibu. Tara langsung melepaskan pelukannya.

"Ibu, mas tian sama bapak emang dimana?" tanya tara, yang belum tau kalau ada warung di samping rumahnya, warungnya mungkin baru jadi sebulan ini, bastian sengaja gak bilang ke tara mau bantu bikin warung buat usaha orang tuanya, karena awalnya gensi ke tara, gensi ke mamanya juga.

"Warung ta. Samping rumah." kata ibu memberitahu.

"Warung siapa bu?" tanya tara,

"Ihh.. anaknya sendiri malah gak tau, mantunya malah yang tau segalanya. Kamu gimana jadi anak ta. Bastian kan bikinin ibu sama bapak warung sembako, mini market mini di kampung, buat usaha kita katanya, dia gak bilang sama kamu." Tara geleng-geleng dengan penjelasan ibu. Tara gak sabar ketemu bastian, dan tanya kenapa? kenapa dia sebaik itu?

"Tara ke warung dulu ya bu."

Tara ke warung samping rumah, karena ketika datang pun dia tertidur, tara gak lihat ada warung baru disamping rumahnya. Tara melihat bapak dan suaminya sedang melayani pelanggan dan sama mbak jandi kampung.

"Kenalin saya ica marica hei hei janda paling bahagia di kampung yang lagi cari pasangan." si centil ica janda mengulurkan tangannya pada bastian. Cassingnya cantik, usia 40 tahun. Tapi Bastian bisa melihat dalam sekejap. Kalau cewek cantik didepannya itu bukan cewek.

Bapak yang udah kenal dekat dengan Ica, kalau lagi jadi cewek namanya ica, kalau lagi jadi cowok namanya Yanto. Geleng-geleng kepala aja, tapi dia emang cantik.

"Operasi dua gunung berapa itu mbak, mas?" tanya bastian pada Ica.

"Ketahuannn... 80 juta ini, mahal." Ica menarik uluran tangannya dan membenarkan dua gunungnya.

Tara hanya tertawa melihat itu. Tara langsung mendekati suaminya dan merangkul lengan Bastian. Ica yang melihatnya kaget.

"Ta, kok main rangkul calon gebetan aku sih." katanya dengan logat khas cowok ke cewekan.

"Tante mau pengan tangannya juga, nihh. Keker loh tante, kesukaan tante kan, saya sering liat masnya olahraga, di rumahnya banyak banget peralatan olahraga." Bastian langsung melotot pada tara, enak aja tangannya mau dikasih si mbak jadi-jadian buat dipegang. Gak ada.

"Mau lah, ta. Siapa sih yang gak mau, maco." Tante ica langsung tangannya mendekati bastian, untuk mencari bagian yang paling dia suka dari cowok yang suka olahraga. Dada bidangnya.

"Uwow. Dari kaos polosnya aja ta, udah kebayang." kata tante ica melotot menatap dada bastian. Bastian yang geli, langsung diri dibelakang tara, menjadikan tara tamengnya.

"Hihii... jangan tante, ini suami tara. Tante cari yang lain aja, yang masih single." Kata tara yang pada akhirnya mengaku.

"Ouh. Gak bilang dari tadi, sia-sia deh tenaga tante buat godain. Tante juga sukanya yang single loh Ta." Tante ica mengambil satu minuman dingin dan meminumnya.

"Iya tara tau, makannya tara bilang."

"Iya lah, ngapain jadi pelakor, sayang harga diri."

Bastian takjub dengan pendirian wanita jadi-jadian didepannya. Tara melirik tante ica, tanpa mengatakan apapun dan meminta tante ica untuk menggoda suaminya dikit, pasti lucu. Tante ica yang tau maksud Tara langsung, tangannya dengan cepat mencolek wajah tampan bastian yang bersembunyi dibelakang tara.

"Ahhh... hihh..." Bastian teriak, geli, takut, kaget. Tante ica langsung pergi.

"Ta, nanti tante kasih tau bayu ya kamu udah pulang. Nanyain kamu terus tuh, suka main kesini katanya, tapi selalu kamunya gak ada. Orang udah ada suami," tante kinta mau colek lagi, bastian langsung tarik tara, buat jadi penghalangnya. Tara aja sampek kaget, ditarik sana sini sama bastian, suruh geserlah.

"Iya tante, suruh main aja kesini. Tara tunggu." Kata tara pada tante ica yang akhirnya pamit pulang. Bastian lega bukan main tante ica udah pergi. Ini kali pertama bastian deket sama mahluk begituan.

"Ta, kok ada sih kayak gitu disini. Kamu akrab lagi sama dia. Ihh... geli tau gak." bastian langsung mengadu pada tara, badannya masih merindinh disentuh tante ica. Tara cuma ketawa.

"yuk, sarapan dulu." karyawan yang jaga toko bapak udah dateng, jadi mereka bisa makan. Bapak masuk kedalam.

"Jangan gitu mas, tante ica kan juga manusia. Besok-besok jangan gitu ya,"

"ya tapi geli, ta."

"Ya tapi biasa aja. Tante ica baik kok, dia juga besarin anaknya sendiri. Dia itu wanita tangguh."

"Cowok ta." sanggah bastian.

"Tante," tara iseng, dia panggil tante, bastian langsung lari masuk. Padahal tante yang lain, yang mau belanja di Warung. Tara tak henti ketawa melihat bastian seperti itu.

-

Hahahaha jail ih tara.

cuma pemanis

Bastian versi saya.

ketika tante ica liat lengen keker bastian yang pakai kaso tanpa lengan. Uwow banget lah mata si tante.

1
risna wati
Awalnya tertarik tapi setelah melihat bnyak typo jdi malas bacanya
Bangun Fitriadi
stop baca
Elda Juliana
kurang hot
Devi Sihotang Sihotang
haha..haha... lucu part ini
Tara
Maniez, Kalo bisa minta foto shirtless kak.. Tapi jangan yg duduk Kaya princess gitu, jadi ilang machonya🤭😱🤯🙈
Tara
Omg.. Guanteng Buanget.. Lope lope dach💕🤭😘
Tara
Keren.. 👍
Alyn Aziz
hadduuh...kok susah ya bacanya..
belibet..
krn sepasinya trlalu panjaang kadang bikin gk nyambung jadinya
🌻Ruby Kejora
Hai Kak salam kenal sukses yang semangat buat kakak😊💪💪
Yanti Natalia
lucu anak sm ibu kok dipanggil om dan tanta, aneh
re
Mulai
choi yongah
sukses selalu

💪💪💪💪💪

🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Jilioni MD: terimakasih 🙏
total 3 replies
choi yongah
amin ud tamat
sukses selalu thor suka banget ceritanya
ditunggu cerita selanjutnya
semangat
💪💪💪💪💪💪
Heny Ekawati
perlu dikoreksi lagi
🌻Ruby Kejora: Apanya yg di koreksi kak
total 1 replies
Heny Ekawati
masih nyimak blm mengerti alurx
Rizky Aidhil Adha
lngsung suegeerr eeh Thor,liat visualx Bastian😍😍
Rizky Aidhil Adha
hayyuuuuk jaaahh Tian😉😘😘
Rizky Aidhil Adha
dunia milik brdua,yg lainx ngontrak 😏😀
Ingrid Patty Karyadi
thor..coba jangan terus2an ngambek..bosan
chipa'm
sabrina koq panggilnya om sih kan sepupu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!