Igrisia Devalona Bharata terlahir dari darah campuran dewa dan peri, hingga memiliki kekuatan dasyat dan di akui sebagai dewi alam. Namun kekuatan itu membuat para dewa merasa takut, hingga membuatnya jatuh ke dunia manusia dan kehilangan segalanya. Tekad dendam yang membara membuatnya bangkit mencari pecahan kristal jiwa, yang kini dimiliki oleh para pangeran di tiap kerajaan. Perjuangan panjang membuatnya berhasil mencapai tujuan. Namun perasaan yang terjalin dan kontak fisik yang terus terjadi membuatnya bimbang, haruskah dia membalas dendam atau tinggal di bumi dan hidup bahagia bersama pangeran yang dicintainya. Persaingan cinta pun tak terelakkan membuat igris harus mengambil keputusan di saat yang paling krusial.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gelang pusaka
"Tidak akan terjadi hal seperti itu! Selama kontrak darah masih berlaku, dewi tidak akan tidur panjang. Karena darah kami terikat, selama pasangan nya masih hidup maka dia akan tetap selamat." Jawab Zean sambil terus mendekap Igris dan mengecup dahinya.
"Syukurlah jika memang seperti itu," ucap Ana merasa lega.
"Zean, bawa Istrimu ini ke aula leluhur kita. Seperyunya pusaka dewa tanah akan mendapatkan kembali pemiliknya."ucap raja Ornebic.
"Baik!" sahut pangeran harimau itu.
Zean lalu menggendong igris dan berjalan menuju istana. Selama perjalanan rombongan raja benar-benar di buat takjub. Seluruh keadaan kerajaan berubah drastis. Tanah yang semula tandus dan kering kini menghijau secara alami. Segala jenis tumbuhan hidup subur membentang luas sejauh mata memandang menjadi padang rumput yang hijau. Genangan air sungai kembali mengisi retakan tanah yang semula kering lalu membentuk aliran panjang seperti sungai, tampak ikan-ikan kecil berenang memenuhi aliran sungai tersebut.
Kerajaan Ornebic juga menjadi sangat teduh, karena langit mereka tertutup oleh lebatnya daun dari pohon suci yang menjulang tinggi menembus langit. Cahaya matahari yang menyinari kerajaan itu tak terasa terik seperti sebelumnya. Udara yang berhembus terasa damai membawa ketenangan jiwa.
Zean terharu melihat suana kerajaan nya yang membaik, ia mengalihkan pandangan nya ke wajah sang kekasih yang terkulai lemah dalam pelukannya itu.
"Terimakasih... Terimakasih dewiku, kau telah menyelamatkan penduduk Ornebic. " Gumamnya penuh haru.
Para penduduk yang turut menyaksikan perlahan menepi dan memberi jalan untuk rombongan. Mereka berbaris dan membungkukan badan memberi penghormatan pada sang dewi yang saat ini tak tau sama sekali apa yang terjadi.
Di sepanjang jalan yang terlihat kini hanya keindahan alam yang menghijau. Tanah-tanah ladang kembali subur dan berair. Para penduduk tampak sehat kembali setelah terpapar sinar penyembuhan matahari dari sang dewi. Sementara sang penyelamat, masih tak sadarkan diri tanpa harapan yang pasti.
Keadaan yang terlihat saat ini bagai nostalgia di masa lalu sebelum perang tiga alam terjadi. Igris benar-benar menunaikan janjinya. Menyuburkan tanah, menghidupkan pohon suci dan menyembuhkan penduduk dari penyakit yang disebabkan monster Jurak yang terus menghisap aura kehidupan penduduk di sana.
Tak lama kemudian rombongan raja sampai di istana. Igris di baringkan di atas batu besar, tepatnya di dalam aula agung kerajaan Ornebic. Di sana terdapat sebuah gelang suci yang amat besar kira-kira berukuran tiga meter persegi. Gelang itu berputar dan melayang di udara di kelilingi cahaya terang dan penuh dengan energi spiritual tingkat tinggi yang menyegel keberadaan gelang pusaka itu.
Gelang itu adalah pusaka peninggalan dewa tanah saat turun ke bumi. Pusaka itu sudah di wariskan turun temurun ke tiap raja Ornebic untuk melindungi kerajaan dari bencana, tapi sampai saat ini gelang itu tak menemukan tuannya. Hingga bencana yang di timbulkan monster jurak tak dapat di atasi.
Konon di ceritakan gelang itu akan terikat secara utuh kepada orang yang bisa menguasi elemen tanah secara sempurna, dan memberikan kekuatannya pada orang tersebut. Sekalipun Zean masih termasuk titisan darah dari dewa tanah, kekuatannya masih tak sanggup untuk menyerap pusaka itu saat hendak menghidupkan kembali pohon suci beberapa tahun yang lalu. Hingga menyebabkan kekacauan yang membuatnya di kurung bertahun-tahun.
Igris lalu di baringkan tepat di bawah gelang melayang itu. Tiba-tiba pusaka kerajaan Ornebic yang menjadi peninggalan dewa tanah tersebut berhenti berputar. Gelang itu terdiam hening di atas tubuh sang dewi alam. Tanpa pergerakan apalagi aura spiritual dari elemen tanah.
"Yang mulia raja, benda apa ini? Kenapa tiba-tiba dia berhenti berputar? "Tanya Ana cemas.
"Ini adalah harta pusaka kami. Pusaka ini hanya akan bereaksi pada orang yang di akui nya. Kami sudah membangkitkan kekuatan spiritual selama ratusan tahun, namun tidak ada yang mampu menyerap kekuatan pusaka ini," jelas raja Ornebic.
"Apa kekuatan ini bisa menyerap racun di jantung tuan putri?"
"kita akan mencobanya,"
"Ayah, kita harus menyelamatkan dewi, dia sudah mengembalikan keadaan Ornebic seperti yang di janjikan. Kita harus membalas budi," potong Zean.
"Tentu saja pangeran. Pusaka ini akan menyalurkan energi spiritualnya untuk menyelamatkan tuan putri, kita akan mulai ritualnya,"
Beberapa menit setelah pembicaraan itu usai, raja Ornebic mengajak beberapa panatua dengan kultivasi tingkat empat dan pangeran Zean membaca mantra penyembuhan. Segel besar berwana hijau muncul tepat di bawah kaki mereka, tampak segel itu bulat di lantai aula kerajaan agung. Zean dan beberapa orang di sana berdiri di masing-masing posisi dan mengeluarkan energi kekuatan spiritual mereka ke dalam segel itu
Perlahan gelang pusaka itu bereaksi lalu memancarkan cahaya hijau pekat memenuhi ruangan. Tak lama setelahnya gelang itu mengeluarkan beberapa balok tanah tinggi sekitar dua meteran sebagai perisai. Aula itu seketika berubah seperti penjara bawah tanah yang gelap, di penuhi segel-segel aneh dan kepingan tanah membentuk dinding yang membatasi pergerakan.
Ke enam orang yang menjaga segel itu berusaha mempertahankan energi spiritual mereka. Tekanan gelombang spiritual yang sangat pekat sempat membuat mereka goyah. Semuanya memperkuat aliran energi dan terus menyalurkan masing-masing kekuatan ke arah gelang pusaka.
Semburan cahaya kuning bagai aliran listrik terus mengisi formasi yang mengelilingi gelang pusaka itu. Zean juga menyalurkan energi roh suci harimau miliknya, tubuhnya bereaksi hebat. Garis-garis harimau putih memenuhi tubuh Zean. Salah satu tangannya berubah wujud menjadi tangan harimau, dan mengeluarkan rambat akar-akar yang berusaha menyerap racun naga iblis tersebut.
Tak lama setelahnya gelang pusaka itu mengeluarkan cahaya hijau yang dasyat dan langsung mengarahkan cahayanya ke dalam tubuh Igris. Bagai sambaran petir yang luar biasa, cahaya itu langsung menghantam tubuh sang dewi.
Cahaya hijau itu pelan-pelan menyerap racun naga iblis dari jantung Igris. Asap hitam pekat mengepul keluar dari bilah dadanya yang putih. Tubuh dewi memgelepar hebat. Igris berteriak kesakitan, seluruh tubuhnya bagai terbakar api.
Rasa sakit yang tak tertahan membuatnya tak henti menjerit. Teriakan nya seolah mempengaruhi seluruh alam. Badai hujan angin yang dasyat tiba-tiba menerjang kerajaan Ornebic.
Semakin kuat teriakan Igris semakin pula alam berubah. Gemuruh langit berperang. Suara guntur berpacu dengan kecepatan. Langit menghitam. Pohon suci di terpa badai angin yang luar biasa kencang. Seiring dengan teriakanya yang keras langit-langit ruangan bergetar dasyat.
Fenomena alam dasyat pun terjadi. Penduduk kota kembali ketakutan, kejadian ini mirip saat Igris menyegel monster Jurak. Langit Ornebic tertutup awan gelap, tiba-tiba hujan yang sangat deras melanda. Angin kencang entah dari mana bertiup hampir menerbangkan rumah-rumah penduduk Ornebic.
Dalam keadaan setengah sadar Igris mencoba melawan efek balik dari racun naga iblis itu. Segel matahari milik Igris keluar dari tubuhnya. Segel bulat besar itu menutupi permukaan gelang pusaka.
Urat-urat di kulitnya memerah, matanya terbuka lebar dan terus menjerit kesakitan. Keringatnya bercucuran, nafasnya terengah-engah. Berkali-kali tubuhnya terangkat ke udara dan terhempas kembali. Igris berusaha melawan tekanan batinnya. Alam bawah sadarnya bergejolak, tarik menarik antara segel matahari dan gelang pusaka itu kian dramatis.
"Nona ... bertahan lah," ucap Ana dengan suara berat.
"Tuan putri, bertahan laahhhhh!!!" Teriak Zean dengan suara bergetar.
Sang pelayan itu tak mampu lagi menahan kesedihan nya, ia terduduk menangisi keadaan majikannya. Sebelumnya Igris juga pernah mengalami hal serupa sewaktu Danji mencoba mengeluarkan racun dari jantungnya ketika Igris tertidur selama seratus tahun lalu. Namun efeknya tak separah ini.
Saat ini, efek dari racun naga iblis benar-benar sangat parah. Setiap kali Inggris mengeluarkan kekuatan kedewiannya efek balik dari racun naga iblis itu menguras energi kehidupannya. Seolah para dewa telah mempersiapkan agar kekuatannya tak akan pernah bangkit lagi.
Di atas batu itu, Igris melawan rasa sakit yang amat dahsyat. Jeritan dari suara sakitnya terdengar sangat memilukan, namun harus bagaimana lagi, itulah resiko yang harus ditanggung oleh tubuhnya saat mengeluarkan monster jurak dari pohon suci.
Teriakan pilu dari suara serak itu membuat Ana semakin kencang menangis, ia sangat menyayangkan, sang Dewi yang sangat dihormatinya kini, ternyata harus berada dalam keadaan yang sangat-sangat lemah.
Zean mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk memaksa racun itu keluar dari jantung Igris. Gelang itu kembali bereaksi. Namun tak bertahan lama, energi spiritual dari gelang itu perlahan meredup. Tiba-tiba cahaya segel itu padam.
"Apa yang terjadi?" teriak Zean panik.