Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.
Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BEBAN YANG LEBIH DARI CUKUP
Di jalur tanah yang berliku menuju Kota Valdris, pusat perdagangan dan markas besar Guild SSAWF debu kemerahan terbang bertebaran setiap kali sol sepatu kulit tua menyentuh permukaan jalan. Langkah kaki yang semestinya mantap kini terengah-engah, bergeser ke kanan kiri seolah pembawaannya akan roboh kapan saja. Di punggung sang pembawa, tumpukan barang bawaan terlihat begitu menggelembung dari tas kulit besar yang penuh dengan biji-bijian kering dan rempah, hingga kotak kayu bertuliskan simbol besi yang tak dikenal, ditambah beberapa gulungan kain tebal yang mungkin jadi alas tidur malam nanti.
Pattiwisiana Klobahrgeevinik menghela napas dalam-dalam, menatap jauh ke arah menara batu tinggi yang menjulang di kejauhan ciri khas Kota Valdris yang selalu jadi penunjuk arahnya selama tiga hari terakhir. Rambut pirang keperakan yang biasanya rapi kini berantakan tertutup debu, sebagian tertutup oleh helm besi tipis yang sudah mulai berkarat di sudut-sudutnya. Bibirnya mengering, dan keringat mengalir deras menyusuri lekukan rahang yang tegas. Meski tubuhnya terkoyak-koyak karena beban berat yang dia bawa sendirian, matanya tetap terpaku pada tujuan yang jelas.
“Hanya beberapa mil lagi… cukup tahan saja, Patti,” gumamnya dengan suara serak, sambil menggeser tali tas yang mulai menggigilkan bahunya.
Tiga hari yang lalu, tepat di lepas desa kecil Florenthia, dia baru saja ditinggalkan oleh regu Scarlet Blades. Saat itu mereka tengah merencanakan ekspedisi ke Hutan Gelap Morghast untuk mencari Bunga Pembebas Jiwa barang berharga yang dipercaya bisa menyembuhkan penyakit misterius yang menyerang penduduk desa. Namun pada malam sebelum perjalanan, Khaertholomeus Zyntheriath von Quorvain, pemimpin regu yang selalu merasa paling pandai dan kuat, telah membuat keputusan tanpa konsultasi bersama.
“Kita tidak bisa membawa beban yang tidak berguna, Klobahrgeevinik,” kata pemimpin mereka dengan nada yang dingin, menyebut nama belakang Patti sebagai penghinaan. “Kamu hanya bisa membawa barang bawaan, bukan bertindak sebagai pembantu. Kita butuh kecepatan, bukan orang yang hanya bisa menguras energi kita dengan beban yang tidak perlu.”
Lytherianna Morthwainn Ghaladrielle, penembak busur sihir yang selalu menyindirnya, hanya menyeringai sambil menyisir rambut pirangnya yang panjang. “Benar sekali, pemimpin. Dia bahkan tidak bisa mengirimkan pasokan makanan tepat waktu saat kita berlatih kemarin. Bayangkan saja kalau di tengah hutan dia malah membuat kita terlambat karena harus menunggunya yang terus tersandung.”
Thranduilion Barakhiel Dragomirskyi, tank berbadan besar yang biasanya hanya diam dan mengikuti keputusan pemimpin, mengangguk perlahan. “Dia tidak punya peran yang jelas dalam regu kita. Di medan perang, dia hanya akan jadi beban yang harus kita lindungi.”
Hanya Elenorwynne Faelenathyr Silvervein, ahli sihir dukungan dengan wajah lembut, yang melihatnya dengan tatapan kasihan. Namun seperti biasa, dia tidak berani membantah keputusan mayoritas, hanya mengangguk pelan dan kemudian berpaling ke arah lain.
Tanpa pilihan lain, Patti harus menerima keputusan itu. Dia tidak bisa berdebat bukan karena dia lemah hati, tapi karena dia tahu bahwa tanpa dukungan regu, dia tidak akan bisa menyelesaikan ekspedisi sendirian. Namun dia tidak mau menyerah begitu saja. Dia tahu bahwa Bunga Pembebas Jiwa benar-benar ada, dan dia berjanji pada diri sendiri bahwa satu hari nanti, dia akan membuktikan bahwa dia bisa lebih dari sekadar pembawa barang.
Oleh karena itu, dia memutuskan untuk pergi ke Kota Valdris dan mendaftar langsung ke Guild SSAWF tempat di mana setiap penyihir, pejuang, dan petualang bisa membuktikan kemampuannya tanpa harus bergantung pada regu yang tidak menghargainya. Dia membawa semua barang bawaan yang sudah dia persiapkan untuk ekspedisi itu, karena dia yakin bahwa barang-barang itu akan berguna saat dia mulai petualangan barunya.
Saat matahari mulai bergeser ke arah barat, panasnya semakin menyengat. Patti merasa kaki kirinya mulai gemetar, seolah tidak bisa menahan berat badan dan barang bawaan lagi. Tak lama kemudian, dia tergelincir di atas batu kecil yang tertutup debu, tubuhnya melorot ke depan dan hampir tersungkur. Dengan cepat dia mengulurkan tangan kirinya untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh ke tanah, membuat beberapa kotak kayu di punggungnya bergeser dan mengeluarkan suara kresek yang mengkhawatirkan.
“Tidak bisa… tidak bisa jatuh di sini,” gumamnya dengan gigih, menekan lengan dan punggungnya untuk bangkit kembali. Saat dia mencoba menyeimbangkan tubuhnya, sebuah kotak kecil terlepas dari tali pengikatnya dan berguling ke arah parit kecil di sisi jalan.
Patti menghela napas dengan frustrasi, lalu perlahan-lahan melepaskan sebagian beban dari pundaknya ke tanah. Dia berjalan menuju kotak itu, mengambilnya dengan hati-hati dan memeriksa apakah ada yang rusak. Di dalam kotak itu ada kaleng besi kecil yang berisi ramuan penyembuh yang dibuat oleh ibunya sebelum dia pergi satu-satunya kenangannya dari rumah.
Saat dia hendak memasang kembali kotak itu ke tumpukan barangnya, dia mendengar suara kaki menginjak tanah dari arah belakang. Dia cepat berbalik, tangan sudah siap meraih gagang pedang pendek yang tergantung di pinggangnya meskipun dia tahu bahwa pedang itu lebih banyak digunakan untuk memotong kayu atau membuka barang daripada untuk bertarung.
Datanglah seorang pria berbadan tegap dengan rambut hitam yang diikat rapi, mengenakan baju besi gelap dengan lambang Guild SSAWF yang jelas terukir di dada sebuah simbol sayap besi yang menyelimuti kristal biru. Di tangannya ada tongkat kayu bertuliskan rune kuno yang bersinar samar.
“Sepertinya kamu membutuhkan bantuan, pemuda,” ucap pria itu dengan suara yang dalam namun ramah. “Nama saya Gorthwainn Thrain Ironfist kepala divisi misi tingkat tinggi di Guild SSAWF.”
Patti terkejut mendengar nama orang itu dia sudah sering mendengar tentang sosok yang awalnya selalu meragukan calon anggota baru, tapi kemudian akan memberikan kesempatan kepada siapa saja yang bisa membuktikan kemampuannya. Dia dengan cepat membungkuk sedikit sebagai penghormatan.
“Tuan Gorthwainn… saya adalah Pattiwisiana Klobahrgeevinik. Saya sedang dalam perjalanan ke kota untuk mendaftar sebagai anggota guild.”
Kepala divisi misi itu mengangkat alisnya, melihat tumpukan barang bawaan yang besar di tanah, kemudian kembali melihat wajah Patti yang penuh dengan tekad. “Mendaftar dengan membawa semua itu? Bukankah kamu bisa menyimpan sebagian barang di tempat penyimpanan sementara sebelum tes seleksi?”
Patti menggeleng perlahan. “Semua barang ini penting bagi saya, Tuan. Beberapa untuk kelangsungan hidup saya, dan yang lain… untuk membuktikan bahwa saya bisa menjadi berguna.” Dia kemudian menceritakan secara singkat tentang bagaimana dia ditinggalkan oleh regu Scarlet Blades, dan tentang janjinya untuk menemukan Bunga Pembebas Jiwa.
Setelah mendengarkan cerita itu, Gorthwainn terdiam sejenak. Kemudian dia tersenyum perlahan sebuah senyuman yang jarang terlihat oleh orang lain. “Kamu tahu bukan, pemuda? Banyak orang yang datang ke guild hanya membawa senjata dan kepercayaan diri yang berlebihan. Namun kamu datang dengan beban yang kamu pilih sendiri, dan tekad yang lebih kuat dari barang bawaanmu itu.” Dia mengambil beberapa tali kulit yang dihiasi dengan jahitan runik dari kantongnya dan menghampiri tumpukan barang Patti. “Izinkan saya membantu kamu mengikat barang ini dengan lebih baik. Setidaknya kamu tidak akan terpeleset lagi sebelum sampai di kota.”
Sambil bekerja sama mengikat kembali barang bawaan dengan cara yang lebih aman dan seimbang, Gorthwainn mulai menjelaskan tentang proses pendaftaran di Guild SSAWF. Dia mengatakan bahwa pemimpin guild, Marthandelion Quixotian Blackthorn, sangat ketat terhadap aturan kekuatan dan kapasitas anggota baru. Namun dia juga menambahkan bahwa orang itu selalu menghargai tekad dan ketekunan lebih dari sekadar kekuatan fisik atau kemampuan sihir.
“Selain itu,” lanjut Gorthwainn saat mereka menyelesaikan pekerjaan mereka, “penguji tingkat kekuatan guild Seraphiniana Xanthe Argentumvale bukanlah orang yang mudah terpengaruh oleh penampilan luar. Dia akan mengukur potensi sejati yang ada di dalam dirimu, bukan hanya apa yang bisa kamu tunjukkan saat ini.”
Saat mereka melanjutkan perjalanan menuju gerbang kota, sesosok wanita dengan rambut merah keemasan yang terjalin dengan rantai besi kecil muncul dari balik semak-semak tinggi di sisi jalan. Dia mengenakan baju kulit gelap dengan aksen logam yang berkilau, dan di pundaknya terpampang lambang burung elang dengan sayap yang menyebar.
“Tuan Gorthwainn… apa kabarmu?” ucapnya dengan nada yang lembut namun tegas, dengan mata yang memperhatikan Patti dari atas ke bawah. “Saya adalah Aetherlynn Morvayn Kaelthasar penjaga perbatasan kota dan juga anggota divisi intelijen Guild SSAWF. Saya melihat ada seseorang yang membawa beban luar biasa banyak di jalur yang biasanya hanya dilewati oleh pedagang berpengalaman.”
Gorthwainn mengangguk sebagai penghormatan kepada wanita itu. “Aetherlynn, ini adalah Pattiwisiana Klobahrgeevinik calon anggota baru yang akan mendaftar ke guild. Dia sedang dalam perjalanan untuk membuktikan dirinya setelah ditinggalkan oleh regu Scarlet Blades.”
Aetherlynn mendekat dan melihat dengan cermat tali pengikat barang yang baru saja mereka perbaiki. “Keterampilan mengikat barang yang baik… tapi masih bisa lebih baik lagi jika menggunakan teknik pengikatan dari suku Highland Tharvonian.” Tanpa menunggu izin, dia mengambil beberapa tali tambahan dari kantong sampingnya dan mulai menyesuaikan beberapa bagian dengan gerakan yang cepat dan presisi. “Saya sering bertugas di daerah terpencil, jadi tahu betul betapa pentingnya membawa barang bawaan dengan cara yang aman dan efisien.”
Setelah selesai, dia menatap Patti dengan tatapan yang penuh dengan penghargaan. “Kamu memiliki tubuh yang kuat untuk bisa membawa semua ini sejauh ini. Tekadmu terlihat jelas di matamu sama seperti ketika saya pertama kali datang ke kota ini beberapa tahun yang lalu. Jika kamu mau, saya bisa membawamu ke Penglapan Kristal Morthwainn tempat penginapan khusus untuk calon anggota guild yang memiliki tujuan yang tulus. Pemiliknya, Tharvonnian Grymmstone Valerius, adalah mantan anggota guild yang selalu siap membantu mereka yang sedang merintis jalan sebagai petualang.”
Patti merasa harapan yang sempat sirna mulai muncul kembali di dalam hatinya. Dia mengangkat beban yang kini terasa jauh lebih ringan karena teknik pengikatan yang lebih baik, lalu memberikan senyuman pertama kali sejak dia ditinggalkan oleh regunya. “Terima kasih banyak, Nyonya Aetherlynn… dan Tuan Gorthwainn. Saya berjanji bahwa saya tidak akan mengecewakan kesempatan yang diberikan kepada saya.”
“Kamu tidak perlu berjanji kepada kita, Klobahrgeevinik,” jawab Aetherlynn sambil mulai berjalan ke arah kota di sebelah mereka, dengan langkah yang anggun namun tetap bisa menyusul kecepatan Patti. “Yang harus kamu tunjukkan adalah bahwa kamu layak berada di dunia petualangan ini. Sekarang ayo bergerak lebih cepat jika kita sampai sebelum matahari benar-benar terbenam, Tharvonnian mungkin akan memberikan makanan khusus yang bisa membantu memulihkan energi tubuhmu sebelum hari esok yang menentukan.”
Dengan langkah yang kini lebih mantap dan hati yang penuh dengan tekad baru, Patti mengikuti kedua sosok dari Guild SSAWF itu ke arah Kota Valdris. Di kejauhan, menara batu besar itu semakin jelas terlihat, dan di sekelilingnya mulai muncul nyala lilin dari rumah-rumah dan kedai yang siap menyambut malam hari. Beban di punggungnya masih terasa berat, tapi sekarang dia tahu bahwa beban itu bukan hanya beban fisik itu adalah bukti dari perjuangannya dan awal dari petualangan yang akan membuktikan bahwa dia layak disebut sebagai seorang petualang sejati.
Saat mereka memasuki gerbang kota yang besar dengan ukiran runik yang rumit, suara hiruk-pikuk dari pasar malam mulai terdengar jelas. Cahaya dari berbagai toko menerangi jalanan dengan warna-warni magis, dan aroma makanan lezat dari kedai Culinarian Thalasariel Vendris mengiringi angin malam. Namun Patti tidak teralihkan dari tujuannya. Dia melihat ke arah gedung besar Guild SSAWF yang menjulang tinggi di tengah kota, dengan kubah kristal yang bersinar dengan cahaya sendiri, dan dia tahu bahwa esok hari akan menjadi hari yang menentukan bagi masa depannya.