Seorang pemuda tampan dari sebuah alam bawah dan dari sebuah perkumpulan keluar SING yang ada di sebuah wilayah mencoba dan terus mencoba. Entah apa yang akan di laluinya.
simak terus jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai Aiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu Dari Mana saja? Ngumpet Dimana?
para murid murid yang menjaga pintu gerbang keluarga SING, terkejut melihat lencana medali emas yang di perlihatkan oleh SING KANG.
Mereka semua menatap kearah wajah SING KANG dengan tatapan menyelidik.
SING KANG yang melihatnya tersenyum dan berkata..
"Apakah kalian semua tidak mengenali aku lagi, apa wajahku telah banyak berubah? Lihat baik baik ini adalah lencana medali emas khusus milik tuan muda SING KANG. Apakah kalian semuanya masih terlihat ragu,?" Tanya SING KANG sembari menggeleng gelengkan kepalanya tak berdaya.
"Kamuuu...Kamu... Apakah kamu benar-benar tuan muda SING KANG?" Beberapa murid langsung bertanya dengan nada terkejut sambil menatap kearah SING KANG dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Iya benar. Coba kalian lihat dan perhatikan baik baik" Ucap SING KANG sambil tersenyum kearah semua murid penjaga.
"Tuan muda SING KANG, kamu benar benar Tuan Muda SING KANG. Tidak salah lagi. Hahahaha..Tuan Muda telah kembali" Ucap mereka semua tertawa bahagia.
Satu persatu mereka memeluk SING KANG dan salah satu murid penjaga berlari lari kearah dalam perkampungan keluarga SING sambil berteriak-teriak, karena orang yang di tunggu tunggu selama ini kabar dan keberadaanya telah kembali.
Bagaimana mereka tidak bahagia, selama empat tahun mencari jejak keberadaannya dan juga kabar beritanya. Namun tidak menemukan petunjuk apapun.
Mereka semua terus di perintah oleh Ayah dan Ibu Tuan muda SING KANG untuk tanpa henti-hentinya mencari kabar dan menemukan petunjuk tentang Anaknya. Tapi Nihil sampai sekarang genap empat tahun telah berlalu. Tetap tak ada kabar beritanya dan petunjuk apapun juga.
Semua murid penjaga berbaris didepan SING KANG lalu memberi hormat dan berkata secara serentak.
"Selamat datang kembali Tuan Muda!" Ucap mereka semuanya.
SING KANG yang mendapatkan sambutan seperti itu, hatinya menghangat. Dia tidak menyangka kepulangannya akan di sambut seperti itu.
Begitu gembira, begitu bahagia. Dia telah berjanji kepada dirinya sendiri untuk tumbuh semakin kuat agar bisa melindungi mereka semua.
Sementara itu wakil ketua Keluarga SING yang mendengar teriakan beberapa murid penjaga langsung menghampiri kearah mereka.
"Hey, kenapa kalian berteriak teriak seperti orang kesurupan di pagi hari. Bikin ribut saja kalian ini. Apa tidak ada perkerjaan lain. Sana pergi gali beberapa sumur yang dalam" Ucapnya.
"Hahahaha..Salam Wakil Ketua, maafkan kami yang terlalu senang dan bahagia oleh karena Tuan Muda SING KANG telah kembali pulang dan sekarang berada di depan pintu gerbang bersama beberapa murid penjaga" ucap mereka.
"Tuan muda SING KANG telah kembali?" Tanya Wakil Ketua.
"Iya benar Wakil Ketua"
"Bagus sekali, aku secepatnya akan menemuinya" Setelah mengatakan itu langsung saja berjalan meninggalkan tempat tersebut.
Kebetulan sekali ia berpapasan dengan beberapa tetua dan langsung bertanya.
"Wakil ketua, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa mereka sangat ribut sekali dan berteriak-teriak. Siapa yang balik pergi?"
"Hehehe.. Hahahaha..Bukan balik pergi. Tapi telah kembali. Tuan muda SING KANG telah kembali"
"OOO... Hehehe...!" Ucap tetua sepuluh salah tingkah sambil tersenyum pelan.
"Ugh..Hahaha..." Ucap tetua sembilan batuk kecil, kemudian langsung tertawa karena malu.
Kalau begitu baguslah, kita tidak usah capek capek lagi di suruh oleh Ketua SING GAMA dan Isterinya MENG MENG untuk terus mencari kabar Tentang tuan muda SING KANG.
"Huh..Kalian bicara apa kepada saudara kalian juga. SING KANG kan keponakan kalian. Masak kalian bilang begitu"
"Yasudah, ayo kita segera menemuinya di depan pintu gerbang" Ucap Wakil Ketua, setelah itu langsung berjalan kearah depan pintu gerbang tempat SING KANG berada.
Ketika mereka tiba di depan pintu gerbang, di depan sana mereka melihat seorang pemuda tampan di kelilingi oleh beberapa murid penjaga.
Setelah dekat, Wakil Ketua bertanya kepada sosok pemuda tampan yang ada di depannya.
"Tuan Muda, apakah itu benar kamu?" Tanya Wakil Ketua seakan matanya tidak percaya pada apa yang di lihatnya.
Melihat wakil ketua dan dua tetua yang datang. Semua murid penjaga langsung memberi hormat kepadanya dan berbaris di belang tuan muda SING KANG.
"Salam Wakil Ketua, salam tetua sembilan dan salam juga tetua sepuluh" Ucap SING KANG sembari memberi hormat dan tersenyum hangat.
"Hahahaha..Keponakanku telah kembali, bagus itu. Kami semua sangat mengkhawatirkan mu, Namun kami mencarimu tidak mendapatkan petunjuk apapun" Ucap wakil ketua sembari tertawa bahagia.
Mendengar itu hati SING KANG jadi menghangat.
" HMM..Darimana saja kamu?"Tanya tetua sembilan.
"HMPH..Iya, Ngumpet dimana kamu?" Tetua sepuluh juga bertanya.
SiNG KANG hampir saja tertawa mendengar beberapa pertanyaan dari tetua sembilan dan tetua sepuluh. Sebisa mungkin dia menahannya.
Setelah mengobrol sebentar, kemudian SING KANG langsung mohon pamit untuk segera menjumpai Ibu dan Ayahnya.
Setelah berjalan beberapa saat dan berpapasan dengan banyak murid murid keluar SING. Akhirnya SING KANG sampai di tempat kediamannya.
Seorang wanita cantik kira kira berusia empat puluh tahun berdiri di depan pintu. Ketika SING KANG tiba di depan wanita cantik itu.
Wanita cantik itu bergerak merentangkan tangannya kearah SING KANG sembari berteriak haru. Terlihat matanya berkaca-kaca.
"Anakku SING KANG, kamu akhirnya kembali! Ibumu sangat mengkhawatirkanmu" Ucap sang wanita cantik yang bernama MENG MENG.
Langsung memeluk dan mendekapnya sangat erat. Tangisnya langsung pecah berkeping-keping mengenai baju SING KANG dari arah belakang.
SING KANG merasakan hatinya bergetar ketika pecahan itu mengenai bajunya dan kemudian hatinya langsung menghangat merasakan dekapan seorang Ibu yang sangat mengkhawatirkan Buah hatinya.
"IBUUU.." Jawab SING KANG lembut balas memangil nama ibunya, sembari membelai hangat bahu ibunya untuk menenangkannya.
"Maafkan Bocah kecil ini yang telah membuatmu sedih, IBUUU..! Maaf, anakmu telah kembali!" Ucap SING KANG pelan meminta maaf.
KANG JENG melepaskan pelukannya dan masih tetap memandang putranya yang sudah tumbuh menjadi seorang pemuda tampan, tegap, kekar. Air matanya masih membasahi pipinya.
SING KANG menghapus air mata Ibunya. Terlihat garis garis kerutan yang tampak di wajah cantik Ibunya, itu semua mungkin penyebab karena dirinya.
Seharian mereka mengobrol melepas kerinduan. Ibunya KANG JENG menyuruh SING KANG masuk kedalam kamarnya untuk istirahat.
Paman TIGER LON yang tidak ingin ikut masuk kedalam tempat kediaman Keluarga SING KANG, ia lebih memilih jalan jalan di pusat kota sambil mencari informasi apakah para kelompok aliansi KANDOLE masih mencari dan memburu tuan muda SING KANG.
SING KANG yang sudah masuk kedalam kamarnya, ia tidak beristirahat. Melainkan memilih masuk kedalam dunia jiwanya.
Menemui KAKAK rajawali petir dan mengobrol sebentar, kemudian SING KANG mengeluarkan sebuah tungku kecil terbuat dari emas . Tungku emas itu bertuliskan Api Sembilan kehidupan.
Tungku emas itu SING KANG temukan sewaktu ia berada di dalam Bukit GEDE. Ketika Tungku Perunggu Raksasa meledak berkeping keping.
Dukung terus cerita ini dengan cara sebagai berikut pertama..
Like.
Suka.
Vote.
Iklan.
Hadiah.
Jangan lupa kritik saran dan masukannya.
Ada kelanjutannya pada sambungan dari halaman sebelah kanan tunggu aja sampai besoknya.