NovelToon NovelToon
Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi / Perperangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia putri Qian man.

Di ruang peristirahatan, Yu-nian terlihat penasaran dengan nama Putri Qian man. Dia bertanya kepada salah satu pelayan kediaman Feng Shiyan.

"Oh ya, siapa wanita yang menemui majikan kalian itu?" tanya Yu-nian dengan penasaran.

"Oh.. Itu putri Qian man, nyonya." jawab pelayan.

"Putri Qian man selalu kemari." sahut Naer.

"Putri Qian man itu siapa?" tanya Yu-nian kembali.

semua orang yang ada di tempat itu nampak terdiam, Naer kemudian menceritakan mengenai sosok Putri Qian Man.

"Jadi wanita itu sudah dijodohkan oleh kaisar dengan majikan kalian?" tanya Yu-nian dengan raut wajah sedikit terkejut.

Naer dan dua pelayan yang lain nampak menganggukkan kepalanya, mereka juga menceritakan mengenai sosok Putri Qian man yang selalu bersikap begitu arogan.

"Lalu dia Putri kaisar dari selir yang mana?" tanya Yu-nian kembali.

Naer kembali menceritakan mengenai siapa sosok Qian man, seorang putri dari adik sang Kaisar, putri dari pangeran yang tidak jadi naik tahta karena putra mahkota yang sekarang menjadi Kaisar itu terlepas dari penyakit yang hampir membunuhnya.

"Jadi... Calon isteri ya?" ucap Yu-nian sembari menganggukkan kepalanya.

Naer sedikit terdiam, setelah itu dia kemudian menatap dua pelayan muda yang bersamanya. "Sudah jangan di tanyakan lagi." jawab Naer.

Di ruang tamu, putri Qian man nampak memperhatikan setiap detail kediaman sang Jenderal, sesaat kemudian Feng Shiyan keluar untuk menemuinya.

"Jenderal." putri Qian man tersenyum bahagia, wanita itu berjalan mendekati Feng Shiyan.

"Ada apa Putri kemari?" tanya Feng Shiyan.

"Aku sangat merindukanmu, jenderal." jawab Putri Qian man yang nampak tersenyum. Dia berjalan mendekati Feng Shiyan dengan dua tangan yang siap memeluk.

Dengan spontan Feng Shiyan langsung menghindar, dia yang terkenal dingin dan anti wanita itu tentu saja tidak suka didekati oleh wanita manapun.

"Jenderal, kenapa kamu menghindar?" tanya putri Qian man yang terlihat kecewa.

Tak ada jawaban yang dikeluarkan oleh Feng Shiyan, pria dingin itu seolah tidak melihat keberadaan putri Qian man.

"Pergilah dari tempat ini, putri. Aku masih banyak pekerjaan." setelah mengatakan itu Feng Shiyan langsung pergi meninggalkan putri Qian man.

"Jenderal." panggilnya. Namun sayangnya Feng Shiyan tidak menghiraukan panggilan itu.

Feng Shiyan kembali ke tempat Yu-nian, pria itu terlihat sedikit terganggu dengan kehadiran putri Qian man.

"Ada apa? Kenapa wajahmu seumuran itu?" tanya Yu-nian sedikit menggoda.

Feng Shiyan tidak menjawab, Dia hanya menghela nafas sembari menggelengkan kepalanya. dia kemudian menatap Yu-nian yang tadi sedang berbicara dengan beberapa pelayan.

Yu-nian memberanikan diri untuk meminta izin kepada Feng Shiyan untuk berjalan-jalan di sekitar kediaman kakeknya. Dia benar-benar bosan berada di sana terus menerus.

"Oh ya, apakah Aku boleh jalan-jalan di sekitar tempat ini?" tanya Yu-nian penuh harap.

"Memangnya kamu mau ke mana?" tanya Feng Shiyan penasaran.

"Ya tentu saja aku mau melihat melihat di sekitar tempat ini." jawab Yu-nian dengan senyum yang begitu merekah.

Feng Shiyan menatap Yu-nian seolah pria itu mencurigai sesuatu. "Sebentar, tunggu Ren Fen atau Fu Tian datang dulu." jawab Feng Shiyan.

"Cih, Kenapa harus pria itu lagi sih, ke mana-mana aku selalu dibuntuti, Aku ini bukan anak kecil yang suka menghilang karena salah jalan." Yu-nian terus ngoceh panjang lebar.

"Ya tentu saja aku takut kamu hilang, Kamu itu sukanya kabur, kan? sudah berapa kali kamu mencoba kabur dariku?" jawab Feng Shiyan dengan jujur.

"Hehehe.. kan cuma mencoba aja belum kabur kan, cuma di sekitar rumah aja kaburnya. lagian mana bisa aku kabur dari kediamanmu yang terlalu tinggi pagarnya itu." jawabnya santai. Yu-nian kemudian duduk kembali dengan menahan kekesalan amarah yang tertahan juga rencana yang sudah dibaca oleh suaminya.

Tak berselang lama Fu Tian datang dengan beberapa makanan yang diminta oleh Yu-nian, beberapa makanan yang entah itu disukai oleh Yu-nian atau tidak.

"Jenderal." Panggil Fu Tian sembari membawakan makanan.

"Oh ya, Fu Tian. Tolong temani nyonyamu untuk jalan-jalan di sekitar tempat ini, kamu harus ingat. Jangan biarkan dia kabur, kalau dia kabur nyawamu yang akan dalam bahaya." ancam Feng Shiyan dengan senyum yang begitu menakutkan.

"Baik, jenderal." jawab Fu Tian. "Aduh, nyonya ini selalu memberiku harga mati. Dia selalu membuat aku dalam bahaya. kalau sampai nyonya kabur bisa-bisa sudah jabatan hilang aku pasti akan dijemur di bawah sinar matahari di tengah-tengah gurun." guman Fu Tian dalam hati setelah menjawab perkataan dari bosnya.

setelah mendapatkan persetujuan dan pensiun membiarkannya keluar untuk berjalan-jalan di sekitar tempat itu, Yu-nian nampak terus bertanya kepada Fu Tian hingga membuat pria itu hanya bisa menjawab dengan anggukan kepala.

BRUKK..

Yu-nian terus berjalan-jalan di sekitar kediaman kakek Feng Shiyan, di tempat yang tidak jauh dari kediaman itu tanpa sengaja Yu-nian menabrak seorang pria yang tadi berlari terburu-buru entah mau ke mana.

"Matamu itu di mana sih?! kalau jalan itu lihat-lihat!" teriak si pria yang begitu marah kepada Yu-nian .

"Hei Tuan, dengarkan aku baik-baik ya. Kamu yang nabrak aku kenapa aku yang disalahkan? Seharusnya aku yang marah, kamu itu punya mata atau tidak?! udah salah malah teriak-teriak kepadaku!" Yu-nian membalas makian dari si pria.

"Kamu ini berani sekali ya! kamu tidak tahu siapa aku!!" seru si pria.

Yu-nian berdecak kesal dengan perkataan pria itu. "Memangnya kalau salah tidak boleh di maki orang? kamu yang melakukan kesalahan kan?!" bentak Yu-nian dengan mata melotot.

Tiba-tiba salah satu tangan si pria mendorong tubuh Yu-nian hingga membuat Dia sedikit terdorong ke belakang. bahkan salah satu tangan pria itu sudah berani menyentuh tubuh Yu-nian.

"Dasar pria tidak tahu diri! beraninya kamu memperlakukan seorang wanita seperti ini!!" teriak Yu-nian yang mulai marah.

"Kenapa! kamu tidak terima ya!!" maki si pria kembali.

Emosi Yu-nian sudah ada di ubun-ubun, kepalanya terasa pecah saat melihat pria yang ada di depannya. "Pria seperti ini tidak pantas hidup di dunia ini!" kesal Yu-nian.

"Hyaaa!!!!"

dengan teriakan yang begitu keras salah satu tangan Yu-nian menarik tubuh si pria, dengan sangat keras pula dia membanting tubuh si pria ke lantai dengan luar biasa.

BUGG..

suara yang begitu indah terdengar saat tubuh si pria terbanting ke lantai begitu keras, begitu menyakitkan bahkan membuat pria itu merintih kesakitan.

"Da-dasar wanita tidak tahu diri." ucap lirih si pria yang merasakan sakit yang teramat.

"Dasar pria menjijikkan! seharusnya pria sepertimu ini dibantai saja." jawab kesal Yu-nian dengan jari menunjuk ke wajah si pria.

Fu Tian yang melihat hal itu dia benar-benar seperti patung, dia nampak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh istri jenderalnya itu. seorang wanita bar bar nya luar biasa, bahkan dia langsung menyerang seorang pria dengan sekali lemparan.

"Heh.. heh..,"

setelah menghajar pria itu Yu-nian menghela nafasnya berulang kali, dia benar-benar sangat kesal, hatinya begitu Ingin menghajar pria itu kembali.

"Nyonya kalau marah sangat luar biasa, Lihatlah dia menghajar pria itu sampai tumbang. aku yakin nyonya ini pasti keturunan dari banteng yang mengamuk." guman Fu Tian dalam hati.

Salah satu tangan Fu Tian mengelus dadanya, baru kali ini dia bertemu dengan seorang wanita yang benar-benar sangat luar, dia membanting si pria dengan mudah seperti membanting kursi.

"Rasakan itu!" bentak Yu-nian sembari menginjak kaki si pria. si pria tentu saja berteriak dengan sangat keras ketika kakinya diinjak oleh Yu-nian.

"Nyonya." Fu Tian mencoba menghentikan Yu-nian.

*bersambung*

1
Zheyra
semangat thor
Pa Muhsid
mohon lebih teliti nulisnya tor typo masih banyak dan kita membacanya kadang harus mikir dulu ini maksudnya apa gitu jadinya tidak langsung konek
Zheyra
lanjut Thor
Zheyra
lanjut
Atalia
hajar aja biar tau rasa mereka 🤭
Atalia
lanjut🤭
Zheyra
mampir Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!