Karena tak kunjung hamil, Sekar Arunika- wanita muda berusia 25 tahun, harus mendapati kenyataan pahit suaminya menikah lagi. karena tidak ingin di madu, Sekar memilih mundur dan merantau.
namun sepertinya Tuhan masih belum ingin membuatnya tenang. karena saat sudah bahagia, Sekar justru di pertemukan kembali dengan orang-orang yang menyakitinya.
bagaimana langkah selanjutnya yang akan di ambil Sekar? memaafkan atau memilih menyimpan dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25
Setelah Sekar sampai di rumah wanita itu segera disambut oleh sahabatnya yang memang sudah ada di sana.
Tanpa bisa ditunda Sari langsung menarik tangan Sekar dan membawa sahabatnya itu untuk masuk ke dalam kamar.
" Kenapa kamu bisa diantar sama Eksa? " tanya Sari dengan tatapan menyelidik.
Perempuan itu Sebenarnya ada di belakang mobil Rangga saat pertengkaran kecil antara sepasang mantan suami istri itu terjadi.
" kamu ada di sana waktu aku sama Mas Rangga berantem? " Sekar membulatkan matanya.
Sementara Sari dengan wajah tanpa dosa mengangguk disertai senyuman manis.
seketika itu juga, satu pukulan keras mendarat di bahu Sari hingga membuat si pemilik seketika meringis kesakitan.
" kok aku malah dipukul sih? " protes Sari dengan raut wajah cemberut.
" biarin aja, Lagian siapa suruh ngeselin? "cetus Sekar dengan raut wajah cemberut, " udah tahu temennya lagi kesusahan bukannya dibantu malah sembunyi, " lanjut Sekar dengan nada suara sedikit menggerutu.
Cengiran lebar seketika tercetak jelas di wajah manis milik Sari.
" ya Gimana ya, bukannya aku nggak mau bantu, tapi aku juga takut kena gampar sama mantan suami kamu itu. Kan kata kamu dia itu kasar, " sahut Sari membela diri.
" Lagian aku udah bantu supaya Eksa cepat datang, kalau nggak mungkin kamu udah dibawa sama mantan suami kamu itu. " sambung Sari dengan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Sekar yang mendengar penuturan sang sahabat langsung menoleh dengan tatapan memicing.
" jadi kamu yang suruh dia datang ke tempat aku dan Mas Rangga bertengkar? " tanya Sekar mencoba untuk memastikan.
dengan ekspresi wajah tanpa dosa, Sari menganggukkan kepalanya.
" Iyalah, Hebat kan aku? " bangga Sari dengan membusungkan dada.
Sekar yang melihat tingkah laku sahabatnya hanya mendengus. namun tak lama ekspresi wajahnya berubah menjadi sangat serius.
" Kamu tahu nggak tadi dia nawarin aku loh, " cetus Sekar menoleh ke arah Sari.
" nawarin apa? inovasi menu baru? " Sari bertanya dengan raut wajah penasaran.
Sekar dengan cepat langsung menggeleng, " bukan itu."
" terus?" wajah Sari semakin terlihat penasaran.
dengan perlahan Sekar mendekat untuk mengikis jarak di antara mereka berdua.
" dia nawarin aku buat jalin hubungan supaya Mas Rangga bisa jauh-jauh dari aku. " bisik Sekar dengan nada suara yang begitu pelan.
Sari yang mendengar itu terbelalak kaget matanya membulat sempurna dengan tatapan tidak percaya.
" Terus kamu jawab apa? " tanya Sari.
Sekar mendesah lesu, " Jujur aja aku bingung, kalau aku turuti kemauan dia, otomatis aku manfaatin dia, Tapi kalau aku nggak terima tawaran ini, aku takut Mas Rangga Malah semakin menjadi-jadi. " katanya dengan nada suara lirih.
Sari yang mendengar penuturan sahabatnya ikut merasa bingung.
" kenapa kamu nggak coba aja dulu jalin hubungan sama dia, siapa tahu aja takdir sedikit berbaik hati buat kalian bersatu, " usul Sari menatap serius ke arah sahabatnya.
" aku takut Sar, " lirih Sekar dengan kepala sedikit menunduk, " aku takut kalau aku mulai mencoba terus kita sama-sama terhanyut, dan ternyata keluarga mereka tidak setuju. Terus apa kelanjutannya menurut kamu, " Sekar menoleh ke arah sang sahabat dengan serius.
Suasana kamar seketika hening tidak ada jawaban dari mulut Sari. karena Jika ditanya seperti itu Sari pun juga merasa bingung.
Saat mereka berdua tenggelam dalam lamunan masing-masing, ponsel Sekar tiba-tiba saja berbunyi.