"Cepat tutup pintu dan jendela, jangan sampai terbuka!"
Semua warga yang ada di desa Bondowoso tidak ada yang pernah berani keluar bila sudah Maghrib datang, mereka hanya berdiam diri dalam rumah sampai nanti pagi menyapa.
Dulu desa ini tidak seperti itu, namun sejak beberapa bulan terakhir maka mereka mendapat teror yang begitu mengerikan sekali, semua ini akibat kematian dari seorang gadis bernama Mirasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24. di rumah Purnama
Putri menatap rumah yang sama sekali tidak pernah dia kenal karena selama ini dia memang jarang keluar di desa milik orang lain, namun suasana yang ada di rumah itu terlihat begitu meriah dan Putri merasa mungkin saja rumah ini bisa menolong dia ketika nanti semakin tersesat oleh hantu yang tidak bisa dia lihat.
Sampai saat ini Putri masih berpikir bahwa yang menyesatkan dirinya adalah arwah Mirasih, tentu saja dia berpikir demikian karena selama ini yang menjadi arwah gentayangan hanya gadis itu saja sehingga dia berpikiran bahwa Mirasih yang sudah membuat ulah dan membuat dirinya tersesat sampai di rumah warga yang sama sekali tidak dia kenal.
Tanpa Putri ketahui bahwa dia tersesat kali ini adalah hal yang sangat menguntungkan untuk dirinya, bila sampai dia tidak tersesat di rumah ini maka pasti akan bertemu dengan Mirasih juga ketika dia sedang mencari Agus yang sudah meninggal dunia di dalam kandang kambing itu.
Walau sekarang rasa bingung tengah melanda gadis ini namun tetap saja dia merasa ada sesuatu yang sangat tenang dari dalam rumah tersebut, Putri merasa bahwa pemilik rumah sangat baik dan bisa menolong dirinya malam ini, dengan begitu dia bisa selamat walau saat ini pikiran Putri juga tengah bercabang karena belum bertemu dengan Agus.
Putri begitu menyayangi sang Bapak karena selama ini mereka memang hanya tinggal berdua saja di dalam rumah itu, Ibu Putri sudah lama meninggal dunia sehingga dia selalu berkeluh kesah kepada Agus dan walau itu adalah masalah perempuan namun dia tetap saja bercerita kepada Agus sang Bapak yang sangat menyayangi dia juga.
Jadi ketika hilang seperti ini maka tentu rasa cemas di dalam diri Putri begitu besar, dia tidak ingin bila nanti sampai ada masalah di kemudian hari karena Agus yang keras kepala ingin melihat kambing itu, Putri sadari bahwa Agus memang sudah meninggal dunia di dalam kandang kambing.
"Mari masuk." Kiara menyambut Putri yang masih berdiri di depan pintu.
"Permisi, aku tersesat dan tidak tahu kenapa malah sampai di rumah ini." Putri terlihat masih ketakutan.
"Ya aku tahu kau sedang tersesat jadi mari masuk dulu dan istirahat." aja Kiara menarik tangan Putri.
"Eh tu..tunggu." Putri takut Karena Dia mengira ini adalah salah satu jebakan setan.
"Jangan takut seperti itu karena aku juga manusia, kau tidak percaya bahwa aku manusia?" Kiara tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Putri.
"Maaf, tapi aku hanya merasa aneh saja karena mendadak ada di tempat ini dan bertemu dengan dirimu." Putri menjelaskan dengan nada gugup.
Kiara tersenyum dan kembali menyentuh tangan Putri agar gadis ini bisa sedikit tenang dan tidak ketakutan seperti sekarang, dengan kekuatan yang Kiara miliki maka dia bisa membuat Putri menjadi tenang dan tidak banyak tingkah lagi, selalu menurut apa yang Kiara katakan lalu masuk ke dalam rumah agar bisa istirahat.
"Kenapa kau malah membawa manusia masuk ke dalam rumah ku?" Purnama bertanya kepada Maharani.
"Tadi sebenarnya kami juga tidak niat untuk membawa dia, tapi orang tua Dia sudah mati karena di bantai oleh sesuatu." Maharani langsung menjelaskan.
"Oleh sesuatu? dengan kata lain kau tidak tahu yang membantai orang itu apa!" Purnama menatap sengit kepada kuntilanak centil.
"Tidak, bukan karena kami yang kurang teliti tapi kekuatan yang dimiliki oleh arwah itu cukup besar." jelas Nilam.
"Oke, kekuatan yang di miliki oleh arwah itu jauh lebih besar saat di banding dengan kekuatan kalian!" Purnama mengangguk kecil setelah mendengar penjelasan dari member.
Nilam dan Maharani saling pandang Karena rasa ingin membantah ucapan Purnama namun tidak bisa keluar karena apa yang di katakan oleh Ratu ular itu memang benar, andai saja tadi mereka berhasil mengetahui siapa yang telah membunuh Agus maka pasti akan langsung di cari saat itu juga lalu di bawa pulang untuk ratu ular.
"Jadi memang benar apa yang telah di gosipkan oleh para warga bahwa gadis yang meninggal itu telah menjadi arwah gentayangan?" Arya menatap Maharani.
"Itu juga belum kami ketahui secara pasti, tapi sesuatu itu memang sangat jahat dan dia membunuh manusia." angguk Maharani.
"Desa itu bisa di bilang saat ini memiliki kutukan, entah apa yang dilakukan oleh para warga itu sehingga arwah tersebut menjadi begitu marah." jelas Nilam.
"Loh jadi mirip dengan kisah si kafan hitam ya." celetuk Arya.
"Nah benar, tapi ini kita masih harus mencari tahu terlebih dahulu kenapa arwah itu ingin membantai seluruh warga desa." angguk Maharani.
"Sudah pasti di antara mereka semua telah membuat kesalahan besar dan aku rasa ini sebuah komplotan." ujar Purnama.
"Kalau komplotan seperti itu agak rumit karena mereka pasti akan saling melindungi satu sama lain, kemungkinan besar juga para warga itu telah membuat masalah." ujar Nilam lagi pada mereka.
Purnama mengangguk sambil berpikir apa yang telah di lakukan oleh para warga desa itu sehingga mereka mendapat balasan seperti ini, tapi kadang Purnama juga memiliki pikiran lain ketika ada arwah yang sengaja membunuh para manusia maka kadang mereka sengaja melakukan itu untuk memuaskan hasrat yang ada di dalam diri sebagai arwah gentayangan.
"Apa sampai sekarang masih belum ada pembukaan kasus kematian gadis itu?" Purnama bertanya kepada Arya.
"Kalau kata Kinan sih tidak ada karena mereka orang tidak punya dan tidak memiliki uang untuk membayar polisi." sahut Arya.
"Hahhh ini kadang yang membuat kesal kalau sudah berurusan dengan polisi." rutuk Purnama.
Arya berdiam karena memang benar kadang mereka perlu memberikan uang lebih agar masalah bisa segera selesai, namun sebagai orang biasa mereka tidak bisa protes dalam hidup ini dan tidak memiliki pilihan lain selain menerima saja apa yang telah diberikan oleh orang yang memiliki kekuatan jauh lebih besar di bandingkan mereka sendiri.
"Besok aku akan menemui orang tua dari si gadis itu." putus Purnama.
"Ayo, aku besok juga tidak ada kerjaan sehingga bisa menemani Kakak." Arya berkata penuh semangat.
"Ah tidak usah kau temani aku, kau cari saja pekerjaan lain bila sedang menjadi pengangguran." tolak Purnama.
"Kok kau sekarang seolah malas pergi dengan aku!" Arya mulai tidak terima.
Purnama hanya memutar bola mata malas karena dia kadang juga kesal dengan Arya saat sedang pergi berdua, selain Dia suka mencari masalah maka Arya ini juga tidak waspada sehingga nanti yang ada mereka akan berdebat terus sepanjang perjalanan dan tentu saja itu menguras emosi Purnama.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen kalian semua ya.
anak nya slah masih ja di bela