NovelToon NovelToon
Laluna Si Penerang Kegelapan

Laluna Si Penerang Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata Batin / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:799
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sidang

Laluna terperangah melihat apa yang ada dihadapannya, dia tak bercerita semua di telan sendiri, dan sampai pertunjukan usai Laluna tak bersuara sama sekali, itu membuat Najwa heran tak seperti biasanya seorang gadis bernama Laluna bahkan ada semut mati saja di komentari ada pertunjukan hebat yang ceritanya menegangkan dia tak perduli sama sekali, pasti ada masalah lain yang terjadi.

Sekilas Laluna melihat, bahwa pria yang dibawa ibunya tadi bukanlah om om berduit tapi pria berusia belasan atau dua puluhan tahun, berondong kecil!., "nauzubillahi min dzalik " Luna mengucapkan kata itu dan di dengar jelas oleh Najwa yang berada disisinya.

"Sebenarnya ada apa Lun, dari tadi kamu diem mulu, tak seperti biasanya?" tanya Najwa.

"Nanti aku cerita di rumah, malu mau cerita disini!" jawab Luna yang tanpa terasa kini tangannya ada dalam genggaman Fadli, seperti ada yang hangat merayap di telapak tangannya dan astaghfirullah, Luna segera menepis perlahan tangannya dari genggaman laki laki yang kini ada di sampingnya ini.

"Kenapa Luna? Maaf jika membuatmu tak nyaman". Ucap Fadli, dan Luna hanya tersenyum canggung.

"Nggak apa apa bang, kayaknya lagi badmood saja mau pms kali!" jawab Luna sekenanya.

mereka akhirnya pulang dengan mengendarai mobil masing masing, Fadli dan Hasan mengikutinya dari belakang sampai di kawasan tempat tinggal Luna, setelah Luna belok ke apartemen nya Hasan membunyikan klakson dua kali, Luna dan Najwa menoleh dan berpandangan saling senyum ternyata kedua laki laki tersebut beneran membuntutinya sampai ke rumah, ada bunga yang kini mekar di hati kedua gadis dan calon janda itu, secepat itu move on Najwa? Ya iyalah ngapain menangisi seekor luwak jika di depan mata ada pangeran tampan yang masih lajang.

Sesampainya di rumah mereka mandi dan melaksanakan empat raka'at yang tertunda, sebenarnya Najwa ingin menuntut cerita dari sahabat karibnya ini tentang kejadian sore tadi dalam bioskop, tapi sepertinya Luna kelelahan dan Najwa yang memang menderita insomnia berat itu menoleh kearah Luna yang ternyata sudah mendengkur halus, tanda gadis itu sudah terlena, "gampang sekali dia tidur, kenapa mataku ini beda ya?" batin dokter Najwa.

Sementara di tempat lain Kemal yang uring uringan karena bapaknya tak mau membantu mengatasi masalahnya kini jadi sangat emosi, sebisa mungkin meyakinkan kan ayahnya bahwa beliau akan segera menerima cucu, toh menikah selama tiga tahun dengan Najwa tak berhasil hamil tapi dengan Ratna belum ada tiga bulan wanita itu langsung hamil, Kemal yang merasa alat reproduksi nya sehat dan normal itu sangat percaya diri bahwa anak yang di kandung Ratna adalah buah hati yang selama ini di nanti, dokter kok oon!.

"Aku tak mau membelamu dalam kasus ini, bagiku menantuku hanya Najwa, kamu itu sungguh orang yang tak tahu balas budi, bayangkan tanpa keluarga Najwa bagaimana kita bisa sukses, semua adalah karena bantuan dari mereka, ingat itu". Ucap pak Nasser dengan muka yang sangat geram.

"Aku tahu yah, tapi semua sudah terjadi dan itu merupakan takdir dari Tuhan, mungkin ini cara Tuhan untuk memberiku keturunan". Sungguh kemal bebal mencari alibi untuk membenarkan tingkah polahnya dengan mengatasnamakan takdir.

"Takdir kepalamu peang, itu namanya bukan takdir hanya kamu saja yang tak kuat iman, kamu tahu sejak bunda mu wafat ketika kamu masih umur lima tahun sampai bangkotan begini mana pernah ayah dekat dengan wanita karena ayah memenuhi janji ayah pada bundamu untuk setia sampai akhir hayat, kamu yang di dampingi istri secantik dan sepintar Najwa malah selingkuh, selingkuh mengatas namakan takdir, kuwalat kamu?" bentak pak Nasser sungguh emosi menghadapi putra nya yang bebal itu.

Pak Nasser melemparkan kartu nama , ni minta tolong pada dia, dia salah satu kenalan ayah sesama pengacara, aku malu kalau harus menghadapi Najwa apalagi menghadapi ibunya yang saat ini ada di Mesir sana". Bentak pak Nasser lagi tapi masih memberi kemal jalan keluar.

Kemal membaca kartu nama dan nomor telepon yang ada di kartu tersebut, Widia rianti namanya.

Sidang perceraian pertama, Kemal tak hadir hanya di wakili oleh pengacaranya yaitu Bu Widia alias ibunda dari Laluna, tak ada yang tahu tentang itu, Bu Widia juga tidak mengenal siapa lawannya kali ini, orang yang di bela adalah suami dari sahabat anaknya yang sudah dianggapnya saudara, begitu juga dengan Najwa, meskipun sahabat, Luna memang sangat privacy, tak pernah menceritakan siapa orang tuanya, disamping malu itu dilakukan oleh Luna agar semua temannya terhindar dari konflik, ya intinya Luna tak ingin jika kawannya dijadikan tumbal oleh orang tuanya.

Sidang terasa alot, alasan alasan perceraian masih saling bantah membantah, fihak Najwa sudah mengeluarkan segala bukti perselingkuhan Kemal, akhirnya hakim memutuskan sidang dilanjutkan Minggu depan untuk mediasi, mungkin saja perkawinan Najwa dan Kemal masih bisa di pertahankan.

Bu Widia keluar dari ruang sidang dengan gaya nya yang angkuh, di luar Luna juga menunggu Najwa, dan mereka berpapasan mata elang Luna menatap tajam tapi tanpa tegur dan sapa, Bu Widia balik menatap dengan penuh kebencian dan dendam

"Oh, ini kah wanita yang telah melahirkan ku?, apa salahku selama ini toh aku juga tak pernah ingin di lahirkan dari rahimnya, semua atas kesepakatan takdir?" batin Luna, Luna sungguh ingin menyimpan rapat rapat cerita pilu hidupnya, bukannya apa apa, cerita yang dianggap semua orang takhayul tapi kenyataan nya semua nyata, meski di bumbui sesuatu yang menjijikkan atas nama syarat, seperti kemarin Laluna yang berhadapan dengan guru dari orang tuanya yang akan melecehkannya.

"Sesuatu terjadi Lun?" tanya Najwa yang melihat perubahan raut muka Luna yang berubah jadi sendu, terlihat sembab dan pucat, tak seperti biasanya ksatria ini yang biasanya garang dan tegas ternyata bisa melankolis juga.

"Kamu tak ingin mendengar cerita hidupku mbak?" tanya Luna malah balik bertanya.

"Bukankah sudah ribuan kali bahkan mungkin jutaan kali aku bertanya tapi kamu menghindar menceritakan padaku siapa orang tuamu?, aku tak ingin misalnya menyelidiki mu atau menguntit mu kemana kamu pergi supaya bisa tahu tentang cerita hidupmu, jika kamu tak ingin cerita aku tak akan maksa juga". Jawab Najwa.

Ternyata makin lama Luna makin tak bisa menahan cerita hidupnya sendirian, apapun yang terjadi meski jika suatu saat Najwa berkonflik ,misalnya! Manusia tak ada yang sempurna bahkan darah daging sendiri kadang bisa mengkhianati, dengan sadar dan tekad yang bulat Luna akan mencoba membuka diri dan menceritakan semuanya pada sahabatnya ini.

Mereka memberhentikan mobilnya di sebuah taman, Laluna bercerita tentang masa kecilnya tentang ketiga kakak kembarnya tentang orang tuanya yang satu masih aktif sebagai pengacara dan yang satunya yaitu bapaknya adalah mantan anggota DPR, dan tentang sisi gelap kehidupan keluarganya, mengumbar aib? Bukan! tapi hanya karena Laluna susah sesak menahan beban, dan Luna juga menceritakan tentang pertemuan ibunya dengan mereka waktu di gedung bioskop, Najwa nge lag sebentar dan mengingat ingat siapa yang duduk di depan mereka waktu itu, tapi karena fokus sama cerita filmnya Najwa jadi tak begitu memperhatikan.

"Dan wanita itu adalah Bu Widia, yang tadi mewakili si Kemal dalam sidang, dia pengacara Kemal", Luna mengakhiri ceritanya membuat Najwa makin melongo.

*****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!