NovelToon NovelToon
Kisah Aisha

Kisah Aisha

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:512
Nilai: 5
Nama Author: Mia Putry

Kisah seorang anak gadis yang melarikan diri ke negri Jiran Malaysia untuk jadi TKW,
perjalanan panjang dan penuh perjuangan, hingga bertemu dengan seorang pria
penasaran kan yuk simak kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

H-9

Esok hari.

Alya , Adiba , Husna  dan Ais sedang asyik menyusun beberapa undangan.

Sedangkan para pria sedang mengurus tenda.

Ada beberapa tetangga yang di undang untuk datang bantu bantu. .

Mereka sibuk masing-masing. Alya dan Adiba juga terlihat antusias.

" Ais, kenal dimana itu suamimu?"  Tanya Alya ketika mereka sedang mengecek beberapa persiapan pesta.

" Di Limbang" jawabnya datar.

" Ganteng juga di" lirihnya. Namun Ais masih bisa mendengar itu.

.

" Ais dia itu kenapa hanya datang sendiri?" Adiba ikut menimpali

.

" Dia anak yatim piatu. Ayah ibunya sudah meninggal sejak Alex masih sekolah."

" Ohhhhh,, pantas,, "  ucap Alya dan Adiba bersamaan.

Sontak Husna dan Ais menoleh kearah mereka dengan tatapan bingung.

Alya menyadari itu pun melototi mereka

" Apa ?" Ketusnya

" Tidak. " Ais dan Husna menggeleng saja.

' pantas mau saja nikah dengan Ais. Ternyata anak yatim. Sudah pasti miskin. ' 

Guman Alya .

Sedangkan Adiba entah apa yang dipikirkan nya.

Dia hanya bergidik ngeri. Ais melihat itu tau apa yang dipikirkan oleh kakaknya itu

" Mana suami kalian. ? Kenapa cuma kalian yang datang?" Tanya Ais kemudian.

Mendengar pertanyaan itu, Alya dan Adiba menoleh kearah Ais. .

" Mereka sibuk, nanti pas resepsi baru mereka hadir. Mereka kan PNS. Jadi tidak bisa libur sesuka hati" jawab Adiba bangga.

Sengaja mengatakan itu seolah olah menyindir adik dan kakak'nya.

.

Mendengar itu Husna dan Ais hanya tersenyum samar .

" Oh iya habis nikah kalian mau tinggal disini?" Tanya Adiba.

" Tergantung Alex nanti bagaimana. Kalau dia mau pulang di Kalimantan yah saya ikut. Kalau dia mau disini yah saya ikut. " Ucap Alya santai.

.

" Memang suami mu itu kerja apa disana ?" Tanya Alya penasaran.

" Pengacara," jawabnya datar

Adiba dan Alya pun kaget. Seakan tidak percaya.

Ais tau yang dipikirkan oleh kedua kakaknya itu itupun melanjutkan kata katanya.

" Pengangguran banyak acara. "

Hahahaha

Tiba tiba Husna tertawa terbahak-bahak.

" Kenapa juga kamu tertawa Husna ,? ,X" tanya Alya heran .

" Hahahaha,, kamu ini Alya masa kamu tidak tau arti dari kata kata Ais tadi.  Hahahaha " Husna masih saja tertawa.

Setelah beberapa saat berpikir kini Alya sadar. Kalau Ais mengerjai mereka berdua.

Alya pun melempar Ais dengan tumpukan kertas bekas tak terpakai.

" Kenapa kamu itu kak Alya? Terhamburmi ini kertas semua. " Gerutunya.

" Hee. Kamu itu yang kenapa. Bisa bisanya kamu tipu begitu. " Ucap Alya lantang.

" Astaga kak Alya saja yang tidak tau bahasa.," Elak Ais

" Sudah sudah . Rapikan kertas itu. Kita cek makanan. Nanti orang yang datang bantu bantu nanti kelaparan." Husna menengahi pertengkaran mereka.

" Adikmu itu yang konyol." Alya masih tidak terima.

" Mengalah saja kamu itu kan kakak'. " Ucap Husna.

" Huuuhh" desisnya

Husna beranjak dari duduknya dan kedapur untuk mengecek apa yang kurang.

Lalu Fuad menghampiri nya.

" Alya dan Adiba tidak membuat masalah kan?" Tanyanya.

Fuad khawatir kalau-kalau Alya dan Adiba mengganggu Ais.

" Akhhh tidak. Mereka cuma bercanda saja tadi. " Jawab Husna

" Bagus kalau begitu. Sudah siap kah itu makanan. Sudah jam makan siang ini. Orang yang datang membantu nanti lapar. ?"

" Sudah ,, tinggal di sajikan Saja , mana Alex sama ayah,?"

" Itu mereka,, "

" Suruh istirahat dulu orang'orang. Supaya nanti kalau sudah saya sajikan makanan bisami makan. "

" Oke.,,, "

""""

Akhirnya Mereka semua makan bersama.

Sudah jadi tradisi, kalau ada pesta pernikahan. Tuan rumah akan mengundang para tetangga dan kerabat dekat untuk membantu jalannya proses pernikahan

Warga yang datang ke sana tidak dengan tangan kosong.

Mereka membawa beberapa barang. Sesuai dengan kemampuan orang tersebut.

Karena undangan uang disebarkan hampir seribu lembar maka pak Ramli membutuhkan jasa katering untuk jamuan nanti.

Warga Yang datang hanya membantu merapikan rumah dan sekitarnya.

Memasang tenda dan perlengkapan lainnya.

"""

Lalu tibalah saatnya mereka untuk santap bersama.

" Ayah ,, panggil orang orang untuk makan siang. " Ucap Husna memberi tahu ayahnya

" Baiklah. Ais , panggil suami mu untuk makan siang. Katakan padanya kerjanya masih bisa  dilanjutkan lagi nanti. " Kata sang ayah

"Oke ayah. " Jawab Ais.

Ais pun mencari keberadaan Alex.

Dari jauh Ais melihat Alex sedang berbincang dengan perempuan entah siapa. melihat interaksi mereka Ais jadi kesal sendiri.

" Sayang, ayah ajak kita makan bersama.," Ucapnya dengan nada dibuat se lembut mungkin.

" Sontak wanita teman Alex bicara menoleh kearah Ais dengan tatapan tajam .

" Apa lihat lihat. Dia suami ku asal kamu tau. ," Ucap Ais dengan sinis.

" Tidak mungkin laki laki ganteng seperti ini mau nikah sama kamu Ais. Pasti ko iri makanya kamu ngaku ngaku Alex ini suami mu. " Ucapnya tak kalah sinis.

" Heee pelakor gatal , jangan banyak bicara , kalau tidak percaya tanya saja orang nya paleng. " Ucapnya datar.

Melihat itu Alex jadi menelan ludah sendiri.

Alex membayangkan Ais menghajar wanita itu. Bisa babak belur nanti dibuatnya.

Alex pun merangkul Ais dengan mesra lalu berkata.

" Ayo sayang. Kita pergi dari sini. Saya sangat lapar dari pagi hingga sekarang belum makan. " Ucap Alex mendramatisir keadaan

Melihat itu wanita itu melotot tajam.

Dia tidak bisa mempercayai penglihatan nya.

Tentu Ais tau apa yang dipikirkan wanita itu.namun Ais cuek bebek tak perduli dengan tatapan tajam dari wanita itu. .

Mereka berjalan dengan bergandengan tangan

Wanita itu semakin kesal. Ternyata pria yang sedang dia rayu itu suami Ais.

" Heh,,, biar dia sudah jadi suami mu Ais saya tetap akan rebut dia dari kamu. Jangan sebut saya Juwita kalau tidak bisa  rebut Alex " ucapnya sambil mengepalkan tangannya.

"""""

Malam harinya Juwita benar benar melakukan aksinya.

.

Juwita datang kerumah Ais dengan pakaian kurang bahan. Belahan dada yang montok.

Dan juga rok pendek diatas lutut. Benar benar-benar pemandangan yang sangat menjijikkan.

Tanpa mengucapkan salam Juwita masuk kedalam rumah. Dan tanpa tahu malu juga Juwita langsung duduk di samping Alex.

Ais melihat itu sangat geram. Sedangkan Alex jadi jijik melihat kelakuan Juwita.

Pek Ramli dan Fuad melongo melihat itu.

Sedangkan Husna jadi kesal.

Jangan tanyakan apa reaksi Alya dan Adiba. Malah mereka sangat marah melihat itu.

.tanpa basa basi Adiba langsung menjambak rambut Juwita.

Juwita yang tidak siap itu hanya bisa pasrah.

," Dasar wanita murahan kamu ini. Tidak tau malu. Pakai baju kurang bahan. Kasi lihat itu dada. Sekalian kamu telanjang sekalian. ," Geram nya.

" Ahkkk sakit ini rambutku kamu tarik. Rusak rambut ku padahal saya sudah bayar mahal disalon ini" ucapnya sambil berusaha melepaskan tangan Adiba.

Alya ikut menimpali.

" Makanya jangan jadi wanita nakal. " Ucapnya sinis.

Ais melihat itu menahan senyum nya. Bahkan sampai menutup mulut

" Alex tolong saya , " Juwita Masih tidak tau malunya malah merengek pada Alex agar menolong nya. ..

Ais dan Alex tidak perduli dengan juwita malah mereka berdua masuk dalam kamar tanpa menunggu reaksi semua orang.

*******

"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!