Di dunia di mana Peringkat Bakat adalah hukum tertinggi, Lu Chen hanyalah sebutir debu. Saat Upacara Penentuan Takdir, dia dipermalukan di depan seluruh sekte karena hanya memiliki bakat F-Rank dengan afinitas spiritual nol. Dunia mencapnya sebagai sampah, namun mereka tidak tahu bahwa Lu Chen menyembunyikan sistem SSS+ "Omnipotence Mask" yang mampu menutupi keberadaan aslinya dari mata dewa sekalipun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25: Amarah Sang Penguasa Naga
Atmosfer di pusat Hutan Kematian mendadak membeku, bukan karena es milik Yue Bing, melainkan karena tekanan jiwa yang luar biasa dari Pohon Keramat Pemakan Dewa. Makhluk purba ini telah berakar di sana sejak era perang dewa, memakan ribuan jiwa untuk memperpanjang usianya yang hampir abadi. Akar-akarnya yang sebesar tubuh naga menggeliat di bawah tanah rawa, menciptakan gempa kecil yang meruntuhkan pepohonan di sekitarnya.
Wajah manusia pada batang pohon itu membuka mulutnya yang lebar, mengeluarkan suara yang menyerupai gesekan kayu busuk. "Manusia... dan naga kecil... kalian membawa esensi yang begitu murni. Hari ini, akarku akan meminum darah kalian hingga kering!"
Yue Bing terhuyung mundur. Tekanan aura Tahap Nascent Soul dari pohon itu terasa seperti gunung yang menindih dadanya. "Tuan Lu... ini terlalu kuat. Kita harus mundur!"
Lu Chen berdiri tak bergeming. Jubah hitamnya berkibar meski tak ada angin. Di bahunya, Ignis tidak lagi mengecil. Semut naga itu melompat ke tanah, tubuhnya membesar secara dramatis hingga mencapai ukuran sepuluh meter. Sisik merah kebiruannya membara, menguapkan air rawa di sekitarnya hingga menjadi kabut tebal.
"Mundur?" Lu Chen tersenyum dingin. "Yue Bing, di dunia kultivasi, saat kau bertemu mangsa yang besar, itu bukan saatnya lari. Itu adalah saatnya berpesta."
[Ding! Target Terdeteksi: Roh Pohon Kuno (Tahap Nascent Soul - Level 3).]
[Peringatan: Area sekitar berada dalam 'Domain Penghisap Esensi'.]
[Sistem mengaktifkan: 'Armor Divine Sovereign' untuk Inang.]
"Ignis, bakar akarnya. Jangan biarkan satu pun menyentuh tanah tempat kita berdiri!" perintah Lu Chen.
"Dengan senang hati, Lu Chen! Mari kita buat api unggun terbesar di benua ini!" Ignis meraung. Ia menyemburkan 'Nafas Kehampaan' dalam bentuk lingkaran, menciptakan cincin api biru yang menghanguskan ribuan akar yang mencoba menyerang dari bawah tanah.
Pohon Keramat itu meraung marah. Ribuan dahan tajam seperti tombak meluncur dari langit-langit hutan. Lu Chen akhirnya bergerak. Ia mengangkat tangannya ke udara, dan energi emas murni terkonsentrasi di telapak tangannya, membentuk sebuah pedang cahaya yang panjangnya mencapai lima meter.
"Pedang Pemutus Takdir: Bentuk Pertama—Pembersihan Dunia!"
Lu Chen mengayunkan pedangnya dalam satu gerakan horizontal. Sebuah garis cahaya emas melesat, memotong ribuan dahan kayu hitam tersebut seolah-olah itu hanya jerami kering. Ledakan energi yang dihasilkan menciptakan gelombang kejut yang melempar kabut racun sejauh beberapa kilometer.
Yue Bing menyaksikan dengan mata terbelalak. Ia baru menyadari bahwa selama ini Lu Chen masih menyembunyikan 90% kekuatan aslinya. Kekuatan yang ditunjukkan Lu Chen saat ini bukan lagi level Inti Emas; itu adalah kekuatan yang mampu menantang hukum alam.
Pohon itu, menyadari bahwa mangsanya adalah predator yang lebih berbahaya, mulai mengeluarkan kartu asnya. Bunga-bunga raksasa berwarna ungu mekar di dahan-dahannya, melepaskan serbuk sari yang mampu memicu halusinasi tingkat tinggi.
"Sistem, netralisir!" seru Lu Chen.
[Protokol Anti-Ilusi Aktif. 'Mata Kedaulatan' Terbuka.]
Mata Lu Chen berubah menjadi emas sepenuhnya dengan pola salib di tengahnya. Di penglihatannya, semua halusinasi menghilang, menyisakan aliran energi hijau gelap di jantung pohon tersebut. Itulah Inti Kehidupan Kuno.
"Ignis, serang jantungnya sekarang!"
Ignis meluncur ke depan dengan kecepatan kilat, menembus pertahanan dahan-dahan pohon yang menjerat. Namun, Pohon Keramat itu menciptakan perisai kayu yang sangat tebal. Ignis menghantam perisai itu dengan cakarnya, menciptakan suara dentuman logam yang memekakkan telinga.
"Sial, kayunya keras sekali!" teriak Ignis.
"Biarkan aku membantumu," Lu Chen melayang ke udara. Ia menyatukan kedua tangannya, memanggil seluruh esensi dari Divine Core-nya. "Seni Rahasia Naga: Tombak Penghancur Langit!"
Petir biru dan emas menyatu di tangan Lu Chen, membentuk tombak energi yang berderak hebat. Ia melemparkan tombak itu dengan seluruh kekuatannya. Tombak itu membelah udara, meninggalkan jejak vakum di belakangnya, dan menghantam tepat di pusat perisai kayu tersebut.
BOOOOOOOM!!!
Ledakan dahsyat terjadi. Pohon Keramat Pemakan Dewa itu terbelah menjadi dua. Jeritan yang memilukan terdengar saat api azure milik Ignis mulai melahap bagian dalam pohon yang kini terbuka. Dari tengah reruntuhan kayu yang terbakar, sebuah bola hijau bercahaya seukuran kepala manusia melayang—itu adalah Inti Kehidupan Kuno yang mengandung akumulasi energi selama ribuan tahun.
Lu Chen menangkap bola itu dengan satu tangan. Sisa-sisa energi pohon itu mencoba melawannya, namun segera tunduk di bawah tekanan aura Lu Chen.
[Ding! Memperoleh: Inti Kehidupan Kuno (Grade SSS).]
[Efek: Mampu meningkatkan potensi hidup Inang secara permanen dan mempercepat evolusi Ignis ke tahap 'Penguasa'.]
"Kerja bagus, Ignis," Lu Chen mendarat di tanah yang kini hangus. Ia menatap Yue Bing yang masih terpaku. "Ambil beberapa potong kayu yang tidak terbakar itu. Itu adalah Kayu Gaharu Hitam Seribu Tahun, bahan yang sangat bagus untuk membuat senjata tingkat tinggi."
Yue Bing mengangguk gagap, segera melakukan apa yang diperintahkan. Ia merasa beruntung karena ia berdiri di sisi orang ini, bukan di depannya sebagai musuh.
"Lu Chen, aku merasa... Inti ini akan membuatku tidur sebentar," Ignis mengecil kembali ke bahu Lu Chen, tampak sangat puas setelah menelan sisa-sisa jiwa pohon tersebut.
"Tidurlah. Saat kau bangun nanti, kita akan berada di depan gerbang Makam Naga Kuno," ucap Lu Chen lembut.
Dengan hancurnya Penunggu Hutan, kabut racun di Hutan Kematian mulai memudar. Jalan menuju Benua Tengah kini terbuka lebar bagi mereka. Lu Chen menatap ke depan, ke arah pegunungan yang menjulang di kejauhan. Di sana, rahasia terakhir tentang identitasnya dan kekuatan naga yang ia bawa akan segera terungkap.
[Status Terkini:]
[Kultivasi: Tahap Inti Emas - Level 6 (Mendekati Terobosan).]
[Item Baru: Inti Kehidupan Kuno (Sedang Diproses).]
[Lokasi Selanjutnya: Kota Perbatasan Benua Tengah—Kota Angin Puyuh.]