Bagaimana jika ada wanita kaya yang mempermainkan cinta tulus pria miskin? Apakah wanita itu akan menyesal atau malah bangga melepaskan pria yang tulus mencintainya karena tidak "setara"? Riko Dermanto, anak pemulung dari desa yang pintar sampai mendapatkan beasiswa kuliah di kampus ternama Jakarta. Bertemu dengan wanita kaya yang membuatnya jatuh cinta dan rela melakukan apapun yang wanita itu inginkan. Di malam guntur dengan hujan deras dan sambaran petir, wanita itu ternyata memilih bersama pria lain. Berciuman didepan mata Riko. Membangkitkan amarah serta jiwa pemberontaknya. Dirinya benar benar dimanfaatkan tanpa ampun oleh wanita itu hingga sadar cintanya bertepuk sebelah tangan. Tidak berhenti disitu, Riko melakukan pembalasan yang mampu disebut CINTA MATI BERDARAH! Ia rela bertaruh darah untuk membuktikan cintanya. Ini cinta atau obsesi? Baca novel ini dan dukung yaaa!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SUAMI TIDAK TAU MALU
Hari ini, puncak keramaian di perusahaan RaSwa. Paman Juan yang bernama Yudha Gunawan, mendeklarasikan dirinya sebagai direktur baru bersamaan dengan persetujuan dewan direksi setelah rapat dilaksanakan. Juan mengamuk dan mengancam akan menuntut pamannya itu.
"AWAS KAMU PRIA BAJINGAN!!! KAMU MEREBUT APA YANG BUKAN MILIKMU?!!" teriak Juan didepan banyak karyawannya.
"Aku tidak merebutnya, anak muda. Kamu saja yang melepaskannya dengan banyak kesalahanmu. Ingat, Juan, aku sudah memahami perusahaan ini selama 30 tahun lebih. Ibumu memaksakan memberikan perusahaan ini kepadamu hanya karena garis keturunan tertua. Tidak melihat kompetensi anaknya sendiri. Lebih baik kamu bangunlah perusahaan baru lainnya. Disini bukan bidangmu" ujar Yudha.
Juan mengamuk sampai hendak memukul Yudha namun ditahan oleh seseorang.
"Jangan berani menyentuhkan bogemanmu kepada ayahku, Juan. Meskipun aku lebih muda darimu, aku sangat berani untuk menendangmu" ucap seorang pria berjas.
"SIALAN!! KELUARGAMU PENGKHIANAT, LEO! AKU TIDAK AKAN MELEPASKAN KALIAN BEGITU SAJA!" seru Juan lagi.
Melihat amukan Juan dari jauh, Maya yang baru saja keluar aula untuk mengurus hasil rapat direksi barusan, terkejut.
Apa yang dilakukan Juan malah semakin membuat suaminya itu pantas dilengserkan.
"Mas..cukup.." ucap Maya sambil berusaha menahan tubuh suaminya.
Namun kekuatan Juan lebih dari sang istri.
"Pergi sana..atau aku akan menyakiti.." belum juga selesai berbicara dengan ancaman kepada Maya, tangan kekarnya reflek mendorong istrinya hingga akan jatuh ke lantai jika tidak ada yang menangkapnya seperti sekarang.
Ada sosok pria berjas navy dengan kemeja putih. Tinggi dan tampan.
Grep!
Maya jatuh ke pelukan pria itu. Aroma wanginya cukup semerbak disekitar apalagi Maya yang langsung mencium bajunya.
Juan menoleh kebelakang dan melihat sosok pria lain memeluk istrinya. Wajah pria itu masih menunduk menatap wajah Maya hingga Juan belum mengenalinya.
Sedangkan Maya terdiam dan membeku saat melihat wajah pria yang memeluknya sambil tersenyum padanya.
"Hai, Maya..sudah lama tidak berjumpa" ucap pria itu. Suara yang sangat dikenal Maya namun versi gagahnya.
Juan pun makin emosi dan hendak menarik Maya namun pria itu tidak membiarkannya.
Juan membeku saat melihat wajah pria yang memeluk istrinya.
"Jika seorang direktur saja biasa memperlakukan istrinya seburuk ini, apa kabar dengan karyawannya. Perkenalkan saya Riko Dermanto, pengacara Bapak Yudha Gunawan selaku direktur baru perusahaan RaSwa grup per hari ini" ucap pria itu yang tidak lain adalah Riko, pria yang sudah dihajar habis habisan oleh komplotan Juan.
Maya mendorong tubuh Riko agar melepaskan pelukan.
"Ka..kamu..kenapa bisa kesini?" gugup Juan.
Riko malah tersenyum.
"Sudah saya katakan sebelumnya bahwa saya pengacara dari Bapak Yudha Gunawan hingga pelantikan direktur baru dilaksanakan" sahutnya.
Juan tidak percaya. Pria miskin yang mencintai istrinya kini terlihat berkelas dan tampan.
"Hahahahhahahaaa...pria miskin sepertimu tetap saja miskin meskipun memakai jas mahal" ejeknya untuk menutupi rasa malu.
Riko memberikan senyuman menyeringai.
"Terima kasih Pak Juan telah membuktikan seberapa nilai etika orang kaya seperti anda. Lihatlah karyawan disini melihat anda dengan pandangan sulit diartikan. Lebih baik anda siapkan pengacara terbaik anda untuk melakukan negoisasi penyerahan jabatan dengan baik baik agar anda mendapatkan banyak kompensasi daripada diusir dengan tidak hormat" sahutnya.
Juan mengepalkan tangan penuh amarah.
Ketika melayangkan bogeman itu ke wajah Riko, dengan mudahnya tangan itu digenggam oleh pria yang dituju.
"Saya tidak selemah 5 tahun lalu, Pak Juan. Tidak akan saya biarkan tangan kotor anda ini menyentuh wajah tampanku" sarkasme Riko lalu melempar tangan Juan.
"Shit! Awas saja kamu ya" ucap Juan lalu menarik tangan Maya untuk pergi dari lobby perusahaan.
"Mas sakit!" rintih Maya saat tangannya digenggam erat dan ditarik paksa oleh suaminya.
"Kamu senang bertemu pria miskin itu hah? Hahahhaa, meskipun dia berubah tapi tetap saja miskin" ejek Juan.
"Dan tugasmu sekarang, harus bisa memberikan negoisasi terbaik untuk mempertahankan jabatanku di perusahaan ini" lanjutnya.
Maya diam saja hingga ia masuk mobil.
Sedangkan Riko dipersilahkan masuk oleh Yudha keruangan meeting bersama tim legal perusahaan yang pro padanya.
Riko bersama 1 asistennya yang bernama Hagien. Fresh graduate S1 dari kampus Australia yang aslinya orang Indonesia juga. Hanya saja keluarganya di sana. Dia menjadi junior Riko dikampus yang cukup aktif.
Namun hanya 10 menit berada diruangan Yudha, Riko izin untuk mengurus urusan lain yang urgent katanya. Sehingga Hagien yang mengumpulkan data terkait kondisi perusahaan RaSwa Group.
Ditengah perjalanan, Juan mengendarai mobilnya ugal ugalan hingga Maya merasa sangat mual.
"Mas..aku mu..mual" keluh Maya.
"Dasar wanita lemah! Gak hamil tapi mual terus!" serang Juan.
"Pleasee..pelan pelan.." minta Maya malah Juan menjadi jadi.
BYUUUUR!!
Akhirnya Maya muntah didalam mobil membuat Juan menghentikan mobilnya mendadak.
"SHIT!! APA APAAN KAMU HAH?!!! INI MOBIL MAHAAAL MAYAAAA!!!" marah pria itu.
"A..aku kan udah bilang kalau aku mual, kenapa kamu makin menjadi jadi Mas" balas amuk Maya meskipun suaranya pelan.
"Aiiishhg!!! Turun saja kamu, naik taxi sana" ujar Juan.
Maya tak ingin berdebat. Ia mengambil tissue beberapa lalu tasnya dan turun dari mobil.
Setelah pintu mobil tertutup, Juan langsung meninggalkan Maya dipinggir jalan ketika hari panas panasnya karena masuk jam 1an siang.
Maya sibuk membersihkan bajunya yang terkena muntah. Setelah itu ia melihat ada gerobak es oyen dan tiba tiba menginginkannya. Jalanlah dia kesana setelah menyemprotkan parfum kebajunya karena takut aroma muntahannya menganggu sekitar.
"Bang, es oyen 1" minta wanita itu.
"oke neng, tunggu ya. Duduk dulu aja" jawab penjual.
Maya duduk dan menunggu es oyennya siap santap.