NovelToon NovelToon
Crowned Villains :The End Of Old World

Crowned Villains :The End Of Old World

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Fantasi
Popularitas:286
Nilai: 5
Nama Author: Asjoe the writer

Dunia adalah sebuah luka yang menolak untuk sembuh. Di Utara, perang suci antara Holy Kingdom dan Demon Realm tak kunjung usai. Di Selatan, tirani matriarki menciptakan perbudakan sistematis terhadap kaum pria. Sementara di Timur, jutaan nyawa menjadi tumbal bagi ambisi Federasi dan Aliansi. Bahkan di Barat, Kekaisaran Berline yang agung telah membusuk dari dalam akibat korupsi, nepotisme, dan kelaparan yang mencekik rakyatnya.Saat dunia memprediksi keruntuhan Berline akan menjadi awal dari domino kehancuran global, sebuah anomali muncul dari balik bayangbayang. Bukan pahlawan yang bangkit, melainkan Chara Initiative Organization (CIO). Sebuah organisasi villain yang kejam dan tak terduga. Lewat kudeta berdarah, mereka merebut tahta Berline dan memulai langkah radikal untuk menjungkirbalikkan tatanan dunia yang lama. Bagi mereka, dunia yang rusak tidak butuh diperbaiki; dunia butuh dihancurkan untuk dibangun kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asjoe the writer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Catur di Atas Meja Logam

Di ruang kerjanya yang kedap suara, Aris berdiri di depan sebuah papan tulis kaca yang penuh dengan rumus kimia dan peta persebaran sumber daya.

Di salah satu sudut, tertulis sebuah catatan kecil dengan tinta merah: “The Desperation Factor.”

Asisten pribadinya masuk membawa laporan terbaru dari unit pengintai udara.

"Sir, laporan dari awak Zeppelin 'Vulture-1' di perbatasan Timur. Mereka menggunakan teropong jarak jauh dan mendeteksi aktivitas mana yang abnormal di kamp-kamp Aliansi. Ada pola energi yang statis dan gelap, jauh di bawah frekuensi sihir elemen biasa."

Aris tidak terkejut. Ia justru tersenyum tipis sembari menandai wilayah Aliansi di peta dengan pasak besi.

"Nekromansi. Aku sudah menduganya. Ketika sebuah rezim absolut menghadapi tembok teknologi, mereka tidak akan lari ke masa depan. Mereka akan menggali masa lalu."

"Nekromansi? Bukankah itu sihir terlarang yang dikutuk oleh Gereja Suci dan Federasi?"

"Kutukan hanya berlaku bagi mereka yang punya kemewahan untuk menang," sahut Aris dingin sembari memutar bola dunia mekanis di mejanya.

"Bagi Volkov, mayat yang bisa berjalan adalah solusi logistik yang sempurna. Mereka tidak butuh gaji, tidak butuh roti, dan tidak akan menulis surat protes ke rumah. Tapi, mereka lupa satu hal..."

Aris mengetukkan jarinya ke meja. "Daging mati tetaplah zat organik. Dan zat organik sangat reaktif terhadap komposisi fosfor putih yang sedang kita kembangkan."

Aris kemudian berbalik, menatap sebuah cermin dua arah yang memperlihatkan sel isolasi Elara.

"Bagaimana kondisi tawanan kita?"

"Nona Elara masih menolak makanan kaleng kita, Sir. Dia terus mencoba mencari celah pada kerah penekan mana yang dipakainya. Namun, dia mulai menunjukkan ketertarikan pada buku-buku mekanika dasar dan diagram mesin uap yang kita tinggalkan di selnya."

Aris mengangguk. "Siapkan dokumen pembebasan untuknya. Sertakan 'perjanjian kerjasama teknis' yang tampak masuk akal namun menjebak, dan biarkan dia membawa satu set prototipe radio telegraf portabel kita sebagai 'hadiah perpisahan'."

"Anda ingin melepaskannya? Setelah semua rahasia pabrik yang dia lihat?" asistennya tampak terkejut.

"Dia hanya melihat permukaan," jawab Aris.

"Melepaskannya akan menciptakan perpecahan di dalam Federasi. Bayangkan, seorang penyihir agung kembali dari jantung musuh tanpa luka, membawa teknologi musuh, dan bercerita betapa teraturnya Berline. Kaelen akan mempercayainya, tapi Count Carlosc dan Dewan Federasi akan mencurigainya sebagai mata-mata yang telah dicuci otaknya. Aku tidak butuh peluru untuk menghancurkan Barloa, aku hanya butuh keraguan."

Di Barloa – Malam yang Gelap

Kaelen tidak bisa tidur. Di meja kamarnya, ia sedang memeriksa perlengkapan infiltrasi. Sebilah belati pendek, jubah penyamaran, dan beberapa kristal mana ledak. Ia tahu ini gila. Menembus wilayah Barat yang penuh dengan menara lampu sorot dan patroli bersenjata CIO sendirian adalah misi bunuh diri.

"Komandan, Anda yakin?" suara kapten pengawalnya terdengar dari balik pintu.

"Count Carlosc tidak akan mengizinkan ini."

"Simbol harapan tidak berguna jika ia membiarkan rekannya membusuk di penjara," jawab Kaelen tegas sembari mengikat tali sepatunya.

Tepat saat ia hendak melompat dari jendela menara, sebuah cahaya terang membelah kegelapan dari ufuk Barat. Itu adalah lampu sorot raksasa dari sebuah truk lapis baja CIO yang berhenti tepat di perbatasan netral.

Sebuah suara yang diperkeras dengan corong pengeras suara (megafon) bertenaga listrik menggema hingga ke dinding Barloa.

"Perhatian pasukan Federasi. Ini adalah pesan dari Komando Pusat CIO. Atas dasar kemanusiaan dan niat baik, kami akan melepaskan Nona Elara dari Akademi Wisdom. Temui kami di titik koordinat Zero dalam satu jam. Tanpa senjata. Tanpa sihir."

Kaelen membeku. Mengapa Aris melepaskannya begitu saja? Ini terlalu mudah. Carlosc yang mendengar pengumuman itu segera naik ke dinding benteng dengan wajah curiga.

"Ini jebakan, Kaelen! Jangan pergi!" teriak Carlosc.

"Mereka pasti sudah menanamkan kutukan di dalam tubuhnya!"

Kaelen menatap ke arah cahaya lampu sorot di Barat. Di satu sisi, ia tahu Aris adalah ular yang penuh tipu daya. Di sisi lain, ia tidak bisa membiarkan Elara tetap di sana.

"Mungkin ini jebakan," gumam Kaelen.

"Tapi ini adalah satu-satunya kesempatan kita."

Kaelen tidak tahu bahwa keputusan menjemput Elara malam itu adalah awal dari keruntuhan kepercayaannya dengan Count Carlosc.

Di kegelapan malam, benih keraguan yang ditanam Aris mulai tumbuh. Sementara itu, jauh di Timur, tanah di pekuburan massal Aliansi mulai bergetar—Dead Legion telah bangkit.

1
anggita
mampir like👍 iklan ☝saja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!