Reneesha Yeshe kirina al basten, adalah gadis cantik bermata hitam dan memiliki sifat dingin sedikit kejam, namun setelah kembali dari kematian, ia memutuskan kalau di kehidupan kedua ini, dirinya akan melakukan yang lebih extrem dari sebelumnya.
mon maap kalo cringe,
tapi minimal baca 12 bab.
di awal awal emang boring, tapi tolong tetap baca sampai bab terbaru ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
"kak!!
teriak Karen saat melihat kakaknya, Kasa sedang menunggu nya di depan pintu mansion.
pria itu memasang ekspresi datar, di matanya terlihat jelas ada kilatan kemarahan.
" kamu udah sampe"
"kak!!
" mommy, mommy beneran udah gaada?
Kasa hanya mengagguki ucapan karen.
"Deg!
karen lagi lagi hanya bisa pasrah mendapatkan fakta ini.
di belakang kasa terlihat Arkha sedang berjalan menghampiri karen dan Renee yang sedang berada di hadapan kasa.
pemuda itu membawa tudung hitam dan memberikan nya pada Renee.
pakaian Renee berwarna hitam pekat, jadi Arkha hanya membawakan tudung saja untuk nya.
Renee lalu menyuruh Rey dan Likean berganti pakaian dan menyusul mereka masuk.
seperginya Rey dan Kean Renee membantu Karen berjalan dengan lebih baik lagi, dan mereka lalu masuk ke dalam dengan beriringan.
di dalam terlihat orang orang mulai berdatangan satu demi satu.
Renee berdiri di samping kakaknya, ia melihat karen yang sedang menangis di depan peti mati ibunya membuat hati Renee sedikit sakit.
ia berharap di masa depan nanti ia tidak melakukan hal yang sama.
satu persatu anggota keluarga memberikan penghormatan terakhir pada Felliana, mereka memberikan setangkai bunga dan meletakkan nya di atas peti Felli.
tepat saat giliran Renee, gadis itu terhenti sejenak, ia mengamati mayat Felliana yang terbaring di dalam peti mati itu, jika dilihat dengan lebih jelas, luka luka milik Felli terasa janggal.
sejak masih sma, Felli terkenal karena prestasi nya sebagai atlet taekwondo, namun kaki wanita paruh baya itu justru menunjukkan ruam keunguan seperti habis di gunakan untuk bertarung.
itu artinya kematian Felli bukan karena jatuh dari tangga, jika hanya jatuh, Felli pasti bisa menangani nya, ia pasti sempat bertarung dengan seseorang tepat sebelum ia meninggal.
Renee lalu sedikit menaikkan pandangan nya, ia memperhatikan dengan jeli leher dan telinga Felli, jika dilihat dengan sangat teliti, dari luar memang biasa saja tanpa ada luka, namun terlihat jelas ada bekas robekan pisau di sana yang di tutupi dengan make up.
tangan wanita itu juga penuh dengan goresan yang di tutupi dengan make up tebal.
Renee yakin, kematian Felli telah di manipulasi oleh seseorang, dan Renee mungkin akan menghabiskan waktu uang lama untuk menemukan dalang nya.
Renee lalu meletakkan bunga nya dan kembali ke posisi semula, ia memperhatikan dengan jeli seluruh orang yang berada di sana bersama nya.
ia akan memilah sedikit demi sedikit kemungkinan pelaku di antara mereka.
"Rest in peace Felliana"
"Karen masih belum turun juga? tanya Likean.
" belum balas Arkha.
setelah pemakaman Felli selesai, Renee dan kawan-kawan memutuskan untuk tinggal di rumah Karen untuk sementara waktu.
rumah mereka masing masing sedang di geledah oleh anggota dari organisasi kakek mereka, tepat setelah pemakaman Felli selesai, sebuah pisau dengan darah yang sudah mengering di temukan di kediaman Likean,
lalu sebuah kain putih yang ternodai darah juga di temukan di Kediaman Renee.
setelah di lakukan tes dna, darah yang ada di kedua benda itu adalah darah milik Felli, namun bagaimana bisa keduanya berada di tempat yang sangat jauh dari tempat Felli meninggal.
Caesar yang tahu hal ini tak membiarkan nya begitu saja, ia lalu menyuruh para pembantu dan pengawal yang berada di kedua kediaman untuk tak meninggalkan mansion.
ia lalu menyuruh para pemilik Mansion meninggalkan mansion mereka selama beberapa waktu hingga penyelidikan selesai dengan sempurna.
dan disinilah mereka, kedua keluarga pemilik mansion berkumpul di satu tempat yang sama, yaitu mansion keluarga basten milik sang Putra ke dua, Arya Cendrik Qris Al Basten, ayah Kasa karen dan Arkha.
"tu anak bener-bener gak makan 3 hari loh kok kuat? heran likean pasalnya karen sudah tidak keluar kamar selama 3 hari.
" lo gak tau aja, itu yang namanya Depresi bego" sarkas Lionel.
Kean yang mendengar sarkasan kakaknya hanya bisa memasang wajah julid, dirinya tak mampu jika di suruh berhadapan dengan sang singa basten.
semua keluarga berkumpul di satu meja untuk sarapan bersama, meskipun ada beberapa yang absen.
Renee hanya mengaduk makanan nya tanpa ada niat untuk memakan nya, selera makannya benar-benar sudah lenyap karena begadang selama 2 hari penuh.
dan ia masih harus pergi ke sekolah, ia berharap yang namanya sekolah itu lenyap saja dari muka bumi ini.
"Ren panggil Kasa di samping Renee.
" apa?
"kamu juga ikut ikutan ya?