NovelToon NovelToon
Bibit Kembar Cinta Masalalu

Bibit Kembar Cinta Masalalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / One Night Stand / Cintapertama
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.

Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.

“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”

Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Noah tidak tersenyum. Namun untuk pertama kalinya malam itu, ada sesuatu seperti kelegaan tipis di wajahnya. Noah ikut bahagia, ingatan Kay tentang Axlyn perlahan kembali.

Namun, disisi lain ia juga merasa takut jika kembalinya ingatan Kay bersamaan dengan kemunculan wanita yang menghabiskan malam panas dengan Kay di Praha. Jika itu benar terjadi, maka Axlyn yang akan semakin terluka.

“Aku tahu, Kay,” jawab Noah lirih. “Dan kali ini… aku tidak akan menghentikanmu. Namun, kau harus siap untuk memilih… antara Axlyn dan wanita yang kini tengah mengandung anakmu jika ingatan dan wanita itu kembali muncul di saat yang sama.”

Kay tidak mengatakan apapun lagi. Sebab apa yang Noah katakan memang benar. Jika ia bisa mengingat masa lalunya dengan Axlyn, lalu apa yang terjadi ke depannya?

Disisi lain, kini dirinya secara tidak langsung terikat dengan wanita yang tidak sengaja ia tiduri ketika di Praha. Dimana kemungkinan besar, wanita itu kini tengah mengandung anaknya… darah daging keluarga Xavier. Mampukah Kay memilih antara Axlyn dan wanita itu jika saat itu tiba?

“Pikirkan baik-baik, Kay! Agar kau bisa memiliki jawaban yang paling tepat jika saat itu datang padamu,” ucap Noah yang setelah itu berjalan pergi meninggalkan Kay di ruangan itu sendirian.

...****************...

Ruang kerja itu remang, hanya diterangi lampu meja yang menyisakan bayangan panjang di dinding. Kay berdiri mematung di depan jendela, memandangi pantulan dirinya sendiri di kaca. Di sana, ia melihat wajah yang tegas namun kosong oleh ketidakpastian.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang? Hatiku jelas memilih Axlyn, tetapi pikiranku dan juga keluargaku pasti akan memilih wanita itu… wanita yang mengandung darah dagingku,” gumamnya pelan.

Kay lantas beralih duduk, menyandarkan kepala pada sandaran kursi. Jika benar ia dan Axlyn pernah memiliki hubungan yang dekat. Mengapa tak ada satu pun orang yang membicarakannya secara terang? Mengapa semuanya terasa seperti rahasia yang sengaja dikubur? Apakah sejak awal tidak ada yang menyukai Axlyn jika bersamanya? Bahkan kecelakaan yang membuatnya hilang ingatan tentang Axlyn, mungkin saja ada campur tangan dari keluarganya?

Tidak… Kay segera menepis pemikiran konyol tersebut. Sebab ia tahu keluarga Xavier tidak akan berbuat seperti itu, apalagi sampai melukainya hanya untuk memisahkan dirinya dengan Axlyn. Bahkan jika Kay memutuskan bersama pengemis, Papah, Mamah dan yang lainnya pasti juga akan menyetujuinya tanpa ragu.

Kay ingin mencari tahu tentang ingatannya yang hilang. Ingin menggali kembali masa lalu yang hilang itu. Ada sesuatu di hatinya yang menolak untuk menganggap Axlyn sebagai orang baru di hidupnya.

Tiba-tiba ponselnya bergetar. Nama yang muncul di layar membuat napasnya tertahan. Dimana nama Papah Luca tertera dilayar ponselnya. Kay menghela napas cukup panjang sebelum menerima panggilan telepon tersebut dengan malas.

Kay mengangkat panggilan itu dengan cepat. “Ya, Pah.”

Suara berat di seberang terdengar tegas seperti biasa. “Kay, mereka akhirnya mulai menemukan petunjuk.”

Degh....

Kay seketika menegakkan tubuhnya. “Maksud Papah petunjuk tentang… dia?”

“Hmm, benar!” Jeda sejenak. “Wanita itu kemungkinan besar masih di dalam Kota Praha. Dan informasi terakhir yang kami terima, dia memang sedang mengandung, Kay!”

Dunia Kay terasa mengecil. Wanita itu memang benar sedang mengandung…Anaknya. Disaat ia baru saja menemukan kebenaran bahwa Axlyn adalah bagian dari masa lalunya yang terlupakan selama lima tahun ini. Wanita yang tetap berhasil mengacaukan perasaannya, disaat dirinya bahkan tidak mengingat apapun tentangnya.

“Levi, Regis dan yang lainnya hampir bisa memastikan lokasinya dengan pasti. Jika tidak ada hambatan, dalam waktu dekat dia akan segera ditemukan.”

Kalimat itu seharusnya melegakan. Namun justru dadanya terasa semakin sesak.

“Papah ingin kamu siap,” lanjut Luca. “Jika benar anak itu darah dagingmu, kau harus bertanggung jawab dengan menikahinya.”

“Baik, Pah! Kay mengerti!” ucapnya lirih.

Setelah panggilan berakhir, Kay tetap memegang ponselnya lama sekali. Dua jalan terbentang di hadapannya. Di satu sisi, masa lalu yang hilang dalam ingatannya yaitu Axlyn dan perasaan yang tak bisa ia jelaskan saat ini. Ada dorongan kuat untuk mengingat, untuk memastikan apakah hatinya pernah tertambat padanya. Jika benar mereka pernah saling mencintai, maka kehilangan ingatan ini adalah pengkhianatan paling kejam.

Di sisi lain, masa depan yang nyata… seorang wanita yang tengah mengandung anaknya. Anak yang tidak meminta untuk dilahirkan dalam kebingungan dan ketidakpastian. Tanggung jawab itu nyata. Begitu mendesak seolah tak bisa ditunda.

Kay berdiri dan berjalan mondar-mandir. Noah bahkan baru saja membicarakan tentang kemungkinan itu. Siapa sangka, Kay bahkan langsung dihadapkan dengan pilihan yang tidak ingin muncul dalam hidupnya.

“Kalau aku terus berusaha mengingat tentangnya… apa berarti aku ingin lari dari tanggung jawab?” bisiknya frustasi.

Namun jika ia memilih fokus pada masa depan dan mengabaikan Axlyn, bagaimana jika ternyata wanita itu adalah bagian penting dari hidupnya? Bagaimana jika justru dialah yang pernah mengisi ruang hatinya sebelum semuanya hilang?

Kepala Kay kini terasa semakin berat. Untuk pertama kalinya sejak kehilangan ingatan, Kay merasa benar-benar takut. Takut jika kebenaran yang ia temukan nanti akan memaksanya memilih. Takut jika kedua jalan itu tak pernah bisa berjalan berdampingan.

Ia menutup mata, mencoba menangkap kembali bayangan samar seorang wanita berseragam hitam, berdiri tegap dengan tatapan tajam. Namun matanya melembut setiap kali menatapnya. Dan di saat yang sama, terlintas bayangan seorang perempuan lain… sendirian, mungkin tengah memegang perutnya yang membesar, membawa darah dagingnya tanpa kepastian.

Kay hanya mampu mengepalkan tangan sekuat mungkin sebagai pelampiasan rasa frustasinya. Masa lalu seakan memanggilnya untuk kembali, sedangkan masa depan tengah menuntutnya. Dan ia berdiri di tengah-tengah, di ambang keputusan yang akan menentukan untuk siapa dirinya sebenarnya.

Axlyn atau wanita itu?

Tanpa ia ketahui bahwa sesungguhnya mereka adalah orang yang sama.

“Ya, Tuhan! Apa yang harus aku lakukan sekarang? Kenapa aku harus dihadapkan dengan dua pilihan yang sangat sulit?” gumam Kay dengan wajah frustasinya.

Niat hati membantu Spencer untuk sekalian melampiaskan rasa frustasinya mencari keberadaan wanita itu. Eeeh… siapa sangka, ia malah kembali dipertemukan dengan wanita dari masa lalunya yang perlahan membuka ingatan yang selama ini telah terkunci rapat.

Bersambung….

1
Lisa Halik
rumit2..huhuhuhu
Sri Yatun
pikiran yg blm pasti memang menakut kan tp g tau kedepannya sprt apa, pusing pusing mikirin masa lalu dan masa depan ternyata wanita satu yg d pikir kan,yg JD pertanyaan spancer adalah musuh dan dalang lupa ingatan mu Kay,bukan kecelakaan mobil,tp bersabar pelan pelan dengan bertarung kembali mungkin akan mengingat memori yg hilang,dan merencanakan strategi pun mungkin akan perlahan mengingat sedikit sedikit, semangat dan bersabar y calon ayah
Rani R.I
apa harus menunggu anak yg ada di dalam kandungan Axlyn baru mereka menyadari dan menyesal..knp seperti pada egois semua...kay tersiksa,, apa lg Axlyn....
Lisa Halik: makin rumit....kelamaan tahunya...huhuhuh
total 2 replies
Shee_👚
jangan sampai salah oranh
Shee_👚
tenang aja g perlu milih noah, karena orang yang kalian cari dan bicarakan orang yang sama
Shee_👚
orang bingung menjelaskan nya kay, kalau mereka bercerita otomatis dispenser juga ke bawa, dan mereka g mau kalian saling bermusuhan lagi.
Desyi Alawiyah
𝘒𝘢𝘬 𝘈𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳.. 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘷𝘪𝘴𝘶𝘢𝘭 𝘥𝘰𝘯𝘨.. 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴.. 😌

𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘺𝘢𝘩 𝘒𝘢𝘬, 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘢𝘳𝘴 𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶𝘯𝘺𝘢... 🤭😭
Rani R.I
egois sedikit untuk merebut kay dari istri nya gituu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣.. istri angin Kay 🤣🤣🤣🤣
Rani R.I
sebenarnya akuu sedikit kesel sama Axlyn,,yg slalu salah paham...bkn nya cari tahu atau bertanya sama, misalnya nanya sama anak atau Noah atau bodyguard nya kai,, padahal mantan detektif 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
slalu menyimpulkan sendiri,,jgn sampai anak mu knp knp Baru kamu nangis nangis,dan bilang maafkan mamah yg tidak bisa menjaga kalian,, padahal dirimu yg slalu salah paham dan bisa di egois
Lisa Halik: nah sama kita mbak kesel sangat sama axlyn...buat badmood..huhuhu
total 1 replies
Budhe Satryo
Noah kau ini seneng bngt mancing" pak mil y
Budhe Satryo
semoga nanti tau kalu axlyn wanita dipraha disaat yg tepat y Kay moga bisa memaafkan dispencer yg LBH dulu tau
Fahmi Ardiansyah
skrg gak perlu mencari wanita itu LG Noah Krn wanita itu udah ada di antara kalian semua.berkat Spencer udah di temukan.tunggu kejutannya selanjutnya😄😄
Fahmi Ardiansyah
pelan pelan Kay akan mengingatnya.
Ratna Sumaroh
tumben kekuatan Xavier kalah 🤔🤔
malah si dispenser yang duluan nemuin siapa wanita yang selama ini di cari keluarga Xavier🤭🤭
Desyi Alawiyah: 𝘐𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘬.. 𝘪𝘯𝘴𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵, 𝘫𝘦𝘭𝘪... 𝘚𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘌𝘷𝘢𝘯, 𝘬𝘢𝘬𝘦𝘬𝘯𝘺𝘢... ☺

𝘊𝘶𝘮𝘢 𝘣𝘦𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵, 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘪𝘬.. 😁
total 1 replies
Fahmi Ardiansyah
iya maunya org itu bermusuhan terus n ingin menguasai dunia jadi ya gak mau menyerah.
Lisa Halik
semangat thor😍😍
Susi Susilawati
iya kay dulu axel jga manggil papah..
Desyi Alawiyah
𝘞𝘢𝘩, 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘯𝘪𝘩? 𝘈𝘱𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯?

𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘩 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪𝘯𝘺𝘢? 🤔
Desyi Alawiyah: 𝘚𝘢𝘣𝘢𝘳 𝘒𝘢𝘬.. 𝘈𝘬𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 😝
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘐𝘺𝘢... 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘢𝘥𝘪𝘬𝘮𝘶, 𝘈𝘹𝘦𝘭, 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭𝘮𝘶 '𝘗𝘢𝘱𝘢𝘩' 𝘭𝘰𝘩.. 🤣
Desyi Alawiyah: 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘱𝘦 𝘤𝘦𝘸𝘦𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘭𝘦𝘮𝘢𝘩 𝘭𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘒𝘢𝘬, 𝘣𝘦𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘓𝘶𝘤𝘢 𝘥𝘶𝘭𝘶.. 😁

𝘋𝘪𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘺𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭, 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢, 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘨𝘢...

𝘔𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘺.. 🤭
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘔𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘢𝘩𝘶𝘭𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢...

𝘒𝘦𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴𝘢, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘤𝘶𝘯𝘺𝘢..

𝘏𝘶𝘩, 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 😌😌😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!