NovelToon NovelToon
Terjerat Boss Playboy

Terjerat Boss Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Playboy / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor
Popularitas:39.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kim.nana

"Tuan, ayo tidur denganku?" Kalimat gila itu Dea ucapkan pada sang boss di bawah kendali alkohol.
Namun Dea pikir semuanya akan berakhir malam itu juga, namun siapa sangka satu sentuhan membuatnya dikejar selamanya oleh sang boss playboy.
"Dea, kamu harus tanggung jawab padaku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim.nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 - Berhenti Jadi Orang Baik

"Kenapa masih duduk di situ? cepat masuk kamar dan tidur," titah Dea.

Sementara Alex masih termenung dengan menatap layar ponselnya, menatap sang sekretaris di dalam sambungan video call ini dengan tatapan yang sangat berbeda.

Jika selama ini Dea terlihat biasa saja, maka kini tidak lagi. Dea terlihat sangat cantik, apalagi dengan tubuhnya yang polos.

Ternyata secepat itu hubungan bisa berubah, hanya karena kesalahan satu malam dan kini tak ada lagi kata profesionalitas di antara mereka.

Alex kemudian bangkit dari duduknya, berjalan pelan menuju kamar. Dan Dea hanya diam saja saat melihat pemandangan tersebut, kini dia mengarahkan kamera tepat di depan wajahnya. Sedikit pun tak ingin lagi menunjukkan tubuh pada sang boss.

Tapi jika diminta, tentu saja Dea tidak akan bisa menolak.

"Kenapa selimutmu tinggi sekali? turunkan ke bawah, aku ingin lihat dadamu," ucap Alex, dia begitu blak-blakan tentang hal ini. Tak merasa sungkan apalagi canggung, karena kini baginya Dea bukan hanya sekretaris biasa, tapi wanitanya.

Sekarang posisi Alex sudah duduk bersandar di ranjang, fokusnya hanya pada layar ponsel. Melihat Dea yang secara perlahan mulai menuruti keinginannya.

Selimut putih yang awalnya begitu tinggi, kini secara perlahan mulai turun ke bawah. Pelan-pelan menunjukkan kedua gundukan Singal milik Dea, sampai terlihat pucuk yang sedikit hitam dan merah muda.

'Ya ampun, pria ini mesyum sekali,' batin Dea kesal sendiri, seumur-umur dia tidak pernah melakukan panggilan telepon video mesyum seperti ini, bahkan dengan Barry pun tidak. Hidupnya sangat lurus, lebih banyak dihabiskan untuk bekerja.

Gara-gara Alex, hidupnya jadi seperti roller coaster. Melakukan banyak hal gila yang tak pernah dia bayangkan.

"Seksi sekali, aku sangat menyukai tubuh mu. Ah Dea," ucap Alex mulai meraung sendiri.

Dan anehnya pujian itu membuat Dea berdesir, merinding sekujur tubuh sampai terasa sedikit tegang di bawah sana.

"Aku mengantuk," ucap Dea bohong, dia tak bisa berlama-lama seperti ini. Meskipun sekarang status Alex memang sudah berubah menjadi suaminya.

Tapi tetap saja, ini masih terasa sangat janggal. Terlebih pernikahan ini hanya diketahui oleh mereka berdua, tidak, bertiga dengan Juan, namun tetap saja status rahasia membuatnya semuanya jadi terasa sulit.

"Baiklah, malam ini aku akan membebaskanmu," jawab Alex, karena jika dilanjutkan maka dia sendiri yang akan tersiksa.

Dan mendengar jawaban itu, Dea langsung menghela nafasnya dengan lega. Seolah baru saja terbebas dari jeratan musuh.

"Besok bagaimana? Kamu ingin langsung pergi ke kantor atau ke sini dulu?" tanya Alex.

Dea buru-buru kembali memasang selimutnya dengan benar, menutupi daddanya yang terasa dingin terkena angin AC.

"Ke apartemen mu dulu, besok aku langsung membawa koper."

"Bagus, datang pagi-pagi sekali. Jam 5 pagi."

"Kenapa pagi sekali?" tanya Dea dengan polosnya, dia benar-benar tidak tahu niat terselubung dari perintah tersebut. Bahwa bagi pria setiap pagi adalah waktu paling nikmat untuk bercintta.

Alex yang menyadari itupun tersenyum miring, kembali ingat Jika dia adalah yang pertama kali menyentuh sang sekretaris.

"Tidak apa-apa, jadi kamu bisa datang ke kantor tidak terlambat," jawab Alex, mulai memanipulasi sekretaris pollosnya tersebut.

"Baiklah, tapi tidak jam 5 pagi juga aku datang ke sana. Kemungkinan jam 5 pagi aku baru jalan dari rumah."

"Iya," balas Alex menahan senyum, ingin sekali menertawakan kepollosan Dea. "Kumatikan teleponnya sekarang," ucap Alex dan segera memutus sambungan telepon tersebut. Begitu ponselnya mati Alex langsung terkekeh sendiri.

seperti baru saja mendapatkan mainan yang sangat menyenangkan.

Sementara Dea malah bingung sendiri karena tiba-tiba panggilan telepon ini mati bahkan sebelum dia menjawab. "Dasar aneh," gerutu Dea, dia kembali turun dari tempat tidurnya dan memakai baju lagi, tak mungkin dia tidur dalam keadaan begini.

Keesokan harinya.

Pukul lima pagi langit masih gelap saat Dea menurunkan dua koper besar dari kamarnya. Ia mengenakan pakaian sederhana, kemeja putih, celana hitam dan rambutnya diikat rapi. Tampilan sekretaris profesional yang seolah tak menyimpan kekacauan apa pun di balik daddanya.

Padahal semalam Dea nyaris tak bisa tidur. Karena sekarang yang ada di otaknya bukan lagi tentang pekerjaan, tapi juga Bagaimana caranya menghadapi Alex agar dia tidak stres. Bagaimana caranya membalas semua rasa sakit ini pada Barry dan Gisel.

Terlalu banyak masalah yang membuat kepalanya riuh, tidak ada lagi sedikitpun ketenangan di sana. kecuali di saat Dea menatap kartu debit pemberian Alex, barulah dia bisa sedikit bernafas lega. Karena dengan kartu itu, Dea merasa bisa melakukan apa saja, termasuk membeli dunia.

Mama Mia masih terlelap, jadi Dea memilih keluar diam-diam, toh semalam dia sudah pamit. Nanti Dea bisa menghubungi sang ibu saat mama Mia mencari. Namun baru saja ia menyeret koper di ruang tengah, pintu kamar Gisel terbuka.

“Dea?” panggil Gisel, suaranya terdengar mengantuk tapi langsung berubah curiga saat melihat koper. “Pagi sekali kamu pergi," ucapnya kemudian.

Dea berhenti. Menarik napas agar bisa tetap tenang, Ia sudah terlalu lelah untuk berpura-pura ramah. Apalagi kini tiap kali melihat wajah Gisel dia benar-benar merasa muak.

Dea kemudian menoleh pelan, tatapannya kini terlihat sangat dingin. “Itu bukan urusan kamu.”

Gisel tersentak, jelas tak menyangka Dea akan bicara setegas itu. Namun ia cepat-cepat menutupinya dengan senyum tipis.

“Oh… iya,” katanya pura-pura santai. “Ngomong-ngomong, Barry semalam nyariin kamu.”

Tangan Dea yang memegang gagang koper langsung mengeras.

“Dia nelepon aku berkali-kali,” lanjut Gisel, nadanya dibuat seolah peduli. “Katanya kamu nggak bisa dihubungi. Kalian kenapa?”

Dea berbalik penuh, menatap Gisel tepat di mata. Tak ada lagi senyum, tak ada lagi basa-basi.

“Dengarkan aku baik-baik,” ucap Dea pelan tapi penuh penekanan. “Berhenti ikut campur urusanku dan Barry.”

Gisel terdiam.

“Itu hubunganku,” lanjut Dea. “Bukan hubunganmu, dan mulai sekarang aku tidak ingin kamu jadi perantara apa pun di antara kami berdua.”

Wajah Gisel menegang. “Aku cuma_”

“Tidak,” potong Dea. “Kamu tidak cuma apa-apa. Kamu terlalu banyak tahu dan terlalu banyak ikut campur.”

Dea menarik kedua kopernya, melangkah hendak keluar. Namun langkahnya kembali terhenti saat Gisel lagi-lagi bicara.

“Kamu berubah, De. Kenapa tiba-tiba kamu memperlakukan aku seperti ini?"

Dea berhenti sesaat, menoleh setengah badan. “Aku tidak pernah berubah, memang seperti inilah aku. Jika bagimu aku berubah, berarti selama ini kamu tidak mengenalku dengan baik."

Setelah itu ia benar-benar pergi dari sana, meninggalkan Gisel berdiri kaku di ruang tengah dengan perasaan tak terima.

Di luar udara pagi masih terasa dingin menusuk. Dea memasukkan koper ke bagasi taksi online, lalu duduk di kursi belakang.

Saat mobil mulai melaju menuju apartemen Alex, Dea menyandarkan kepala ke jendela.

“Mulai hari ini, aku berhenti jadi orang baik untuk kalian berdua,” gumamnya penuh benci.

1
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋💋💋💋
Sarinah Quinn
semoga Dea tidak bodoh dengan membunuh anaknya sendiri 😭 Thor tlong lindungi anak Dea 🙏🙏🙏
rizky tria
Dea & Alex saling jujur sama perasaan kalian, nanti myesel loh 😢
Yanti Gunawan
please lah Dea jgn Oon jd org dah punya duit banyak tgl besarin tuh anak kq mau d buang😫😫 ke dokter biar jelas itu anak siapa kn nnt ketauan brp bln umurnya...please thor jgn buat aku emosi dgn tingkah dea y 😫😫😫😫😫
Naviah
jangan gugurin kandungan kamu Dea, bayi dalam kandunganmu tidak bersalah
🌈Yulianti🌈
semoga Dea GK jd gugurin kandungan nya kasian anak GK bersalah jd korban ego orang tua nya yg tidak saling jujur padahal sudah jelas saling cinta tp saling menyakiti
Kim.nana: gak kak 🤣
total 2 replies
Margaretha Indrayani
tolong pikirkan lagi dea buat aborsi, janinmu juga ingin hidup. kalaumau pergi dari alex ya besarkan sendiri anakmu itu dea, kasihan
RaveENa
kayanya si alex sengaja lepas kb/Proud/
Kim.nana: benar 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Naviah
Dea lebih baik pergi dulu dari Alex
Naviah
tinggal saling jujur satu sama lainnya kalo begini pasti salah paham dengan perasaan masing-masing 😁
Mita Paramita
jadi rumit masalah nya 🤣 kalian berdua sama-sama gengsi dgn perasaan masing-masing
Rizka Susanto
klo itu anak Juan berarti ganti judul dong de 🤣😅
udh pergi lah sejauh mungkin de...
syaloom
dea mending kabur aja , ketempat yang Alex tidak tau.biar semakin tersiksa si alex
Salim ah
sama"suka tapi dalam diam ya akhirnya sama" terluka🙄
yg KB saja bisa kebobolan de , dan Alex juga begitu bisa jadi kbnya bocor dan menghasilkan Alex junior🫰
EviJm13
semoga si Alex peka
EviJm13
seru
EviJm13
lanjut thor
syaloom
sering² up dong kak
Sarinah Quinn
semoga masih selalu up ceritanya menarik sekali 🙏🥰
Naviah
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!