Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.
bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!
selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.25
Dan benar saja, jendral Wiliam langsung membuka kelopak mata nya. bahkan membuat nyonya jendral dan juga paman Han terkejut melihat nya. Nenek tua itu berhasil membuat suami nya bangun.
"Suami ku, akhirnya kau sadar juga. Huhu, aku begitu mencemaskan mu." ucap nyonya voil dengan tatapan begitu lega melihat suami nya akhirnya sadar kembali.
"Istri ku." gumam Wiliam dengan nada pelan nya.
Jendral Wiliam masih merasakan pusing di kepala nya, dia masih mengingat jelas, bahwa dia telah diberikan racun oleh musuh nya itu. Dan merasa kaget, tiba tiba sudah berada di kediaman nya itu.
"Jendral, akhirnya jendral sadar kembali." ucap paman Han dengan penuh keharuan. Dia merasa senang tuan nya itu sadar kembali.
Elly hanya diam menatap tajam ke arah jendela Wiliam. Laki laki yang dijuluki ayah oleh nya. Ingatan ingatan Elly langsung membuat nya terdiam penuh kebencian. Entah kenapa tiba tiba ingatan tentang ayah pemilik gadis itu, langsung membuat Elly merasa sesak berada di dekat nya.
"Tuan jendral sudah sadar nyonya. Aku ingin menerima uang yang sudah kau janjikan sebelum nya!" ucap Elly yang tak mau berlama lama satu ruangan dengan orang orang itu.
"Ah, iya aku hampir melupakan nya! Tunggu sebentar." ucap nyonya voil yang memanggil pelayan setia nya itu.
Dengan mengangguk pelan, Elly pun langsung menunggu nyonya jendral itu. Tapi tatapan nya masih begitu tajam menatap jendral Wiliam yang masih setengah sadar itu.
"Berikan jendral Wiliam Minum, kondisi nya belum sepenuhnya pulih." ucap Elly yang membuka suara nya.
"Aku tak menyangka nenek tua, kemampuan mu luar biasa. Bahkan tabib kerajaan saja tak mampu menyembuhkan jendral besar Wiliam!" ucap paman Han yang kagum dengan nenek tua itu.
Elly hanya diam sambil tersenyum tipis saja, dia tak ingin Berbasa-basi seperti tadi. Entah kenapa rasanya benar benar menyesakan berada di dekat ayah nya itu.
"Apakah nenek tua ini yang menyembuhkan ku?' tanya jendral Wiliam yang mendengar ucapan kedua nya itu. walapun tubuh nya belum pulih, tapi indra pendengaran nya cukup tajam.
"Benar tuan, nenek tua ini sangat berbakat. bahkan tabib saja hampir nyerah dengan racun itu. Tapi nenek ini, sungguh luar biasa. Nenek tua, dimana kau tinggal, aku akan mengantarkan mu sampai ke rumah."
"Tidak perlu tuan, aku bisa pulang dengan kaki ku sendiri!" ucap Elly yang tak ingin diantar sebab nanti penyamaran nya akan terbongkar.
Tak lama kemudian, nyonya voil datang dengan raut wajah tersenyum lebar nya. Dia juga membawa koin emas itu di dalam kantong kecil. Elly mengerutkan kening nya, bukan kah hadiah yang diterima cukup besar, tapi kenapa hanya beberapa koin saja.
"Ini nenek tua, ini hadiah karena kau berhasil membuat suami ku sadar kembali!" ucap nya memberikan 5 koin emas kepada Elly.
Paman Han yang melihat nya kaget, bukan kah hadiah koin emas nya sekitar 100 koin emas, tapi mengapa nyonya nya hanya memberikan 5 koin emas saja.
"Bukan kah hadiah ini 100 koin emas nyonya jendral. Lalu mengapa hanya 5 koin emas saja?" ucap Elly yang akhirnya buka suara.
"Ayo ikut dengan ku nenek tua, biarkan suami ku beristirahat dulu." ucap nyonya voil yang merasa sedikit menegang nenek tua itu malah mengingat hadiah yang sudah dijanjikan.
"Tidak, aku tak akan ikutt dengan mu! Bukan kah perjanjian ini harus di tepati nyonya. Kau adalah seorang istri dari jendral besar. Dan seharusnya kau tak akan pernah mengambil keuntungan yang banyak atas hak orang lain."
"Apakah paman Han tak menjelaskan bahwa hadiah nya diubah nenek tua. Aku sudah memutuskan untuk memberikan 5 koin emas itu untuk mu. Orang miskin seperti mu pasti sudah cukup dengan hadiah itu!"
"Brak....." Elly yang emosi langsung membanting tongkat nya dengan penuh kemarahan. Dia sepertinya sudah di tipu mentah mentah seperti ini.
"Nyonya, apa yang anda lakukan. Bukan kah, hadiah nya harus setara dengan perjuangan nenek tua ini!" ucap paman Han yang tak setuju dengan keputusan sepihak dari nyonya jendral itu.
lanjut up yg banyak thor