NovelToon NovelToon
Cerai Dengan Istri Move On Pada Anak Tiri

Cerai Dengan Istri Move On Pada Anak Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Wuna.Chanz

Jatuh cinta pada anak tiri seiring nya waktu karena istri selingkuh terus menerus?! padahal... Renzo Draja adalah pria mapan.. bagaimana konflik mereka dan cara Renzo Draja mengatasi nya?

Setelah bercerai dengan istri nya, entah bagaimana caranya Nias Wiliam yaitu mantan istri nya Renzo Draja mendapatkan uang, sedangkan Renzo Draja nyaris menguasai semua bisnis di kota.

Setelah bercerai, Renzo di perintahkan untuk kencan buta dengan para wanita pilihan Ayah Renzo Draja, yaitu Jhonson Draja.

Gaskeun mampir baca novel ku cuyy!

[Karya Official Wulan.Chanz]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wuna.Chanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 Ungkapan

Renzo tetap mengangguk, lalu Barret mendampingi Renzo menuju ruang tamu menggunakan tangga, di tengah perjalanan.

  "Dia datang sendiri?", Tanya Renzo memecahkan suasana canggung, Barret mengangguk.

  "Ya Tuan, dia datang menggunakan motor", Jawab Barret dengan suara tenang agar suasana mansion yang sunyi tidak terlalu berisik, Renzo menghela nafas.

* Tadi dia bilang... kalau gara-gara meninggal Ayah nya Zelia di ke panti asuhan, tapi kalau cerita dari Zelia, karena Nenek nya yang udah gak sayang dia, yang benar yang mana? *

Tanya Renzo dalam hati.

...****************...

Sesampai nya di ruang tamu, Renzo melihat Zakia sudah menunggu di sofa.

  "Ibu Zelia? ada apa datang ke rumah ku?", Tanya Renzo, sembari berjalan menghampiri Zakia.

  "Kamu adopsi Zelia?", Tanya Zakia dengan serius nya, Renzo duduk di sofa hadapan Zakia dengan santai.

  "Ya aku adopsi dia, kenapa?", Tanya Renzo dengan penasaran, Zakia mengangguk kecil, Renzo duduk agak tegap terlihat lebih serius dari sebelum nya.

  "Aku mau tanya sesuatu", Ucap Renzo dengan serius, Zakia mengangguk.

  "Zelia bilang Nenek nya menyerahkan dia ke pantai asuhan, tapi cerita kamu, Zelia di ke panti asuhan karena Ayah Zelia meninggal, jadi mana yang benar?", Tanya Renzo, Zakia mengangguk-angguk kecil.

"Dua-dua nya benar, aku serahin dia ke Nenek nya, sebenar nya, aku gak tau kalau Nenek nya serahin Zelia ke panti asuhan", Jawab Zakia dengan nada yang agak prihatin, Renzo mengerutkan kening nya, tidak mengharapkan itu.

"Aku tau Zelia di serahkan ke panti asuhan waktu aku berkunjung ke rumah Nenek, karena, sebagai Ibu yang gak bertanggung jawab, aku tetap khawatir", Ujar Zakia dengan senyuman kecil, Renzo mengangguk.

"Ooh.. aku kira kamu tau juga tentang itu, tapi apa alasan nya Nenek Zelia serahkan Zelia ke panti asuhan?", Tanya Renzo dengan lebih penasaran, Zakia mencoba mengingat itu.

"Uuh, aku agak lupa, itu udah lama banget", Ucap Zakia sembari berpikir keras, Renzo mengangguk, menunggu dengan sabar.

"Karena waktu itu aku gak kasih uang buat biaya Zelia sehari-hari, seperti jajan karena dia boros dan suka makan, aku gak kasih uang itu karena aku sibuk cari kerja dan merantau, kamu tau karena suami ku meninggal, itu alasan nya Zelia di serahkan ke pantai asuhan oleh Nenek, karena Nenek gak bisa tanggung uang jajan Zelia", Ujar Zakia, Renzo tersenyum kecil mendengar kisah itu.

"Maaf kalau aku banyak tanya, karena aku mau tau masa lalu Zelia, biar aku bisa lebih akrab sama dia, terus kenapa kalian gak ambil Zelia lagi waktu kamu tau Zelia di pantai asuhan?", Tanya Renzo, bersandar ke sofa dengan lebih santai.

"Zelia udah gak mau sama aku lagi, atau sama Nenek, karena Zelia kecewa pada Nenek yang serahkan dia ke panti asuhan", Ucap Zakia, Renzo terus mendengarkan dengan serius, Zakia menundukkan kepala nya, senyum masih tertera di bibir nya tetapi tanpa humor.

"Dia bilang... Nenek jahat! Nenek gak sayang Zelia, Zelia mau di sini aja, Elisa lebih sayang Zelia, Ibu juga gak sayang Zelia kan? Ibu marah ke Zelia karena Zelia buat Ayah tiada kan? tapi cara dia peluk aku kayak tadi, buat aku terkejut, aku kira dia benar-benar marah ke aku, tapi kata-kata dia benar-benar tulus, aku kira juga dia gak kangen aku", Jawab Zakia dengan nada yang agak sedih, Renzo menghela nafas kecil, memalingkan pandangan nya ke jendela ruang tamu seperti sedang berpikir keras, lalu Renzo menoleh ke Zakia.

"Kamu ke sini buat apa?", Renzo bertanya lagi, tetapi dengan nada yang agak waspada, Zakia mengangkat kepala nya untuk menatap Renzo.

"Aku cuman mau jelasin semua nya ke Zelia, aku tau Zelia gak tau apa yang sebenar nya terjadi waktu itu, aku gak mau Zelia terlalu banyak berpikir berlebihan, boleh kan?", Ucap Zakia dengan serius dan penuh tekad, Renzo tersenyum kecil, mengangguk.

"Tapi Zelia masih tidur", Jawab Renzo, sembari menoleh ke tangga, tapi...

"Daddy?!", Suara Zelia yang memanggil Renzo dari lantai atas membuat Renzo segera bangkit dan berlari kecil ke tangga, melihat Zelia yang ketakutan, Zakia menoleh ke arah mereka berdua.

"Baby? kenapa? kamu takut?", Tanya Renzo dengan khawatir memegang bahu Zelia dengan erat.

"Baby mimpi buruk...", Jawab Zelia dengan ketakutan, Renzo segera berlutut di hadapan Zelia dan memeluk nya dengan erat, mengusap-usap rambut Zelia dengan lembut untuk memberikan kenyamanan, Zelia dengan cepat menerima pelukan nya.

"Ssh.. jangan takut Baby, itu cuman mimpi, ada Daddy di sini", Ucap Renzo dengan penuh perlindungan, membuat Zelia menghela nafas tenang, Zakia memperhatikan interaksi itu, Zelia menatap ke arah Zakia, dan agak terkejut dengan kehadiran Zakia yang tidak Zelia sangka.

"Ibu?", Tanya Zelia, memastikan bahwa ini bukan mimpi, Renzo melepaskan pelukan nya dengan perlahan, menoleh ke Zakia sebelum menatap kembali ke Zelia.

"Iya, Ibu mu Baby, dia mau kasih tau kamu sesuatu", Ucap Renzo dengan lembut, lalu berdiri lagi, menuntun Zelia ke sofa sampai Zakia.

"Ada apa, Ibu?", Tanya Zelia dengan penasaran, lalu Zelia duduk di samping Zakia, sedangkan Renzo duduk di sofa sebrang mereka.

"Gini Zelia...", Ucap Zakia dengan agak ragu-ragu untuk mengatakan nya, Zelia mendengarkan dengan serius.

"Ibu minta maaf.. semua kejadian kamu yang di serahkan ke pantai asuhan bukan di sengaja, tapi gak sengaja, saat itu Ibu gak ada uang buat biayain kamu, Nenek juga gak ada uang...", Zakia terhenti menjelaskan karena tidak bisa menahan tangis nya, Zelia segera memeluk Zakia.

"Iya Ibu, salah Zelia..", Ucap Zelia dengan murung, Zakia menggelengkan kepala nya saat mendengar Zelia mengatakan itu.

"Zelia, bukan salah kamu, salah Ibu..", Zelia terdiam mendengar itu.

"Salah Ibu? tapi bukan nya Ibu waktu itu mengalahkan Zelia?", Tanya Zelia dengan polos nya, Zakia menghela nafas menghapus air mata nya sendiri.

"Ibu tau, harua nya Ibu gak salahin kamu, itu udah tugas Ayah kamu yang ngelindungin kamu, tapi Zelia... kamu masih marah sama Ibu?", Tanya Zakia, menatap ke arah Zelia dengan mata penuh harapan.

"Kenapa Zelia harus marah ke Ibu? Zelia gak marah, Zelia hanya.. khawatir Ibu ninggalin Zelia begitu aja di pantai asuhan", Ujar Zelia dengan jujur, Zakia mengangguk, lalu memberikan pelukan ke Zelia.

"Ya, tapi kamu tau kan kalau kebenaran nya itu?", Tanya Zakia dengan tulus.

"Iya, Zelia tau sekarang", Jawab Zelia, tersenyum, Zakia melepaskan pelukan nya.

"Sekarang... ayo pulang?", Tanya Zakia sembari tersenyum, Zelia terdiam menerima pertanyaan itu, sedangkan Renzo mengerutkan kening nya, tetapi diam saja.

* Tenang Renzo, hak Zakia buat ajak Zelia pulang, jangan marah... *

Ucap Renzo dalam hari, berusaha menenangkan diri nya sendiri.

"U-Uh? pulang?", Tanya Zelia dengan kebingungan, Zakia mengangguk, menunggu jawaban Zelia dengan sabar.

"Tapi...", Ucap Zelia, sembari menoleh ke arah Renzo dengan tatapan kebingungan.

-Bersambung-

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!