*merried for revenge
bukan ajang perlombaan ini hanya sekedar balas dendam , balas dendam antar saudara yang tak kunjung padam.
liyan menatap nanar HP yang baru saja di banting hingga berserakan di lantai. emosi nya memuncak dan tak terkendali karena sang kekasih meninggalkan liyan demi memilih bertunangan dengan musuh bebuyutannya.
"5 tahun kita pacaran kau malah memilih laki laki sialan itu karena dia di pewaris. " umpat nya tertahan di antara rahang yang sudah mengeras
"brengsek!! "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9
...
...
Setelah acara selesai tinggal lah mereka dan kedua orang tua Liyan.
"Cantik sekali menantu mama.." puji mama Liyan
"Makasih mah.." jawab nya sekena nya
Jujur saja dia bingung harus bagai mana diantara ke dua mertuanya
"Ekhemm" deheman papa nya membuat mereka menoleh
"Boleh papa tanya.?" Izin laki laki itu
"Tanya apa pa..?" Bukan Zheya yang menjawab tapi liyan
"Orang tua nak Zheya dimana udah pulang?" Ungkapnya basa basi sedari kemarin dia tidak melihat adanya orang tua di dekat menantunya
Zheya mematung beberapa saat dan kembali ke ekspresi semula
"Maaf pa, orang tua saya sudah meninggal, jadi saya hanya seorang diri saja.." jawabnya mencoba mewajarkan pertanyaan papa LIYAN
"Ohh.. maaf ya.. harusnya papa tidak bertanya seperti itu.. niat papa tadi biar bisa dekat dengan besan" ungkapnya tidak enak
"Tidak apa apa pa.. itu wajar.." jawab nya sedikit tersenyum meyakinkan mertuanya
"Tidak apa.. sekarang zhee udah punya orang tua,.." celetuk mama Liyan, sejujurnya beliau senang mendapat kan anak perempuan
"Paa, maa kalian jadi ke Cina hari ini juga? Ga di tunda dulu besok aja pulangnya.." tawar Liyan mengingat orang tua nya buru buru ke Cina lantaran bisnis papa nya disana
"Tidak papa dan mama pergi hari ini besok papa ada meeting sama klien.." tolak papanya
"Iya lagian untuk beberapa bulan mama akan menetap lagi di Indonesia sayang.. jadi ingat pesan mama ya.." ibunya sudah memberi nasehat untuk laki laki yang sudah menikah itu
"Baik ma.."jawabnya sekenanya
Mereka memutuskan untuk pulang kerumah, sesampainya dirumah Zheya lebih memilih mandi dari pada memperdulikan laki laki yang sudah jadi suaminya itu.
"Ahh lelah nya hari ini.." seletuknya menikmati dirinya yang tengah berendam di bathtub
"Si taikk Leon datang juga ternyata..bahkan dia terlihat biasa saja saat aku menikah dengan laki laki lain.." umpatnya
Dia sangat membenci Leon karena hasutan Liyan begitu lengket di otaknya.
"Kamu pikir kamu saja yang bisa menikah.. hahahahh" tawanya terdengar sendu
Sejujurnya melupakan seseorang yang bersarang di hati cukup lama tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Sedangkan liyan lebih meilih mandi di kamar mandi lain karena menunggu Zheya itu sangat lama
"Haisss... Memang dasar wanita." Sungutnya ketika menatap kamar mandi istrinya belum selesai juga sedangkan dia sudah santai di kasur
Zheya tengah asyik memakai serum malam sebelum tidur, karena perawatan itu penting, Setidaknya kalo tidak kaya ya minimal bisa memanjakan dirilah begitu pikirnya
"Lama ya.. apa beranak dulu dikamar mandi..?" Emang lemes mulutnya Liyan ini
"Suka suka aku lah.." jawab Zheya ketus dan membaringkan tubuh di kasur
"Ga bisa gitulah, kan aku juga mau mandi kenapa lama lama di kamar mandi?" Sanggah liyan
"Kan bisa mandi di kamar mandi lain. Itu buktinya kamu udah selesai mandi.." perempuan mana mau kalah
Zheya menjangkau ponsel nya di nakas dan mengotak ngatik benda pipih itu. Liyan juga memainkan laptop di pangkuannya. Hening begitulah suasana kamar pengantin baru itu hingga se jam kemudian Zheya memulai percakapan lagi
"Kenapa tidak ada kontrak lagi..?" Tanya perempuan itu membuat orang yang di tanya chengo
" Jadi kamu berharap membuat kontrak lagi.?." Liyan kembali bertanya Tampa menoleh
"Iyakan wajar aja aku nanya. Gini loh kemarin kamu maksa aku nikah pake kontrak mana tau sekarang ada kontrak versi ke dua." pemikiran Zheya selalu realistis
"Pernikahan tidak untuk dikontrakkan.." jawab Liyan
"Loh aneh . Kemarin maksa nikah karena adanya kontrak.." sungutnya kembali memainkan hp
"Jadi maunya gimana?"
"Mana tau ada lagi kontrak gitu.. kaya di novel². Kaya bahas ga boleh melakukan ini itunya. Nafkah nya. Urusan itunya.." Zheya menjelaskan dengan ambigu
"Soal nafkah aku bakalan kasih, tenang aja." Jawabnya santai
Zheya tidak menjawab tapi dia cuma melirik laki laki itu
"Kenapa emangnya? Kan emang iya itu tugas Aku. Soal urusan lain nya ga perlu larangan apa apa. Toh kita juga udah pernah begitu kok,. Lagian semua orang tau juga kita suami istri.." liyan akhirnya memalingkan pandangan ke arah Zheya
"Bukan begitu maksudku.." ucap Zheya ragu
"Jangan jangan kamu mau aku kasih nafkah batin ya.." potong Liyan dengan senyum mesumnya
"Idihhh.. ngacokk.." jawabnya sambil menaruh hp di nakas dan mengambil posisi tidur membelakangi suaminya. Percaya lah pipinya sudah Semerah tomat sekarang
"Ya sudah kalo ga mau.. " goda liyan pada istrinya
si istri pura pura tertidur tentu gak mau mendengar omong kosong liyan
Malam pertama mereka tidak ada desahan panas di dalam kamar dan hanya menyisakan keheningan.
Jam menunjukan pukul 1.20 namun mata Liyan belum juga terpejam dia tidak bisa tidur sedangkan sang istri tidur dengan nyenyaknya.
Malam ini kali pertama perempuan itu tidur disampingnya Tampa paksaan atau pengaruh obat. Zheya dengan suka rela membaringkan tubuh di samping liyan tapi sayang mereka tidak menikmati malam pertama pada umumnya, .
percayalah itu hanya dipikiran Liyan, otaknya mendadak mesum, kenangan malam itu teringat sangat jelas dan pastinya sangat menyiksa nya malam ini.
Apalagi wangi rambut istrinya begitu menusuk hidung dan menggoda,
Wajar aku mendadak mesum aku ini pria normal Pikirnya meyakinkan diri . Berapa kali mencoba menormalkan otak tetap saja kejadian menggagahi istrinya waktu itu yang terus berputar putar di otak.
wajar saja waktu itu dia dengan bejat melakukan itu dengan sadar berbeda dengan Zheya yang memang terpengaruh obat
Tidak mau semakin tersiksa dia memilih kekamar mandi mendinginkan kepala.
***
Malam ini Leon sangat kacau rambut nya acak acakan. Minuman keras beberapa botol telah dia teguk di antara dentuman musik yang kuat. Beruntungnya Leon hari ini di temani Rey dan Rayyan yang dikabari untuk bersenang-senang katanya .
Dia keluar menenangkan pikiran dengan alasan kerjaan yang menumpuk dan harus di kerjakan agar istrinya tidak mengomel dan mengadukan ke mamanya
"Kamu ini kenapa si Eon??" Rayyan merebut minuman di tangan sahabatnya
"Pata hati mungkin.." jawab Rey sedikit melirik ke arah Leon
Rey adalah tangan kanan Leon meski sahabat Liyan juga.Tapi dia orang yang setia kepada atasannya layaknya khen kepada Liyan
"Ckk.. pata hati kenapa? Dia udah dapat istri bak bidadari, plus nya balas dendam ke Liyan terbalaskan juga" decakan keluar di bibi Rayyan
Meski Rayyan tidak suka cara Leon merebut pacar Liyan waktu itu, tetap saja dia tidak mau ikut campur urusan kedua sahabatnya itu,
"Liyan bangkee...." cerocos Leon membuat 2 temannya itu kaget
"Liyan tidak disini.." ungkap Rayyan
"sialan kenapa lu selalu beruntung..." Umpatnya lagi sambil menangis seperti orang gila mungkin efek mabuk berat
"Mau gimana lagi.. lu jangan lemah kaya gini Napa.." ujar Rey menatap iba
"Dia kenapa..?" Tanya Rayyan
"Lu ke acara nikahan nya liyan??" Tanya Rey balik
"Lah kan gue pergi bareng lu P.A.." kesal lantaran ditanyai balik
"Istrinya itu mantan Leon,." Jawab Rey sekenanya
"Wuahhh gilaa.. kirain gue Adeline yg beruntung di rebutin 2 pria tampan yang kaya raya. Ternyata istri si Liyan pernah jadi pacar Leon juga.." ucapnya geleng²
"Ya biarin lah kan cuma mantan. Sedangkan Leon rebut yang ada ditangan Liyan. Otomatis Leon lah pemenangnya.. lagian Leon gak pernah peduli sama mantan mantannya selama ini..". Rayyan tersadar dan memberikan komentar yang masuk akal
"Masalahnya tuh perempuan yang buat Leon mabuk kepayang waktu itu.."
"oh gue ingat , waktu itu si Leon cerita mau deketin karyawannya yang itu bukan sih?" celetuk Rayyan memotong ucapan Rey
"yes lu benar..! Nah kebetulan dia dipaksa nikah sama nyokapnya mau dijodohin. Dari pada dijodohin sama yang ga jelas mending sama Adeline cantik ber value.. yang poin pentingnya milik Liyan.." Rey menjeda ucapannya
" dan lu tau? dia belum putus sama tuh sekretaris" jelas Rey
"Wuahhh.. memang benar Liyan ga bisa di lawan. Merinding gue cokk.." Rayyan geleng2 dengar cerita Rey dan membayang kan kronologi kisah balas dendam antara mereka