NovelToon NovelToon
Benci Tapi Menikah?

Benci Tapi Menikah?

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta setelah menikah / Konflik etika
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fareed Feeza

Gian pergi ke desa untuk menghilangkan penat di kota. Tapi saat menikmati keindahan desa, dia bertemu dengan Anisa, wanita galak dengan paras alami yang cantik.
Pertemuannya dengan Anisa membuat Gian ingin cepat-cepat kembali ke kota, tapi suatu kejadian mengharuskan Gian untuk tetap bertahan di desa dan sering bertemu dengan Anisa.
Sampai suatu ketika, Anisa dan Gian terpergok oleh beberapa warga sedang berdua di sebuah gubuk di tengah sawah dengan minim pakaian, warga pun marah dan memaksa Gian dan juga Anisa untuk menikah.
Mereka menjalani pernikahan masih dengan perasaan saling membenci, bagaimana kelanjutan pernikahan mereka? Berpisah atau bertahan? Stay tuned!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fareed Feeza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

"Masa sih? Masa iya ibunya bohong." Kata Bela penasaran.

"Coba deh kamu flashback lagi, apa yang udah kamu lakuin waktu itu sama Gian, so pasti keluarganya juga jengkel pas liat kamu balik lagi mohon-mohon minta maaf." Jelas Ranti.

Bela berfikir sejenak, "Omongan kamu ada benernya juga sih, pokoknya aku gak akan gentar, kalau kata-kata pernikahan itu belum keluar dari mulut Gian sendiri."

Apa? Gak gentar ... PD banget wanita satu ini. Batin Ranti.

"Yaaaa tapi statement aku tadi itu gak 100% bener ya, bisa jadi salah."

"Tapi aku yakin bener sih, oh ya bay the way makasih ya Ranti udah mau luangin waktu buat aku cerita."

"Iya sama-sama, maaf udah bikin nunggu berhari-hari ... karena aku sekarang ini memang sesibuk itu."

"Its ok."

Ranti langsung mengambil kunci mobil yang tergeletak di meja, dan berpamitan pada Bela tanpa mengajaknya untuk pulang dengan menumpangi mobilnya. Sedangkan Bela ... Tangannya sibuk memesan taksi online di ponselnya.

***

Hubungan antara Lulu dan juga Gian sedang tidak baik-baik saja, di rumah Lulu lebih banyak diam ketika Gian berada di dekatnya. Tapi jika Gian sedang bekerja ... Lulu bersikap ceria seperti biasanya.

Siang ini, Hari datang berkunjung ke rumah ... tangannya sibuk membawa tentengan berwarna pink saat turun dari mobilnya.

Bersamaan dengan itu Lulu dan juga Nisa sedang berbincang di taman, apapun di jadikan pembahasan .... Tapi Lulu sama sekali tidak membicarakan soal pernikahan atau sikap Gian, dia terus menuntut cerita masa lalu Nisa saat di desa, karena itu selalu menarik baginya.

*Bel berbunyi.

"Aku pamit untuk membuka dulu ya Bu." Kata Nisa.

"Ibu ikut " Kata Lulu, keduanya berjalan ke arah pagar utama.

Sedikit terkejut saat Nisa membuka pagar Hari susah di hadapannya dengan paper bag pink menutupi seluruh wajahnya.

"Kak Hari?" Kata Nisa sambil tersenyum.

Lulu ikut tersenyum di balik tubuh Lulu saat melihat tingkah Hari di hadapannya.

"Bisa aja pria ini." Celetuk Lulu.

"Selamat siang wanita-wanita cantik." Sapa Hari. "Ini ada kue untuk kalian."

Nisa menerima buah tangan yang Hari bawa. "Terimakasih Kak, mari masuk."

"Mobil di depan pagar gak apa-apa kan Tante?"

"Aman ... " Ucap Lulu.

Di ruang keluarga, ketiganya duduk santai sembari menikmati kue yang Hari bawa tak lupa juga tambahan masing-masing satu cangkir teh hangat untuk menemani obrolan kali ini.

Hari memulai obrolan ringan tentang kabar dan kegiatan sehari-hari, lalu langsung pada intinya saat keadaan sudah semakin mencair. "Hm ... Tante, Cuaca bagus nih ... Kita camping yuk."

"Hah? Camping? Duh Tante gak bisa ... Om Akbar nanti ngamuk kalau Tante pergi."

"Om Akbar gak bisa cuti Tante?"

"2 bulan kedepan kayaknya bisa, sekarang perusahaan Om sedang melakukan banyak promosi, Jadi tidak bisa jika harus ambil cuti saat ini."

Hari mengangguk pelan. "Nisa? Boleh gak Tante?"

"Apa? Nisa? Sama siapa? Berdua? Gak boleh!"

Hari menggoyangkan kedua tangannya sambil terkekeh."Tenang Tante ... Ada sahabatku yang lain, Ranti namanya dan juga banyak yang lainnya."

"Dalam rangka apa sih?"

"Mmm ... Liburan aja sih Tante."

"Kalau ada wanita sih boleh aja, justru bagus Nisa jadi ada pengalaman." Kata Lulu. "Kamu harus bisa jaga diri ya Nis, kalau gak ada wanita disana ... Kamu teriak dan lari sekencang-kencangnya."

Hari makin tergelak, saat mendengar Lulu begitu posesifnya pada Nisa.

"Aman Tante ... "

Setelah mengantongi izin akhirnya Hari berpamitan untuk pulang, dia berpesan agar Nisa tidak membawa banyak barang, cukup barang pribadi saja.

.

.

Gian pulang ke rumah dengan langkah tergesa, tujuannya adalah Nisa ... Pria itu terkejut saat melihat daftar peserta camping yang di sebar oleh Hari di grup chat pertemanannya. Nama Nisa terpampang paling awal, sedangkan Gian baru mengetahui sore harinya.

Terlihat wanita incarannya itu sedang membantu Lulu di dapur untuk menyiapkan makan malam.

"Nisa! Ikut aku." Kata Gian, lalu berjalan lebih dulu ke dalam kamar berharap Nisa berjalan mengekorinya.

Sedangkan Nisa dan Lulu hanya saling memandang satu sama lain. "Turuti saja Nis." Kata Lulu kemudian di iyakan oleh Nisa.

Nisa membuka apron masak, lalu berjalan ke arah kamar.

*Pintu kamar di buka.

Terlihat Gian sedang duduk di ujung tempat tidur sambil tangannya memegang ponsel.

"Kenapa?" Tanya Nisa sambil berjalan mendekat.

Gian beranjak dan berjalan ke arah Nisa, hingga saat ini jarak mereka hanya beberapa centimeter saja.

Tanpa berkata apapun, Gian langsung menyodorkan ponselnya tepat di hadapan wajah Nisa.

"A-apa ... Ada apa?" Kata Nisa gugup.

"Ada apa? Kau bilang ada apa? Tolong di baca itu ... Namamu terpampang paling atas, apa maksudnya?!"

"Ya lalu?"

"Lalu?????" Gian memijat sebelah keningnya gemas, kedua giginya menahan geram karena Nisa tidak mengerti apa kesalahannya.

"Apa kau sudah merasa mendapat izin, dari suamimu ini?!" Tunjuk Gian pada diri sendiri.

Nisa memundurkan sedikit wajahnya dan menaikan sebelah alisnya. "Izin? Suami? Sejak kapan sepengaruh itu? Aku di izinkan ibu."

"Oh ... Jadi Ibuku adalah suamimu? Hm... Iya begitu?" Cecar Gian.

"Berhenti bersikap seolah kita adalah suami istri pada umumnya Gian, kamu tidak bisa menerima pernikahan ini ... Akupun sama! Aku tinggal di rumah ini dan beraktivitas semuanya atas perintah Ibu! Aku menghargainya karena Ibu sudah ku anggap sebagai orang tua kandungku, dan soal camping ... Itu bukan keinginanku." Jelas Nisa sedikit menggebu.

Gian terjebak dengan omongannya sendiri tentang pernikahan yang sepenuhnya belum bisa dia terima dalam hidupnya, pria itu membalikan badan dan berjalan masuk ke kamar mandi tanpa berkata apapun lagi.

Nisa menghentakkan kakinya kesal karena tak mendapat tanggapan lalu keluar dari kamar dengan wajah di tekuk.

.

.

***

Hari yang di tunggu pun tiba, Lulu sangat excited dengan Nisa yang akan berangkat untuk camping pertama kali dalam hidupnya. Padahal kesehariannya saat di desa hampir mirip dengan camping, karena kesederhanaan fasilitas di rumahnya dan berdekatan dengan alam.

"Ibu ... Bekal untuk siapa itu?" Tanya Nisa saat melihat Lulu sedang sibuk memasukan makanan dalam kotak.

"Bekal kamu dong, siapa tau Hari sediain makanan yang kamu gak suka."

"Wah ibu, terimakasih." Nisa memeluk Lulu erat dari belakang, karena ketulusan Lulu terhadapnya membuat Nisa seperti tidak punya batasan untuk mengekspresikan rasa sayang dan betapa beruntungnya dia di pertemukan dengan Lulu.

"Sama-sama, kamu sudah packing?"

"Sudah Bu, semalam."

Beberapa menit kemudian, Gian keluar kamar dengan tas ransel yang cukup besar menempel di punggungnya.

"Kemana kamu?" Tanya Lulu pad Gian.

"Camping lah!"

Lulu berusaha sekuat mungkin menahan senyumnya, padahal terakhir Hari memberikan informasi kalau Gian tidak mau mengikuti camping.

"Awas ya kalau Nisa di buat nangis atau di bully disana!" Ujar Lulu.

Nisa langsung buru-buru mengecek grup peserta camping di ponselnya, ternyata benar ... Hari baru menambahkan Arabela dan Gian kedalam peserta camping.

Oh rupanya ada sang mantan. Batin Nisa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!