Memiliki pasangan menjadi impian Citra selama ini, tidak menyangka laki-laki yang mengajak nikah selama 10 tahun memiliki niat buruk terhadap Citra. Apa yang akan dilakukan Citra untuk membalas dendam dan sakit hatinya terhadap suami tidak setia dan memanfaatkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
BAB 25
Rasanya badan remuk dan tidak kuat jalan, pertama kalinya merapihkan rumah luas seperti sekarang, rasanya mimpi buruk untuk hidupnya karena akhirnya mau merapikan rumahnya Citra demi mendapatkan makanan enak hari ini, membuat Winda seperti menjatuhkan harga dirinya.
"Tidak sanggup deh seumur hidup seperti ini, lebih baik kembali deh ke kampung dan harus terima bawa anak tanpa suami, dari pada bersama Angga sudah hidup susah bakal menjadi bahan obrolan orang-orang karena status pernikahan saya dan Angga yang tidak resmi." ucap Winda semakin yakin meninggalkan Angga, sudah cukup beberapa hari dibuat hidup susah dan tidak ingin hidup susah terus menerus.
"Bagus juga keputusan kamu, biar Pak Angga kapok dan menyesal sama apa yang dilakukannya selama ini. Sudah kehilangan istri pertama, kehilangan fasilitas yang diberikan Bu Citra, kehilangan harta, dan kehilangan istri beserta anaknya juga. Pasti kehidupan Pak Angga semakin susah tanpa memiliki apapun." ucap Bik Sumini tidak sengaja mendengar ucapan Winda tadi, mempertimbangkan meninggalkan Angga.
"Makan lah karena kamu sudah beberes dengan baik, setelah ini kamu cuci baju dan baju kemarin kamu setrika iya dengan baik dan benar." sambung Bik Sumini memberikan nampan berisi nasi ber lauk udang, cumi, buah jeruk, es jeruk, dan sayur lodeh.
"Terimakasih Bik akhirnya saya makan enak juga, keputusan saya sudah bulat Bik bakal meninggalkan Angga didepan Citra bakal minta cerai ke Angga, supaya Citra tahu keputusan ini dan saya siap pergi tanpa bawa apapun demi ketenangan hidup saya dari pada jadi ART tidak mau malu saya, lebih baik balik ke kampung dan urusan anak saya sudah siap malu seumur hidup karena pulang bawa anak dan sudah tidak punya suami lagi." lanjut Winda sambil makan, rasanya bahagia sekali bisa makan enak setelah seharian kemarin tidak makan sama sekali.
Berharap ucapan Winda bukan tipu muslihat saja, walaupun sadar sebagai perempuan bisa membayangkan dan merasakan hidupnya Winda nanti tanpa Angga dan tanpa punya apapun, kehidupan lebih berat akan dialami Winda jika pisah sama Angga tapi bertahan sama Angga pun sama saja hidup sama-sama susah dan pastinya malu.
**
Sahabat sejak sekolah, sahabat yang selalu ada didalam hidupnya Citra tempat berbagi cerita, tidak menyangka jika Alex memiliki perasaan untuknya selama ini perasannya disimpan rapat-rapat takut menghancurkan persahabatan jika Alex menyatakan cinta ke Citra.
"Maafkan saya tidak tahu perasaan kamu selama ini Lex, tapi terimakasih sudah mencintai saya selama ini dan selalu bisa membuat saya tenang dan bahagia." ucap Citra tersipu malu mendengar ucapan Alex.
"Tidak masalah yang penting sekarang sudah tahu kan, maaf jika momentum saya menyampaikan rasa ini kurang tepat waktunya karena kamu belum resmi bercerai dari Angga, tapi saya tidak bisa lagi lebih lama simpan rasa ini dan menurut saya ini momentum yang terbaik jika kamu mau menjadi pendamping hidup ku dan bahagia bersama sampai tua bersama." ucap Alex terus terang, takut saat Citra menjadi janda dan mendapatkan pendamping hidup baru dirinya tidak ada lagi kesempatan untuk memiliki Citra.
"Tapi saya tidak bisa memberikan keturunan, oleh karena itu Angga menduakan cinta saya dan apa kamu siap berumah tangga tanpa memiliki anak?"tanya Citra sedih dan malu rasanya, tapi kenyataan pahit ini harus disampaikan ke Alex takut sahabatnya kecewa nanti.
"Tidak masalah asal bisa bahagia bersama dan kita bisa adopsi anak kan, anak bukan alasan untuk kita tidak bisa bersama dan bahagia bersama, anak itu titipan dan kita bisa adopsi anak untuk jadi anak kita juga bagaimana mau kan?" tanya Alex tidak mempermasalahkan kekurang Citra, karena dirinya sudah tahu dan tidak mempermasalahkan kekurangan perempuan yang dicintainya selama ini.
"Baik lah aku mau kita bahagia bersama, tunggu aku sampai aku resmi bercerai dari Angga dan membuang laki-laki sampah itu dari hidup ku mau kan menunggu sedikit lagi?" tanya Citra akhirnya mau memberikan Alex kesempatan untuk menjadi pendamping hidupnya.
Terharu rasanya ada laki-laki yang tulus mencintainya bahkan rela menunggu lama demi mendapatkan hatinya, walaupun penanti cukup panjang dan berharap Alex jauh lebih baik dari Angga dan bener-bener mencintainya ajak nikah untuk bahagia bersama bukan untuk dimanfaatkan akhirnya menguras hartanya seperti Angga selama ini.
Ngangguk setuju dan bahagia akhir Citra mau memberikan kesempatan untuk bahagia bersama, tidak masalah menunggu sedikit lagi karena sadar proses perceraiannya tidak cepat selesai butuh proses panjang. Alex berjanji pada dirinya sendiri untuk semakin setia sama Citra dan bisa membahagiakannya, karena mendapatkan kesempatan seperti sekarang tidak lah mudah andaikan Angga tidak membuat kesalahan fatal yang akhirnya Citra berencana menceraikannya tentunya kesempatan sekarang tidak akan terjadi selamanya.