NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Mafia

Dinikahi Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alif Irma

Andreas, sosok mafia berdarah dingin yang bergelar duda tampan dan kaya raya. Dia sudah bercerai sebanyak tiga kali karena ulah putra semata wayangnya. Hingga suatu hari, dia bertemu dengan seorang penari striptis di sebuah club malam. Andreas pun memutuskan untuk menikahinya secara kontrak.

Di satu sisi, Sophia juga sosok single mom yang pekerja keras. Sophia bekerja sebagai penari striptis di sebuah club malam. Pertemuannya dengan Andreas mendatangkan masalah baginya, hingga Sophia memilih menerima segala skenario yang dijalankan oleh Andreas dengan menjadi istri kontraknya.

Lantas apa yang membuat Andreas ingin menikah kontrak dengan Sophia, sosok penari striptis!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

"Daddy, Kenzo mau tanya kenapa Daddy bisa terluka begini?" tanya Kenzo yang sedang duduk di pinggir tempat sembari memperhatikan wajah ayahnya yang terlihat pucat.

Hanya mereka berdua berada di kamar tamu, sementara yang lainnya sudah pada keluar, termasuk Sophia yang sedang berada di dapur untuk mengambil makanan dan minuman hangat untuk Andreas.

Andreas menghela nafas panjang sebelum buka suara. Dia memilih mengubah posisinya menjadi duduk, namun tiba-tiba saja Andreas meringis kesakitan merasakan luka di bagian perutnya.

"Awwww,.." rintihannya kesakitan, membuat Sophia yang baru saja masuk ke dalam kamar segera meletakan nampan yang dibawanya di atas meja lalu menghampirinya.

"Jangan banyak gerak dulu, dari tadi dokter Nicky memperingatkan mu tuan." ucap Sophia khawatir sembari memegang lengan Andreas guna membantunya duduk.

Andreas hanya diam membisu dan tidak menimpali ucapan Sophia. Pria itu hanya heran melihat sikap Sophia yang begitu perhatian kepadanya, sepertinya sikap wanita penari itu berubah drastis.

"Terima kasih mom, sudah bantu Daddy." ucap Kenzo tersenyum dan begitu senang melihat ayah dan ibunya dekat.

"Iya sayang, sama-sama." ucap Sophia tersenyum sambil mengelus puncak kepala Kenzo lalu bangkit dari duduknya dan bergerak mengambil kembali nampan yang dibawanya.

"Kata dokter Nicky, tuan Andreas sudah diperbolehkan makan bubur, buah dan sayur serta makanan yang bernutrisi tinggi." ucap Sophia sambil meletakan nampan yang dibawanya di atas meja lipat tepat dihadapan Andreas.

"Wow, Daddy harus coba masakan mommy, dijamin enak, bahkan wangi masakan mommy membuat perut Kenzo kembali keroncongan." ucap Kenzo dengan antusiasnya memuji masakan ibu sambungnya.

"Oh ya? Kalau begitu Daddy akan mencobanya" ucap Andreas dan begitu penasaran, hanya saja dia terus memasang wajah datar plus cuek.

"Dan ini buat Kenzo." ucap Sophia sambil menyodorkan cemilan kesukaan Kenzo.

"Terima kasih mom" ucap Kenzo tersenyum menerimanya.

Perlahan Andreas mengulurkan tangannya untuk mengambil sendok di atas nampan, namun Sophia lebih dulu mengambilkan untuknya.

"Biar aku saja yang menyuapi mu tuan." ucap Sophia tidak enak hati membiarkan Andreas menyuapi dirinya sendiri, apalagi pria itu tampak kesulitan menggerakkan tangannya.

Andreas tidak banyak bicara, dia hanya membiarkan Sophia menyuapinya. Bahkan diam-diam dia mulai memperhatikan wajah Sophia dari dekat.

"Maaf, ada sisa makanan di wajahmu." ucap Sophia gugup sambil menyodorkan tangannya untuk membersihkan wajah Andreas.

"Dimana? disini?" tanya Andreas sambil menyentuh wajahnya dan kebetulan tangan Sophia lebih dulu menyentuh wajahnya hingga tangan keduanya bersentuhan.

"Oh maaf." ucap Andreas sambil memasang wajah datarnya tanpa menjauhkan tangannya.

Andreas baru mengerti setelah melihat tatapan Sophia terus mengarah padanya, dengan cepat dia melepaskan tangannya. Andreas pun memilih menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan merasa malu sendiri dengan ulahnya itu.

"Kau sudah makan atau belum?" tanya Andreas guna menghilangkan rasa canggung diantara mereka.

"Sudah tuan." jawab Sophia sambil menundukkan pandangannya dan Andreas hanya mampu ber o ria.

Kenzo tersenyum tipis mendengar percakapan ayah dan ibunya. Sepertinya dia harus melakukan berbagai cara untuk mendekatkan ayah dan ibunya, pikirnya.

Hingga suapan terakhir, Andreas tetap menghabiskannya dengan lahap. Sophia merasa porsi makanan yang dibuatkan untuk Andreas terlalu sedikit, makanya pria itu dengan cepat menghabiskannya.

Padahal nyatanya, Andreas sangat menyukai masakannya, hanya saja pria itu terlalu gengsi untuk mengakui masakan Sophia.

"Terima kasih, mom, sudah membuatkan masakan untuk kami. Daddy sangat menyukai masakan mommy. Iyakan Daddy." ucap Kenzo tersenyum membawa-bawa nama ayahnya.

"Aaah...iya" sahut Andreas cepat dan seolah sedang dipojokan oleh putranya sendiri.

"Saya permisi ke dapur dulu." ucap Sophia berpamitan sambil membawa nampan berisi peralatan makan yang kotor ke dapur.

Setelah memastikan Sophia sudah keluar, Andreas lalu menatap putranya dengan tatapan penuh selidik, dia harus mengintrogasi putranya terlebih dahulu, karena terlalu menyukai Sophia yang notabenenya hanyalah orang baru dalam keluarganya.

"Daddy mau tanya, selama Daddy sakit apa wanita itu pernah memarahi mu atau memukuli mu atau bahkan melakukan hal jahat kepadamu, nak?." tanya Andreas kepada putranya dengan raut wajah serius.

"Kenapa Daddy bertanya seperti itu?. Memangnya mommy orang jahat. Dengar ya Daddy, Mommy orangnya sangat baik, tidak pernah marah-marah apalagi sampai memukul Kenzo, mommy itu seperti ibu peri yang selalu ada buat Kenzo." jawab Kenzo dengan antusiasnya.

Andreas hanya mampu menghembuskan nafas kasar mendengar jawaban langsung dari putranya. Ternyata dugaannya salah besar.

"Sekarang Kenzo mau tanya, kenapa Daddy belum akur dengan......" Kenzo tidak melanjutkan ucapannya karena mendengar suara pintu terbuka.

"Nanti Kenzo beritahu Daddy." bisik Kenzo kepada ayahnya. Pasalnya orang yang menjadi pembahasan ibu dan anak itu sudah kembali dari dapur.

"Oke" balas Andreas sambil menaikkan sebelah alisnya.

"Eemm bukannya Daddy mau ke kamar mandi?." tanya Kenzo kepada ayahnya.

"Aah itu...." Andreas jadi gelagapan sendiri sambil melirik kearah Sophia.

"Ya sudah, biar ku bantu." sahut Sophia sambil mendekat kearah tempat tidur, lalu membantu Andreas turun dari tempat tidur. Kemudian memapahnya ke kamar mandi.

"Tunggu di luar, kenapa kamu malah ikut masuk." ucap Andreas menegur Sophia.

"Bagaimana dengan ini?" tanya Sophia sambil menunjuk tiang infusnya.

"Ahhhh, astaga. Kalau begitu aku akan membukanya." ucap Andreas sambil mengangkat sebelah tangannya untuk melepas jarum infusnya.

"Jangan, kamu belum sepenuhnya pulih. Baiklah, aku akan menunggu disini dan tak akan mengintip mu." ucap Sophia gugup dan serba salah, dia lalu berbalik badan, karena keduanya sudah berada di dalam kamar mandi.

Tiba-tiba saja Andreas memiliki sebuah ide untuk mengerjai Sophia. Dia pun menyeringai tipis melihat tingkah Sophia yang sedang membelakanginya.

"Eehemm, hei kau kemari, aku kesulitan untuk membukanya." ucap Andreas sambil menunjuk kearah celananya.

Sophia sontak berbalik badan dan langsung membulatkan kedua matanya sambil menelan ludahnya menatap kearah yang ditunjuk oleh Andreas.

Sementara di luar, Kenzo diam-diam menyelinap keluar dari kamar tamu, anak laki-laki itu sengaja membiarkan ayah dan ibunya berduaan.

"Sangat merepotkan." gumam Sophia dengan kesalnya setelah selesai membantu Andreas. Sedangkan Andreas hanya tersenyum tipis dan merasa puas sudah mengerjai Sophia.

🍁🍁🍁🍁

Sementara di tempat lain....

"Apa kau sudah mendapatkan kabar terbaru tentang Andreas?" tanya seorang wanita berambut panjang pada sosok pria bertopi.

"Belum nyonya. Setelah kejadian itu, sampai detik ini keberadaan tuan Andreas masih dirahasiakan oleh kelompoknya." ucap pria bertopi tersebut.

"Sial, aku tidak mau tahu, dalam tiga hari ini kau harus menemukan keberadaannya." ucap wanita berambut panjang itu sambil mengepalkan tangannya.

"Baik Nyonya!" ucap Pria bertopi itu dengan paruhnya.

"Sekarang kau boleh pergi, jangan sampai ada yang melihat." ucap wanita berambut panjang itu.

"Baik Nyonya" ucapnya dengan anggukan kepala. Kemudian pria bertopi itu segera menjauh dari tempat tersebut.

Sementara wanita itu menghampiri mobilnya lalu bergegas masuk ke dalam mobilnya.

"Aku tidak yakin kalau Andreas sudah tiada. Apa yang di katakan Kakek pasti tidak benar." ucap Wanita berambut panjang itu sambil menjambak rambut panjangnya.

"Sialnya, sampai detik ini aku masih mencintainya. Padahal Andreas sudah membuang ku seperti sampah gara-gara anak nakalnya." gumam wanita berambut panjang itu sambil memukul stir mobilnya meluapkan emosinya.

Wanita berambut panjang itu tidak lain adalah mantan istri Andreas yang bernama Hanna Montana. Setelah berhasil meluapkan emosinya, Hanna mulai melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut.

1
ardiana dili
lanjut
Mita
lanjut thor
indahlee
lanjutttt
lala
lanjut up
lala
ditunggu bucin nya andres
Ade
next
Mita
lanjut thor
Wulan Sari
ceritanya is the best banget semoga menjadi keluarga yang bahagia salam sukses selalu ya Thor semangat 💪👍 trimakasih 🙂❤️🙏
ardiana dili
lanjut
mama
gengsi mu stinggi langit Andres,yg ngerawat km selama ini tu istri km..bukan kaki tangan km..baik2 deh sm istri🤣
Mita
lanjut thor
lala
lanjut up
ardiana dili
lanjut
Valen Angelina
pasti klo Uda bangun jadi bucin sama Sovia 🤭
Ade: nahhh betul
total 2 replies
ardiana dili
lanjut
lala
lanjut up up up
lala
like
indahlee
lanjutttt
Mita
lanjut thor
ardiana dili
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!