Tak ku sangka hidup ini terasa rumit. ketika ketenangan Jiwa yang ku rasakan selama ini terasa ternodai oleh godaan dari pria tampan nan Dewasa yang menarik Hati kecil ku untuk terus menatap wajah tampan itu.. sedikit rasa Takut ketika dia mendekat.. Namun merasa nyaman saat sudah mengenalnya. kata kebanyakan orang dia anti Akan wanita. tak tertarik pada gadis manapun.. emmm entahlah. saat pertama melihat wajah itu. aku merasa hal itu Tidak di benarkan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cutewizzhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERTEMUAN YANG PANAS
Alunan musik yang menghibur pesta dansa yang meriah. Hingga nyanyian ulang tahun yang begitu semarak. Tak lagi menghalangi mereka....
Suara itu seakan tertutup Oleh rasa rindu yang mereka tahan selama ini.. Beberapa Baju berceceran di lantai dingin tersebut.. Tub uh dua Ins an sudah Pol os tanpa penu tup sehel ai benang punn...
Benda tum pul yang selama ini tersimpan erat di tub uh Dewa. Kini Keluar be bas mencari tempat yang Hangat. D3s4han yang Tadinya terdengar halus dari bibir lembut Alisa. Kini terdengar sangat Pan as. di ruang Privat Itu. Huj4m4n b3nd4 tumpul yang sudah lama tid4k di asa itu semakin mempercepat lajunya melesat menembus dag?ng lembut Milik Alisa yang b4s4h...
" 3333mmmm... 4hhhhhh...4hhhhh.. D3sahan itu terus terdengar Nikm4t di s3buah ru4ngan tersebut. Dorongan demi dorongan. Dan h3ntak4n semakin d4lam D4n Pasti.. Sehingga ru4ng4n dingin berAC itu terasa begitu P4nas.. Kul?t Alisa y4ng tadinya terasa dingin di balik Gaun pesta berwarna Bitu itu. Kini menjadi hangat dan berkeringat. Bibir lembut yang sedikit kering itu. Kin? Bas4h Oleh s4liv4 yang di lakukan du4 ?ns4n tersebut.. setengah j4m berlalu Namun tubuh GaG4 Dewa tak menampakkan tanda-tanda kelelahan atau pun kewalahan.. Dia terus mem4cu sehingga saat ini diri nya merasa akan terbang tinggi.. Kenikm4tan yang sudah sangat lam4 dia idamkan Kini tercapai sudah.... Dewa begitu menikm4ti dirinya yang berker?ng4t dan terus mem4cu cep4t di 4t4s tubuh Alisa yang mengel?4t samb?l m3nd3s4h Nikm4tttt.....
Tubuh W4n?ta bersu4mi itu. Kini beulangkali berp?nd4h Gaya untuk leb?h menikm4ti pertemuan Awal yang di lingkupi Ras4 Rindu yang begitu lama di t4hannn..
"4hhhh....4hhhhh...4hhhhh.. Alisa hampir kewalahan menghadapi N4fsu Dewa yang hampir menggil4 itu. Jika D3wa tak memikirkan Alisa yang masih belum fit. Mungkin dia akan terus m4momp4h tubuh Alisa hingga pesta ulang tahun di sana berakhir... Namun Dewa wasih war4s wqlau itu pertemuan pertama mereka setelah perpisahan panjang yang di lakukan Olrh saudara kandungnya yang sud4h Dewa bu nuh beberapa hari yang lalu..
Huj4man terakhir.. Dewa benar-benar menenggelam kan Pusaka yang sudah lama tak di Asa itu lebih dalam ke dalam daging lembut itu. Dan menyeburkan kecebong tanpa ada sisa di lu4r..... Dan Dewa langsung mem3luk tubuh Alisa penuh kas?h sayang dan sebu4h cium4n di kening Alisa yang terlihat menapilkan keringat Karen4 keg?4t4n p4nas mereka..
" Makasih Sayang" Ucap Dewa lembut dengan senyum Nackal di wajah tampan itu..
Alisa tak menjawab dia memblakangi tubus Pol0s Dewa yang Masih penuh d3ng4n k3ring4t itu.. Alisa meraba wajah nya yang Panas dan tersenyum Tipis namun penuh kebahagian..
"Sebentar lagi kita pulang." Ucap Dewa menggendong Tubuh Pol0s Alisa menuju kamar mandi yang tersediah di ruangan tersebut.. Mandi b3rsama Adalah sebuah kesalahan. bahkan Dew4 Kembal? Mengg3mpur tubuh Alisa d3ng4n Satu Rond3 panas. Barulah Dewa benar-benar melep4s Alisa..dan keluar dari ru4ng4n itu menuju tempat pesta yang tak mereka hadiri selama pesta berlangsung. Dan mereka membuat acara sendiri yang lebiih meriah dari pesta ulang tahun malam ini..
Alisa di gendong Oleh Dewa hingga ke mobil pribadi milik Dewa. Dan sang sopir hanya melihat saja saat nyonya yang dia lindungi itu di gendong Oleh suami yang selama ini Alisa rindukan....
Suara deringan Hp milik sopir Alisa berbunyi. Dan Sopir itu mengangkat telpon yang berasal dari Alisa sendiri..
"Ikuti saja kami dari belakang. Agar tidak perlu memberi Alasan sampai di rumah." ucap Alisa kepada sopirnya pun mengatakan Iya. Lalu telpon tersebut di matikan Oleh Alisa dan mobil mereka melaju normal di jalanan ramai tersebut. Lampu kota yang dulu terlihat menyebalkan di mata Alisa. Kini terlihat menertawakan Alisa yang sedang Kasmaran Itu. Senyum tipis selalu terpatri di wajah cantik Alisa... Dan Dewa pun tak melepas tatapannya dari wajah Alisa yang selalu sumringah sejak bertemu dirinya tadi..
Memang tak bisa di pungkiri hal itu terjadi. Siapa yang tak bahagia jika hal yang dulu menghilang bak di telan bumi. Dan Entah masih hidup atau tidak lagi. Kini muncul ke permukaan tanpa ada luka atau pun perubahan fisik pada diri Dewa. Malah kematangan yang Alisa lihat pada diri Dewa yang semakin Gaga dan lebih Dewasa.... Melihat hal itu rasanya cinta di hati Alisa semakin membara. Hari-hari yang dia lalui selama setahun Ini. Sirna dengan kedatangan Dewa yang tak di duga... Cinta yang dulu menggila. Kini tambah Gila Lagi. Apalagi dengan apa yang mereka lakukan tadi tanpa mengenal tempat. Hal itu di lakukan saat pertemuan Kedua mereka. Dan Alisa selalu terngiang-ngiang Akan KegAg4han Dewa yang Semakin memanas seperi kematangan diri Dewa yang semakin matang Itu dia waktu sekarang....
"Apa yang membuat Wajah Istri ku Ini merona..??? Aku mulai menyadari wajah Cantik ini merona setelah Kita melakukan pergul4t4n Pan4S tadi." Ucap Dewa mengganggu lamunan Alisa yang memang memikir kan hal yang Iya-iya tadi bersama sang suami..
"Hahh... Ti..tidak begitu kok" Alisa sedikit kelabakan menjawab pertanyaan Dewa yang memang Itu benarnya..
"Apa iya wajah ku merona." Alisa meraba Wajahnya yang memang terasa Sedikit Panas saat Dewa mulai mengurung Mereka di sebuah K4mar VIP sebuah gedung Ulang tahun klien Alisa...
"Jangan pasang wajah seperti itu sayang. Aku saya nya ingin selalu menghuj4m mu dengan tongk4t Perk4s4 ku" bidik Dewa sanvat dekat dengan telinga Alisa. Seketika Alisa Sangat Susah menelan salivanya. Detak jantung Alisa meningkat. Terlihat dari rona telinga Alisa yang memerah itu. Semua tak luput dsri pandangan Dewa yang semakin suka menggoda Istri kecilnya itu.
Alisa menutup Telingganya. Tak mau lagi mendengar ucapan-ucapan Kot0r dari mulut Suaminya. Yang akan membuat Alisa semakin malu pada dirinya sendiri..
"Kenapa memang nya sayang." Ucapan nackal itu berbarengan dengan Dewa yang mengec up tengkuk Alisa. Membuat Alisa merinding dengan hal yang di lakukan Dewa....
Alisa sedikit menggeser Bok0n6 nya. Dan membuang pandangan Ke Arah luar kaca mobil. Dia menahan Senyum atas kelakuan Dewa yang Terus menggoda dirinya..
Alisa Kira hal itu Akan berhenti. Namun ternyata Dewa Juga ikut menggeser tubuhnya lebih mepet ke Arah Alisa.. Alisa sedikit cemberut dan memutar bola matanya lalu menoleh Ke Arah Dewa dengan tatapan Tajam...
"Cupp..." Sebuah c?uman Singkat mendarat di bib?r Alisa dengan lembut. Dan Alisa ingin kembali membuaang Pandangannya. Tapi Dewa Menahan Tengku Alisa Dan kembali ingin Menc?um Alisa...