NovelToon NovelToon
Di Ujung Asa

Di Ujung Asa

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Penyesalan Suami
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Baim

Amira wanita cantik itu, menatap suaminya dengan perasaan yang sulit di artikan. bagaimana tidak, dua tahun yang lalu, dia melepaskan kepergian Andika untuk bekerja ke kota, dengan harapan perekonomian rumah tangga mereka akan lebih mapan, keluar dari kemiskinan. tapi harapan itu hanyalah angan-angan kosong. suami yang begitu di cintanya, suami yang setiap malam selalu di ucapkan dalam sujudnya, telah mengkhianatinya, menusuknya tanpa berdarah. bagaimana Amira menghadapi pengkhianatan suaminya dengan seorang wanita yang tak lain adalah anak dari bos dimana tempat Andika bekerja? ikuti yuk lika-liku kehidupan Amira beserta buah hatinya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Baim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

    Sewaktu dia menerima pekerjaan di perusahaan besar, dengan gaji tetap, niatnya hanya satu. Ingin membahagiakan keluarga kecilnya. Agar dia bisa memberikan istri dan anaknya kehidupan yang layak. Tapi disaat dia jauh dari mereka, malah sebaliknya. Istri yang sangat dicintainya, hidupnya jauh dari kata bahagia. Dan itu semua adalah Ibunya yang tidak pernah bisa menerima Amira sebagai menantunya.

    Amira seketika terdiam mendengar permintaan suaminya. Kedua matanya di pejamkan sejenak.

   "Jangan membenci Ibu, sementara Ibu sangat membenci ku Mas. Kenapa kamu nggak bilang kalimat itu pada Ibu, kenapa cuma aku?"Teriaknya dalam hati.

   "Dek.. kamu masih dengar suara Mas bukan?"

   "Mira masih dengar kok Mas."

   "Kamu dan Alif baik-baik di sana ya..nggak usah mikirin Ibu. Itu nanti urusan Mas. Jaga kesehatan, jangan terlalu capek. Cari kerjaan yang bisa dilakukan di rumah saja. Biar anak ku nggak dibawah kemana-mana."

   "Alif juga anak ku loh Mas."

   "Nah...itu tau."

   Amira jengkel. Tapi sayang, wajah jengkelnya tidak bisa di lihat oleh suaminya. Dan dia juga tidak bisa melihat wajah sang suami, yang tersenyum lebar.

   "Iya, nanti Mira pikirkan pekerjaan seperti apa itu."Sambungnya sedikit ketus.

   "Beli HP baru ya dek, Mas mau video call. Kangen liat wajah anak ku dan istri ku. Apa lagi saat ini, pasti nggak enak di lihat. Suara aja yang didengar, wajahnya nggak kelihatan."

    "Hp ini juga masih bagus kok Mas. Yang penting masih bisa dengerin suara. Dari pada beli baru mahal, sayang uangnya. Mendingan uangnya di tabung."

     Masih dengan nada jengkel, Amira membalas ucapan suaminya.

    "Dek...Mas minta maaf ya sayang. Mas belum bisa kasih kebahagiaan untuk kamu dan Alif. Mas belum bisa menjadi suami dan Ayah yang sempurna untuk kalian."Ucap Andika dengan suara kembali lembut.

    "Mas.."

    "Mas itu suami terbaik, Ayah hebat untuk Alif. Bagi Mira, Mas itu udah sempurna. Mas nggak pernah lalai dengan tanggung jawab Mas sebagai kepala keluarga. Udah ya Mas, nggak usah di bahas itu lagi. Mira udah cukup bahagia kok, cuma sama Mas dan Alif. Maafkan Mira juga kalau belum bisa membuat Ibu menerima Mira. Tapi nggak papa, Mira do'akan, semoga saja suatu saat nanti, Ibu akan menerima Mira. Menyayangi Mira seperti anaknya sendiri."Ucapan yang sangat tulus dari wanita baik itu.

    Di sana, Andika tersenyum lebar. Dia sangat tahu betul, kalau istri kecilnya itu adalah, perempuan yang berhati seluas samudra. Untuk itu, dia sangat mencintai Amira. Baginya, Amira adalah perempuan yang sangat sempurna.

    Dia sudah belajar untuk lebih sabar, lebih ikhlas, lebih menerima. Dia anggap semua yang di hadapinya, semata adalah ujian dari Allah. Untuk membuat dia lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak.

    Ya...Amira saat ini sudah bisa menerima dengan takdirnya. Setelah mengeluarkan semua yang dia rasakan pada Hesti, tiga hari kemudian dia didatangi Bu Sinta dan Pak Slamet di kos-nya. Rupanya Hesti sudah memberitahukan, kalau Amira akan membawa Alif, pergi jauh. Dan Amira diberi sedikit pencerahan dari kedua orang tua yang sangat baik itu

   Flashback...

  

 "Maaf nak Mira, kedatangan Bapak sama Ibu ke sini, bukan maksud apa-apa. Kami juga bukan ingin mencampuri urusan rumah tangga kamu. Bapak sudah tahu tentang apa yang terjadi sama kamu. Bapak cuma mau ingat kan, dalam mengambil keputusan, pikir dulu baik-baik. Jangan karena tertekan atau sudah tidak ada jalan lain lagi, kamu mengambil langkah yang salah."

    "Setiap rumah tangga itu, pasti ada saja cobaannya, ada saja masalahnya. Jadi bagaimana kita yang diberi cobaan, mau menerima itu semua. Ingat, kalian itu punya anak. Jangan sampai lupa pertimbangkan itu. Soal Ibu mertua mu, jangan terlalu dipikirkan. Biarkan saja dia seperti itu. Asalkan kamu dan Andika masih saling percaya, saling mendukung, saling mencintai, Insya Allah rumah tangga kalian akan baik-baik saja. Anggap saja ini ujian untuk rumah tangga kalian. Bila ingin lulus dengan hasil memuaskan, harus banyak belajar bersabar, belajar ikhlas, belajar menerima. Bapak yakin kamu memiliki semua itu."

   

 "Jadi Bapak minta, nggak usah pergi kemana-mana. Kamu nggak tau, di tempat yang baru, kehidupan nya seperti apa. Bukan nya mendapat kebahagiaan, malah kesengsaraan yang kalian dapatkan. . Nggak usah berpikir yang aneh-aneh. Tinggal lah di sini di dekat kami. Selama kamu belum mau mengikuti suami mu, Kami yang akan menjaga dan melindungi kamu. Bapak sudah memberi tau ke Andika. Dan dia menyerahkan tanggung jawab itu pada Bapak dan Ibu."

    Flashback end....

......................

   Sesuai dengan keinginan suaminya, seminggu sudah dia hanya berdiam diri di rumah. Fokusnya hanya mengurusi Alif anaknya. Dan itu membuat Andika cukup lega. Tapi tidak dengan Amira. Seminggu ini, dia dibuat hampir setres. Tidak ada yang bisa dia lakukan, selain menemani anaknya bermain. Dan siang hari ini, Amira sedang rebahan di lantai, dengan beralaskan kasur kecil yang baru di beli. Sedangkan Alif, sudah terlelap begitu damai di samping sang Ibu. Bocah itu tidak terganggu sama sekali dengan suara TV, yang menampilkan siaran film India, yang sengaja di setel sedikit keras.

  .  "Assalamu'alaikum."

   "Wa'alaikumssalam."

    Amira menjawab salam dari seseorang di luar, yang suaranya lebih keras dari suara TV. Amira bangkit dari atas lantai. Melangkah pelan menuju pintu.

     "Wahhh...kamu di rumah rupanya. Nggak ada kerjaan?"Tanya orang itu, yang ternyata Hesti.

    . Amira membalik badan. Acuh dengan pertanyaan Hesti. Hesti juga ikut masuk. Dia cukup senang. Berkat mulut embernya, Amira di larang Pak Slamet untuk pergi. Lalu dia duduk bersila di lantai, tersenyum melihat Alif yang terlelap, tidak terusik dengan suara TV. Tapi dia yang sangat terganggu.

    "Mir, itu TV dikecilin dikit napa, ganteng ku bisa terbangun loh..kamu nonton kayak orang tuli aja..hobi kamu nggak pernah berubah ya, nonton yang goyang-goyang pinggul seperti ini."

    Amira mencibir bibirnya.

    "Kamu kenapa sih? Kayak ABG yang baru putus cinta aja."

     "Amira, kamu kenapa?"

     "Apaan sih, ganggu aja."

      Amira menekan pinggangnya yang sedikit terasa perih akibat cubitan Hesti.

     Hesti tertawa pelan. "Kamu belum jawab pertanyaan ku. Kenapa kamu hari ini nggak kerja hmmm? Atau belum ada yang manggil.?"

      Amira mendesah panjang. Di tatapnya Hesti.

     "Aku dilarang Mas Dika untuk kerja serabutan lagi."

     "Emangnya kenapa dengan pekerjaan serabutan. Apa suami mu menganggap pekerjaan itu hina? Atau nggak pantas?"

     "Bukan gitu, jangan asal nebak dong."

      "Lalu karena apa?"

      "Mas Dika nggak mau, anaknya aku bawa-bawa, kalau aku kerja."

   .  "Kenapa dari awal dia nggak larang? Kenapa baru sekarang?'

     "Dulu kalau aku kerja, Mas Dika yang jagain Alif. Mas Dika udah melarang aku untuk kerja seperti itu, sewaktu gaji pertamanya dikirim ke aku. Tapi mana betah aku di rumah, duduk seharian kayak orang bodoh. Aku kerja aja, nggak bilang-bilang sama Mas Dika. Tapi seminggu lalu, nggak tau kenapa aku keceplosan ngomong, kalau aku baru pulang kerja. Dan bilang kalau Alif sama Bu Sinta."

Bersambung.....

1
tanpa nama
Dsni perannya amira trlalu bodoh, trllu lemah. Udah bener d belain suami, mlah bersikap bodoh.
Jd gmes bcanya bkin emosi

Thor jgn bkin amira jd org bego. Toh itu cm mertua bkn ibu kndungnya
tanpa nama
Smngt nulis kryanya thor😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!