NovelToon NovelToon
Mencintai Anak Bos Mafia

Mencintai Anak Bos Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Romansa Fantasi / Fantasi / Mafia / Romansa / Fantasi Wanita
Popularitas:518
Nilai: 5
Nama Author: intan maggie

Clara yang kini hidup seorang diri, menerima penawaran pekerjaan sebagai mata-mata dari seorang temannya yang merupakan anak dari pemilik organisasi mafia dengan upah yang lumayan tinggi. Ia harus bertahan hidup dengan kerasnya dunia di usia muda.

Ibunya yang meninggal karena kecelakaan dan ayahnya yang cacat akibat kecelakaan itu, membuatnya harus mencari uang, hingga ayahnya juga menyusul ibunya 3 bulan kemudian, saat ia ingin memasuki SMA. Saat itulah kemudian ia menerima sebuah misi baru. Apakah ia akan berhasil menjalani misi itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intan maggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Ray, yan, corrald dan Gilang pulang dari restoran pukul 11 malam lewat 15 menit, mereka keasyikan mengobrol hingga larut.

def dan ara sudah lebih dahulu 30 menit sebelumnya.

Seperti biasa, ray dan yan pulang menaiki mobil, yan hendak mengantar ray ke rumahnya dahulu, baru ia pulang ke apartemen.

Saat di jalanan yang sudah lumayan sepi, ia melihat seorang wnaita sedang dikejar oleh beberapa pria.

"ray, itu ara bukan?" tanya yan yang melihat itu lebih dulu.

"iya" balas ray setelah memperhatikan jalan trotoar itu.

ara tersandung, jatuh lalu orang-orang yang mengajarnya menangkapnya, mobil datang dan ara dimasukan ke dalamnya dengan beberapa orang yang tadi mengejarnya.

"kejar" seru ray terlihat panik.

yan menaikan laju nya juga menjaga jarak dengan mobil itu, hingga mobil itu masuk ke sebuah gudang.

Yan dan ray berhenti cukup jauh dari gudang itu.

"kenapa berhenti?" tanya ray.

"diem dulu" tegas yan kemudian mengambil hp nya, menelpon corrald dan gilang, memintanya untuk langsung ke tempat.

Sekitar 10 menit, akhirnya keduanya sampai dengan beberapa bawahannya, mengingat corrald dan gilang adalah kapten dari divisi assasin. Keduanya di mobil masing-masing yang cukup berjarak dengan mobil yan dan ray.

"ray" panggil tegas yan menatap ray.

"gua ingatkan lo, apapun yang terjadi jangan campur tangan! lo menjauh dulu sampai semuanya selesai! Kalo lo ingin ikut campur, ingat gua yang akan kena batunya kalo lo kenapa-kenapa paham?" tegas yan menatap ray tajam.

"oooke" balas ray sedikit takut dengan expresi yan itu.

Yan menyipitkan matanya ke arah ray, sedang mata ray membesar.

"gua pegang janji lo" balas yan, kemudian keluar mobil.

yan mengendap-endap mendekati ke gudang itu, diikuti corrald dahulu dengan 2 bawahannya yang ikut.

Ray masih didalam mobil, berusaha memegang janjinya kepada yan.

Tok.. Tok.. Gilang mengetok jendela di pintu mobil ray, ia bersama 2 bawahannya, ray menurunkan jendelanya "apa?"

"mau ikut beraksi?" tanya gilang menggoda ray dengan mengangkat kedua alisnya.

ray menyadarkan tubuh sepenuhnya di kursi mobil dan menghembuskan napas.

"atau lo kehilangan moment" tambah gilang senyum menyeringai ke ray.

Ray sempat memutar bola matanya lalu menyeringai balik ke gilang.

"oke gua hanya lihat dari jauh" jawab ray, kemudian menaikan jendela kacanya dan keluar mobil, bergabung di belakang gilang.

tim corrald menyergap beberapa penjaga gudang di luar yang hanya sekitar 5 orang, hingga semuanya hilang kesadaran.

gudang itu kecil, hanya sebuah ruangan persegi, ada beberapa tumpukan kardus di sudut, juga beberapa kursi dan meja di sudut lainnya.

Sedang ara duduk terikat di sebuah kursi dekat tumpukan kardus.

Kemeja yang digunakannya sudah robek-robek, hingga terlihat bagian dalamnya, ia menggunakan tank top berwarna putih. Mulutnya juga dibekap dengan kain hitam, ia seakan ingin berteriak, tapi tidak bisa, air mata sudah keluar dari matanya, ia di kelilingi oleh beberapa orang disana. Ada beberapa yang beberapa kali menyentuh tubuhnya, entah di wajah, bahkan payudara nya.

Ternyata hanya ada sekitar 12 orang berpenampilan preman di dalamnya.

"corrald dan Gilang, tugas ini ku serahkan ke kalian, hanya 12 orang sampah, sepertinya akan mudah" ucap yan didepan pintu gudang.

"serahkan saja kepada kami, ini akan selesai dengan cepat" sahut salah satu bawahan gilang sambil membuat kepalan kedua tangannya di depan dadanya, seakan bersiap membantai mereka semua.

"corrald, gilang, ini keputusan kalian" ucap yan.

"baiklah ku beri kalian tikus-tikus ini, tapi jika sampai kalah, ku bunuh kalian" balas gilang.

"baiklah, kalian lakukan dengan benar" corrald juga setuju.

"ehehe waktunya beraksi" sahut salah satu bawahan corrald.

Sedangkan ray memperhatikan dari balik sebuah pohon.

Empat orang bawahan corrald dan gilang masuk ke gudang, salah satunya sambil bertepuk tangan, membuat semua perhatian orang yang ada di dalam kepada mereka.

"sampah rendahan, gak punya uang untuk sewa pelacur?" ucapnya kemudian.

"siapa kalian?" tanya salah satu preman itu.

"siapa kami itu tidak penting, bisakah kalian melepaskan wanita itu?" balas lagi orang itu.

"Hahaha belum tau kita siapa, kita penguasa tempat ini ya, jangan berani-berani kalian" ancam salah satu preman itu.

"oh ya, kalau begitu langsung saja buktikan" balas salah satu bawahan gilang, dan langsung maju menyerang.

Pertarungan terjadi, keempat anggota assasin itu benar-benar terlatih.

Hanya dalam waktu lima menit 3 orang tersisa yang masih bisa berdiri dari 12 orang, sedang ke empat anggota red apple masih berdiri tegap.

"stop, atau anak ini akan mati" teriak seseorang membuat pertarungan terhenti.

Dari dalam gudang, orang-orang mencari arah suara itu, sementara yan, corrald dan gilang, mencari juga sebuah suara yang muncul dari balik pohon, sampai akhirnya ia menunjukkan dirinya dibelakang ray, ia menodong pisau ke leher ray. Ia berpakaian serba hitam, kaos hitam, levis hitam, jaket kulit hitam dan menggunakan masker hitam.

Yan kaget melihat itu, dan melihat tajam ke ara ray, ia marah.

Ray malah senyum menyeringai, yan menggeleng-gelengkan kepalanya.

kedua tangan ray di pegang dengan erat di belakang nya dengan satu tangan kiri orang ini.

"ray" kaget gilang.

yan menghembus napas kemudian berucap "mau gimana lagi", lalu ia mengeluarkan sebuah pistol dari dalam jaketnya, dan mengarahkan pada orang itu.

"jangan bergerak, atau dia yang akan kena batunya" ancam pria itu.

"bawa perempuan itu keluar" teriak pria yang menodong ray dengan pisau.

Tak lama 3 orang yang masih bisa berdiri tadi keluar membawa ara yang masih dalam keadaan tangan terikat.

"ray" teriak ara setelah melihat ray.

Ke 3 orang ini membawa ara mendekat ke arah pria serba hitam.

Satu orang lagi dengan pakaian yang sama muncul melompat dari atas pohon ke samping ray dan rekannya itu. sekilas tidak ada yang berbeda, hanya saja ia menggunaka topi hitam.

"turunkan pistol mu atau dia akan mati" perintah orang yang baru datang itu.

kemudian orang yang menggunakan topi tadi mengangkat kepalanya sedikit sambil melihat ke arah orang yang sedang menyandra ray.

kemudian pisau itu benar-benar mendekat ke arah ray hingga menempel di lehernya, sedikit darah mengalir keluar.

Yan menurunkan pistolnya.

"rayy" teriak ara dengan hebat, ia benar-benar menangis kali ini.

"hentikann" teriak araa dalam deraian air mata.

"maaf yan" ucap ray dengan santainya.

"jadi, apa rencana mu selanjutnya?" tanya yan.

"kami akan membawanya, keluarga elmer, jika dijual akan sangat mahal ahaha" ucap orang bertopi, kemudian mengeluarkan tali dari kantungnya, ia mengikat tangan ray dengan erat.

Padahal ray sedang bertanya pada Ray, tapi malah penjahat itu yang menjawabnya.

"kalian tau sedang berurusan dengan siapa?" tanya gilang kesal dan merasa bersalah.

"tentu saja, kalian dari red apple kan? Tak diduga kelakuan anak buah kami mengundang anggota mafia terbesar disini, bahkan sayap kanan ellen" jawab pria bertopi selesai mengikat tangan ray, bahkan juga menyekap mulutnya.

yan tidak bisa bertindak, ia merasakan aura kuat dari kedua orang ini, jika ia bertindak, bisa saja ray yang terluka lebih parah lagi lebih dahulu.

"kalian tidak ingin anak dari bos kalian terluka kan? Kalau begitu kami pergi dahulu" ucap pria bertopi lagi.

"tunggu dulu, untuk apa buru-buru" sahut yan.

Sekarang orang yang memegang ray hanya memegang di bagian bahunya, yang hendak tadi menyuruhnya jalan.

"jadi ray, kau ingin ikut mereka?" tanya yan.

"bodoh, kau ingin mati?" tanya ray.

"hah menyusahkan sekali" balas yan dengan tenang, padahal ia marah dengan ray.

Ray kemudian menginjak kaki orang di belakangnya, tali yang mengikat tangannya juga sudah lepas bersamaan. ia langsung mundur, orang bertopi ingin menangkap ray lagi, tapi yan sudah menghadangnya dihadapannya.

"mau kemana?" tanya yan.

Sedangkan sisa lainnya diurus oleh corrald, gilang dan lainnya.

Ray membawa ara yang masih dalam tangan terikat sedikit jauh, hingga berhenti dan berbalik.

Ray menghadap orang-orang yang sedang berkelahi itu, sedangkan ara membekangi nya, dan menatap ke arah ray, ia memperhatikan luka kecil di leher ray.

kedua telapak tangan ray menggeser dari belakang telinga ara hingga tepat di telinga, membuat daun telinga ara terlipat hingga menutup lubang telinganya. Telapak tanga ray tetap disana hingga cukup lama.

"bersihkan mereka semua" ucap ray yang ara tidak bisa dengar, ia hanya tertegun, ia hanya terpikirkan kembali oleh rencana def yang ternyata membuat ray juga menjadi korban. Hingga membuat semuanya seperti ini, ia benar-benar iblis.

Sedang mendengar ucapan ray, membuat anggota red apple mengeluarkan senjata tajamnya masing-masing. Yan menggunakan pistol anti suara, gilang belati, corrald kawat tebal yang dirakit sendiri dengan beberapa mata tajam, juga anggota-anggota lainnya.

Ray melihat ke mata ara yang sibuk dengan isi pikirannya sendiri, sedang ray juga melihat apa yang terjadi di belakang ara, ya pembunuhan.

ara menangis, merasa bersalah pada ray, membuatnya hampir menjadi korban, hampir kehilangan nyawanya.

Sedangkan pembunuhan terus terjadi di belakang ara, tanpa terlihat dan terdengar oleh ara. Mayat-mayat dimasukan ke gudang, mereka juga membunuh orang-orang yang tadi hanya kehilangan kesadaran di gudang, agar tidak ada bukti apapun dan lebih mudah untuk dibuang. Setelah terjadi pembunuhan oleh divisi assasin, ada divisi dukungan yang akan membersihkan tempat kejadian, hingga seperti semula dan bertugas membuang mayat-mayat itu.

Hingga beberapa saat, yan dan bawahannya keluar gudang dengan meninggalkan mayat yang ada didalamnya.

Ray melepaskan telapak tangannya dari telinga ara, melepaskan ikatan di tangannya.

ia juga membuka jaketnya lalu diberikan ke ara, setelah ara selesai memakainya, ia merangkul nya, mengajak berjalan, hingga masuk ke dalam mobil.

"Ray maaf" ucap ara saat didalam mobil.

"iya" hanya balasan singkat dari ray. Yang ada di dalam pikiran ray saat ini, ia pasti akan diomeli oleh yan, dan bagaimana menyelesaikan ini? Atau ia juga akan diomeli ayahnya.

kemudian, yan juga masuk ke dalam mobil, ia ingin sekali mengomeli ray, tapi masih ada ara disana.

Hingga yan tidak bicara apapun, begitu juga ray dan ara, sampai akhirnya tiba di tempat ara tinggal, ia turun setelah mengucapkan terima kasih.

"lagi-lagi lo ngingkarin janji" ucap yan setelah kembali ke jalan ray.

"entah apa yang akan terjadi sama gua setelah ini" ucap yan lagi.

"tenang aja, ini salah gua, gua gak akan kan bilang kejadian ini" balas ray.

"jangan disamakan dengan kejadian kemarin, kemarin hanya ada gua dan lo, tapi sekarang banyak yang terlibat ray" balas yan yang benar-benar emosi.

"jika sampai ke telinga morgan, ia akan langsung melaporkan ke bos langsung, dan para kapten pasti akan melaporkan ini ke morgan"

"gua akan bilang ke mereka" balas ray.

"lalu apa jawaban lo sekarang untuk divisi pendukung yang turun tangan tanpa ada misi? Apa yang terjadi?" tanya yan.

ray berpikir cukup lama hingga yan kembali bicara "kita juga gak boleh mengurusi hal lain diluar misi, akan diminta pertanggungjawabannya, untuk apa? apakah penting untuk organisasi?"

"gua yang akan tanggung jawab" balas singkat ray.

"dengan apa?" tanya yan.

"dengan cara gua sendiri" balas ray, hingga akhirnya sampai di rumah, ray turun dan masuk gerbang menuju rumahnya, sedangkan yan lanjut melaju.

saat ray masuk rumah, ternyata sedang ada ayahnya di rumah, ia duduk dengan kopi di meja di ruang tengah dan ia telah mengetahui semua kejadian itu. Sedangkan nay sudah tidur di kamarnya.

1
WidBy
seru nih. semangat Thor. aku harap besar kecil tulisan di perhatikan ya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!