NovelToon NovelToon
Berjodoh Dengan CEO Cantik

Berjodoh Dengan CEO Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Romantis / Cintamanis
Popularitas:511
Nilai: 5
Nama Author: anjarthvk

Seorang wanita cantik memiliki jabatan CEO di Perusahaan Berlian milik Papahnya. Rania Queenzhi yang ceria memiliki ketertarikan dengan asisten juga merangkap sekaligus sekretarisnya, seorang pria tampan.

Boris William, Sekretaris sekaligus Asisten yang mengabdi di Perusahaan, karena membalas budi akan hidupnya. Diam-diam juga memiliki ketertarikan dengan Atasannya di Perusahaan. Tapi, dirinya masih mempertimbangkan segala hal yang membuatnya tidak percaya diri.

"Aku menjodohkan putriku denganmu, Boris. Tapi, aku tidak memaksa dan membuatmu terburu-buru. Santai dan belajarlah semua hal mengenai Perusahaan. Cari tahu sedikit demi sedikit dari Rania. Dia tahu sepenuhnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anjarthvk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 : Ujian di Balik Profesionalisme

...Selamat membaca semuanya.....

...--------...

...--------...

Buru-buru Boris bangkit dan duduk di sofa. Menatap ke arah Rania gugup karena ketahuan mencuri kecupan di dahinya.

Rania duduk, bersandar pada kepala ranjang menatap lama Boris tanpa bersuara. Boris yang ditatap hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, merasa gugup bercampur panik.

"Kenapa Nona?"

"Lily suka padamu ya?"

Boris menegapkan tubuhnya bereaksi bingung, lalu mengangguk pelan. Rania bersungut malas memainkan ponselnya.

"Dulu memang dia sempat menyukai saya, Nona. Tapi, karena saya tidak memiliki perasaan padanya. Jadi, dia terpaksa menerima perjodohan dari orang tuanya." Rania hanya mengangguk mendengar cerita dari Boris. "Saya sudah menetapkan satu nama dari dulu dalam hati," wajah Rania berubah memerah, dia tahu dan sudah mendengar pengakuan Boris waktu itu.

"Sudah! Berhenti membahasnya. Aku tidak mau tau banyak tentang dia."

Boris terkekeh pelan, sambil menggelengkan kepalanya. Dia mendekati Rania dan duduk di samping wanita itu.

"Membutuhkan sesuatu?" Rania menatap lekat wajah Boris yang tersenyum tipis untuknya.

"Temani aku tidur, seperti waktu itu," Boris menganggukkan kepala mengerti apa yang dimaksud oleh Rania.

Perlahan Rania bergerak duduk di pangkuan Boris, pria itu memposisikan dirinya duduk bersandar pada kepala ranjang. Memangku tubuh Rania yang menyandarkan tubuhnya pada dadanya, dan dengan mata terpejam. Wanita itu berangsur hilang kesadaran karena terlelap dalam tidurnya.

"Jujur saja aku tidak mampu mengendalikan perasaan wanita lain, karena itu bukan tanggung jawabku. Yang seharusnya cemburu dan menjadi beban pikiranku sekarang, saat kamu bercengkrama dengan pria lain. Sedikit membuatku tidak nyaman. Tapi, aku harus menurunkan egoku, demi kita," bisik Boris mengelus pelan punggung Rania.

..........

Jadwal interview dengan Kim Do Woo sedang di lakukan secara private di ruang studio bersama Rania. Boris yang tidak bisa ikut karena ada urusan dengan klien dari Negara itu ingin segera bertemu. Jadwal yang bentrok mengharuskan mereka harus melakukan pekerjaan secara terpisah.

Di ruang studio berukuran sedang, Kim Do Woo duduk tidak jauh dari Rania. Mereka sudah mulai acara interview tersebut dari satu jam yang lalu.

Pertanyaan-pertanyaan seputar perjalanan karir dari Kim Do Woo yang mampu menjalani hidup sebelum masa kesuksesannya datang. Semua dijawab dengan sangat baik, Rania sedikit kagum akan usaha keras yang membuahkan hasil.

"Terima kasih atas kerja samanya dengan Perusahaan kami, Tuan Kim Do Woo." Rania mengaktifkan fitur translate diponselnya agar mudah dipahami oleh sang artis.

Kim Do Woo mengangguk perlahan dan membungkuk memberi hormat pada wanita tersebut. Tiba-tiba, pria itu meminta nomer Rania untuk bisa dihubunginya secara pribadi.

Wanita itu meminta maaf dan menolak secara baik-baik, tapi dengan sengaja Kim Do Woo justru menekan Rania agar memberikan nomor ponselnya. Sikap Kim Do Woo yang sampai di luar batas itu memancing amarah Rania yang sempat terpendam.

"Don't touch me!" (Jangan menyentuhku!)

Bentakan Rania menyulutkan emosi Do Woo, hingga mendorong Rania ke sudut tembok dan menghimpit tubuh wanita itu.

Rania memasang wajah datar, kesibukannya satu minggu ini dengan aktor yang dia kagumi terasa sia-sia. Awalnya dia bersikap baik karena kerjaan. Sekarang bersikap kasar padanya, dilawan pun tenaga Do Woo lebih besar darinya.

"You're beautiful and sexy. I want to squeeze your two soft things." (Kamu cantik dan sexy. Aku ingin meremas dua benda kenyal milikmu.)

" Let go of me. Bastard!" (Lepaskan aku. Bajingan!) Rania berusaha berontak, kekuatan Do Woo lebih besar darinya.

"Don't move!" (Jangan bergerak!) Sentak Do Woo menghimpit tubuh Rania dan tangannya berusaha menyusup masuk ke dalam baju Rania. Hingga mencapai dua benda kenyal itu, Do Woo sukses meremas kedua benda itu secara bersamaan dengan sangat kasar.

Plak.. Tangan Rania yang bebas mampu berontak dan memberikan tamparan keras pada wajah Do Woo. Rania menjauh dari pria itu dan menatapnya sengit.

"Byeontae! Just die and go to hell, bitch!" Rania meludah di depan Do Woo dan keluar dari ruangan tersebut. (Mesum! Mati saja kau ke neraka, jalang!)

...Bersambung.....

Terima kasih sudah mampir di cerita aku, jangan lupa like dan komen ya..

Walaupun tidak banyak yang tertarik dengan cerita aku, aku akan tetap semangat. Karena ini adalah satu-satunya cara untuk lepas dari rasa..hihihi ☺

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!