NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Permaisuri

Kembalinya Sang Permaisuri

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:212.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: va_jiyoon

Semua telah terjadi, Zhang Gu Yue tersadar akan segala kebodohan nya, namun semua telah sia-sia. Kini dengan tubuh yang telah hancur dan bayi nya yang bahkan belum sempat melihat dan merasakan bagaimana hangat nya sinar mentari, mereka sama-sama terkapar di atas tanah yang begitu dingin bak tak memiliki perasaan. Tubuh itu mati dengan segala rasa penyesalan dan rasa sakit yang tak terbayang lagi.

Namun kini ia, Zhang Gu Yue kembali diberi kesempatan terlahir kembali. Ia berjanji akan menebus segala kesalahan dan kebodohan nya di masa lalu.

📌 Note :

1. Jangan plagiat

2. Kalau gak suka ya udah gapapa gak usah di baca

3. Selamat baca bagi yang mau

4. Jangan lupa like, komen, dan follow

5. CERITA FIKSI (KHAYALAN PENULIS)

THANK YOUUU🤍

《 va_jiyoon 》

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon va_jiyoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

《 25 》 Alergi pada Anjing

...~ happy reading ~...

...♧♧♧...

"Nona, kita pulang sekarang? langit sudah mulai gelap" ucap Ruyin menatap langit yang sudah berwarna kuning kemerahan itu.

"Astaga aku tidak punya uang, aku ingin minum arak" batin Zhang Gu Yue meratapi nasib nya yang begitu malang. Hasil keuntungan Minyong Pu pun belum bisa ia ambil dan sisa uang nya tadi sudah diberikan pada penjual kue tadi serta membayar tabib untuk mengakui jika beras dan bahan-bahan lainnya di Minyong Pu itu aman.

Melihat jika Nona nya hanya diam tak merespon, Ruyin pun memilih untuk ikut diam dan kembali membuntuti kemana pun Nona nya pergi.

Tak lama kemudian ada beberapa orang yang berlarian sambil menyerukan, "Semuanya menepi, Yang Mulia Mentri Guan Zhu akan lewat!"

Seketika semua orang yang tengah sibuk dengan urusan nya masing-masing, memilih untuk menghentikan aktivitas nya sejenak dan memberikan jalan. Tapi tidak dengan Zhang Gu Yue yang masih melamun, memikirkan banyak urusan dan bagaimana cara untuk mendapatkan uang dalam waktu dekat.

"Astaga anak anjing itu" ucap Ruyin saat melihat anak anjing putih yang justru berjalan ke tengah jalan di saat rombongan dari Biro Yuguan sudah terlihat dan nampak begitu dekat.

Ruyin tak sampai hati membiarkan anak anjing itu terlindas, jadilah ia memberanikan diri untuk menolong nya.

"APA WANITA ITU SUDAH GILA?!!" teriak salah satu pedagang melihat Ruyin yang malah berjalan ke tengah jalan demi seekor anak anjing.

"HEY KAU CEPAT LAH PERGI!!!" tegur orang-orang di sekitar dengan panik. Bagaimana tidak, rombongan itu terlihat melaju dengan begitu kencang jika pun berhenti akan susah, sehingga tak ayal tubuh gadis kecil itu bisa saja tertabrak.

Akibat triakan-triakan itu, Zhang Gu Yue terbangun dari lamunan nya dan sungguh terkejut mendapati Ruyin masih berusaha mengangkat anak anjing itu, "RUYIN..." teriak Zhang Gu Yue.

Tanpa berfikir panjang lagi dia berlari lalu mendorong tubuh Ruyin dan anak anjing di gendongan gadis itu. Untung saja dirinya juga sempat menghindar, walau sempat tersenggol oleh salah satu kuda yang melintas dan cadar nya ikut tersangkut di salah satu sepatu penunggang kuda.

Salah satu penumpang kuda itu juga sempat melirik ke belakang dan hanya mendapati sosok punggung kecil dengan rambut hitam yang tergerai indah dengan hiasan sederhana yang begitu indah, serta pakaian nya yang dominan berwarna putih dengan sentuhan biru muda itu dan jangan lupakan pita biru muda yang melingkar di pinggang ramping gadis itu. Melihat jika semuanya baik-baik saja, dia pun tak menghiraukan hal tersebut dan terus melanjutkan perjalanan nya.

"Nona Nona astaga hiks... apakah anda baik-baik saja?" tanya Ruyin khawatir.

"Hachiii... tenang saja aku baik" jawab Zhang Gu Yue dengan hidung memerah.

"Hahhh... untung saja Nona itu cepat membantu gadis itu, astaga aku juga ikut gugup"

"Nona maafkan Ruyin hikss... Ruyin-" ucap Ruyin tergagap sekaligus takut. Ia tak menyangka jika Nona nya justru menyelamatkan nya.

"Sudah lah ayo kita pulang saja hachiii..."

"Uh pasti itu gara-gara alergi anda, sekali lagi Ruyin minta maaf Nona" ucap Ruyin menundukkan kepala nya penuh penyesalan.

"Tidak perlu dipikirkan ini pasti akan sembuh sebentar lagi, ayo kita pulang saja" ajak Zhang Gu Yue.

Ditengah jalan, tiba-tiba ada sebuah kereta kuda berhenti tepat di samping Zhang Gu Yue dan Ruyin yang sedang berjalan pulang. Setelah tirai tersingkap, barulah terlihat di dalam sana, Hangguang Jun tengah duduk sambil menatap nya lewat jendela yang sengaja di buka.

"Hachii... salam Pangeran Ketiga" ucap Zhang Gu Yue diikuti oleh Ruyin.

"Kau kurang sehat?" tanya Hangguang Jun menggernyit.

"Ah ini bukan apa-apa, hanya flu ringan saja" jawab Zhang Gu Yue.

"Tidak, Nona berbohong. Jelas-jelas itu karena alergi anda terhadap anjing hiks..." koreksi Ruyin.

"Haiss... anak ini" batin Zhang Gu Yue pasrah saat mulut pelayan nya malah berkata jujur.

"Masuk lah, biar ku antar ke klinik terdekat" ucap Hangguang Jun.

"Tidak tidak, takut flu ini justru menulari Pangeran. Hamba baik-baik saja, lagi pula ini juga sedang berjalan pulang dan hamba bisa mengobati nya sendiri" tolak Zhang Gu Yue.

"Yue'er" tekan Hangguang Jun.

Deg

Entah kenapa kini ia justru merasa seperti seorang anak kecil yang menolak diberi obat saat sakit. Perasaan ini benar-benar mirip seperti saat Zhang Gu Yue kecil yang menolak Gu Qing memberi nya obat saat alergi nya kambuh, namun saat ibu nya menunjukan sikap tegas nya, dia pun tak berani lagi membantah.

"Ruyin, pulang lah. Beri tahu pada Tuan Zhang Yan jika Nona kedua kalian ini sedang pergi bersama ku" ucap Hangguang Jun.

"Baik Pangeran, tolong jaga Nona ku dengan baik" pinta Ruyin lalu pergi.

Zhang Gu Yue menatap kepergian Ruyin kesal, sebenarnya siapa Tuan nya disini. Kenapa Ruyin justru dengan mudah memberikan nya pada Pangeran Ketiga ini seolah-olah dia adalah sebuah barang. Dan lagi, jika seperti ini terus, maka orang-orang bisa beranggapan yang tidak-tidak jika ia sedang dekat dengan Pangeran Hangguang Jun disaat status nya saat ini masih belum resmi lepas hubungan dengan Pangeran Kedua.

Hahhh ia hanya bisa pasrah dan memikirkan apa yang akan ia lakukan kedepan nya jika saja pemikiran nya benar-benar terjadi. Kini ia dengan dibantu oleh Weitian, ia masuk kedalam kereta kuda itu dan duduk berhadapan dengan Hangguang Jun.

Sesampai nya mereka di depan salah satu klinik terdekat, Zhang Gu Yue keluar ditemani oleh Hangguang Jun yang duduk di atas kursi roda dan didorong oleh Weitian. Bahkan pemilik klinik sampai terkejut karena kedatangan ketiga manusia berpangkat tinggi itu.

"Nona Zhang, untung saja alergi anda tidak terlalu parah jadi dampak yang dialami hanya flu biasa. Saran saya, perbanyak lah memakan sup biji lotus dan beberapa suplemen daya tahan tubuh lainnya" ucap tabib perempuan setelah memeriksa Zhang Gu Yue.

"Terimakasih Bibi" ucap Zhang Gu Yue.

"Rahasiakan kedatangan kami" ucap Weitian sambil memberikan sekantung keping perak kepada tabib perempuan itu.

"Baik Tuan" ucap nya patuh. Baru kali ini dia bisa melihat Pangeran Wang Hangguang Jun dalam jarak yang begitu dekat, hal itu sudah lebih dari cukup untuk nya. Hanya saja saat melihat kaki dan wajah yang tertutup topeng itu, dia turut merasa iba. Andai saja Pangeran Ketiga ini terlahir sempurna, sungguh dunia akan sangat bahagia.

"Ah! kalau begitu, kami pamit dulu bibi. Sekali lagi terimakasih" ucap Zhang Gu Yue.

"Tidak masalah, Nona. Justru hamba merasa begitu terhormat karena kedatangan Tabib Dewi ini dan bisa bertemu Pangeran Ketiga yang begitu agung" ucap nya.

Zhang Gu Yue hanya mengangguk lalu berjalan keluar dari klinik tersebut diikuti Weitian yang mendorong kursi roda tuan nya.

"Yue'er" panggil Hangguang Jun. Weitian yang paham jika tuan nya ini membutuhkan waktu bersama Nona Kedua Zhang itu pun pamit undur diri untuk menjaga dari jarak jauh.

"Ada apa Pangeran?" tanya Zhang Gu Yue.

"Sekarang hanya ada kita berdua di sini" ucap Hangguang Jun.

"Maaf"

"Setelah wabah ini selesai dan pengumuman atas kebebasan pernikahan mu diumumkan. Apa rencana mu selanjutnya?" tanya Hangguang Jun.

"Balas dendam" batin Zhang Gu Yue dengan tatapan yang berubah kosong.

"Yue'er, kau baik-baik saja?" tanya Hangguang Jun saat melihat perubahan ekspresi Zhang Gu Yue yang terlihat begitu jelas.

"Ah iya, aku baik-baik saja. Dan untuk rencana kedepan, mungkin memenangkan ujian medan perang? oh iya, juga menemukan cara untuk menyembuhkan kaki Kakak" jawab Zhang Gu Yue tersenyum.

Hangguang Jun terdiam sejenak, ujian itu benar-benar tidak bisa di ubah dalam pikiran Xiaoyue ini. Tapi dia cukup lega, sebab masih ada alasan dimana dirinya termasuk dalam rencana gadis kecil itu.

Tak lama kemudian pesta kembang api dimulai. Walau tidak hadir di tempat dimana festival itu berlangsung, tapi mereka masih bisa melihat kembang api itu. Bersinar dengan begitu indah di atas langit sana.

Sudut bibir Zhang Gu Yue kembali tertarik membentuk senyuman yang begitu manis serta mata yang berbinar menatap keindahan itu. Tentu saja itu tidak terlepas dari tatapan Hangguang Jun.

"Kau menyukai nya?" tanya Hangguang Jun.

"Tidak terlalu, tapi cahaya itu terlihat begitu bebas dan indah di atas sana" jawab Zhang Gu Yue. Mata nya yang jernih terlihat begitu indah, apalagi saat cahaya kembang api itu memantul pada bola matanya. Hangguang Jun yang melihat itu merasa seperti ada dunia lain dari sorot mata itu, dunia yang begitu indah dan membuat nya nyaman sampai ia rela melakukan apapun untuk melindungi dunia tersebut.

"Percaya lah, sebelum menjadi cahaya bebas nan indah itu, mereka pernah berada di dalam ruangan yang begitu sempit dan membutuhkan dorongan untuk bisa terbebas seperti sekarang" ucap Hangguang Jun.

Keduanya saling menatap satu sama lain. Namun di dalam tatapan tersirat penuh dengan beban yang harus dipikul oleh pundak mereka dan perasaan aneh yang mereka sendiri takut untuk menafsirkan nya. Keduanya hanyut dalam beberapa waktu, namun suara mengglegar di atas sana menyadarkan Zhang Gu Yue.

"Em Kakak, ini sudah malam. Aku pulang dulu" ucap Zhang Gu Yue.

"Tunggu, biar aku antar" ucap Hangguang Jun.

"Eh tidak perlu, lagi pula Kediaman Zhang sudah lumayan dekat. Aku pergi dulu, sampai jumpa Kakak"

Hangguang Jun menatap punggung yang semakin lama semakin kabur dalam pandangan nya. Tatapan lembut itu kini berganti seiring kepergian Zhang Gu Yue. Kini dengan dibantu Weitian, dia kembali menuju Kediaman Pangeran Ketiga.

"Suruh beberapa orang mengawasi Yue'er pulang dari jarak jauh. Pastikan dia pulang dengan selamat" titah Hangguang Jun.

"Baik Tuan" jawab Weitian.

...♧♧♧...

1
Affan Arifin
oh ya siapa aja sih yang dapet ingatan sebelumnya bukannya ada 3 ya ,tapi kok yang satu gak muncul ya .maksutnya yang nyerang bulan kembar itu lo👍🙏
Affan Arifin: dah papa namanya juga manusia tempat salah dan dosa
total 2 replies
Erna Masliana
selesai... bagus ceritanya 👍👍
Erna Masliana
putri Xia jadi tabib dewa bagus tuh
Erna Masliana
ya ampun banyak anak 👍👍
Erna Masliana
oh Kasim berkeluarga juga.. kukira Kasim itu yang tidak bisa punya keturunan
Erna Masliana
betul
Erna Masliana
di gantung? harusnya di penggal biar jelas matinya
Erna Masliana
maaf maaf gampang banget
Erna Masliana
OGAH
Erna Masliana
kuharap ibu dan bayinya mati karena lemah..biar tidak jadi pemberontak di kemudian hari apalagi dia lahir dari bibit setan
Erna Masliana
harta para pengkhianat kemana gak mungkin kan harta itu musnah.. apalagi s sangui itu
Erna Masliana
cuih para pejabat bodoh
Erna Masliana
Yue terlalu lunak harusnya lumpuhkan dulu baru jelaskan
Erna Masliana
harusnya s Zhang Yan ini di tabok dulu sampe bocor jangan lupa kedua orang tua nya juga kasih shock terapi minimal kejang.. masih dendam aku sama mereka.. apalagi s selir kuharap dia di depak
Erna Masliana
Jun terlalu ceroboh mentang mentang di suruh menghadap sendiri terus benar benar tidak ngajak seorang pun.. terus para pengawal Kaisar juga segitu lemah kah dan sedikit juga kok bisa nurut ke Mentri pergantian penjaga sedangkan majikannya Kaisar..dan yang berwenang setelah Kaisar tentunya Kasim
Erna Masliana
Yue diem pun pasti di usik.. mending gerak bantu biar cepat
Erna Masliana
racun pasti... tapi anehnya tabib kerajaan selalu kalah hebat dari tabib luar
Erna Masliana
tugas sebenarnya memang menghalangi Feng naik tahta.. karena kalau dia naik tahta rakyat menderita
Erna Masliana
kenapa harus ngikuti arus s penjahat sampai segitunya
Erna Masliana
kenapa tidak curiga.. padahal sudah jelas keburukan di depan mata.. cara minta maaf pun tidak tulus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!