NovelToon NovelToon
Married By Accident

Married By Accident

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Teen
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lisdaa Rustandy

"Baiklah, kalau kamu memang tetap ingin mempertahankan janin itu," ucap Bu Esta dengan tatapan tertuju pada perut Raline yang masih rata. Suaranya terdengar tegas dan tajam, membuat Raline menunduk takut.
"Kai akan menikahi kamu, tapi..." kalimatnya terjeda sejenak, sehingga Raline dan orang tuanya menatap wanita itu, menunggu kelanjutannya. "Setelah anak itu lahir, saya akan mengambilnya dan memberikannya pada orang lain. Kamu boleh terus melanjutkan hidupmu, dan Kai... dia akan melanjutkan studi ke Inggris tanpa harus mempertahankan pernikahannya denganmu."
*****
Cek visual karakternya di Ig @lisdaarustandy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisdaa Rustandy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu tak diundang

Beberapa Hari Kemudian... 

Malam itu, Kaisar duduk termenung di balkon rumahnya.

Menatap kosong ke arah yang jauh, dengan ingatan yang jauh pergi ke beberapa hari yang lalu.

Sejak sore ia memilih tetap di rumah. Bahkan ketika teman-temannya mengajak ia pergi ke tempat billiard pun ia menolak, dengan alasan sedang tidak enak badan.

Tak hanya itu, kaisar juga menolak bertemu dengan Nana. Padahal biasanya ia akan sangat bersemangat ketika kekasihnya itu mengajak jalan.

Kali ini pikirannya terlalu penuh. Terlalu rumit. Dan bahkan terlalu kacau untuk bisa menikmati setiap detiknya dengan kegembiraan.

Pertemuan terakhir dengan Raline terus menghantui. Terlebih kalimat yang ia ucapkan saat memintanya aborsi, itu terdengar jauh lebih kejam dari apapun.

Yang lebih membuatnya tak tenang adalah... beberapa hari ini Raline tak masuk sekolah.

Gadis yang biasanya rajin sekolah itu mendadak absen tanpa tahu apa yang terjadi padanya.

Ia juga tak bisa menghubunginya, Raline telah memblokir nomornya.

Kaisar menghela napas panjang. Kepalanya mendongak ke atas dengan mata terpejam.

"Apa kabar dia sekarang?" tanyanya pada diri sendiri.

"Dia baik-baik aja, kan?"

Matanya terbuka, menatap langit-langit balkon yang putih bersih lalu beralih menatap ke arah yang jauh seperti semula.

Saat itulah Bu Esta datang dan berdiri di sampingnya dengan kedua tangan terlipat di depan.

"Kamu gak keluar malam ini?" tanyanya.

Kaisar menoleh lalu menggeleng kecil tanpa memberikan jawaban lisan.

"Sepertinya kamu memang sedang ada masalah, Kai," kata Bu Esta, menebak. "Ada apa? Kenapa kamu gak cerita sama Mama tentang masalah kamu? Apa masalah itu terlalu berat dan terlalu rahasia?"

Kaisar lagi-lagi diam. Tidak memberikan jawaban yang sejak beberapa hari lalu sudah dipertanyakan oleh ibunya.

Ia benar-benar tak mampu untuk bercerita. Kesalahan yang ia lakukan adalah kesalahan yang fatal. Entah akan seperti apa tanggapan ibunya jika mendengar ceritanya nanti.

"Kai..."

Belum selesai Bu Esta bertanya pada putranya, tiba-tiba saja seseorang datang menghampiri. Ia adalah Mbak Sukma, asisten rumah tangga di rumah itu.

"Maaf, Nyonya, Tuan Muda," ucapnya sopan. "Ada tamu di bawah."

Bu Esta mengerutkan kening. "Tamu?" ulangnya. "Siapa orang yang bertamu malam-malam begini?"

"Saya ndak tahu siapa, Nya," jawab Mbak Sukma. "Tapi ada tiga orang yang datang. Sepertinya mereka pasangan suami istri dan anak gadisnya."

Mendengar itu, Kaisar langsung bereaksi.

Ia menoleh. Bangkit dari duduknya dan mendekat pada Mbak Sukma.

"Apa gadis itu cantik dan rambutnya hitam lurus?" tanyanya.

Mbak Sukma mengangguk. "Iya, Tuan Muda."

Tanpa banyak bertanya lagi, Kaisar langsung masuk ke dalam rumah lalu pergi ke lantai satu dengan langkah cepat menuruni tangga rumahnya.

Bu Esta dan Mbak Sukma sempat dibuat keheranan. Tapi mereka akhirnya memutuskan untuk menyusul pemuda itu.

Kaisar berjalan cepat ke arah ruang tamu. Jantungnya berdegup kencang, membayangkan tamunya itu adalah Raline dan orang tuanya.

Begitu sampai di ruang tamu, Kaisar tertegun melihat siapa yang datang.

Benar dugaannya, yang dimaksud Mbak Sukma adalah Raline dan orang tuanya.

Ia berdiri mematung di tempatnya, matanya menatap ke arah keluarga kecil yang kini tengah diambang kehancuran itu.

Ia menelan ludah kasar, matanya masih tertuju pada mereka.

"Raline..." gumamnya.

Raline yang sejak tadi menunduk, dapat mendengar suara Kaisar yang menyebut namanya.

Ia mengangkat wajah dan menatap ke arah pemuda itu.

Tapi Kaisar justru terkejut karena kondisi Raline saat ini jauh lebih buruk dari terakhir kali mereka bertemu.

Tubuh Raline terlihat lebih kurus, matanya cekung dan wajahnya sembab seolah tak berhenti menangis setiap detiknya.

Pak Umar dan Bu Dinar pun ikut menyadari kehadiran Kaisar. Mereka langsung menatapnya.

Pak Umar menatapnya tajam. Penuh kemarahan dan emosi yang dibawa sedari rumah tadi.

Ia bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Kaisar tanpa banyak berkata. Langkahnya tegas dan cepat karena sosok Kaisar adalah alasan utamanya datang ke rumah besar itu.

Raline tak bisa mencegah ayahnya. Ia tahu ayahnya sudah menunggu pertemuan ini sejak pertama tahu kehamilannya.

Begitu sampai di hadapan Kaisar, pria berusia 45 tahun itu langsung meraih kerah kaos yang Kaisar kenakan dan menariknya kasar hingga tubuh Kaisar lebih dekat dan sedikit terangkat.

"Lelaki biadab! Tidak punya perasaan dan rasa tanggung jawab!" ujarnya penuh kemarahan. Matanya melotot, tepat menusuk ke mata Kaisar.

"Berani-beraninya kamu menodai anak saya, lalu setelah itu kamu memintanya untuk aborsi. Di mata hati nuranimu, hah?!"

Pak Umar mulai meninggikan suaranya tanpa ragu, hingga suaranya menggema di seisi ruangan.

Kaisar diam diperlakukan kasar. Ia sadar betul kelakuannya, dan tidak berniat mengelak.

"Kurang ajar!" ucap Pak Umar dengan rahang mengeras.

Lalu tanpa aba-aba, sebuah pukulan keras menghantam wajah Kaisar tepat ke hidungnya.

Bukkk!

Pukulan itu begitu keras dan kasar, membuat wajah Kaisar berpaling seketika dengan hidung yang mengucurkan darah segar.

Tapi Kaisar tidak berniat melawan. Matanya malah terpejam, seolah pasrah menunggu pukulan selanjutnya.

Pak Umar yang sudah sangat murka kembali mengangkat tangannya, bersiap memukul Kaisar untuk kedua kalinya.

Tapi Bu Esta datang dan secepat kilat meraih tangan Kaisar. Ia menarik putranya dari cengkeraman Pak Umar, raut wajahnya tampak marah melihat putranya diperlakukan kasar oleh orang lain.

"Apa-apaan ini?!" tanyanya dengan suara keras. "Kenapa Anda tiba-tiba menyerang anak saya?!"

Pak Umar menatap wanita itu. Tatapan tajamnya sama sekali tidak melembut meski yang ia tatap adalah seorang wanita.

"Sebaiknya Anda tanya padanya kenapa saya berani menyerangnya," jawab Pak Umar tegas.

"Apapun masalahnya, Anda tidak bisa seenaknya melakukan kekerasan terhadap anak saya!" timpal Bu Esta, tak kalah tegas. "Saya tidak terima. Dan saya bisa laporkan Anda ke polisi atas dugaan penganiayaan!"

"Silakan!" Pak Umar menantang. "Dan saya bisa laporkan anak Anda dengan tuduhan pelecehan terhadap anak saya. Dan bahkan saya bisa melaporkan dia atas pemaksaan aborsi atas janin yang putri saya kandung!"

Bu Esta tercengang mendengar itu.

Ia spontan menatap Kaisar yang sejak tadi hanya diam, dengan darah masih terlihat mengalir di lubang hidungnya yang bangir.

"Apa maksudnya ini, Kai?" tanyanya.

Kaisar menunduk, tak sanggup menatap mata ibunya sendiri.

Bu Esta mengguncang tubuh Kaisar dengan kasar. "Jawab!"

1
Nurul Hilmi
ganteng amat visual kai Thor,,, 😍
Nurul Hilmi
mulai... mulai... kai... lama lama ❤😘
Nurul Hilmi
lanjut Thor.
bacanya Brebes mili
Yantie Narnoe
lanjut...👍
Nurul Hilmi
lanjut thor
Nurul Hilmi
double up Thor
bagus ini cerita😍
Nurul Hilmi
lanjut thor
Nurul Hilmi
lelaki juga kaisar. gentle dan bertanggung jawab
deeRa
Lepas Dari Kai, kamu & anakmu harus bahagia ya Lin... 😊
deeRa
no comment, ikut alur nya saja😊
next ya
falea sezi
cpet cerai kalo. abis lahiran. ortu. kaisar. toxic
Nurul Hilmi
jangan kasih cinta buat kaisar lin. biar die nyesel😄
Lisdaa Rustandy: cinta akan hadir saat waktu terus berjalan. bahkan saya yg menikah tanpa cinta aja sekarang jadi bucin🤣
total 1 replies
Nurul Hilmi
anak jangan dikasih orang lain, tetep raline yang rawat...
deeRa
Ganbatee Lin💪😊
falea sezi
jangan mau pergi jauh dr situ besarin anak sendiri ibunya egois cucu kandung mau di buang dajjal bgt ne orang
deeRa
Nyesek ya jd raline, 🥺
ROSULA DARWATI
kasihan Raline
Melinda Cen
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!